Berita BorneoTribun: Bang Jay hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Bang Jay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bang Jay. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Agustus 2025

Bang Jay ke Sassuolo Digaji 20,9 Miliar

Membayangkan gaji satu miliar saja, hanya ada dalam mimpi. Tidak dengan Kapten Timnas kita, Jay Idzes alias Bang Jay. Ia resmi pindah ke klub elite Italia, Sassuolo dengan gaji Rp20.9 miliar. Mari kita ungkap kisah sang kapten Garuda kita ini sambil seruput kopi tanpa gula, wak!

Bang Jay ni, wak! Senggol dong, biar seluruh warung kopi dari Sabang sampai Merauke berguncang. Jay Idzes, benteng baja setinggi 1,90 meter, bek tengah yang kalau berjalan di lorong stadion bikin lawan berpikir dua kali untuk menyerang. Ia resmi angkat kaki dari Venezia. Bukan karena bosan sama gondola atau pasta seafood, tapi karena takdir sepak bola memanggilnya ke panggung yang lebih gila, Sassuolo, klub Serie A yang dijuluki “Pembunuh Raksasa”. Nilai transfernya? Delapan juta euro, atau sekitar Rp139 miliar. Itu belum termasuk bonus Rp17 miliar kalau Sassuolo bertahan di Serie A. Angka ini begitu besar sampai bisa bikin seluruh guru honorer negeri ini mendadak upgrade dari motor matic bekas ke mobil baru yang AC-nya nggak cuma dingin, tapi juga wangi.

Di Venezia, Jay cuma bergaji Rp3,3 miliar setahun. “Cuma” di sini bukan merendahkan, tapi mari kita akui, buat seorang kapten Timnas yang bisa menghalau striker sekelas iblis Liga Eropa, itu seperti dibayar dengan sebungkus nasi padang tanpa rendang. Kini di Sassuolo, kontraknya sampai 2029, empat tahun penuh, dengan gaji Rp20,9 miliar setahun. Artinya setiap sundulannya, setiap sliding tackle, nilainya setara satu unit rumah subsidi di pinggiran kota. Setiap keringatnya yang jatuh di rumput Mapei Stadium adalah butiran emas yang bisa membiayai operasional satu kecamatan.

Sassuolo ini bukan klub kacangan. Mereka pernah finis peringkat enam di Serie A musim 2015–2016, lalu lolos ke Liga Europa. Gaya main mereka menyerang, berani, dan tanpa ampun melawan klub besar, semacam warung pecel lele yang berani buka tepat di depan restoran bintang lima. Sassuolo membeli Jay bareng Fali Cande, total dua pemain seharga 11 juta euro. Delapan juta untuk Jay, sisanya untuk Cande. Venezia menerima kesepakatan ini seperti mantan pacar yang pura-pura nggak peduli tapi diam-diam masih nge-stalk Instagram.

Jay lahir di Mierlo, Belanda, 2 Juni 2000. Dia pemain keturunan, tapi begitu mengenakan seragam merah Garuda, semua orang lupa soal paspor Eropa-nya. Dengan 13 caps dan 1 gol untuk Timnas, dia adalah bukti nyata bahwa darah campuran bisa berpadu sempurna dengan semangat ngeyel khas Indonesia. Kaki kanannya memimpin, kepalanya tegak, dan setiap kali ia berdiri di hadapan striker lawan, bola seakan takut melintas.

Ini bukan sekadar transfer, bro. Ini adalah naskah film yang disutradarai langsung oleh semesta. Dari kanal-kanal Venezia ke jantung Italia utara, Jay melangkah membawa beban harapan seluruh bangsa. Setiap kali ia bermain, kita akan merasa, “Itu kapten kita, wak!” Sama seperti kita merasa bangga kalau ada warung Padang buka di New York.

Di balik semua itu, ada filosofi hidup. Kadang kita harus meninggalkan zona nyaman untuk membuktikan kita pantas di panggung yang lebih besar. Jay bisa saja bertahan di Venezia sampai 2027 sesuai kontrak. Tapi, ia memilih jalan terjal di Sassuolo. Ini pelajaran buat kita semua. Jangan takut pindah, jangan takut tantangan. Bahkan jika lawanmu adalah Juventus, Milan, atau Inter, hadapilah seperti Jay menghadapi striker lawan, tatap mata mereka, lalu rampas bola mereka.

Intinya, Bang Jay bukan cuma pindah klub. Dia sedang menulis bab baru sejarah sepak bola Indonesia. Beliau juga sedang berjuang mengantarkan Timnas untuk lolos ke Piala Dunia. Sekarang, ada nama kapten kita di sana, merumput di liga elite.

Banggalah, wak. Karena hari ini, Italia bukan cuma dikenal sebagai negeri pasta, pizza, dan mafia. Tapi juga negeri tempat Kapten Timnas berdiri tegak, siap menendang bola… dan rasa minder kita.

"Seandainya Bang Jay ke Pontianak, pasti rame."
"Pasti minta traktir kopi di Asiang ya." Ups

#camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar