Ratusan Calhaj Barito Utara Ikuti Tes Fisik Untuk Persiapan Haji 2026
![]() |
| 113 calon haji Barito Utara mengikuti tes kebugaran untuk memastikan kesiapan fisik jelang ibadah haji 2026 dan memenuhi syarat kesehatan istithaah. (Ilustrasi AI) |
Barito Utara -- Sebanyak 113 calon haji (Calhaj) tahun 2026 asal Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengikuti kegiatan pengukuran kebugaran jasmani sebagai bagian dari persiapan fisik sebelum menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Kegiatan yang digelar di Muara Teweh ini menjadi langkah penting untuk memastikan para jamaah tidak hanya siap secara spiritual dan finansial, tetapi juga memiliki kondisi fisik yang memadai.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Barito Utara, Inayastika, mengatakan tes kebugaran merupakan salah satu indikator utama dalam menilai kesiapan calon jamaah haji.
“Tes kebugaran ini menjadi indikator penting untuk memastikan calon haji tidak hanya siap secara finansial dan spiritual, tetapi juga memiliki kesiapan fisik yang baik, khususnya dari aspek kardiovaskular atau jantung dan paru,” ujar Inayastika di Muara Teweh, Minggu.
Metode Tes Disesuaikan dengan Kondisi Jamaah
Dalam pelaksanaannya, metode tes kebugaran disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan usia peserta.
Untuk jamaah berusia di bawah 60 tahun, digunakan metode Rockport, yaitu berjalan cepat atau jogging sejauh 1,6 kilometer.
Sementara itu, untuk jamaah lanjut usia atau yang memiliki faktor risiko kesehatan tertentu, digunakan metode jalan selama enam menit dengan pengawasan tim medis.
Melalui metode tersebut, tim kesehatan dapat mengelompokkan tingkat kebugaran jamaah dalam kategori:
Kurang
Cukup
Baik
Sangat Baik
Hasil pengukuran ini nantinya menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi latihan fisik lanjutan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
“Melalui tes ini, kita dapat mengetahui tingkat kebugaran jamaah dan memberikan rekomendasi latihan fisik lanjutan yang sesuai,” tambah Inayastika.
Diawali Pemeriksaan Kesehatan Dasar
Sebelum mengikuti tes kebugaran, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan awal.
Pemeriksaan tersebut meliputi:
Pengukuran tekanan darah
Penimbangan berat badan
Pengukuran lingkar perut
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan peserta selama menjalani tes kebugaran.
Menurut Inayastika, kesiapan fisik yang optimal akan sangat membantu jamaah menjalankan rangkaian ibadah haji yang cukup menguras tenaga.
Ia berharap seluruh calon jamaah haji dapat mempersiapkan diri secara maksimal agar mampu menjalankan ibadah dengan lancar.
“Kami berharap jamaah calon haji dapat menjaga dan meningkatkan kebugaran fisiknya, sehingga dapat melaksanakan ibadah haji dengan nyaman, mandiri, dan memperoleh haji yang mabrur,” ujarnya.
Ibadah Haji Butuh Stamina yang Prima
Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi AR, menegaskan bahwa ibadah haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga membutuhkan kesiapan fisik yang optimal.
Menurutnya, sejumlah rangkaian ibadah haji seperti tawaf, sa’i, dan wukuf memerlukan stamina yang kuat. “Ibadah haji bukan hanya ibadah hati, tetapi juga ibadah fisik. Oleh karena itu, kemampuan kesehatan atau istithaah menjadi syarat utama agar jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman, lancar dan mandiri,” kata Pariadi.
Ia menjelaskan bahwa pengukuran kebugaran ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik jamaah sejak dini serta memberikan rekomendasi latihan yang sesuai.
Calon Jamaah Diminta Terapkan Pola Hidup Sehat
Pariadi juga mengingatkan bahwa kondisi kesehatan bersifat dinamis dan perlu dijaga secara berkelanjutan hingga mendekati waktu keberangkatan.
Para calon jamaah diimbau mulai menerapkan pola hidup sehat, seperti:
Mengonsumsi makanan bergizi
Rutin berolahraga minimal tiga kali seminggu
Menjaga berat badan ideal
Tidak memaksakan diri saat latihan
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para calon jamaah dapat memahami kondisi tubuhnya dan mulai menerapkan pola hidup sehat,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan peserta agar mengikuti tes kebugaran dengan jujur sesuai kemampuan masing-masing.
“Jangan memaksakan diri. Jadikan hasil tes ini sebagai acuan untuk meningkatkan kebugaran secara bertahap di rumah,” tegasnya.
Bagian dari Pembinaan Kesehatan Haji
Kegiatan pengukuran kebugaran ini merupakan bagian dari pembinaan kesehatan haji yang dilaksanakan oleh tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara.
Ratusan calon jamaah mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias sebagai langkah awal dalam mempersiapkan diri menuju Tanah Suci.
Pariadi berharap seluruh calon jamaah diberikan kesehatan, kemudahan, serta kelancaran dalam menjalankan ibadah hingga kembali ke Tanah Air.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Pengukuran Kebugaran Calon Jamaah Haji Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucap Pariadi.
FAQ
Apa tujuan tes kebugaran calon haji?
Tes kebugaran bertujuan memastikan calon jamaah memiliki kesiapan fisik yang cukup untuk menjalankan rangkaian ibadah haji yang membutuhkan stamina tinggi.
Apa metode tes kebugaran yang digunakan?
Metode Rockport (1,6 km) untuk usia di bawah 60 tahun, dan metode jalan 6 menit untuk lansia atau peserta dengan risiko kesehatan.
Mengapa kesiapan fisik penting bagi calon haji?
Karena rangkaian ibadah haji seperti tawaf, sa’i, dan wukuf membutuhkan kondisi fisik yang kuat dan stamina yang baik.
Berapa jumlah calon haji Barito Utara yang mengikuti tes?
Sebanyak 113 calon jamaah haji tahun 2026 mengikuti kegiatan pengukuran kebugaran ini.
Apa yang harus dilakukan calon haji setelah tes kebugaran?
Calon jamaah disarankan rutin berolahraga, menjaga pola makan sehat, dan mengikuti rekomendasi latihan dari tim kesehatan.



















