Fadli Zon Tegaskan Kebudayaan Jadi Pondasi Ekonomi Bengkulu
![]() |
| Menteri Kebudayaan Fadli Zon dorong Benteng Marlborough Bengkulu jadi pusat budaya dan ekonomi kreatif untuk perkuat pariwisata sejarah dan pembangunan daerah berkelanjutan. |
Fadli Zon Dorong Kebudayaan Jadi Pondasi Ekonomi Daerah di Bengkulu
JAKARTA -- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah dalam kunjungan kerjanya ke Bengkulu, Rabu 26 Februari. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan kawasan Benteng Marlborough sebagai pusat budaya dan penggerak ekonomi kreatif.
Menurut Fadli, kebudayaan bukan sekadar warisan sejarah, tetapi aset strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui industri kreatif dan pariwisata budaya.
Benteng Marlborough Dinilai Punya Potensi Besar
Dalam kunjungannya, Fadli mengapresiasi kondisi Benteng Marlborough yang masih terawat dengan baik. Benteng peninggalan kolonial Inggris tersebut memiliki panorama laut yang indah serta nilai sejarah yang kuat.
Ia menilai kawasan ini sangat potensial dikembangkan sebagai:
Pusat edukasi sejarah
Ruang pertunjukan seni dan musik
Lokasi pameran seni rupa
Tempat festival budaya
Ruang kreatif bagi generasi muda
Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan ini dapat menjadi pusat aktivasi budaya sekaligus penggerak ekonomi daerah berbasis industri kreatif.
Bengkulu Punya Posisi Strategis dalam Sejarah
Fadli juga menyoroti posisi Bengkulu dalam sejarah kolonial. Wilayah ini pernah menjadi pusat pemerintahan Inggris sebelum kemudian berada di bawah kekuasaan Belanda hingga 1940.
Dinamika sejarah, termasuk pertukaran wilayah antara Inggris dan Belanda yang melibatkan Bengkulu, Singapura, dan Melaka, dinilai sebagai modal kuat untuk membangun narasi wisata sejarah yang menarik dan bernilai jual tinggi.
Potensi ini, jika dikemas secara profesional dan konsisten, dapat memperkuat citra Bengkulu sebagai destinasi unggulan wisata sejarah dan budaya nasional.
Festival Budaya dan Promosi Masif Jadi Kunci
Selain pengembangan kawasan bersejarah, Menteri Kebudayaan mendorong penyelenggaraan lebih banyak event dan festival budaya yang melibatkan generasi muda.
Menurutnya, dukungan konektivitas transportasi yang semakin baik harus diiringi dengan promosi yang masif dan terukur. Tanpa promosi yang konsisten, potensi besar tersebut tidak akan optimal.
Ia menekankan bahwa strategi branding daerah sangat penting agar lebih banyak wisatawan datang dan ekonomi lokal ikut bergerak.
Dukungan Pemerintah Daerah
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyambut baik gagasan tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti arahan Menteri Kebudayaan.
Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu mempercepat penguatan sektor pariwisata budaya serta menciptakan lapangan kerja berbasis ekonomi kreatif.
Sejarah Singkat Benteng Marlborough
Benteng Marlborough dibangun pada tahun 1714–1719 oleh East India Company di bawah kepemimpinan Joseph Collett. Saat ini, pengelolaannya berada di bawah Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan.
Sebagai salah satu benteng Inggris terbesar di Asia Tenggara, keberadaan situs ini bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga peluang besar untuk pengembangan ekonomi daerah berbasis kebudayaan.
FAQ
1. Mengapa kebudayaan penting untuk ekonomi daerah?
Karena kebudayaan dapat mendorong pariwisata, industri kreatif, UMKM, serta membuka lapangan kerja baru yang berkelanjutan.
2. Apa potensi utama Benteng Marlborough?
Sebagai pusat edukasi sejarah, festival budaya, pertunjukan seni, dan destinasi wisata unggulan Bengkulu.
3. Apa strategi yang didorong pemerintah?
Penguatan promosi, penyelenggaraan event budaya, serta pengembangan kawasan berbasis ekonomi kreatif.
4. Siapa yang mengelola Benteng Marlborough saat ini?
Dikelola oleh Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan.
