Berita BorneoTribun: Berita Global hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Berita Global. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Global. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Maret 2026

Kremlin Kecam Serangan Ukraina Ke Fasilitas Energi Strategis Rusia

Kremlin mengecam serangan Ukraina ke stasiun kompresor gas Rusia, dinilai mengancam stabilitas energi dan memperparah konflik yang sedang berlangsung.
Kremlin mengecam serangan Ukraina ke stasiun kompresor gas Rusia, dinilai mengancam stabilitas energi dan memperparah konflik yang sedang berlangsung.

Moskow -- Ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah sejumlah fasilitas energi menjadi sasaran serangan. 

Pemerintah Rusia melalui Kremlin secara tegas mengecam upaya serangan yang ditujukan ke stasiun kompresor gas, yang dinilai sebagai bagian dari infrastruktur vital negara. Insiden ini disebut berpotensi mengganggu stabilitas energi kawasan jika terus berlanjut. Kamis, (19/3/2026)

Dalam pernyataan resminya, pihak Kremlin menilai serangan tersebut sebagai tindakan provokatif yang tidak hanya mengancam keamanan nasional, tetapi juga berdampak luas terhadap distribusi energi. Stasiun kompresor gas sendiri memiliki peran penting dalam menjaga aliran gas tetap stabil, terutama untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.

Pemerintah Rusia juga menegaskan bahwa upaya seperti ini berisiko memperburuk situasi konflik yang sudah berlangsung lama. Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk eskalasi yang tidak bertanggung jawab dan bisa memicu respons lebih lanjut dari pihak Rusia.

Di sisi lain, situasi ini memperlihatkan bagaimana konflik tidak hanya terjadi di medan tempur, tetapi juga menyasar infrastruktur strategis. Serangan terhadap fasilitas energi dinilai sebagai strategi untuk melemahkan kemampuan ekonomi dan logistik lawan.

Sejumlah pengamat menilai bahwa serangan terhadap fasilitas seperti stasiun kompresor gas dapat membawa dampak besar, terutama pada pasokan energi global. Jika gangguan terjadi secara berkelanjutan, bukan tidak mungkin harga energi akan kembali bergejolak.

Kremlin pun menyerukan agar tindakan seperti ini dihentikan dan menekankan pentingnya menjaga stabilitas infrastruktur vital. Mereka juga mengingatkan bahwa fasilitas energi seharusnya tidak dijadikan target dalam konflik karena dampaknya bisa meluas hingga ke masyarakat sipil.

Hingga saat ini, situasi di lapangan masih terus dipantau. Ketegangan antara kedua negara belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sementara dunia internasional terus mengamati perkembangan yang terjadi.

Selasa, 10 Maret 2026

Iran Terima Kontak Gencatan Senjata Dari Prancis dan Sekutu, Keputusan Di Tangan Teheran

Iran menyebut Prancis, Tiongkok, dan Rusia menghubungi Teheran soal gencatan senjata. Namun Iran menegaskan musuh harus membayar harga atas pembunuhan Khamenei.
Iran menyebut Prancis, Tiongkok, dan Rusia menghubungi Teheran soal gencatan senjata. Namun Iran menegaskan musuh harus membayar harga atas pembunuhan Khamenei.

Teheran, Iran -- Pemerintah Iran mengungkap adanya upaya diplomatik dari sejumlah negara untuk mendorong gencatan senjata di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. 

Namun Teheran menegaskan pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan Khamenei harus menanggung konsekuensinya.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan beberapa negara telah menghubungi pemerintah Iran untuk membahas kemungkinan gencatan senjata Iran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan televisi pemerintah.

Menurutnya, negara-negara seperti Prancis, Tiongkok, dan Rusia ikut terlibat dalam komunikasi diplomatik tersebut.

Gharibabadi menjelaskan bahwa pembicaraan itu dilakukan setelah meningkatnya ketegangan yang oleh Teheran disebut sebagai bentuk “agresi terang-terangan” terhadap Iran. 

Meski demikian, ia menegaskan keputusan mengenai gencatan senjata sepenuhnya berada di tangan pemerintah Iran.

“Beberapa negara telah menyampaikan pesan mengenai kemungkinan penghentian konflik. Namun keputusan akhir tetap berada pada otoritas di Teheran,” kata Gharibabadi.

Di sisi lain, pejabat Iran tersebut menekankan bahwa pihak yang dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan Khamenei tidak akan luput dari konsekuensi. Ia menyebut musuh-musuh Iran harus “membayar harga” atas tindakan tersebut.

Pernyataan ini menunjukkan sikap tegas pemerintah Iran di tengah meningkatnya tekanan diplomatik internasional. 

Teheran menilai langkah menuju gencatan senjata Iran tidak dapat dipisahkan dari tuntutan pertanggungjawaban atas peristiwa yang disebutnya sebagai serangan terhadap kedaulatan negara.

Sejauh ini belum ada rincian lebih lanjut mengenai mekanisme atau waktu kemungkinan pembahasan resmi terkait gencatan senjata. 

Namun komunikasi diplomatik yang melibatkan sejumlah negara besar menandakan adanya upaya internasional untuk meredakan eskalasi situasi.