Berita BorneoTribun: Berita Kalbar hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Berita Kalbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Kalbar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Maret 2026

Bocah 6 Tahun Tenggelam Di Pantai Gratis Singkawang Saat Bermain Air

Bocah 6 tahun tenggelam di Pantai Gratis Singkawang setelah lepas dari pengawasan. Korban ditemukan tak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia.
Bocah 6 tahun tenggelam di Pantai Gratis Singkawang setelah lepas dari pengawasan. Korban ditemukan tak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia.

SINGKAWANG -- Peristiwa duka terjadi di kawasan wisata Pantai Gratis, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, pada Selasa (24/3) siang. Seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun dilaporkan tenggelam saat bermain air bersama keluarganya.

Korban diketahui bernama Muhammad Azka, warga Jalan Demang Akub, Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara.

Kapolsek Singkawang Selatan, Iptu Dian Edi Sarwono, menjelaskan bahwa korban sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh keluarga saat sedang bermain di sekitar pantai.

“Korban diduga lepas dari pengawasan orang tua saat mandi di pantai. Keluarga kemudian melakukan pencarian dibantu petugas di lokasi,” ujarnya.

Kronologi Kejadian

Insiden ini bermula saat korban tengah mandi bersama orang tua dan kakaknya di area perbatasan antara Pantai Gratis dan kawasan PLTU.

Di tengah aktivitas tersebut, korban diduga terseret arus atau berpindah lokasi tanpa diketahui oleh keluarga. Kondisi ini membuat pihak keluarga panik dan langsung melakukan pencarian.

Setelah beberapa waktu dilakukan penyisiran, korban akhirnya ditemukan di aliran Sungai Air Merah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Proses Evakuasi Hingga Penanganan Medis

Petugas gabungan yang berada di lokasi segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat, yakni UPT Puskesmas Singkawang Selatan 1.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

Imbauan Kepolisian Untuk Pengunjung Pantai

Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih waspada saat membawa anak-anak ke area wisata pantai.

“Orang tua harus selalu mengawasi anak-anak, terutama di area yang berpotensi berbahaya seperti pantai dan aliran sungai,” tegas Dian.

Ia juga menambahkan bahwa kejadian ini menjadi pengingat penting, terutama saat musim liburan atau long weekend, di mana jumlah pengunjung meningkat signifikan.

Perlu Pengawasan Ketat Di Area Wisata

Peristiwa ini menjadi perhatian bersama bagi pengelola wisata dan masyarakat untuk meningkatkan pengamanan, termasuk pemasangan rambu peringatan serta pengawasan di titik-titik rawan.

Keselamatan pengunjung, khususnya anak-anak, harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

FAQ

1. Di mana lokasi kejadian?
Di Pantai Gratis, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan.

2. Siapa korban dalam kejadian ini?
Muhammad Azka, bocah laki-laki berusia 6 tahun.

3. Apa penyebab korban tenggelam?
Diduga korban lepas dari pengawasan orang tua saat bermain air.

4. Di mana korban ditemukan?
Di aliran Sungai Air Merah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

5. Apa imbauan dari pihak kepolisian?
Orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak saat berada di area pantai.

Jumat, 13 Maret 2026

Diserbu Warga! Gerakan Pangan Murah Polres Landak Ringankan Beban Masyarakat Jelang Lebaran

Gerakan Pangan Murah Polres Landak diserbu warga di Ngabang menjelang Lebaran. Program ini membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Gerakan Pangan Murah Polres Landak diserbu warga di Ngabang menjelang Lebaran. Program ini membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Ngabang, Landak — Suasana halaman depan Polsek Ngabang di Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak tampak berbeda pada Jumat (13/3/2026). Sejak pagi hari, puluhan warga mulai berdatangan untuk mengikuti kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Polres Landak menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Program yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan itu disambut antusias oleh masyarakat. Banyak warga terlihat tersenyum sambil mengantre untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, SH, SIK, didampingi Wakapolres Landak Kompol Syaiful Bahri, para Pejabat Utama Polres Landak, Kapolsek Ngabang AKP Zuanda, personel Polsek Ngabang, serta masyarakat penerima manfaat program.

Upaya Stabilkan Harga Pangan Jelang Idul Fitri

Gerakan Pangan Murah Polres Landak diserbu warga di Ngabang menjelang Lebaran. Program ini membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Gerakan Pangan Murah Polres Landak diserbu warga di Ngabang menjelang Lebaran. Program ini membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Gerakan Pangan Murah digelar sebagai langkah nyata membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menjaga stabilitas pasokan pangan serta membantu menekan potensi inflasi daerah.

Sekitar 90 warga tercatat memadati lokasi kegiatan. Mereka dengan tertib mengantre untuk mendapatkan sejumlah komoditas penting yang dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

Beberapa komoditas yang disediakan dalam kegiatan tersebut antara lain:

  • Beras SPHP 5 kg dijual seharga Rp60.000, dari harga normal sekitar Rp82.000–Rp88.000

  • Minyak Goreng Tawon 900 ml dijual Rp17.000, dari harga normal Rp19.000

  • Gula Pasir 1 kg dijual Rp17.000, dari harga normal Rp19.000

Harga yang lebih terjangkau ini membuat program tersebut langsung diserbu warga yang ingin mempersiapkan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kapolres: Bentuk Kepedulian Polri Kepada Masyarakat

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kepedulian Polres Landak terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya menjelang perayaan hari besar keagamaan.

Menurutnya, program ini diharapkan dapat membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Ini juga menjadi bagian dari upaya kami bersama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat membantu meringankan beban warga dan membawa keberkahan menjelang Idul Fitri,” tambahnya.

Warga Merasa Sangat Terbantu

Salah seorang warga yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku sangat terbantu dengan adanya program Gerakan Pangan Murah yang digelar oleh Polres Landak.

Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang dijual dalam kegiatan tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Harga bahan pokok di sini lebih murah dibandingkan di pasar, jadi sangat membantu kami untuk persiapan kebutuhan menjelang Lebaran,” ujarnya.

Program Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk membantu masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.

Sumber: Humas Polres Landak | Penulis: Tino

Rabu, 11 Maret 2026

Gaji Telat Dibayar, 44 Petugas Kebersihan Dan Tukang Kebun Mogok Di PLBN Entikong

Puluhan petugas kebersihan dan tukang kebun mogok kerja di PLBN Entikong karena gaji Februari 2026 belum dibayar. Aktivitas kebersihan kawasan perbatasan pun terganggu. (Gambar ilustrasi AI)
Puluhan petugas kebersihan dan tukang kebun mogok kerja di PLBN Entikong karena gaji Februari 2026 belum dibayar. Aktivitas kebersihan kawasan perbatasan pun terganggu. (Gambar ilustrasi AI)

Puluhan Petugas Kebersihan Mogok Kerja di PLBN Entikong, Gaji Februari Belum Dibayar

Sanggau, Kalbar — Aktivitas kebersihan di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong sempat terganggu setelah puluhan pekerja cleaning service dan tukang kebun menghentikan pekerjaan mereka pada Rabu (11/03/2026). Aksi mogok kerja ini dipicu oleh belum dibayarnya gaji bulan Februari 2026 yang seharusnya diterima pada awal Maret.

Sebanyak 28 petugas cleaning service dan 16 tukang kebun memilih tidak bekerja sebagai bentuk protes terhadap keterlambatan pembayaran upah. Para pekerja menilai kondisi tersebut tidak pernah terjadi sebelumnya ketika sistem penggajian masih dikelola langsung oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Pengawas cleaning service Sanusi dan pengawas tukang kebun Ismail mengatakan para pekerja sebenarnya masih memberikan kesempatan kepada pihak terkait untuk segera menyelesaikan kewajiban pembayaran gaji mereka.

“Kami memberi waktu sampai hari ini untuk pembayaran gaji. Kalau sampai hari ini belum juga dibayar, besok kami akan melakukan aksi pemaksaan di sekitar kawasan PLBN Entikong,” ujar Ismail.

Menurut para pekerja, keterlambatan pembayaran mulai terjadi setelah pengelolaan tenaga kerja dialihkan kepada pihak ketiga. Sebelumnya, pembayaran gaji disebut selalu dilakukan tepat waktu pada awal bulan.

“Dulu waktu masih ditangani langsung oleh PLBN atau BNPP, kami biasa menerima gaji di awal bulan. Tapi mulai Februari ini gaji kami belum juga dibayar sampai tanggal 11,” kata salah satu pekerja.

Konfirmasi Pihak PLBN

Puluhan petugas kebersihan dan tukang kebun mogok kerja di PLBN Entikong karena gaji Februari 2026 belum dibayar. Aktivitas kebersihan kawasan perbatasan pun terganggu. (Gambar ilustrasi AI)
Puluhan petugas kebersihan dan tukang kebun mogok kerja di PLBN Entikong karena gaji Februari 2026 belum dibayar. Aktivitas kebersihan kawasan perbatasan pun terganggu. (Gambar ilustrasi AI)

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala Bidang Keamanan dan Kebersihan PLBN Entikong, Fanji Hermansyah, membenarkan bahwa penghentian kerja tersebut dipicu oleh keterlambatan pembayaran gaji bulan Februari.

Menurutnya, saat ini sistem pembayaran gaji petugas kebersihan dan tukang kebun sudah tidak lagi ditangani langsung oleh pihak PLBN.

“Pembayaran gaji sekarang sudah diambil alih oleh pihak ketiga, yaitu perusahaan yang mengelola tenaga kerja tersebut,” jelas Fanji.

Ia menambahkan bahwa pihak PLBN tidak memiliki kewenangan langsung dalam proses pembayaran gaji karena komunikasi antara perusahaan pihak ketiga dengan para pekerja dilakukan melalui koordinator lapangan.

“Dari kami sebenarnya tidak ada komunikasi langsung dengan pihak ketiga. Mereka biasanya berkoordinasi dengan koordinator pekerja, yaitu Pak Sanusi dan Pak Ismail,” ujarnya.

Meski demikian, pihak PLBN tetap berupaya meminta para pekerja untuk kembali bekerja agar operasional kebersihan di kawasan perbatasan tetap berjalan normal.

“Kami tetap mengusahakan mereka masuk bekerja seperti biasa. Informasinya hari ini pembayaran akan segera cair karena di beberapa PLBN lain sudah ada yang membayar,” katanya.

Dampak Terhadap Kawasan Perbatasan

Puluhan petugas kebersihan dan tukang kebun mogok kerja di PLBN Entikong karena gaji Februari 2026 belum dibayar. Aktivitas kebersihan kawasan perbatasan pun terganggu. (Gambar ilustrasi AI)
Puluhan petugas kebersihan dan tukang kebun mogok kerja di PLBN Entikong karena gaji Februari 2026 belum dibayar. Aktivitas kebersihan kawasan perbatasan pun terganggu. (Gambar ilustrasi AI)

Aksi penghentian kerja ini mulai berdampak pada kondisi kebersihan di sejumlah titik kawasan PLBN Entikong. Beberapa area terlihat mulai dipenuhi sampah yang belum tertangani karena tidak adanya petugas kebersihan yang bekerja.

Situasi ini menjadi perhatian karena PLBN Entikong merupakan salah satu gerbang utama mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi antara Indonesia dan Malaysia.

Selain itu, keterlambatan pembayaran gaji terjadi di tengah bulan suci Ramadhan, ketika kebutuhan ekonomi para pekerja meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Kami hanya menuntut hak kami. Kami punya keluarga yang harus dihidupi, apalagi sekarang bulan puasa dan sebentar lagi Lebaran,” kata Ismail mewakili para pekerja.

Fanji menegaskan bahwa pihak PLBN tetap berupaya mengawal persoalan tersebut agar segera diselesaikan oleh perusahaan pihak ketiga yang bertanggung jawab atas pengelolaan tenaga kerja.

“Dari pihak PLBN kami terus mengawal komunikasi dengan pihak ketiga agar gaji para pekerja bisa segera dibayarkan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari perusahaan pihak ketiga yang menangani pengelolaan tenaga kerja cleaning service dan tukang kebun di kawasan PLBN Entikong terkait keterlambatan pembayaran gaji tersebut.

Penulis: Liber

Minggu, 07 September 2025

Dua Warga Desa Sunsong Tewas Diduga Keracunan Jamur Hutan di Sekadau

SEKADAU - Peristiwa tragis terjadi di Desa Sunsong, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau. Dua orang warga yang merupakan ibu dan anak meninggal dunia setelah mengonsumsi jamur hutan pada Kamis (4/9/2025). Keduanya adalah FL (44) dan putrinya FA (2). Insiden ini baru dikonfirmasi pihak kepolisian pada Minggu (7/9/2025).

Kapolres Sekadau AKBP Donny Molino Manoppo melalui Kapolsek Sekadau Hulu IPTU Agustam membenarkan kabar tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika keluarga korban mengonsumsi jamur jenis kesi atau keluntan yang mereka temukan di hutan. Setelah dimasak dan dimakan bersama, para korban mengalami gejala keracunan berupa pusing dan muntah-muntah.

“Benar, ada dua korban meninggal dunia, masing-masing ibu dan anak, yakni FL (44) dan FA (2). Kejadian ini berawal saat mereka mengonsumsi jamur hutan yang diduga beracun. Selain itu, ada tiga orang lain yang juga mengalami gejala serupa, namun berhasil selamat setelah mendapat perawatan medis di RSUD Sekadau,” ungkap IPTU Agustam.

Petugas Polsek Sekadau Hulu saat memberikan keterangan terkait kasus dugaan keracunan jamur yang menewaskan ibu dan anak di Desa Sunsong, Sekadau.
Petugas Polsek Sekadau Hulu saat memberikan keterangan terkait kasus dugaan keracunan jamur yang menewaskan ibu dan anak di Desa Sunsong, Sekadau.

Korban yang selamat adalah M (33), YT (1), dan SN (25). Mereka sempat dilarikan ke rumah sakit dan kini kondisinya dilaporkan berangsur pulih. Namun, FA meninggal lebih dulu dalam perjalanan menuju klinik, sementara FL sempat mencoba berobat mandiri di rumah sebelum akhirnya meninggal pada Jumat (5/9) malam. Kedua korban dimakamkan bersama di pemakaman Katolik Desa Sunsong pada Sabtu (6/9).

IPTU Agustam menambahkan, pihak kepolisian sudah turun langsung ke lapangan untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban dan memastikan kondisi warga lainnya. Namun, sisa jamur yang dikonsumsi sudah dibuang warga sehingga tidak ada barang bukti yang bisa diamankan. Kepolisian berencana mengambil sampel jamur dari hutan sekitar untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Peristiwa ini menjadi pembelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati saat mengonsumsi tumbuhan liar atau jamur yang belum dipastikan aman. Kami mengimbau warga selalu mengutamakan keselamatan sebelum mengolah bahan makanan yang berasal dari alam,” pungkasnya.

Kamis, 14 Agustus 2025

Nih Rincian Proyek PJU Diduga Fiktif Milik Dishub Ketapang Dalam Penyelidikan Jaksa

Nih Rincian Proyek PJU Diduga Fiktif Milik Dishub Ketapang Dalam Penyelidikan Jaksa
Nih Rincian Proyek PJU Diduga Fiktif Milik Dishub Ketapang Dalam Penyelidikan Jaksa.

KETAPANG - Proyek pengadaan dan pemasangan lampu penerangan jalan umum atau LPJU dinas Perhubungan Ketapang (Dishub) yang dianggap fiktif masih terus diselidiki oleh Kejaksaan kabupaten Ketapang. 

Terkait proses penyelidikan dugaan kasus ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang, Antoni Nainggolan melalui bidang intelijen kepada beberapa media mengkonfirmasi hal ini. 

"Sedang didalami dan sedang proses," ujar Kasi Intelijen Kajari Ketapang, Panter Rivay Sinambela kepada wartawan pada Rabu (13/08/2025).

Proyek ini terindikasi fiktif karena proyek ini dicairkan pada tahun 2024 padahal realisasi fisik proyek belum ada sama sekali. Diduga praktek pencairan dana proyek ini memakai dokumen pencairan palsu. 

Setelah tercium, proyek ini baru mulai dikerjakan kira-kira sekitar bulan Mei atau Juni 2025. 

Dipantau dari salah satu lokasi pekerjaan yang berada dalam kota Ketapang, beberapa komponen LPJU diduga tidak sesuai dengan spesifikasi sebagaimana dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Selain itu, volume pekerjaan pada beberapa titik lokasi LPJU dinilai kurang. 

Berdasarkan data dari Daftar Pengguna Anggaran (DPA) milik Dishub, proyek ini dikerjakan melalui pembelian secara elektronik pola e-katalog.

Proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2024 dengan akumulasi anggaran sebesar Rp 1.750.000.000,-

Berikut daftar proyek yang dinilai fiktif tersebut. 

1. Pengadaan dan Pemasangan LPJU Gg Pandan desa Payak Kumang kecamatan Delta Pawan, nilai pekerjaan sebesar Rp 150 juta dikerjakan oleh CV Sky Group.

2. Pengadaan dan Pemasangan LPJU jalan Teratai RT 02 RW01 desa Padang kecamatan Benua Kayong, nilai pekerjaan Rp 150 juta dikerjakan oleh CV Zero Lima Dua. 

3. Pengadaan dan Pemasangan LPJU dusun Tebuar desa Tajok Kayong kecamatan Nanga Tayap, nilai pekerjaan Rp 200 juta dikerjakan oleh CV Sky Group. 

4. Pengadaan dan Pemasangan LPJU Gg H Dahani desa Sukabangun, nilai pekerjaan Rp 200 juta, dikerjakan oleh CV Fadifa Berlian 

5. Pengadaan dan Pemasangan LPJU Gg Hikmah dan gang P Ramlee desa Kalinilam kecamatan Delta Pawan nilai pekerjaan Rp 200 juta dikerjakan oleh CV Sky Group.

6. Pengadaan dan Pemasangan LPJU desa Beringin Jaya kecamatan Sungai Melayu Raya nilai pekerjaan Rp 150 juta dikerjakan oleh CV Zero Lintas Dua. 

7. Pengadaan dan Pemasangan LPJU jalan Rangga Sentap kelurahan Sukaharja, nilai pekerjaan Rp 100 juta dikerjakan oleh CV Berkat Kita Bersatu 

8. Pengadaan dan Pemasangan LPJU kompleks RT 37 kelurahan Mulia Baru kecamatan Delta Pawan, nilai pekerjaan Rp 100 juta dikerjakan oleh CV Sarana Kita 

Kuat dugaan, perusahaan pelaksana proyek ini hanya dipinjam oleh oknum Dishub. Cara ini diduga diketahui oleh sejumlah pihak seperti Kuasa Pengguna Anggaran sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (KPA/PPK) bernama Mulyono dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) bernama Wawan.

Sejauh ini, belum diperoleh penjelasan dari Mulyono. Ia bilang sibuk di kantor Bupati dan menyerahkan penjelasan kepada Kepala Dinas Perhubungan. 

"Saye ade rapat di kantor Bupati. (Penjelasan) ranah pak Kadis,"ujar Mulyono, Rabu (13/08/2025).

Penulis: Muzahidin