Berita BorneoTribun: Berita Selebriti hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Berita Selebriti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Selebriti. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Maret 2026

Armand Maulana Ungkap Momen Terakhir Melihat Wajah Vidi Aldiano

Armand Maulana mengaku terkejut mendengar kabar wafatnya Vidi Aldiano. Ia mengenang sosok Vidi sebagai pribadi ceria yang selalu membawa suasana hangat.
Armand Maulana mengaku terkejut mendengar kabar wafatnya Vidi Aldiano. Ia mengenang sosok Vidi sebagai pribadi ceria yang selalu membawa suasana hangat.

JAKARTA -- Kabar wafatnya penyanyi Vidi Aldiano pada Sabtu (7/3) mengejutkan banyak pihak, termasuk vokalis band Armand Maulana dari GIGI. Armand mengaku pertama kali mengetahui kabar tersebut dari percakapan di grup WhatsApp menjelang waktu Maghrib.

Setelah menerima informasi tersebut, Armand langsung menghubungi manajer Vidi untuk memastikan kebenarannya. Ia kemudian mendatangi rumah duka bersama sang istri, Dewi Gita, di kawasan Jakarta Selatan.

Armand mengatakan dirinya cukup terkejut dengan kabar duka tersebut. Namun ia menyadari bahwa Vidi selama ini telah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Armand Maulana Ikut Shalat Jenazah

Armand mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengikuti shalat jenazah pertama yang dilaksanakan bersama keluarga. Dalam prosesi tersebut, turut hadir pendakwah Habib Jafar yang memimpin doa sekaligus menyampaikan tausiyah.

Menurut Armand, pesan yang disampaikan dalam tausiyah tersebut memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Ia menilai kepergian Vidi pada hari tersebut juga menjadi pertanda baik bagi almarhum.

“Alhamdulillah shalat jenazah yang pertama bersama keluarga dan Habib Jafar. Tadi beliau juga menyampaikan tausiyah yang sangat baik,” kata Armand.

Ia menambahkan bahwa keluarga merasa dikuatkan oleh pesan tersebut. “Insya Allah ini pertanda baik untuk almarhum,” ujarnya.

Kenangan Terakhir Melihat Wajah Vidi

Armand juga mengaku sempat melihat wajah Vidi untuk terakhir kalinya. Ia menggambarkan wajah sang penyanyi tampak tenang.

“Wajahnya terlihat tenang, seperti tersenyum,” ucapnya.

Rencananya, jenazah Vidi akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada Minggu pukul 10 pagi.

Dewi Gita Kenang Sosok Ceria Vidi

Sementara itu, Dewi Gita tampak menahan tangis ketika mengenang sosok Vidi. Ia menyebut almarhum sebagai pribadi yang selalu membawa keceriaan setiap kali hadir di suatu tempat.

“Setiap dia datang, semuanya jadi ramai dan ceria. Tapi kalau dia pulang, jadi sepi,” kata Dewi dengan suara bergetar.

Dewi juga mengenang panggilan khusus yang biasa diucapkan Vidi kepada dirinya. Panggilan tersebut menjadi kenangan yang paling membekas.

“Yang bikin nangis tuh, yang manggil saya ‘Nyai’ itu cuma Vidi. Dari jauh sudah teriak ‘Nyai’. Itu cuma dia,” ujarnya.

Ia juga mengingat berbagai momen kerja sama dengan Vidi, mulai dari drama musikal, program televisi, hingga menjadi juri dalam sebuah acara.

Sosok Vidi Aldiano Di Mata Rekan Musisi

Bagi banyak rekan musisi, Vidi dikenal sebagai pribadi yang ceria dan mampu mencairkan suasana. Kehadirannya sering membawa energi positif dalam berbagai kegiatan di dunia hiburan.

Meski selama ini diketahui tengah berjuang melawan penyakit, Vidi tetap aktif berkarya dan berinteraksi dengan banyak orang. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya.

Para rekan musisi pun mengenang Vidi sebagai sosok hangat yang selalu membawa keceriaan di setiap kesempatan.

Selasa, 23 Desember 2025

Profil Erika Carlina Jejak Karier Aktris Multitalenta yang Kian Bersinar di Dunia Hiburan

Profil Erika Carlina Jejak Karier Aktris Multitalenta yang Kian Bersinar di Dunia Hiburan
Profil Erika Carlina Jejak Karier Aktris Multitalenta yang Kian Bersinar di Dunia Hiburan.

JAKARTA - Erika Carlina Batlawa Soekri, aktris, model, sekaligus influencer ternama Indonesia, kembali menjadi perbincangan publik setelah secara terbuka mengumumkan dirinya tengah hamil sembilan bulan. 

Pengakuan tersebut disampaikan Erika dalam wawancara eksklusif di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada pertengahan 2025. Kabar ini mencuri perhatian karena Erika mengaku siap menyambut kelahiran anak pertamanya tanpa ikatan pernikahan dan tanpa mengungkap sosok ayah sang anak. 

Erika dijadwalkan melahirkan sekitar Agustus tahun ini, sementara dirinya kini berdomisili di Jakarta dan tetap aktif di dunia hiburan Tanah Air. Keputusan berani ini pun memicu diskusi luas di media sosial tentang pilihan hidup, kemandirian perempuan, serta perjalanan karier seorang figur publik.

Nama Erika Carlina sebenarnya bukanlah wajah baru di industri entertainment. Lahir di Cilacap, Jawa Tengah, pada 10 Agustus 1993, Erika tumbuh dalam keluarga dengan latar belakang yang cukup unik. Ayahnya, Yoshua Batlawa Soekri, merupakan penganut Katolik dan memiliki darah Tiongkok Palembang, sementara sang ibu, Adhe Yoshue, beragama Islam dengan keturunan Riau Jawa

Perbedaan latar belakang ini membentuk karakter Erika yang dikenal terbuka, berani, dan apa adanya. Ia merupakan anak kedua dari dua bersaudara dan menghabiskan masa tumbuh kembangnya di Cirebon. Pendidikan menengahnya ditempuh di SMA Kristen Penabur Cirebon, sebuah sekolah yang dikenal disiplin dan berprestasi.

Sejak remaja, Erika sudah menunjukkan ketertarikan kuat pada dunia seni dan hiburan. Namun, jalan yang ia pilih tidak sepenuhnya mendapat restu dari keluarga, khususnya sang ayah yang menginginkan Erika menempuh jalur pendidikan kedokteran. Perbedaan pandangan ini sempat memicu konflik serius dalam keluarga. 

Erika akhirnya mengambil keputusan besar dengan meninggalkan rumah dan pindah ke Bandung untuk tinggal bersama kakak laki lakinya. Langkah ini menjadi titik balik dalam hidupnya. Dari Bandung, Erika mulai membangun mimpi secara mandiri, tanpa fasilitas berlebih, dan belajar bertahan hidup dari dunia yang benar benar baru baginya.

Profil Erika Carlina Jejak Karier Aktris Multitalenta yang Kian Bersinar di Dunia Hiburan
Profil Erika Carlina Jejak Karier Aktris Multitalenta yang Kian Bersinar di Dunia Hiburan.

Karier Erika dimulai dari dunia modeling. Ia bergabung dengan A Team, sebuah agensi yang didirikan oleh Karin Novilda atau Awkarin. Bergabungnya Erika dengan A Team menjadi batu loncatan penting, karena dari sinilah namanya mulai dikenal di kalangan industri kreatif dan fashion. 

Gaya berbusananya yang berani, postur tubuh yang proporsional, serta kepercayaan diri tinggi membuat Erika cepat mencuri perhatian. Pada 2015, Erika memutuskan hijrah ke Jakarta demi memperluas peluang. Ia mulai rutin mengikuti berbagai casting iklan, pemotretan, hingga film.

Popularitas Erika mulai menanjak pada 2017 saat ia mendapat kesempatan tampil sebagai cameo dalam film garapan Derby Romero. Meski perannya terbilang singkat, kehadirannya cukup membekas dan membuka pintu bagi proyek proyek berikutnya. 

Dari sini, Erika semakin serius menekuni dunia akting. Ia mengikuti kelas akting, memperluas relasi, dan berusaha membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar selebritas media sosial, melainkan aktris dengan kemampuan yang terus berkembang.

Selain dunia film, Erika Carlina juga dikenal luas di panggung fashion nasional. Pada 2018, ia tampil di ajang bergengsi seperti Jakarta Fashion Week dan Indonesia Fashion Week. Kehadirannya di berbagai runway memperkuat citranya sebagai model profesional. 

Erika juga kerap menjadi muse bagi sejumlah brand lokal hingga internasional. Aktivitasnya di dunia fashion berjalan beriringan dengan kiprahnya sebagai influencer. Akun Instagram dan TikTok Erika memiliki jutaan pengikut, menjadikannya salah satu figur publik dengan pengaruh besar, khususnya di kalangan anak muda.

Di ranah digital, Erika semakin dikenal setelah menjadi host di kanal YouTube Rachel Vennya melalui acara SleepovEEERRR. Dalam program ini, Erika tampil apa adanya, spontan, dan sering melontarkan obrolan ringan yang dekat dengan kehidupan sehari hari. 

Perannya sebagai host menunjukkan sisi lain dari Erika yang komunikatif dan mudah bergaul. Banyak penonton menilai, karakter ini menjadi nilai tambah yang membuat Erika semakin dicintai penggemarnya.

Karier akting Erika Carlina terus berkembang dengan pilihan genre yang cukup beragam. Pada 2018, ia tampil dalam film horor Sakral, yang menjadi debut layar lebarnya. Film ini menjadi langkah awal Erika membuktikan dirinya mampu berakting di genre yang menuntut emosi dan intensitas tinggi. 

Setelah itu, namanya semakin sering muncul di berbagai proyek film. Pada 2021, Erika membintangi Gas Kuy, sebuah film komedi yang memperlihatkan fleksibilitasnya dalam memainkan karakter yang lebih ringan dan menghibur.

Tahun 2022 menjadi periode penting lainnya. Erika terlibat dalam film Rumah Kaliurang dan Srimulat Hil yang Mustahal Babak Pertama. Keterlibatannya dalam film bertema legenda komedi Indonesia seperti Srimulat menunjukkan kepercayaan industri terhadap kapasitasnya sebagai aktris. Erika dinilai mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja yang diisi para senior dan legenda hiburan Tanah Air.

Produktivitas Erika mencapai puncaknya pada 2023. Dalam satu tahun, ia tampil dalam empat film sekaligus, yakni Tulah 6 13, Sosok Ketiga, Sleep Call, serta Srimulat Hidup Memang Komedi. Keempat film ini memiliki genre berbeda, mulai dari horor hingga drama komedi. 

Hal ini memperlihatkan konsistensi Erika dalam membangun portofolio akting yang variatif. Banyak pengamat film menilai, pilihan proyek Erika cukup cermat dan menunjukkan arah karier jangka panjang yang serius.

Memasuki 2025, Erika kembali muncul di dua film layar lebar berjudul Pengantin Setan dan Pabrik Gula. Meski detail perannya belum sepenuhnya dibuka ke publik, keterlibatannya dalam proyek ini menegaskan bahwa Erika masih menjadi salah satu nama yang diperhitungkan di industri perfilman nasional. Di tengah kesibukan syuting, Erika tetap aktif di media sosial dan berbagai kegiatan komersial lainnya.

Di luar prestasi karier, kehidupan pribadi Erika Carlina juga kerap menjadi sorotan. Riwayat asmara Erika sering menghiasi pemberitaan hiburan. Ia diketahui pernah menjalin hubungan dengan sejumlah figur publik, seperti Rizky Effendi, pesepak bola Gavin Kwan Adsit, Aldy Maldini eks CJR, Darrel Jowono, Arthur Irawan, hingga DJ Panda alias Giovanni Surya Saputra. Hubungan hubungan tersebut, baik yang berlangsung singkat maupun lama, selalu menarik perhatian warganet.

Berdasarkan pantauan dari akun TikTok pribadinya, saat ini Erika disebut tengah menjalin hubungan dengan Bravyson Vconk atau DJ Bravym. Meski demikian, Erika terbilang cukup selektif dalam membagikan detail kehidupan pribadinya. 

Ia lebih memilih fokus pada pekerjaan dan proyek kreatif yang sedang dijalani. Sikap ini juga tercermin dalam caranya menghadapi kabar kehamilan yang diumumkannya secara terbuka namun tetap dengan batasan tertentu.

Dalam wawancara bersama Deddy Corbuzier, Erika menyampaikan bahwa keputusannya untuk menjalani kehamilan dan menjadi ibu tunggal merupakan pilihan sadar. Ia mengaku telah memikirkan matang matang segala risiko dan konsekuensinya. 

Erika juga menegaskan bahwa dukungan keluarga dan orang terdekat menjadi kekuatan utama baginya. Pernyataan ini mendapat beragam respons dari publik, mulai dari dukungan penuh hingga kritik. Namun, banyak pihak menilai keberanian Erika membuka kisah pribadinya justru memberikan ruang diskusi yang lebih luas soal pilihan hidup perempuan di era modern.

Dampak dari pengakuan tersebut cukup signifikan terhadap citra Erika Carlina. Alih alih meredup, popularitasnya justru meningkat. Banyak penggemar menyatakan empati dan dukungan, sementara brand dan rekan kerja tetap menunjukkan kepercayaan. 

Hingga kini, Erika masih aktif berkarya dan dijadwalkan terlibat dalam sejumlah proyek pasca melahirkan. Perjalanan hidup dan karier Erika Carlina menjadi bukti bahwa dunia hiburan tidak hanya soal popularitas, tetapi juga tentang keberanian mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas pilihan hidup sendiri.

Minggu, 14 Desember 2025

Peter Greene Aktor Pulp Fiction Ditemukan Meninggal di Apartemen New York

Peter Greene Aktor Pulp Fiction Ditemukan Meninggal di Apartemen New York
Peter Greene aktor Pulp Fiction dan The Mask semasa hidup.

JAKARTA - Aktor film Hollywood Peter Greene yang dikenal lewat perannya di Pulp Fiction dan The Mask ditemukan meninggal dunia di apartemennya di New York City pada Jumat waktu setempat.

Peter Greene meninggal dunia pada usia 60 tahun.

Ia ditemukan tidak bernyawa di apartemen tempat tinggalnya di New York City, Amerika Serikat.

Informasi tersebut disampaikan oleh manajernya, Gregg Edwards.

Pihak kepolisian New York menyatakan tidak ada dugaan tindak kriminal dalam peristiwa tersebut.

Hingga saat ini, penyebab kematian Peter Greene belum diumumkan ke publik.

Kabar duka ini mengejutkan para penggemar film, terutama penikmat karya-karya ikonik Hollywood era 1990-an.

Peter Greene dikenal luas sebagai aktor yang kerap memerankan karakter antagonis dengan intensitas tinggi dan akting yang kuat.

Ia mendapat pujian atas kemampuannya membawakan peran penjahat yang kompleks dan berkesan.

Salah satu peran paling ikoniknya adalah karakter Zed, seorang petugas keamanan yang kejam, dalam film Pulp Fiction karya Quentin Tarantino yang dirilis pada 1994.

Pada tahun yang sama, ia juga tampil sebagai Dorian, anak buah utama tokoh jahat dalam film The Mask yang dibintangi Jim Carrey.

Peran-peran tersebut mengukuhkan namanya sebagai aktor karakter yang disegani di industri perfilman Hollywood.

Manajer Peter Greene, Gregg Edwards, menyampaikan duka mendalam atas kepergian klien sekaligus sahabatnya tersebut.

Peter Greene Aktor Pulp Fiction Ditemukan Meninggal di Apartemen New York
Peter Greene aktor Pulp Fiction dan The Mask semasa hidup.

Dalam pernyataannya kepada NBC News, Edwards mengatakan bahwa Greene adalah sosok yang jauh lebih lembut dibandingkan karakter-karakter yang sering ia perankan di layar.

“Nobody played a bad guy better than Peter,” ujar Edwards.

Ia menambahkan bahwa di balik citra penjahat yang melekat pada dirinya, Peter Greene memiliki sisi pribadi yang hangat dan penuh empati.

“Dia punya hati sebesar emas, sesuatu yang jarang diketahui banyak orang,” kata Edwards.

Menurutnya, Peter Greene bukan hanya aktor berbakat, tetapi juga pribadi yang tulus dan setia sebagai teman.

Edwards menyebut Greene sebagai salah satu aktor terbaik di generasinya.

Ia mengaku sangat kehilangan sosok yang telah lama bekerja dan berbagi perjalanan hidup dengannya.

Karier Peter Greene di dunia film sebenarnya jauh lebih luas dari sekadar peran penjahat.

Ia meraih penghargaan Aktor Terbaik di Festival Film Taormina pada 1994 lewat perannya dalam film Clean, Shaven karya Lodge Kerrigan.

Dalam film tersebut, Greene memerankan seorang pria dengan skizofrenia, sebuah peran yang menuntut kedalaman emosi dan kepekaan psikologis.

Penampilannya menuai pujian kritikus karena dianggap realistis dan penuh empati terhadap isu kesehatan mental.

Kesuksesan tersebut membuka jalan bagi Greene untuk tampil dalam berbagai film besar lainnya.

Ia terlibat dalam film The Usual Suspects yang juga dikenal sebagai salah satu film kriminal terbaik sepanjang masa.

Peter Greene juga tampil dalam Under Siege 2 serta Training Day, di mana ia beradu akting dengan Denzel Washington.

Selain itu, ia membintangi Judgment Night, The Rich Man’s Wife bersama Halle Berry, Blue Streak, hingga film aksi komedi The Bounty Hunter yang dibintangi Jennifer Aniston.

Meskipun sering muncul sebagai pemeran pendukung, kehadiran Greene selalu mencuri perhatian karena karakternya yang kuat dan autentik.

Peter Greene lahir di Montclair, New Jersey.

Ia tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang membentuk kecintaannya pada dunia seni peran.

Dalam kehidupan pribadinya, Greene dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang tampil di media.

Ia meninggalkan seorang saudara perempuan dan seorang saudara laki-laki.

Kabar meninggalnya Peter Greene memunculkan kembali wawancara lamanya pada 2011 yang kini banyak dibagikan ulang di media sosial.

Dalam wawancara tersebut, Greene mengungkapkan bahwa ia sempat menolak peran Zed di Pulp Fiction.

Ia mengaku tidak nyaman dengan isi naskah saat pertama kali membacanya.

“Saat saya menerima skripnya, saya benar-benar kecewa,” kata Greene kala itu dalam acara The Sissy Gamache Show.

Menurutnya, karakter tersebut berpotensi membuatnya terjebak dalam stigma tertentu sepanjang kariernya.

Ia bahkan membandingkan peran itu dengan karakter antagonis ekstrem dalam film Deliverance.

Greene khawatir peran tersebut akan menutup peluang aktingnya di masa depan.

Namun, Quentin Tarantino tidak menyerah untuk mendapatkan Greene.

Sutradara tersebut terus membujuk dan akhirnya mengizinkan Greene mengubah adegan tertentu agar lebih sesuai dengan kenyamanannya.

Keputusan itu terbukti menjadi salah satu titik balik penting dalam karier Peter Greene.

Peran Zed memang kontroversial, tetapi juga menjadi salah satu yang paling diingat dalam sejarah film modern.

Kepergian Peter Greene meninggalkan duka mendalam bagi dunia perfilman internasional.

Banyak penggemar dan rekan sesama aktor mengenangnya sebagai aktor karakter yang jujur dalam akting dan rendah hati dalam kehidupan nyata.

Film-film yang ia bintangi kembali menjadi perbincangan dan ditonton ulang sebagai bentuk penghormatan.

Hingga kini, publik masih menunggu pernyataan resmi mengenai penyebab kematiannya.

Warisan Peter Greene akan terus hidup melalui karya-karyanya yang tak lekang oleh waktu.