Berita BorneoTribun: Browser Chrome hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Browser Chrome. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Browser Chrome. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Agustus 2025

Chrome Masih Jadi Raja! Inilah Daftar Browser Paling Populer di Dunia Tahun 2025

Chrome Masih Jadi Raja! Inilah Daftar Browser Paling Populer di Dunia Tahun 2025
Google Chrome kembali menguatkan dominasinya sebagai browser paling populer di dunia. Simak data terbaru Statcounter Juli 2025 dan bagaimana nasib Edge, Safari, dan Firefox!

Google Chrome kembali menegaskan dominasinya sebagai browser paling banyak digunakan di dunia. Tapi, bagaimana nasib Edge, Safari, hingga Opera? Yuk, kita ulas datanya!

Chrome Tambah Gas, Edge dan Safari Mulai Tertinggal

Jika kamu sering berselancar di internet, kemungkinan besar kamu menggunakan Google Chrome. Dan ternyata, kamu tidak sendirian. Berdasarkan laporan terbaru dari Statcounter—perusahaan spesialis web analitik pada bulan Juli 2025, Google Chrome menguasai hampir 70% pangsa pasar global browser desktop, tepatnya 69,98%. Ini adalah peningkatan sebesar 3% dibanding bulan sebelumnya dan nyaris menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa.

Sementara itu, Microsoft Edge yang selama ini menempati posisi kedua justru mengalami penurunan. Browser bawaan Windows ini kehilangan 1,26% pengguna, dan kini hanya menyumbang 11,8% dari keseluruhan pasar browser desktop. Cukup jauh tertinggal dari Chrome.

Posisi ketiga masih dipegang oleh Safari milik Apple, dengan market share sebesar 6,51%, meskipun mengalami penurunan 0,85%. Di bawahnya, ada Mozilla Firefox dengan 5,32% dan Opera dengan 2,2%. Sayangnya, bulan lalu juga bukan waktu yang baik untuk keduanya karena sama-sama mengalami penurunan pengguna.

Dominasi Chrome di Mobile Juga Tak Terbendung

Lalu bagaimana dengan browser di perangkat mobile? Jawabannya masih serupa. Google Chrome tetap merajai pasar, dengan pangsa pasar sebesar 67,32%. Di posisi kedua, ada Safari, browser bawaan iPhone, yang menguasai 22,42%. Sementara itu, Samsung Internet berada di posisi ketiga dengan 3,5%.

Yang menarik, Microsoft Edge hampir tidak terdengar di dunia mobile, padahal sebenarnya menawarkan fitur-fitur menarik seperti dukungan ekstensi dan pemblokir iklan bawaan. Sayangnya, semua keunggulan itu belum cukup untuk membuat pengguna Android atau iOS berpindah dari Chrome atau Safari.

Mengapa Google Chrome Begitu Dominan?

Ada beberapa alasan mengapa Google Chrome terus mendominasi:

  • Kecepatan: Chrome dikenal sebagai browser yang ringan dan cepat.

  • Integrasi dengan Google: Sinkronisasi dengan akun Google, Gmail, Google Drive, dan lainnya sangat seamless.

  • Ekosistem Extension: Ribuan ekstensi tersedia di Chrome Web Store.

  • Update Berkala: Google secara rutin memperbarui Chrome dengan fitur keamanan dan performa.

Browser lain seperti Firefox, Opera, atau bahkan Edge punya keunggulan masing-masing. Namun, sepertinya belum cukup untuk mengejar keunggulan ekosistem yang dimiliki Chrome.

Daftar Browser Paling Populer Juli 2025 (Desktop)

Browser Pangsa Pasar (%) Keterangan
Google Chrome 69,98% Naik 3%, mendekati rekor tertinggi
Microsoft Edge 11,8% Turun 1,26%, performa menurun
Apple Safari 6,51% Turun 0,85%
Mozilla Firefox 5,32% Stabil tapi masih menurun
Opera 2,2% Masih kecil, pangsa pasar menyusut

Daftar Browser Paling Populer Juli 2025 (Mobile)

Browser Pangsa Pasar (%) Keterangan
Google Chrome 67,32% Masih jadi raja di Android
Apple Safari 22,42% Kuat di iPhone
Samsung Internet 3,5% Unggul di HP Samsung
Microsoft Edge <1% Hampir tak terdengar di mobile

Bagi pengguna biasa, dominasi Chrome berarti:

  • Dukungan teknologi web akan lebih cepat muncul di Chrome terlebih dahulu.

  • Website yang dioptimalkan biasanya lebih fokus ke performa di Chrome.

  • Pengembang aplikasi web cenderung mengutamakan kompatibilitas dengan Chrome.

Namun, bukan berarti browser lain tidak layak digunakan. Firefox terkenal dengan fokus pada privasi, Edge punya efisiensi RAM, dan Safari sangat optimal untuk pengguna ekosistem Apple.

Mana yang Harus Digunakan?

Itu tergantung kebutuhan kamu:

  • Gunakan Chrome jika kamu butuh kecepatan dan kompatibilitas tinggi.

  • Pilih Firefox jika kamu lebih peduli soal privasi.

  • Coba Edge kalau kamu pengguna berat Windows dan suka fitur bawaan seperti AI Copilot.

  • Tetap di Safari kalau kamu pengguna iPhone atau Mac.

Dominasi Google Chrome di dunia browser baik desktop maupun mobile masih belum bisa digoyang. Dengan peningkatan 3% dalam sebulan terakhir, Chrome semakin dekat dengan puncak sejarahnya. Sementara pesaing seperti Edge, Safari, hingga Firefox masih berjuang mempertahankan pangsa pasar mereka.

Meskipun begitu, bukan berarti pilihan lain buruk. Setiap browser punya kelebihan sendiri-sendiri, dan yang terbaik adalah yang sesuai dengan kebutuhan kamu.

FAQ

1. Apakah Google Chrome satu-satunya browser terbaik?
Tidak. Chrome memang dominan, tapi bukan berarti terbaik untuk semua orang. Firefox, Edge, Safari, dan Opera juga punya keunggulan masing-masing.

2. Apakah Edge bagus digunakan?
Edge cukup bagus, apalagi jika kamu pengguna Windows. Fitur seperti integrasi AI dan efisiensi daya bisa jadi keunggulan tersendiri.

3. Apakah Opera masih relevan di tahun 2025?
Meski pangsa pasarnya kecil, Opera tetap punya komunitas dan fitur menarik seperti VPN bawaan dan mode hemat data.

4. Apakah Chrome aman digunakan?
Secara umum, ya. Tapi seperti semua browser, tetap penting menjaga keamanan akun dan berhati-hati saat mengunduh ekstensi.

Minggu, 29 Juni 2025

Google Hentikan Dukungan Chrome untuk Android 8 dan 9: Ini Dampaknya bagi Pengguna

Google Hentikan Dukungan Chrome untuk Android 8 dan 9: Ini Dampaknya bagi Pengguna
Google Hentikan Dukungan Chrome untuk Android 8 dan 9: Ini Dampaknya bagi Pengguna.

JAKARTA - Google baru saja mengumumkan kabar penting bagi pengguna Android lawas. Mulai 5 Agustus 2025, aplikasi browser Chrome tidak lagi mendukung Android 8.0 Oreo dan Android 9.0 Pie. 

Versi Chrome 138 akan menjadi yang terakhir bisa dijalankan di kedua sistem operasi tersebut.

Apa Artinya Ini bagi Pengguna?

Jika kamu masih menggunakan ponsel dengan Android 8 atau 9, kamu tetap bisa memakai Chrome versi terakhir (versi 138), tetapi tidak akan mendapatkan pembaruan baru lagi, baik itu fitur, performa, maupun keamanan. Artinya, risiko terhadap keamanan akan semakin besar seiring waktu berjalan.

Mulai Chrome 139, aplikasi ini hanya bisa diinstal di ponsel dengan Android 10 ke atas. Jadi, jika kamu ingin tetap mendapatkan update terbaru dari Chrome, satu-satunya cara adalah upgrade sistem operasi (jika memungkinkan) atau mempertimbangkan untuk mengganti perangkat.

Kenapa Google Mengambil Langkah Ini?

Keputusan ini tidak datang tiba-tiba. Android 8 diluncurkan sejak tahun 2017, dan Android 9 pada 2018. 

Keduanya sudah cukup tua dan tidak lagi mendapat pembaruan keamanan dari Google sejak masing-masing tahun 2021 dan 2022.

Menurut data dari StatCounter per April 2024, Android 8 dan 9 memang sudah mulai ditinggalkan, terutama di negara-negara seperti Amerika Serikat, di mana hanya tersisa sekitar 7,5% pengguna (gabungan keduanya). Tapi jika melihat skala global, persentase kecil ini tetap berarti jutaan pengguna di seluruh dunia.

Apa yang Harus Dilakukan Pengguna Android 8 & 9?

Berikut beberapa langkah yang bisa kamu ambil:

  1. Cek apakah HP kamu bisa di-upgrade ke versi Android yang lebih baru (Android 10 atau lebih tinggi).

  2. Jika tidak bisa, pertimbangkan untuk menggunakan browser alternatif yang masih mendukung Android versi lama — walaupun ini juga bukan solusi jangka panjang.

  3. Untuk keamanan dan kenyamanan maksimal, ganti perangkat ke model yang lebih baru agar tetap bisa menikmati update dan fitur modern.

Kenapa Pembaruan Chrome Itu Penting?

Browser seperti Chrome bukan cuma alat untuk berselancar di internet. Setiap update membawa:

  • Peningkatan keamanan, yang melindungi kamu dari situs berbahaya dan serangan siber.

  • Fitur baru yang mempermudah aktivitas online, seperti autofill, keamanan sandi, dan integrasi AI.

  • Peningkatan performa, sehingga browsing lebih cepat dan hemat baterai.

Jadi, menggunakan Chrome versi lama tanpa pembaruan bisa membuat aktivitas online kamu lebih lambat, rentan, dan terbatas.

Jika kamu masih memakai Android 8 atau 9, saatnya mempertimbangkan upgrade demi keamanan dan kenyamanan. 

Keputusan Google untuk menghentikan dukungan Chrome di versi lawas ini adalah bagian dari upaya menjaga keamanan pengguna dan mengoptimalkan performa aplikasi di perangkat modern.