Berita BorneoTribun: Bumi hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Bumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bumi. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Februari 2026

Wow! Ditemukan Planet Mirip Bumi Hanya 150 Tahun Cahaya dari Kita, Bisa Jadi Tempat Hidup Masa Depan?

Wow! Ditemukan Planet Mirip Bumi Hanya 150 Tahun Cahaya dari Kita, Bisa Jadi Tempat Hidup Masa Depan?
Wow! Ditemukan Planet Mirip Bumi Hanya 150 Tahun Cahaya dari Kita, Bisa Jadi Tempat Hidup Masa Depan?

JAKARTA -- Bayangkan, hanya 150 tahun cahaya dari Bumi kita, para astronom menemukan sebuah planet yang disebut HD 137010 b—dan planet ini punya banyak kesamaan dengan Bumi! Penemuan ini tentu bikin penasaran: apakah ini “Bumi kedua” yang bisa kita impikan suatu hari nanti?

Planet HD 137010 b mengorbit bintang yang mirip Matahari, tapi sedikit lebih dingin dan redup. Radiusnya hampir sama dengan Bumi, dan orbitnya juga berbentuk hampir lingkaran sempurna, mirip orbit Bumi kita. 

Satu “tahun” di sana, yaitu waktu planet ini mengelilingi bintangnya, diperkirakan antara 300 hingga 555 hari—cukup mirip dengan panjang tahun di Bumi.

Namun, ada tantangan besar. Karena bintangnya lebih dingin, HD 137010 b hanya menerima sekitar sepertiga cahaya yang Bumi dapatkan dari Matahari. 

Artinya, planet ini kemungkinan sangat dingin. Para ilmuwan memperkirakan ada sekitar 50% kemungkinan planet ini berada di luar zona layak huni

Meski begitu, model komputer menunjukkan jika planet ini punya atmosfer lebih tebal dengan kandungan karbon dioksida tinggi, suhu permukaannya bisa lebih hangat dan memungkinkan kehidupan berkembang.

Yang menarik, planet sebesar Bumi seperti ini bukan hanya soal “mirip Bumi”, tapi juga jadi laboratorium alami bagi para ilmuwan. 

Karena kita hanya punya satu contoh kehidupan—yaitu Bumi—mencari planet dengan karakteristik yang familiar jadi langkah logis untuk memahami kemungkinan kehidupan di alam semesta.

Tantangan berikutnya adalah memastikan keberadaan HD 137010 b. Dengan periode orbit yang panjang, pengamatan tidak mudah. 

Para ilmuwan akan menggunakan teleskop canggih seperti TESS dan CHEOPS, serta misi masa depan Plato dan Ariel, untuk mendapatkan data lebih detail. 

Setiap pengamatan bisa membuka peluang baru untuk memahami kondisi planet ini dan potensinya sebagai kandidat tempat hidup di masa depan.

Meski kemungkinan “Bumi kedua” ini masih kecil, penemuan HD 137010 b mengingatkan kita betapa luasnya alam semesta dan betapa banyak misteri yang belum terpecahkan. 

Bagi pecinta astronomi atau sekadar yang suka membayangkan perjalanan antarplanet, kabar ini tentu memicu imajinasi dan rasa ingin tahu yang luar biasa.

Jadi, meski kita belum bisa berkunjung ke HD 137010 b sekarang, penemuan ini memberi kita satu hal penting: harapan dan inspirasi. 

Masa depan eksplorasi antariksa semakin nyata, dan siapa tahu suatu hari manusia bisa menjelajahi dunia yang mirip Bumi ini. 

Sementara itu, kita bisa terus menatap langit malam, membayangkan planet baru, dan tetap menjaga Bumi yang kita punya karena, sejauh apapun penemuan di luar sana, Bumi tetap rumah satu-satunya yang kita kenal.

Sabtu, 23 Agustus 2025

NASA Ungkap Foto Bumi dan Bulan dari Jarak 290 Juta Kilometer di Angkasa

Foto Bumi dan Bulan dari jarak 290 juta kilometer yang diabadikan wahana antariksa NASA Psyche
Foto Bumi dan Bulan dari jarak 290 juta kilometer yang diabadikan wahana antariksa NASA Psyche.

JAKARTA - NASA kembali memamerkan pemandangan langka dari luar angkasa. Pesawat antariksa Psyche yang diluncurkan pada Oktober 2023 berhasil menangkap gambar Bumi dan Bulan dari jarak sekitar 290 juta kilometer. Foto tersebut diambil pada Juli 2025 saat tim misi melakukan uji coba kamera pesawat sebelum melanjutkan perjalanan panjang menuju asteroid kaya logam bernama (16) Psyche yang berada di antara orbit Mars dan Jupiter.

Dalam gambar yang dibagikan NASA, Bumi tampak sebagai titik kecil berkilau di hamparan gelap kosmos, sementara Bulan terlihat samar sedikit di atasnya. Pemandangan ini mengingatkan publik pada foto legendaris “Pale Blue Dot” yang diabadikan oleh Voyager 1 pada 1990 dari jarak 6 miliar kilometer. Meski jaraknya jauh lebih dekat dibanding momen ikonik tiga dekade lalu, foto terbaru ini tetap menyuguhkan rasa takjub sekaligus kesadaran akan betapa rapuhnya Bumi di tengah luasnya semesta.

Menurut penjelasan tim misi, uji coba kamera ini dilakukan untuk memastikan instrumen mampu merekam objek yang memantulkan cahaya matahari dengan jelas. “Pengujian ini sangat penting sebelum Psyche sampai ke tujuan utamanya. Jika kamera berhasil menangkap Bumi dan Bulan yang relatif kecil dari jarak ratusan juta kilometer, artinya sistem sudah siap merekam asteroid dengan detail yang dibutuhkan,” kata salah satu insinyur misi NASA dalam keterangan resminya.

Asteroid Psyche sendiri punya diameter sekitar 280 kilometer dan diyakini sebagai inti logam telanjang dari sebuah protoplanet purba. Objek ini berputar di bagian luar sabuk asteroid utama, dan menjadi target menarik bagi ilmuwan karena bisa memberikan petunjuk bagaimana inti logam planet terbentuk. Untuk mencapainya, wahana antariksa harus menempuh perjalanan total sekitar 3,54 miliar kilometer. Jika semua berjalan sesuai rencana, Psyche diperkirakan tiba di orbit asteroid tersebut pada Juli 2029.

Foto Bumi dan Bulan yang dibagikan NASA ini bukan sekadar hasil uji coba teknis, melainkan juga pengingat visual tentang posisi manusia di alam semesta. Para peneliti menilai setiap misi jarak jauh seperti ini memberi peluang baru untuk menguji teknologi sekaligus membangkitkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga planet tempat kita tinggal. Sementara itu, para ilmuwan tengah bersiap menganalisis data lebih lanjut dari kamera Psyche yang mampu merekam cahaya tampak maupun inframerah teknologi yang nantinya akan membuka lebih banyak rahasia tentang komposisi logam asteroid tujuan mereka.

Minggu, 19 Februari 2023

Mengapa Bumi Bulat bukan Datar? Berikut 14 Cara Melestarikan Bumi

Gambar ilustrasi. Mengapa Bumi Bulat bukan Datar, Berikut 14 Cara Melestarikan Bumi.
Gambar ilustrasi. Mengapa Bumi Bulat bukan Datar, Berikut 14 Cara Melestarikan Bumi.
JAKARTA - Bumi adalah planet ketiga dari Matahari dalam sistem tata surya kita, dan merupakan satu-satunya planet yang diketahui memiliki kehidupan. Bumi memiliki diameter sekitar 12.742 km, massa sekitar 5,97 x 10^24 kilogram, dan mengelilingi Matahari dalam waktu sekitar 365,25 hari.

Bumi memiliki atmosfer yang terdiri dari sekitar 78% nitrogen, 21% oksigen, dan sejumlah kecil gas lainnya, termasuk karbon dioksida, helium, dan neon. Atmosfer bumi juga mengandung lapisan ozon yang melindungi planet ini dari radiasi ultraviolet berbahaya dari Matahari.

Bumi memiliki dua kutub, yaitu Kutub Utara dan Kutub Selatan, serta sejumlah besar pegunungan, lembah, dan dataran tinggi. Sebagian besar permukaan bumi tertutup oleh air laut, dan ada juga banyak danau, sungai, dan saluran air lainnya.

Bumi juga merupakan tempat hidup bagi jutaan spesies makhluk hidup, termasuk manusia. Selain itu, bumi juga memiliki berbagai macam lingkungan fisik, seperti hutan, gurun, lautan, dan gunung, yang memungkinkan keberadaan keanekaragaman hayati dan memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan manusia.

Bumi bulat atau datar?

Bumi bukanlah datar, tetapi memiliki bentuk bulat. Konsep bahwa bumi itu datar merupakan sebuah kesalahpahaman dan tidak didukung oleh bukti-bukti ilmiah yang ada.

Sejak zaman kuno, para ilmuwan dan pengamat telah mengamati bahwa bumi memiliki bentuk bulat dan bukan datar. Bukti ini termasuk pengamatan gerhana bulan, di mana bayangan yang dihasilkan selalu memiliki bentuk bulat. Selain itu, pengamat yang berada di lautan dapat melihat bahwa kapal yang menjauh tampak semakin rendah hingga hilang dari pandangan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa bumi bulat, dan kapal tersebut menuruti lengkungan permukaan bumi.

Mengapa Bumi Bulat bukan Datar, Berikut 14 Cara Melestarikan Bumi
Gambar ilustrasi. Mengapa Bumi Bulat bukan Datar, Berikut 14 Cara Melestarikan Bumi.
Selain itu, penjelajahan luar angkasa juga menunjukkan bahwa bumi memiliki bentuk bulat. Foto-foto dan video yang diambil dari satelit dan wahana antariksa menunjukkan bahwa bumi memiliki bentuk bulat yang jelas.

Dalam kesimpulannya, banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa bumi bulat dan bukan datar. Oleh karena itu, konsep bahwa bumi datar bukanlah sesuatu yang didukung oleh bukti ilmiah yang ada.

Sejarah konsep bahwa bumi itu datar sebenarnya sudah sangat lama, dan berakar dari pemikiran manusia pada masa kuno yang belum memiliki kemampuan teknologi dan pengetahuan yang memadai. Namun, sejak masa klasik, banyak ilmuwan terkemuka yang telah membuktikan bahwa bumi itu bulat, seperti Aristoteles, Eratosthenes, dan Ptolemy.

Mengapa Bumi Bulat bukan Datar, Berikut 14 Cara Melestarikan Bumi
Gambar ilustrasi. Bumi Datar.
Pada abad ke-19, pemikir-pemikir yang disebut "Zeteticists" mempopulerkan kembali konsep bahwa bumi itu datar, dengan mengklaim bahwa teori Copernicus tentang tata surya heliosentris yang menjelaskan bahwa Matahari berada di pusat tata surya dan planet-planet mengelilinginya salah dan dilakukan oleh para ilmuwan untuk memperdaya masyarakat. Namun, klaim ini tidak didukung oleh bukti-bukti ilmiah dan teori-teori fisika modern.

Saat ini, konsep bahwa bumi itu datar masih dipertahankan oleh sekelompok orang yang disebut "flat-earthers", meskipun klaim ini tetap tidak didukung oleh bukti-bukti ilmiah yang kuat. Fakta bahwa bumi itu bulat dan bukan datar telah dibuktikan berulang kali melalui eksperimen ilmiah dan pengamatan langsung. Oleh karena itu, konsep bahwa bumi itu datar dapat dikatakan sebagai sebuah kesalahpahaman yang sudah seharusnya ditinggalkan.

Mengapa bumi bulat?

Bumi dianggap bulat karena gravitasi menghasilkan tekanan yang merata di seluruh permukaannya planet ini.

Kita tahu bahwa gravitasi menarik semua benda menuju pusat massa, dan ketika bumi terbentuk, semua materi dalam planet ini ditarik menuju pusat massa.
Gambar ilustrasi. Mengapa Bumi Bulat bukan Datar, Berikut 14 Cara Melestarikan Bumi.
Gambar ilustrasi. Mengapa Bumi Bulat bukan Datar, Berikut 14 Cara Melestarikan Bumi.
Ini menyebabkan bumi membentuk bola yang merata, karena tidak ada kecenderungan yang kuat untuk menarik materi ke arah yang berbeda di permukaan bumi.

Selain itu, ada bukti lain yang menunjukkan bahwa bumi bulat. Salah satu bukti ini adalah bayangan yang dihasilkan saat gerhana bulan.

Bayangan ini selalu memiliki bentuk melingkar, yang menunjukkan bahwa bumi memiliki bentuk bola.

Ada juga bukti geometris, seperti pengamatan bahwa garis horizon selalu tampak datar meskipun kita berada di atas bukit atau gunung.

Hal ini menunjukkan bahwa permukaan bumi yang kita lihat selalu berbentuk lengkung dan tidak datar.

Kita juga dapat melihat bukti-bukti ini dari luar angkasa, di mana kita dapat melihat bahwa bumi tampak seperti bola yang berputar.

Dengan demikian, ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa bumi bulat, dan ini telah dikenal oleh ilmuwan selama berabad-abad.

Bagaimana cara melestarikan Bumi? 

Ada banyak cara untuk menjaga bumi agar tetap lestari dan berkelanjutan. 
Mengapa Bumi Bulat bukan Datar, Berikut 14 Cara Melestarikan Bumi
Gambar ilustrasi. Mengapa Bumi Bulat bukan Datar, Berikut 14 Cara Melestarikan Bumi.

Berikut 14 cara melestarikan bumi:

1. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan beralih ke energi terbarukan seperti energi surya, angin, dan air. Ini akan membantu mengurangi emisi karbon dioksida dan memperlambat pemanasan global.

2. Mengurangi konsumsi energi dengan cara mematikan peralatan listrik ketika tidak digunakan, memilih peralatan yang hemat energi, dan menggunakan transportasi yang lebih ramah lingkungan seperti sepeda atau transportasi umum.

3. Mengurangi penggunaan bahan plastik dan beralih ke bahan yang dapat didaur ulang atau mudah terurai seperti kertas, kain, atau bahan-bahan organik lainnya. Juga, mengurangi pembuangan sampah plastik ke laut yang dapat merusak ekosistem laut.

4. Mendukung praktik pertanian organik dan konsumsi makanan lokal. Dengan membeli makanan lokal, kita dapat membantu mengurangi emisi yang dihasilkan oleh transportasi, sementara memilih produk organik dapat membantu mengurangi penggunaan pestisida yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

5. Mengurangi pembabatan hutan dan merawat hutan yang ada, termasuk melakukan penanaman kembali untuk mengurangi deforestasi dan menjaga keanekaragaman hayati.

6. Meminimalkan penggunaan air dan mengurangi penggunaan produk kimia yang berbahaya dalam rumah tangga dan industri, serta membantu menjaga kualitas air dan keanekaragaman hayati di perairan.
Mengapa Bumi Bulat bukan Datar, Berikut 14 Cara Melestarikan Bumi
Gambar ilustrasi. Mengapa Bumi Bulat bukan Datar, Berikut 14 Cara Melestarikan Bumi.

7. Memperkenalkan praktik daur ulang, mengurangi pembuangan sampah, dan mendaur ulang barang-barang yang dapat digunakan kembali. Praktik ini akan membantu mengurangi limbah dan memperpanjang masa pakai produk.

8. Menjadi aktif dan mendukung organisasi atau gerakan lingkungan, mengedukasi orang lain tentang praktik-praktik yang berkelanjutan dan mempromosikan kesadaran lingkungan yang lebih baik.

9. Menghemat penggunaan air dan energi di rumah, seperti dengan memperbaiki kerusakan pipa dan kran, mematikan lampu dan alat elektronik saat tidak digunakan, dan memasang peralatan hemat air seperti shower dan toilet.

10. Membeli produk yang ramah lingkungan dan memiliki label sertifikasi lingkungan seperti Energy Star, USDA Organic, atau Forest Stewardship Council (FSC). Ini membantu mendorong produsen dan industri untuk memproduksi produk yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

11. Memperhatikan dampak lingkungan dari kegiatan dan pilihan yang kita buat dalam hidup sehari-hari, seperti saat memilih makanan, transportasi, produk rumah tangga, dan gaya hidup. Menggunakan aplikasi dan situs web untuk melacak dampak lingkungan dari kegiatan dan produk tertentu dapat membantu kita membuat pilihan yang lebih baik.

12. Mendukung kebijakan publik dan pemerintah yang mempromosikan pelestarian lingkungan, seperti regulasi emisi kendaraan, pengurangan limbah, dan pengelolaan energi yang lebih baik.

13. Berpartisipasi dalam kegiatan konservasi dan penanaman pohon, membersihkan pantai, atau menjaga kelestarian lingkungan di daerah tempat tinggal kita.

14. Mengurangi pemakaian bahan kimia berbahaya di rumah dan industri, dan memperkenalkan penggunaan alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan seperti penggunaan produk pembersih organik dan bahan kimia yang lebih aman.

Dengan melakukan tindakan-tindakan seperti di atas, kita dapat membantu menjaga keberlanjutan bumi dan meningkatkan kualitas hidup kita secara keseluruhan.

Semua tindakan yang kita lakukan dapat membantu menjaga keberlanjutan bumi dan mengurangi dampak negatif dari aktivitas manusia terhadap lingkungan. Penting untuk diingat bahwa menjaga bumi tidak hanya tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu saja, namun tanggung jawab kita semua sebagai warga bumi.

Editor: Yakop

Kamis, 27 Mei 2021

Empat Puluh Persen Kemungkinan Bumi Lebih Panas Daripada Target Kesepakatan Paris

Empat Puluh Persen Kemungkinan Bumi Lebih Panas Daripada Target Kesepakatan Paris
Seseorang memegang bola bumi selama gerakan Global Climate Strike of the Fridays for Future di Sao Paulo, Brazil, 20 September 2019. (Foto: REUTERS/Nacho Doce)

BorneoTribun Internasional -- Sejumlah pakar meteorologi mengatakan ada kemungkinan sebesar Empat Puluh persen bahwa Bumi akan memanas dalam lima tahun ke depan hingga melampaui batas suhu udara yang berusaha dicegah dalam kesepakatan iklim Paris.

Perkiraan terbaru dari Organisasi Meteorologi Dunia untuk beberapa tahun mendatang juga memprediksi bahwa ada kemungkinan sebesar 90% bahwa Bumi akan mencetak rekor baru tahun terpanas pada akhir 2025 dan bahwa Atlantik akan terus menghasilkan badai berbahaya daripada sebelumnya.

Untuk tahun ini, ahli meteorologi mengatakan suhu udara di sebagian besar daratan di Belahan Bumi Utara akan lebih hangat 0,8 derajat Celsius daripada beberapa dekade terakhir dan kekeringan di wilayah barat daya Amerika Serikat akan terus berlanjut.

Kesepakatan Iklim Paris 2015 menargetkan menjaga pemanasan Bumi hingga beberapa per sepuluh derajat dari sekarang. Laporan ini mengatakan ada kemungkinan sebesar 40% bahwa suhu bumi pada setidaknya satu dari lima tahun ke depan akan lebih tinggi 1,5 derajat Celsius dibandingkan masa pra-industri - dua tujuan Kesepakatan Paris yang lebih ketat. Saat ini Bumi sudah lebih hangat 1,2 derajat Celsius dibandingkan era Pra-Industri.

Tahun lalu, kelompok yang sama memprediksi kemungkinan sebesar 20% bahwa hal itu dapat terjadi.

Kenaikan dua kali lipat angka tersebut dikarenakan berkembangnya teknologi yang menunjukkan bahwa "suhu Bumi sudah lebih hangat daripada yang kita pikirkan,” terutama di wilayah kutub yang selama ini kurang dimonitor, kata Leon Hermanson, ilmuwan iklim di Badan Meteorologi Inggris yang membantu penelitian.

“Ini adalah peringatan bahwa kita harus mengambil tindakan tegas,” kata Hermanson.

Ilmuwan iklim dari Pennsylvania State University Michael Mann, yang tidak termasuk dalam tim, mengatakan ia “hampir yakin” suhu bumi akan melebihi ambang batas pemanasan yang ditentukan di Kesepakatan Paris dalam setidaknya sekali di beberapa tahun ke depan. Namun ia berkata satu atau dua tahun dengan suhu lebih hangat 1,5 derajat Celsius tidak mengkhawatirkan seperti ketika kecenderungan suhu secara keseluruhan tetap berada di atas level itu.

Mann mengatakan hal itu mungkin belum akan terjadi dalam beberapa dekade ke depan dan masih dapat dicegah. [na/ft]

Oleh: VOA