Berita BorneoTribun: Bupati Kubu Raya hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Bupati Kubu Raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bupati Kubu Raya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Maret 2026

Sujiwo Tegas Karhutla Ancam Ekonomi dan Kesehatan, Pelaku Harus Ditangkap

Bupati Kubu Raya Sujiwo minta polisi tangkap pelaku karhutla. Dampaknya ancam kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi di musim kemarau panjang.
Bupati Kubu Raya Sujiwo minta polisi tangkap pelaku karhutla. Dampaknya ancam kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi di musim kemarau panjang. (Gambar ilustrasi)

KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman serius bagi berbagai sektor strategis. Memasuki masa peralihan menuju musim kemarau panjang, risiko karhutla diprediksi meningkat signifikan.

Dalam keterangannya di Sungai Raya, Senin, Sujiwo secara tegas meminta aparat kepolisian bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan.

“Dampak karhutla ini sangat luas. Bukan hanya soal lahan terbakar dan kabut asap, tetapi bisa melumpuhkan banyak sektor. Makanya saya sudah minta kepada pak Kapolres untuk menangkap pelaku pembakaran lahan,” ujar Sujiwo.

Karhutla Ancam Pendidikan dan Kesehatan

Sujiwo menjelaskan, kabut asap akibat karhutla berpotensi besar mengganggu aktivitas pendidikan. Dalam kondisi udara yang tidak sehat, kegiatan belajar mengajar bisa terpaksa dihentikan demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Tak hanya itu, sektor kesehatan juga terdampak langsung. Peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi ancaman serius yang kerap terjadi saat musim asap.

Situasi ini, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama agar tidak terulang seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ganggu Transportasi Hingga Investasi

Dampak karhutla juga merembet ke sektor ekonomi. Salah satu yang paling terasa adalah terganggunya transportasi udara akibat kabut asap yang mengurangi jarak pandang.

“Jika penerbangan terganggu, maka pergerakan ekonomi ikut terhambat, termasuk aktivitas investasi di daerah,” jelasnya.

Gangguan distribusi barang dan mobilitas masyarakat dinilai bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah, bahkan berpotensi menurunkan minat investor.

Pencegahan Jadi Kunci Utama

Menghadapi potensi tersebut, Sujiwo menekankan pentingnya langkah pencegahan. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dalam kondisi apa pun.

Pemerintah daerah bersama Forkopimda terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih sadar akan dampak besar karhutla.

“Atas nama pemerintah bersama Forkopimda, kami mengajak masyarakat untuk menahan diri. Jangan melakukan pembakaran lahan karena dampaknya sangat besar bagi kita semua,” tegasnya.

Tanggung Jawab Bersama

Menurut Sujiwo, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat penegak hukum. Peran aktif masyarakat menjadi faktor kunci dalam mencegah bencana ini.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga lingkungan dengan cara sederhana, yakni tidak melakukan pembakaran lahan.

“Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat tidak perlu ikut memadamkan, cukup dengan tidak membakar lahan, itu sudah sangat membantu,” pungkasnya.

FAQ

1. Apa dampak utama karhutla di Kubu Raya?
Karhutla berdampak pada kesehatan (ISPA), pendidikan (sekolah diliburkan), dan ekonomi (transportasi dan investasi terganggu).

2. Mengapa pembakaran lahan dilarang?
Karena dapat memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan serta menimbulkan kabut asap berbahaya.

3. Apa langkah pemerintah dalam mengatasi karhutla?
Pemerintah mendorong pencegahan, sosialisasi, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

4. Bagaimana peran masyarakat dalam mencegah karhutla?
Dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta melaporkan aktivitas mencurigakan.

5. Apa risiko kesehatan akibat kabut asap?
Risiko utama adalah penyakit pernapasan seperti ISPA, terutama pada anak-anak dan lansia.

Sabtu, 07 Maret 2026

Sembako Untuk 50 Ojol Saat Ramadhan di Kubu Raya

Bupati Kubu Raya Sujiwo membagikan paket sembako kepada 50 pengemudi ojol di Sungai Raya sebagai bentuk kepedulian sosial pada momentum Ramadhan 1447 Hijriah.
Bupati Kubu Raya Sujiwo membagikan paket sembako kepada 50 pengemudi ojol di Sungai Raya sebagai bentuk kepedulian sosial pada momentum Ramadhan 1447 Hijriah.

KUBU RAYA -- Bupati Sujiwo membagikan paket sembako kepada 50 pengemudi ojek daring (ojol) di wilayah Sungai Raya, Jumat. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial pemerintah daerah kepada para pekerja sektor informal pada momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Pembagian bantuan tersebut menjadi bagian dari agenda tahunan yang rutin digelar setiap Ramadhan menjelang Hari Raya Idulfitri. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang bekerja di lapangan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Sujiwo mengatakan kegiatan berbagi dengan para pengemudi ojol sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya. Menurutnya, profesi pengemudi ojek daring memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sehari-hari.

“Kegiatan ini sudah tahun ketiga kita lakukan bersama teman-teman ojek online. Kita memang menjadikannya agenda tahunan saat Ramadhan dan menjelang Idulfitri,” ujar Sujiwo.

Bantuan Juga Untuk Profesi Lain

Selain pengemudi ojol, pemerintah daerah juga berencana menyalurkan bantuan serupa kepada sejumlah kelompok profesi lainnya. Beberapa di antaranya adalah porter bandara, petugas kebersihan, serta relawan pemadam kebakaran.

Menurut Sujiwo, kelompok-kelompok tersebut dinilai memiliki kontribusi besar dalam pelayanan publik namun kerap luput dari perhatian. Karena itu, bantuan sosial ini diharapkan dapat memberikan dukungan sekaligus bentuk apresiasi.

“Nanti juga akan menyusul untuk teman-teman porter bandara, petugas kebersihan, relawan pemadam kebakaran, dan beberapa kelompok masyarakat lainnya yang memang layak mendapatkan perhatian,” katanya.

Ramadhan Momentum Memperkuat Kepedulian Sosial

Sujiwo menilai Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Bulan suci tersebut dianggap sebagai momentum untuk meningkatkan solidaritas dan semangat berbagi kepada sesama.

Ia menyebut Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah dan ampunan, di mana setiap amal kebaikan mendapatkan balasan berlipat ganda. Karena itu, kegiatan berbagi seperti pembagian sembako dinilai sangat relevan dilakukan pada periode tersebut.

“Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan keberkahan, di mana pahala dilipatgandakan. Karena itu, kita jadikan momentum Ramadhan ini untuk saling berbagi,” tuturnya.

Pesan Untuk Pengemudi Ojol

Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo juga menyampaikan pesan kepada para pengemudi ojol agar tetap bersyukur dan sabar dalam menjalani profesinya. Ia menegaskan bahwa setiap orang memiliki jalan hidup dan pekerjaan masing-masing.

Menurutnya, sikap sabar dan rasa syukur menjadi kunci penting dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan di lapangan.

“Setiap manusia memiliki takdir dan profesinya masing-masing. Pesan saya kepada teman-teman pengemudi ojek online, tetaplah bersyukur dan sabar dalam menjalani pekerjaan,” ujarnya.

Kegiatan pembagian sembako ini ditutup dengan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat. Sujiwo berharap seluruh amal ibadah di bulan suci Ramadhan dapat diterima oleh Allah SWT serta membawa keberkahan bagi masyarakat.

Jumat, 18 Agustus 2023

Bupati Kubu Raya: Keberagaman dan Toleransi Pesan Integral dalam Memelihara Kemerdekaan

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan.
KUBU RAYA - Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, menegaskan pentingnya menjaga dan memperkuat makna kemerdekaan. Ia menekankan bahwa pesan-pesan mengenai keberagaman, toleransi, dan kebahagiaan harus diusung sebagai bagian integral dari upaya memelihara kemerdekaan.

Muda Mahendrawan menyampaikan, "Kita harus melakukannya. Tidak hanya sebatas kata-kata, melainkan juga melalui pemikiran dan tindakan nyata, bahkan jika hanya dengan langkah-langkah kecil. Yang paling penting, semua ini harus dilakukan bersama-sama." Pernyataan tersebut ia sampaikan usai menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya pada Kamis, 17 Agustus.

Dalam konteks zaman disrupsi dan globalisasi seperti sekarang, Muda menekankan bahwa semua pihak perlu memperluas pandangan. Keberagaman Indonesia, menurutnya, memerlukan pengelolaan yang tepat, baik dalam kebijakan maupun aspek-aspek lainnya. "Keberagaman sebenarnya merupakan sumber kebahagiaan, bukan ancaman atau penyebab kegelisahan," tambahnya.

Muda menyoroti pentingnya merespons era digital dengan langkah-langkah yang cepat, efektif, akurat, dan terukur. "Tindakan yang diambil tidak boleh sembrono atau semata-mata bersifat simbolis. Semua harus nyata dan memiliki dampak konkret. Khususnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menjalankan tugas ini dengan integritas dan tanggung jawab," tandasnya.

Muda menekankan bahwa pemerintah daerah memegang amanah dan wewenang dalam mengelola anggaran yang berasal dari kontribusi masyarakat, seperti pajak dan sumber daya lainnya.

"Kita perlu menyadari bahwa pengelolaan anggaran harus dilakukan dengan efektif, amanah, tepat, dan menghasilkan dampak yang dapat diukur. Ini bukan hanya sebatas usaha yang tidak langsung berpengaruh, tetapi juga terkait dengan penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan," jelasnya.

Muda menegaskan bahwa pembangunan harus berfokus pada hasil yang konkret dan substansial, bukan hanya simbolis. Dengan cara ini, manfaat pembangunan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. 

"Penting bahwa pembangunan tidak hanya sekadar simbol, tetapi harus memiliki efek nyata yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya oleh kelompok elit," ucapnya.

Muda juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya selalu mengedepankan kepentingan langsung masyarakat. Bahkan, beberapa proyek pembangunan, termasuk gedung-gedung kantor pemerintahan daerah, ditunda demi memprioritaskan kepentingan masyarakat. 

"Semua kebijakan harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama. Kesehatan dasar, pendidikan, perekonomian masyarakat, dan infrastruktur dasar di seluruh desa harus mendapat perhatian," jelasnya.

Lebih lanjut, Muda menegaskan bahwa anggaran yang tidak terpakai (Silpa) seharusnya tidak besar. Jika Silpa besar, hal tersebut mencerminkan kegagalan perencanaan. "Tidak ada alasan untuk memiliki anggaran tidak terpakai yang besar. Silpa besar berarti ada kegagalan dalam perencanaan," tegasnya. 

Dengan demikian, Muda Mahendrawan menyampaikan komitmennya untuk menjaga dan mengembangkan makna kemerdekaan dengan memperkuat kerja sama dan mengedepankan kepentingan masyarakat dalam segala aspek pembangunan.

(Tim Liputan)

Kamis, 17 Agustus 2023

Bupati Kubu Raya: Paskibraka Memiliki Peran Vital dalam Membangun Karakter Bangsa

Bupati Kubu Raya: Paskibraka Memiliki Peran Vital dalam Membangun Karakter Bangsa.
KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya yang masih muda, Muda Mahendrawan, dengan tegas menyatakan bahwa Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) memiliki peran yang sangat penting sebagai simbol keteladanan.

Muda menjelaskan bahwa Paskibraka memiliki tanggung jawab besar untuk melaksanakan amanah yang diberikan, yaitu menjadikan diri mereka bermanfaat bagi negara, dan bukan sebaliknya menjadi beban bagi negara.

Dalam sebuah acara pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kubu Raya untuk tahun 2023 yang berlangsung pada Selasa (15/8) malam di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Bupati Muda Mahendrawan menyampaikan harapannya. 

Ia berbicara dengan penuh semangat, mengatakan bahwa kita semua memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga pesan-pesan kemerdekaan, mempromosikan peradaban unggul, mendorong toleransi, solidaritas, serta menunjukkan dedikasi terhadap cinta kita kepada negeri ini.

Muda menegaskan bahwa anggota Paskibraka harus menjadi contoh yang baik, selalu bertanggung jawab, dan memiliki visi yang melihat ke masa depan. Terutama di era bonus demografi yang sedang dihadapi, di mana mereka adalah bagian penting dari generasi ini.

"Ini adalah tantangan besar bagi kita. Negara kita adalah negara besar, dan oleh karena itu kita harus berpikir dengan besar. Negara kita kaya dengan keberagaman, dan kami harus merawat nilai-nilai unggul seperti yang telah ditunjukkan oleh pemuda-pemuda terdahulu yang mampu memahami serta berpikir melampaui zamannya," ujar Muda penuh semangat.

Muda juga menekankan kepada generasi muda tentang pentingnya berpikir secara luas dan memiliki identitas yang kuat. Dia menjelaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukanlah untuk tujuan yang sia-sia atau merasa gagah-gagahan, tetapi sebagai kehormatan bagi keluarga dan daerahnya.

"Saya ingin mengingatkan bahwa menjadi langkah awal dalam memperkuat karakter. Tetaplah rendah hati, tetapi tetaplah memiliki karakter yang kuat serta akar yang mendalam dari kualitas jati diri kita," kata Muda dengan tegas.

Lebih jauh lagi, Muda berharap bahwa anggota Paskibraka Kubu Raya akan menjadi bagian dari generasi emas pada tahun 2045. Oleh karena itu, dia meminta anggota Paskibraka untuk yakin bahwa mereka memiliki potensi untuk memberikan kontribusi besar bagi negara.

"Selalu pertimbangkan kepentingan banyak orang, karena di sanalah tujuan sebenarnya dari kemerdekaan kita berada - untuk menyebarkan kebahagiaan kepada banyak orang," tutupnya dengan penuh harapan.

Dia juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pelatih, serta unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah yang telah bekerja keras bersama untuk membentuk anggota Paskibraka yang tangguh, bertanggung jawab, profesional, dan memiliki karakter unggul.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kubu Raya, Amini Maros, juga menambahkan informasi mengenai anggota Paskibraka. Ia menjelaskan bahwa anggota Paskibraka Kubu Raya berasal dari pelajar yang mewakili kesembilan kecamatan di Kabupaten Kubu Raya. Dengan rincian, terdapat 28 anggota yang terdiri dari 16 putra dan 12 putri, yang dengan bangga akan mewakili masing-masing kecamatan mereka.

(Tim Redaksi)

Senin, 14 Agustus 2023

Bupati Kubu Raya Ajak Generasi Muda Hindari Pernikahan Usia Dini

Bupati Kubu Raya Ajak Generasi Muda Hindari Pernikahan Usia Dini.
KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, kembali memberikan pesan penting kepada generasi muda di wilayahnya agar menghindari pernikahan pada usia dini. Hal ini diungkapkan dalam upaya untuk mencegah terjadinya perkawinan anak, yang juga akan mendukung percepatan penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kesehatan anak-anak.

"Dalam banyak kesempatan, saya selalu mengingatkan anak-anak dan para ibu mengenai hal ini karena sangatlah penting. Di Kubu Raya, kami telah sepakat untuk mengusung slogan 'Anak Kubu Raya Tidak Menikah Muda'," ujar Muda Mahendrawan saat menghadiri acara Jalan Sehat dalam rangka perayaan HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Kantor Camat Sungai Raya pada Minggu (13/8/2023) kemarin.

Muda menjelaskan bahwa pernikahan pada usia dini menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka stunting di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 30-35 persen kasus stunting pada anak-anak terjadi karena wanita yang menikah pada usia muda. Bupati ini menyoroti bahwa remaja secara psikologis belum matang dan belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai kehamilan serta pola pengasuhan anak yang sehat dan tepat.

Selain itu, Muda Mahendrawan juga menekankan bahwa remaja yang menikah sebelum usia 21 tahun akan bersaing dengan janin yang dikandung dalam hal asupan gizi. Ketidakcukupan nutrisi selama masa kehamilan dapat berdampak pada lahirnya bayi dengan berat badan rendah (BBLR) dan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami stunting.

"Pernikahan usia dini merupakan salah satu penyebab terjadinya stunting. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya mereka belum siap secara fisik maupun mental," tambahnya.

Dengan demikian, Muda Mahendrawan menekankan kepada seluruh masyarakat pentingnya mencegah stunting dengan cara menghindari pernikahan usia dini.

"Kami semua harus sepakat untuk tidak menikah pada usia muda. Mari bersama-sama memperkuat kesadaran ini. Kita harus menjaga anak-anak kita, terlebih dalam situasi seperti sekarang ini di mana ada banyak ancaman seperti penyalahgunaan narkoba dan berbagai permasalahan lainnya," ajaknya mengakhiri.

(Tim Liputan)

Jumat, 11 Agustus 2023

Bupati Kubu Raya Mendapat Apresiasi dari Menteri Agama RI atas Dukungan Program Penyuluh Agama dan Kampung Moderasi Beragama

Bupati Kubu Raya Mendapat Apresiasi dari Menteri Agama RI atas Dukungan Program Penyuluh Agama dan Kampung Moderasi Beragama.
KUBU RAYA - Bupati Kabupaten Kubu Raya, Muda Mahendrawan, menerima penghargaan istimewa dari Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran yang telah dimainkan oleh Bupati Muda dalam mendukung program penguatan fungsi Penyuluh Agama serta inisiatif pembentukan Kampung Moderasi Beragama dengan memanfaatkan anggaran daerah. Penghargaan ini diberikan dalam acara Penyuluh Agama Islam Award 2023 yang digelar di The Ballroom El Royale Hotel Jakarta pada hari Rabu, tanggal 9 Agustus.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kontribusi yang telah diberikan oleh Bupati Muda. Beliau mengakui peran penting Bupati dalam memajukan program-program tersebut, yang tidak hanya menguatkan peran Penyuluh Agama dalam membimbing umat dalam praktik agama, tetapi juga mendukung berbagai program pembangunan melalui pendekatan agama. Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama menjelaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama dalam menghasilkan dampak positif bagi masyarakat.

Dalam wawancara usai acara, Bupati Muda Mahendrawan mengungkapkan, "Kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini. Namun, yang paling penting adalah komitmen Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk terus mendukung peran penting Penyuluh Agama dalam membimbing umat dan mendukung pembangunan melalui perspektif agama."

Bupati Muda juga menegaskan peran krusial yang dimainkan oleh Penyuluh Agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, peran Penyuluh Agama tidak hanya sejalan dengan pelayanan yang diberikan oleh Kementerian Agama, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Dengan penuh apresiasi, kami menghargai dedikasi semua Penyuluh Agama yang dengan tulus melayani umat," ujar Bupati Muda.

Lebih lanjut, Bupati Muda menjelaskan mengenai pembentukan Kampung Moderasi Beragama yang menggunakan dana dari anggaran daerah. Inisiatif ini merupakan bentuk nyata perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terhadap isu penting seperti pemahaman agama yang moderat dan tidak ekstrem. Hal ini bertujuan untuk memelihara hubungan harmonis antarumat beragama. Bupati Muda menjelaskan bahwa Kampung Moderasi Beragama adalah model kampung yang mempromosikan kerjasama lintas sektor dengan tujuan memperkuat kerukunan masyarakat dalam keberagaman dan memperkuat pandangan agama yang moderat, berbasis di desa atau kampung.

"Dalam Kabupaten Kubu Raya, meskipun masyarakat heterogen, telah terbukti sebagai lingkungan yang toleran dan kondusif. Masyarakatnya bijaksana dalam menghadapi perbedaan," terang Bupati Muda.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menganggap Penyuluh Agama sebagai bentuk "soft power" pertahanan nasional. Oleh karena itu, ia menggarisbawahi pentingnya memperjuangkan kesejahteraan para penyuluh agama. Menurut Menteri Yaqut, sebagai garda terdepan, para penyuluh agama memiliki peran besar dalam membentuk arah dan karakter bangsa.

"Jika para penyuluh agama mampu dengan baik menyampaikan ajaran Islam, saya percaya bahwa perbedaan dalam pemahaman agama tidak akan dengan mudah dimanfaatkan untuk memecah belah masyarakat. Karena itu, peran para penyuluh agama harus dimanfaatkan dengan optimal dan kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian," ungkap Menteri Yaqut.

(Tim Liputan)

Rabu, 07 Juni 2023

Bupati Kubu Raya dan Kapolres Hadir dalam Pembukaan Event Anniversary Black Jack West Borneo

Anniversary 17 Tahun Black Jack West Borneo.
Kubu Raya, Kalbar - Anniversary 17 Tahun Black Jack West Borneo resmi dibuka pada hari Selasa, 6 Juni 2023, pukul 20.00 WIB di Pergudangan Business Icon, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 80 orang, termasuk Bupati Kubu Raya, H. Muda Mahendrawan, S.H, M.Kn dan Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat, S.H, S.I.K.

El Presiden Ketua Black Jack, Hendro, mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Kubu Raya yang telah memberikan izin untuk menggelar acara perayaan ulang tahun Black Jack West Borneo yang ke-17. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat persatuan dan kesatuan anggota Black Jack serta memperkokoh eksistensi komunitas tersebut.

Dalam kata sambutannya, Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat, S.H, S.I.K., mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada komunitas Black Jack yang telah mengundangnya untuk menghadiri pembukaan Event Anniversary tersebut. Ia memberikan apresiasi dan ucapan selamat atas ulang tahun ke-17 Black Jack West Borneo, serta mengajak semua anggota komunitas untuk menjadi polisi bagi diri sendiri dan bagi sesama.

AKBP Arief Hidayat, menekankan pentingnya kerjasama antara Polres Kubu Raya dan komunitas Black Jack.

“Sebagai aparat kepolisian, kami terus bersinergi dengan komunitas-komunitas di Kabupaten Kubu Raya dalam mendukung program pemerintah dan menjaga keamanan di wilayah Kabupaten Kubu Raya yang kita cintai ini,” ungkapnya 

“Komunitas Black Jack juga berperan penting sebagai mitra Polres Kubu Raya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.

Selanjutnya, Bupati Kubu Raya, H. Muda Mahendrawan, S.H, M.Kn, dalam sambutannya, menyampaikan salam menanjak yang menggambarkan semangat berjuang, inovasi, optimisme, dan gagasan-gagasan untuk masa depan Kabupaten Kubu Raya. Ia menyampaikan terima kasih kepada komunitas Black Jack West Borneo yang telah berkontribusi dalam meningkatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kubu Raya. Bupati juga mengapresiasi solidaritas yang telah terjalin selama 17 tahun dalam membangun kebersamaan di dalam komunitas.

Acara Anniversary Black Jack West Borneo yang berlangsung selama 6 hari ini, dimulai dari tanggal 6 hingga 10 Juni 2023, turut menampilkan berbagai hiburan dan permainan game zone untuk masyarakat. Beberapa di antaranya adalah panahan balon, tebak balon, karaoke, catur, kontes otomotif, serta wahana dan gamezone lainnya.

Sebagai sebuah komunitas pecinta otomotif motor custom tingkat kabupaten, Black Jack West Borneo terus berupaya memberikan suasana kebahagiaan bagi masyarakat. Melalui perayaan ulang tahun mereka yang ke-17 ini, komunitas Black Jack berharap dapat menjadi pendorong bagi perkembangan otomotif serta semakin mendukung pembangunan daerah.

Dengan suksesnya pembukaan Event Anniversary 17 Tahun Black Jack West Borneo, diharapkan komunitas ini tetap menjaga semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kekompakan yang telah terjalin selama ini. Pemda Kabupaten Kubu Raya dan Polres Kubu Raya menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Black Jack West Borneo, dengan harapan semoga komunitas ini terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat menuju Indonesia Emas Tahun 2024.

(Humas_ReKR/Hermanto)