Berita BorneoTribun: Cap Go Meh hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Cap Go Meh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cap Go Meh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Maret 2026

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi

Singkawang Kukuhkan Status Kota Toleransi Lewat Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Singkawang Kukuhkan Status Kota Toleransi Lewat Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026

Singkawang, Kalbar -- Singkawang kembali menegaskan reputasinya sebagai kota toleransi di Indonesia melalui perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan Festival Cap Go Meh 2026 yang digelar meriah di pusat Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (3/3/2026). 

Ribuan warga serta sejumlah pejabat tinggi negara hadir menyaksikan pembukaan yang ditandai dengan pemukulan Loku sebagai simbol dimulainya rangkaian perayaan budaya terbesar di Kalimantan Barat.

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Sebanyak 722 peserta ambil bagian dalam arak-arakan budaya, mulai dari parade naga, barongsai, Tatung, hingga kendaraan hias yang memenuhi ruas jalan utama kota. Kehadiran wisatawan domestik dan mancanegara semakin menguatkan posisi Singkawang sebagai destinasi unggulan pariwisata budaya nasional.

Dihadiri Tokoh Nasional dan Duta Besar

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Perayaan ini turut dihadiri Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok dan Duta Besar Seychelles untuk Indonesia.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan bahwa kehadiran para tokoh nasional mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa.

Makna Simbol Kuda Api di Tahun 2577 Kongzili

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Dalam sambutannya, Ria Norsan mengajak masyarakat memaknai simbol Kuda Api yang menaungi tahun ini. Kuda melambangkan kerja keras, ketangguhan, dan kecepatan, sementara api mencerminkan energi, keberanian, serta semangat menghadapi tantangan zaman.

Momentum ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Lampion Imlek yang menerangi malam kota berpadu dengan suasana ibadah Ramadan, menghadirkan harmoni yang memperlihatkan wajah toleransi Kalimantan Barat.

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Menurutnya, perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekuatan untuk mempererat persatuan dan membangun daerah yang lebih maju serta sejahtera.

Parade Tatung dan Warisan Budaya Dunia

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Puncak Festival Cap Go Meh Singkawang ditandai dengan parade Tatung, tradisi spiritual yang telah diwariskan lintas generasi. Ritual ini menjadi daya tarik utama wisatawan sekaligus simbol keberanian dan keyakinan budaya masyarakat Tionghoa di Kalimantan Barat.

Festival Cap Go Meh Singkawang kini telah masuk dalam program Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menegaskan perannya sebagai agenda nasional yang mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Harmoni Sosial Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]
Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar pergantian tahun lunar, tetapi refleksi sejarah panjang Singkawang sebagai ruang perjumpaan budaya sejak abad ke-18.

Ia juga mengapresiasi kontribusi Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid dalam membuka ruang pengakuan Hari Raya Imlek sebagai bagian dari identitas nasional.

Sementara itu, Agus Harimurti Yudhoyono menyebut Singkawang sebagai etalase keberagaman Indonesia yang mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik global saat ini.

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen memperkuat infrastruktur strategis dan konektivitas antarwilayah guna mendukung sektor pariwisata serta menarik investasi. Harmoni sosial dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Perayaan bertema Harmoni Imlek Nusantara ini diharapkan semakin mengukuhkan Singkawang sebagai kota modern yang tetap berakar kuat pada nilai budaya dan toleransi.

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]
Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

FAQ Seputar Imlek 2577 dan Cap Go Meh Singkawang 2026

1. Kapan perayaan Imlek 2577 dan Cap Go Meh digelar di Singkawang?
Perayaan berlangsung pada 3 Maret 2026 dengan rangkaian acara budaya hingga puncak parade Tatung.

2. Apa daya tarik utama Cap Go Meh Singkawang?
Parade Tatung, arak-arakan naga dan barongsai, serta kendaraan hias yang melibatkan ratusan peserta.

3. Mengapa Singkawang disebut kota toleransi?
Karena masyarakat Tionghoa, Melayu, dan Dayak hidup berdampingan harmonis sejak ratusan tahun lalu.

4. Apakah acara ini berdampak pada ekonomi daerah?
Ya, festival ini mendorong pariwisata, UMKM, investasi, dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]
Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Selasa, 03 Maret 2026

Cap Go Meh 2577 di Pontianak Dijamin Aman Lewat TWG Pengamanan Terpadu

Strategi Pengamanan Parade Naga Bersinar Cap Go Meh 2026 Dimatangkan
Polresta Pontianak menggelar TWG pengamanan jelang Parade Naga Bersinar Cap Go Meh 2577 tahun 2026 di Jalan Gajah Mada guna memastikan perayaan budaya berjalan aman, tertib, dan kondusif.

PONTIANAK -- Menjelang malam puncak Parade Naga Bersinar Cap Go Meh 2577 tahun 2026, Polresta Pontianak menggelar Tactical Wall Game atau TWG pengamanan pada Selasa 3 Maret 2026 di Aula Mapolresta Pontianak. 

Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto sebagai langkah final memastikan perayaan budaya tahunan tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif di Kota Pontianak.

Strategi Pengamanan Parade Naga Bersinar Cap Go Meh 2026 Dimatangkan

TWG menjadi forum penting bagi jajaran kepolisian untuk menyatukan persepsi dan strategi sebelum personel diterjunkan ke lapangan. 

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolresta, para Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, serta para Perwira Pengendali yang terlibat dalam pengamanan ikut hadir dan menerima arahan.

Fokus utama pengamanan tertuju pada kawasan Jalan Gajah Mada, Pontianak Selatan, yang menjadi pusat perayaan Parade Naga Bersinar Cap Go Meh 2026. 

Jalur pawai, titik kumpul massa, hingga potensi kerawanan dibahas secara rinci agar seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Kapolresta menegaskan bahwa setiap Padal wajib mengetahui ploting personel, jalur arak-arakan naga, serta titik rawan kemacetan dan gangguan kamtibmas. Strategi yang disusun harus terukur, jelas, dan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.

Pengamanan Humanis dan Tegas Jadi Prioritas

Dalam arahannya, Kapolresta menekankan pendekatan humanis dalam pengamanan Cap Go Meh 2577. Meski demikian, ketegasan tetap diperlukan, terutama dalam pengaturan arus lalu lintas, pengendalian massa, dan pencegahan potensi tindak kriminalitas.

Pengamanan tidak hanya difokuskan pada kelancaran pawai naga, tetapi juga pada keselamatan masyarakat yang memadati lokasi acara. 

Antisipasi kemacetan, kepadatan penonton, hingga kemungkinan gangguan keamanan menjadi bagian dari skenario yang disimulasikan dalam TWG.

Koordinasi lintas satuan tugas dan instansi terkait juga diperkuat. Sinergi ini dinilai penting agar respons terhadap situasi darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Komitmen Berikan Rasa Aman bagi Warga Pontianak

Perayaan Cap Go Meh merupakan agenda budaya tahunan yang selalu dinantikan masyarakat Pontianak. Ribuan warga diperkirakan akan memadati kawasan pusat kota untuk menyaksikan kemeriahan Parade Naga Bersinar.

Melalui pelaksanaan TWG ini, Polresta Pontianak ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat sebagai pelindung dan pengayom. 

Tugas pengamanan bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk pelayanan untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman.

Dengan strategi yang telah dimatangkan, diharapkan rangkaian malam puncak Cap Go Meh 2026 di Pontianak dapat berlangsung meriah tanpa gangguan berarti, sekaligus memperkuat citra kota sebagai destinasi budaya yang aman dan harmonis.

FAQ Seputar Pengamanan Cap Go Meh 2577 Pontianak

1. Apa itu Tactical Wall Game atau TWG?
TWG adalah simulasi taktis yang digunakan kepolisian untuk merancang strategi pengamanan sebelum pelaksanaan kegiatan besar.

2. Di mana pusat Parade Naga Bersinar Cap Go Meh 2026?
Kegiatan terpusat di Jalan Gajah Mada, Pontianak Selatan.

3. Mengapa pengamanan Cap Go Meh diperketat?
Karena acara ini menghadirkan ribuan penonton sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan, kepadatan massa, dan gangguan kamtibmas.

4. Apa fokus utama pengamanan?
Kelancaran arus lalu lintas, pengendalian massa, pencegahan kriminalitas, dan menjaga situasi tetap kondusif.

Senin, 02 Maret 2026

Lontong Cap Go Meh 5054 Porsi Cetak Sejarah di Lapangan Banteng Jakarta

Rekor Dunia Guinness Pecah di Festival Imlek Nasional 2026 di Jakarta
Festival Imlek Nasional 2026 di Lapangan Banteng Jakarta pecahkan rekor Guinness World Records lewat 5054 porsi Lontong Cap Go Meh, simbol akulturasi budaya dan ekonomi kreatif.

Rekor Dunia Guinness Pecah di Festival Imlek Nasional 2026 di Jakarta

JAKARTA -- Puncak perayaan Festival Imlek Nasional 2026 yang digelar di Lapangan Banteng sukses mencetak sejarah. Melalui kegiatan Makan Besar Bersama Bobon Santoso, sebanyak 5.054 porsi Lontong Cap Go Meh disajikan dalam waktu delapan jam dan resmi memecahkan rekor Guinness World Records untuk kategori Most Servings of Lontong Cap Go Meh Served in 8 Hours.

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai latar belakang yang datang untuk merayakan kebersamaan sekaligus mencicipi sajian kuliner khas perayaan Cap Go Meh.

Lontong Cap Go Meh Simbol Akulturasi dan Inklusivitas

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyambut positif capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa Lontong Cap Go Meh bukan sekadar hidangan, melainkan simbol akulturasi budaya Tionghoa dengan tradisi Nusantara.

Menurutnya, momen ini terasa semakin istimewa karena perayaan Imlek tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan. Perpaduan tradisi Tionghoa dan budaya Ramadan Indonesia tercermin dalam sajian Lontong Cap Go Meh yang menjadi simbol harmoni, toleransi, dan kebersamaan.

Ia menekankan bahwa kegiatan makan besar ini membuka peluang bagi pelaku UMKM, kreator konten, serta komunitas lokal untuk menampilkan inovasi kuliner tanpa meninggalkan akar tradisi.

5054 Porsi dalam 8 Jam Bukti Kekuatan Gotong Royong

Rekor dunia ini tidak tercapai begitu saja. Sebanyak 5.054 porsi Lontong Cap Go Meh berhasil didistribusikan dalam kurun waktu delapan jam. Proses persiapan hingga penyajian melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pelaku usaha kuliner, relawan, hingga komunitas kreatif.

Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa kekuatan gotong royong masih menjadi fondasi penting dalam pembangunan ekonomi kreatif Indonesia. Partisipasi publik yang tinggi memperlihatkan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut ambil bagian dalam menciptakan sejarah.

Festival Imlek Nasional Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Lebih dari sekadar perayaan budaya, Festival Imlek Nasional 2026 menjadi panggung besar bagi ekosistem ekonomi kreatif. Kegiatan ini membuka ruang promosi bagi UMKM kuliner, memperluas jaringan kreator digital, serta memperkuat branding kuliner tradisional Indonesia di mata dunia.

Kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi juga identitas, cerita, dan nilai ekonomi. Lontong Cap Go Meh yang diangkat dalam acara ini membuktikan bahwa warisan budaya dapat menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian nasional.

Dengan kehadiran ribuan pengunjung di Lapangan Banteng, dampak ekonomi langsung juga dirasakan oleh pelaku usaha sekitar, mulai dari pedagang kaki lima hingga penyedia jasa kreatif.

Kebersamaan dan Nilai Budaya Jadi Sorotan

Acara makan besar ini tidak hanya tentang menikmati makanan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial. Warga dari berbagai agama, suku, dan latar belakang duduk bersama dalam satu meja besar kebersamaan.

Nilai persatuan, toleransi, dan inklusivitas terasa kuat. Di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai perbedaan, festival ini menjadi pengingat bahwa budaya dan kuliner mampu menyatukan masyarakat.

Perayaan Cap Go Meh yang identik dengan tradisi Tionghoa kini semakin diterima sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa akulturasi budaya telah tumbuh secara alami dan menjadi identitas bersama.

FAQ Seputar Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

1. Apa rekor yang berhasil dipecahkan?
Rekor Most Servings of Lontong Cap Go Meh Served in 8 Hours dari Guinness World Records.

2. Berapa jumlah porsi yang disajikan?
Sebanyak 5.054 porsi Lontong Cap Go Meh.

3. Di mana acara berlangsung?
Di Lapangan Banteng, Jakarta.

4. Siapa tokoh utama dalam kegiatan ini?
Bobon Santoso sebagai penggagas makan besar, serta dukungan dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.

5. Apa makna Lontong Cap Go Meh dalam acara ini?
Sebagai simbol akulturasi budaya Tionghoa dan tradisi Indonesia, sekaligus representasi inklusivitas dan persatuan.

Rekor dunia yang tercipta dalam Festival Imlek Nasional 2026 menjadi bukti bahwa kekayaan budaya Indonesia memiliki daya saing global. Lontong Cap Go Meh bukan hanya sajian khas Cap Go Meh, tetapi simbol kebersamaan, kreativitas, dan masa depan ekonomi kreatif bangsa.

Melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat gotong royong, Indonesia kembali menunjukkan bahwa tradisi dapat menjadi kekuatan modern yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi sekaligus mempererat persatuan.

Minggu, 01 Maret 2026

Cap Go Meh 2026 di Singkawang Hadirkan Surga Kuliner Tradisional

Festival Kuliner Semarakkan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang
Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar.

Festival Kuliner Semarakkan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang

SINGKAWANG -- Festival Kuliner ikut memeriahkan rangkaian perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang, Kalimantan Barat. Kegiatan yang digelar di kawasan Jalan Sejahtera dan Jalan Niaga ini berlangsung selama empat hari, mulai 28 Februari hingga 3 Maret 2026, menghadirkan aneka sajian khas daerah untuk masyarakat dan wisatawan.

Festival Kuliner Singkawang, Imlek 2026, Cap Go Meh menjadi magnet baru dalam agenda tahunan kota yang dikenal sebagai destinasi wisata budaya tersebut. Puluhan pelaku UMKM dan usaha kuliner lokal memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan cita rasa khas Singkawang kepada ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, menegaskan bahwa festival ini dirancang untuk menambah kemeriahan sekaligus membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal. Beragam makanan dan minuman tradisional ditawarkan dengan harga terjangkau agar semua kalangan bisa menikmati suasana perayaan tanpa khawatir soal biaya.

Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar. (Gambar ilustrasi)
Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar. (Gambar ilustrasi)

Menurutnya, festival ini bukan sekadar tempat berburu kuliner, tetapi juga wadah memperkenalkan kekayaan gastronomi daerah. Pengunjung dapat menemukan hidangan khas Tionghoa, Melayu, hingga Dayak yang menjadi bagian dari identitas kuliner Singkawang. Keberagaman ini menjadi daya tarik tersendiri yang memperkuat citra kota sebagai pusat harmoni budaya.

Momentum Imlek dan Cap Go Meh yang setiap tahun menarik ribuan orang dinilai sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Sektor kuliner menjadi salah satu tulang punggung yang mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyampaikan bahwa kehadiran Festival Kuliner semakin melengkapi daya tarik kota sebagai destinasi wisata budaya dan kuliner di Kalimantan Barat. Ia memastikan ketersediaan pusat kuliner selama perayaan berlangsung sehingga wisatawan tidak kesulitan mencari makanan, selain restoran dan rumah makan yang sudah ada.

Integrasi antara agenda budaya dan kegiatan ekonomi seperti festival kuliner diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan. Dengan begitu, dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat lokal akan semakin besar dan berkelanjutan.

Ke depan, Festival Kuliner diharapkan terus berkembang sebagai agenda tahunan pendukung Imlek dan Cap Go Meh. Dengan konsep yang semakin matang, Singkawang berpotensi memperkuat posisinya sebagai kota wisata budaya dan kuliner unggulan di Kalimantan Barat.

Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar. (Gambar ilustrasi)
Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar. (Gambar ilustrasi)

FAQ Seputar Festival Kuliner Imlek dan Cap Go Meh 2026

Kapan Festival Kuliner berlangsung?
28 Februari hingga 3 Maret 2026.

Di mana lokasi kegiatan?
Di kawasan Jalan Sejahtera dan Jalan Niaga, Singkawang.

Apa saja yang ditawarkan?
Beragam makanan dan minuman khas Singkawang dan sekitarnya dengan harga terjangkau.

Apa tujuan utama festival ini?
Memeriahkan Imlek dan Cap Go Meh sekaligus meningkatkan promosi kuliner serta perekonomian pelaku UMKM lokal.

Pawai Lampion Singkawang 2026 Diikuti 79 Kelompok Warga dan Wisatawan Bersiap Padati Kota

79 Kelompok Ramaikan Pawai Lampion Singkawang, Imlek dan Cap Go Meh 2026 Makin Semarak
Sebanyak 79 kelompok meramaikan Pawai Lampion Singkawang dalam rangka Imlek dan Cap Go Meh 2026. Event budaya ini menjadi daya tarik wisata unggulan dengan rute pusat kota dan antusiasme tinggi.

79 Kelompok Ramaikan Pawai Lampion Singkawang, Imlek dan Cap Go Meh 2026 Makin Semarak

Singkawang, Kalbar – Sebanyak 79 kelompok dipastikan ambil bagian dalam Pawai Lampion yang digelar di Singkawang, Minggu malam, sebagai rangkaian perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda budaya dan pariwisata unggulan yang selalu dinanti masyarakat dan wisatawan.

Pawai Lampion, Imlek Singkawang, Cap Go Meh 2026

Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, menyampaikan bahwa puluhan peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD dan BUMN, pelajar, mahasiswa, hingga komunitas masyarakat umum.

Menurutnya, jumlah 79 kelompok masih bersifat sementara. Panitia tidak membatasi jumlah peserta sehingga kemungkinan besar angka tersebut masih akan bertambah menjelang pelaksanaan. Tingginya animo masyarakat menjadi bukti kuat bahwa tradisi ini tetap hidup dan terus berkembang.

Rute Pawai Lampion Singkawang 2026

Pawai dijadwalkan mulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan titik awal di depan Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus. Rombongan peserta akan melintasi sejumlah ruas jalan utama kota, yakni Jalan Diponegoro, Jalan Niaga, Jalan Budi Utomo, Jalan Kurau, dan Jalan Setia Budi.

Setelah itu, arak-arakan akan kembali melewati Jalan Niaga dan Jalan Stasiun sebelum akhirnya finis di Gedung Happy Building dan Jalan GM Situt.

Rute ini dipilih karena berada di pusat kota dan menjadi kawasan strategis yang memudahkan masyarakat menyaksikan kemeriahan lampion warna-warni yang menghiasi malam perayaan.

Persiapan Teknis Hampir Rampung

Panitia memastikan seluruh persiapan teknis hampir selesai. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan panggung kehormatan di depan Kantor Wali Kota Singkawang. Panggung tersebut disiapkan khusus bagi tamu VVIP, VIP A, dan VIP B yang akan menyaksikan langsung jalannya pawai.

Dengan kesiapan yang telah mencapai 100 persen untuk panggung utama, panitia optimistis acara berjalan tertib dan lancar.

Antusiasme Masyarakat dan Daya Tarik Wisata

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang dikenal luas sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia. Bahkan, kota ini kerap dijuluki sebagai destinasi utama wisata budaya Tionghoa saat Cap Go Meh tiba.

Partisipasi 79 kelompok menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pelajar, hingga komunitas. Tidak hanya sekadar pawai, acara ini menjadi simbol harmoni, toleransi, dan kebersamaan masyarakat multietnis di Singkawang.

Bagi Anda yang ingin merasakan atmosfer budaya yang kental, Pawai Lampion bisa menjadi momen terbaik untuk berkunjung dan menikmati keindahan lampion, pertunjukan seni, serta semarak perayaan yang penuh warna.

FAQ Seputar Pawai Lampion Singkawang 2026

1. Kapan Pawai Lampion digelar?
Minggu malam, mulai sekitar pukul 20.00 WIB.

2. Berapa jumlah peserta yang ikut?
Sebanyak 79 kelompok dan masih berpotensi bertambah.

3. Dari mana saja peserta berasal?
OPD, BUMD, BUMN, pelajar, mahasiswa, dan berbagai komunitas masyarakat.

4. Di mana titik start dan finis pawai?
Start di depan Kantor Wali Kota Singkawang dan finis di Gedung Happy Building serta Jalan GM Situt.

5. Apakah acara ini terbuka untuk umum?
Ya, masyarakat dan wisatawan dapat menyaksikan langsung di sepanjang rute pawai.

Sumber: ANTARA/Narwati | Editor: Yakop

Semarak 727 Tatung di Festival Cap Go Meh Singkawang Tahun Ini

727 Tatung Meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026, Simbol Harmoni di Bulan Ramadhan
Sebanyak 727 tatung meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026 di Kalimantan Barat. Perayaan budaya ini hadirkan pejabat nasional dan simbol toleransi di bulan Ramadhan.

727 Tatung Meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026, Simbol Harmoni di Bulan Ramadhan

SINGKAWANG -- Sebanyak 727 tatung dipastikan ambil bagian dalam Festival Cap Go Meh 2026 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, yang digelar pada Selasa 3 Maret 2026. Perayaan budaya tahunan ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai kategori dan akan dihadiri pejabat nasional hingga perwakilan luar negeri, menjadikannya salah satu agenda wisata budaya terbesar di Indonesia.

Festival Cap Go Meh, Tatung Singkawang, Wisata Budaya menjadi sorotan utama dalam perayaan tahun ini. Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, menyebutkan total 727 tatung telah terdaftar resmi untuk memeriahkan pawai budaya tersebut.

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 523 tatung dengan tandu, 108 tanpa tandu, 75 miniatur, 15 jelangkung, tiga naga, dua barongsai, serta satu rombongan jalan kaki. Partisipasi tinggi ini menunjukkan kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah lama menjadi identitas Kota Singkawang.

Undangan untuk Pejabat Nasional dan Tamu Luar Negeri

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Singkawang, Mokhllis, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyebarkan 736 undangan kepada tokoh nasional dan pejabat negara. Hingga saat ini, sebanyak 102 undangan telah dikonfirmasi kehadirannya.

Sejumlah tokoh penting yang diundang antara lain Ketua MPR RI, Ketua DPD RI, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif.

Selain itu, turut diundang Gubernur Kalimantan Barat, Gubernur Maluku Utara, perwakilan BPK RI, serta Sekretaris BNPP RI. Festival ini juga dijadwalkan dihadiri Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia serta tokoh nasional Oesman Sapta Odang.

Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan bahwa Festival Cap Go Meh bukan hanya agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang tumbuh dari tradisi dan keberagaman masyarakat.

Menurutnya, momentum ini menjadi simbol nyata harmoni antar-umat beragama dan antar-etnis di Kota Singkawang. Tahun ini, perayaan terasa istimewa karena berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

Pemerintah daerah bersama panitia Imlek dan Cap Go Meh serta panitia Ramadhan Fair berkolaborasi menghias kota secara bersama-sama. Sinergi ini memperlihatkan bahwa toleransi dan kerukunan tetap terjaga di tengah perbedaan.

“Inilah yang dapat kita tunjukkan kepada dunia bahwa damai itu indah dan membanggakan,” ujar wali kota.

Dorong Promosi untuk Tingkatkan Wisata

Pemerintah Kota Singkawang juga mendorong penguatan promosi agar Festival Cap Go Meh semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan strategi promosi yang lebih masif, diharapkan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara meningkat signifikan. Festival ini ditargetkan menjadi agenda budaya tahunan paling dinantikan serta memperkuat posisi Singkawang sebagai destinasi wisata budaya unggulan Indonesia.

Antusiasme ratusan tatung, dukungan pemerintah, dan kolaborasi lintas budaya menjadi daya tarik utama yang patut Anda saksikan langsung di Singkawang tahun ini.

FAQ Seputar Festival Cap Go Meh Singkawang 2026

1. Kapan Festival Cap Go Meh 2026 digelar?
Festival berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026.

2. Berapa jumlah tatung yang ikut serta?
Sebanyak 727 tatung dari berbagai kategori dipastikan ambil bagian.

3. Apa makna Festival Cap Go Meh di Singkawang?
Festival ini merupakan simbol harmoni antar-etnis dan antar-umat beragama serta warisan budaya yang menjadi identitas Kota Singkawang.

4. Apakah ada tamu penting yang hadir?
Ya, sejumlah pejabat nasional dan perwakilan luar negeri dijadwalkan menghadiri acara ini.

5. Mengapa perayaan tahun ini istimewa?
Karena berlangsung bersamaan dengan bulan suci Ramadhan, mencerminkan kuatnya toleransi di Singkawang.

Sumber: ANTARA/Narwati | Editor: Yakop

Rabu, 04 Februari 2026

Stok Beras Aman Jelang Imlek hingga Ramadhan 2026, Bulog Kalbar Tegaskan Warga Tak Perlu Panik

Stok Beras Aman Jelang Imlek hingga Ramadhan 2026, Bulog Kalbar Tegaskan Warga Tak Perlu Panik
Stok Beras Aman Jelang Imlek hingga Ramadhan 2026, Bulog Kalbar Tegaskan Warga Tak Perlu Panik.

Pontianak – Kabar baik bagi masyarakat Kalimantan Barat. Perum Bulog Kantor Wilayah Kalbar memastikan cadangan beras pemerintah (CBP) dalam kondisi aman dan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan warga menjelang sejumlah hari besar keagamaan, mulai dari Imlek, Cap Go Meh, hingga Ramadhan 2026.

Saat ini, Bulog Kalbar menguasai stok beras sekitar 12 ribu ton yang tersimpan di berbagai gudang cabang, termasuk wilayah Pontianak Raya. Jumlah ini dinilai sangat memadai untuk mendukung berbagai program pemerintah sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

“Stok yang kami kuasai kurang lebih 12 ribu ton. Ini cukup untuk menjalankan penugasan bantuan pangan, program SPHP, serta memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan,” ujar Kepala Bulog Kalbar, Rasiwan, di Pontianak, Selasa.

Bantuan Pangan dan SPHP Tetap Jalan

Rasiwan menjelaskan, dari total stok yang ada, sekitar 5 ribu ton dialokasikan untuk bantuan pangan. Sementara itu, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ditargetkan menyalurkan sekitar 5 ribu ton beras setiap bulan guna menahan lonjakan harga di tingkat konsumen.

Tak hanya mengandalkan stok yang tersedia saat ini, Bulog Kalbar juga bersiap menerima pasokan tambahan besar dari luar daerah. Sekitar 40 ribu ton beras akan datang dari Sulawesi, ditambah 17 ribu ton dari Jawa Barat untuk memperkuat cadangan pangan di Kalimantan Barat.

“Dengan tambahan pasokan ini, ketersediaan beras di Kalbar akan semakin kuat. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai membeli berlebihan. Belilah sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Mutu Beras Dijamin, Warga Bisa Laporkan Jika Ada Masalah

Soal kualitas, Bulog Kalbar memastikan setiap beras yang keluar dari gudang telah melalui pengecekan ketat. Pemeriksaan dilakukan oleh petugas internal serta unit jasa survei Bulog untuk memastikan beras memenuhi standar mutu sebelum sampai ke tangan masyarakat.

“Semua beras dicek kualitasnya terlebih dahulu. Kami pastikan layak konsumsi dan sesuai standar,” kata Rasiwan.

Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan adanya sebagian kecil produk yang luput dari pengawasan, mengingat besarnya volume distribusi. Menanggapi isu dugaan beras kurang layak konsumsi di wilayah Kubu Raya yang ramai di media sosial, Bulog mengaku belum menerima laporan resmi.

Namun, Bulog menegaskan siap bertanggung jawab penuh.

“Kalau masyarakat atau mitra menemukan beras yang kualitasnya kurang baik, silakan lapor ke gudang Bulog, RPK (Rumah Pangan Kita), atau penjual terdekat. Kami siap menukar atau mengganti,” jelasnya.

Ajak Pedagang dan Warga Ikut Mengawasi

Untuk menjaga kualitas hingga ke konsumen, Bulog Kalbar rutin melakukan pemantauan dan pengambilan sampel di jaringan distribusi. Selain itu, mitra penyalur dan pedagang juga diimbau memperhatikan cara penyimpanan, seperti menghindari sinar matahari langsung dan menjaga gudang tetap kering.

Tak hanya itu, Bulog juga mengajak masyarakat untuk aktif berperan dalam pengawasan.

“Kami terbuka menerima laporan. Prinsip kami sederhana, beras yang diterima masyarakat harus layak dan sesuai standar. Kalau ada yang tidak sesuai, segera sampaikan,” pungkas Rasiwan.

Dengan stok yang aman dan pengawasan berlapis, masyarakat Kalimantan Barat diharapkan bisa menyambut hari-hari besar keagamaan dengan lebih tenang, tanpa khawatir soal ketersediaan maupun kualitas beras.

Minggu, 25 Februari 2024

Hadir Perayaan Cap Go Meh, Suherman Dukung Kegiatan Kebudayaan di Sanggau

Hadir Perayaan Cap Go Meh, Suherman Dukung Kegiatan Kebudayaan di Sanggau
Penjabat Bupati Sanggau, Suherman, S.H., M.H, dan Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sanggau, Ny. Lusia Suherman, turut serta dalam perayaan Cap Go Meh yang berlangsung di Kecamatan Tayan Hilir.
SANGGAU - Penjabat Bupati Sanggau, Suherman, S.H., M.H, dan Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sanggau, Ny. Lusia Suherman, turut serta dalam perayaan Cap Go Meh yang berlangsung di Kecamatan Tayan Hilir pada Sabtu (24/2/2024). Turut hadir juga Anggota DPRD Kabupaten Sanggau, Dewi Marlina, S.H., M.H, dan Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Jumadi, S.Sos.

Perayaan Cap Go Meh yang digelar untuk yang ke-20 kalinya di Kecamatan Tayan Hilir ini merupakan agenda tahunan yang selalu dinantikan.

Acara dibuka dengan pawai lampion yang diikuti oleh Penjabat Bupati Sanggau, Suherman, menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mendukung kegiatan budaya lokal.

Dalam sambutannya, Suherman menyampaikan harapannya agar kegiatan budaya semacam ini dapat terus dilakukan secara berkala. Dia menekankan pentingnya kegiatan tersebut sebagai simbol harmoni, perdamaian, dan kerukunan antar umat beragama serta etnis di Kecamatan Tayan Hilir.

"Saya berpesan dan berharap kepada masyarakat Tionghoa di Kabupaten Sanggau, secara khusus di Kecamatan Tayan Hilir ini, untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan kebudayaan seperti ini, karena kegiatan ini mencerminkan adanya keharmonisan, kedamaian, kerukunan baik itu antar umat beragama maupun antar etnis yang ada di Kecamatan Tayan Hilir ini," ungkapnya.

Dia juga memberikan apresiasi atas tingginya tingkat toleransi antar etnis yang tercermin dalam perayaan Cap Go Meh di Kecamatan Tayan Hilir.

“Saya melihat, bahwa ini kolaborasi yang sangat baik, dimana dalam kepanitiaan tidak hanya terlibat etnis Tionghoa, tetapi semua etnis yang ada di Kecamatan Tayan Hilir juga terlibat, bahkan ini didukung oleh mitra kerja dari Pemerintah Kabupaten Sanggau. Di sini hadir Ketua DPRD dan juga Anggota DPRD Kabupaten Sanggau yang mana kegiatan malam ini dapat terlaksana berkat pokok pikiran dari Anggota DPRD dapil Kecamatan Tayan Hilir,” tambahnya.

PJ Bupati Sanggau Buka Resmi Perayaan Imlek dan Cap Go Meh

PJ Bupati Sanggau Buka Resmi Perayaan Imlek dan Cap Go Meh
PJ Bupati Sanggau Buka Resmi Perayaan Imlek dan Cap Go Meh.
SANGGAU – Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2024 secara resmi dibuka oleh Pejabat Juru Bicara (PJ) Bupati Sanggau, Suherman, SH, MH, dengan tema "Mengaribkan Kebhinekaan, Memperkokoh Kerukunan dan Sukacita Dalam Keberagaman", diadakan di halaman Mall Pelayanan Publik Kota Sanggau, Kabupaten Sanggau, pada Sabtu (24/2/2024).

"Pada hari ini, kita tidak hanya merayakan perayaan budaya, tetapi juga memperingati nilai-nilai penting yang telah diwariskan dari generasi ke generasi," ujar Suherman.

Dia menekankan bahwa Imlek dan Cap Go Meh bukan sekadar tentang merayakan pergantian tahun dalam kalender lunar, tetapi juga tentang merenungkan arti persaudaraan, keberanian, dan harapan di tengah tantangan kehidupan.

"Ini adalah saat yang tepat bagi kita semua untuk merasakan semangat kebersamaan, yang melintasi berbagai latar belakang budaya, agama, dan etnis. Kita harus memperkuat ikatan persaudaraan, membangun toleransi, dan menghargai keberagaman sebagai kekayaan kita bersama," tambahnya.

Suherman juga mengajak semua pihak untuk menjaga kebhinekaan, memperkuat kerukunan, persatuan, dan menciptakan suasana yang kondusif di bumi Daranante ini.

"Selamat Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh kepada semua yang hadir. Semoga perayaan ini membawa kemakmuran dan keberuntungan bagi kita semua," pungkasnya.

Sabtu, 24 Februari 2024

Festival Mini Cap Go Meh Singkawang Tetap Semarak

Festival Mini Cap Go Meh Singkawang Tetap Semarak
Festival Mini Cap Go Meh Singkawang Tetap Semarak.
SINGKAWANG - Penjabat Gubernur Kalbar, dr. Harisson, M.Kes. bersama  PJ Ketua TP PKK Provinsi Kalbar, Windy Prihastari Harisson, S.STP., M.Si. Walikota Singkawang, PJ Wali Kota Singkawang membuka perayaan Cap Go Meh di Vihara Thai Pak Kung Jalan Sanggau Kulor, Roban Kecamatan Singkawang Tengah Kota Singkawang yang dipadati oleh wisatawan domestik maupun luar negeri, pada hari Sabtu (24/2/2024).

Tak hanya itu, kegiatan ini juga turut diramaikan oleh para kepala dinas pariwisata beserta Team Of Operator Leader dari seluruh daerah se-Indonesia, peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemasaran Pariwisata 2024 yang mana Kalimantan didapuk sebagai tuan rumah gelaran baru pertama kali digelar di Indonesia tersebut.


Pj Gubernur Harisson mengapresiasi tertibnya penyelenggaraan event Cap go Meh Mini kali ini walaupun bertepatan dengan momen Pemilihan Umum.

"Walaupun saat ini perayaan Cap Go Meh pada tahun 2575 Kongzili ini, walaupun kita Mini Cap Go Meh karena kita masih dalam rangka Pemilu, tetapi perayaan ini sangat meriah, dan ini sudah ditetapkan sebagai 10 besar Kharisma Event Nusantara di Indonesia. Saya juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada panitia, pj walikota tni polri sehingga acara ini bisa terlaksana dengan baik," ungkap Pj Gubernur Kalbar Harisson.

Dirinya optimis, dengan terselenggaranya event Cap Go Meh ini sangat berpotensi untuk menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.


“Saya mengapresiasi kegiatan ini, dimana perputaran uang disini  miliaran rupiah selama Cap Go Meh, sehingga ini membawa dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, baik di Kota Singkawang maupun Kalbar”, timpalnya.

Ia juga menikmati atraksi dari tatung yang unjuk kebolehan dengan memamerkan kekuatan dan kekebalan tubuhnya walaupun terkena benda tajam. 

“Saya juha tadi menikmati atraksi tatung, cukup ngeri juga ya," ucapnya sembari tersenyum.

Dalam kesempatan yang sama, Pj Wali Kota Singkawang Sumastro atas nama masyarakat Kota Singkawang sangat berbahagia dengan kedatangan para tamu dari berbagai daerah se-Indonesia tersebut. 

“Walaupun tahun ini festival Cap Go Meh dilaksanakan secara mini karena bertepatan dengan Pemilu, tapi kemeriahannya tak kalah dibanding perayaan Cap Go Meh seperti biasanya”, ucapnya.


Cap Go Meh sendiri merupakan akhir dari rangkaian perayaan tahun baru Imlek yang dilakukan tiap tanggal 15 pada bulan pertama penanggalan Tionghoa atau 2 minggu setelah Tahun Baru Imlek. 

Cap Go Meh dilakukan dengan mengadakan parade dan arak-arakan di sepanjang jalan. Pada malam harinya, perayaaan dilanjutkan dengan mengadakan festival lampion. Dalam perayaan Cap Go Meh, pertunjukan Barongsai merupakan lambang dari kepercayaan masyarakat Tionghoa. Barongsai diyakini sebagai pertanda kesuksesan, keberuntungan dan pengusir hal-hal buruk. Tak hanya barongsai, penampilan tatung juga menjadi tontonan yang menarik dan ditunggu - tunggu oleh para wisatawan.(adpim)

Senin, 06 Februari 2023

Gubernur Sutarmidji Bersama Menteri BUMN Erick Thohir Hadiri Festival Cap Go Meh di Pontianak

Gubernur Sutarmidji Bersama Menteri BUMN Erick Thohir Hadiri Festival Cap Go Meh Di Pontianak
Sumber foto Adpim Pemprov Kalbar.
Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum, bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia, H. Erick Thohir Sidabutar, B.A., M.B.A, menghadiri Festival Cap Go Meh Masyarakat Tionghoa di Kota Pontianak yang dipusatkan di depan Yayasan Bhakti Suci Jalan Gajah Mada Minggu (05/02/2023).

Gubernur Sutarmidji Bersama Menteri BUMN Erick Thohir Hadiri Festival Cap Go Meh Di Pontianak
Sumber foto Adpim Pemprov Kalbar.
Kegiatan Perayaan Cap Go Meh dan Karnaval 26 Naga serta Barongsai tahun ini juga dipadukan dengan Pawai Budaya.
Kegiatan ini hasil kolaborasi dari Pemerintah Kota Pontianak dengan Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT).

Gubernur Sutarmidji Bersama Menteri BUMN Erick Thohir Hadiri Festival Cap Go Meh Di Pontianak
Sumber foto Adpim Pemprov Kalbar.
Pada kesempatan ini, Gubernur Kalbar dan Walikota Pontianak turut menerima Kartu Kredit Feng Shui yang diserahkan oleh Menteri BUMN.

Gubernur Sutarmidji Bersama Menteri BUMN Erick Thohir Hadiri Festival Cap Go Meh Di Pontianak
Sumber foto Adpim Pemprov Kalbar.
Sudah menjadi tradisi, para tamu biasanya memberikan angpao yang diletakan ke dalam mulut Replika Sang Naga, tak terkecuali Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur Sutarmidji.

Gubernur Sutarmidji Bersama Menteri BUMN Erick Thohir Hadiri Festival Cap Go Meh Di Pontianak
Sumber foto Adpim Pemprov Kalbar.
Pada kesempatannya, Wali Kota Edi Kamtono mengungkapkan bahwa perayaan Cap Go Meh tahun ini sangat dinanti - nanti oleh masyarakat tionghoa, dimana sebelumnya, sempat vakum selama 2 tahun yang disebabkan adanya pembatasan dampak dari pandemi covid 19.

Gubernur Sutarmidji Bersama Menteri BUMN Erick Thohir Hadiri Festival Cap Go Meh Di Pontianak
Sumber foto Adpim Pemprov Kalbar.
"Kegiatan Perayaan Cap Go Meh sudah dua tahun tidak diselenggarakan dikarenakan Pandemi Covid, dan diharapkan acara ini bisa memberikan kemanfaatan bagi warga kota Pontianak, terutama para pelaku Usaha Mikro / UMKM dan juga dapat memberikan hiburan Wisata bagi warga kota Pontianak dan bagi tamu - tamu yang berkunjung di Kota Pontianak", harap Walikota Pontianak yang akrab disapa Bang Edi itu.

Gubernur Sutarmidji Bersama Menteri BUMN Erick Thohir Hadiri Festival Cap Go Meh Di Pontianak
Sumber foto Adpim Pemprov Kalbar.
Lebih lanjut dirinya mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Pontianak terus berkolaborasi dengan Yayasan - yayasan maupun Panitia agar kegiatan ini menjadi lebih menarik, tidak hanya di level Kota Pontianak, namun agar mampu mendunia kedepannya.

Gubernur Sutarmidji Bersama Menteri BUMN Erick Thohir Hadiri Festival Cap Go Meh Di Pontianak
Sumber foto Adpim Pemprov Kalbar.
Perayaan Cap Go Meh Kota Pontianak turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes, Para Perwakilan Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, S.STP, M.Si, serta warga masyarakat Kota Pontianak yang tumpah ruah memadati lokasi acara.

Gubernur Sutarmidji Bersama Menteri BUMN Erick Thohir Hadiri Festival Cap Go Meh Di Pontianak
Sumber foto Adpim Pemprov Kalbar.

(Adpim Pemprov Kalbar)

Wabup Ketapang Lepas Pawai Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2574

Wabup Ketapang Lepas Pawai Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2574
Wabup Ketapang Lepas Pawai Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2574.
KETAPANG - Pagelaran Pawai Cap Go Meh di Kabupaten Ketapang berlangsung meriah hal ini terlihat dari antusias masyarakat memadati jalanan di Kota Ketapang yang ingin menyaksikan pawai tersebut. 

Cap Go Meh merupakan perayaan yang dilakukan pada malam ke-15 setelah Tahun Baru Imlek menurut penanggalan China. 

Wabup Ketapang Lepas Pawai Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2574
Wabup Ketapang Lepas Pawai Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2574.
Wakil Bupati Ketapang H. Farhan, SE.,M.Si hadir langsung melepas Pawai Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2574 tersebut, Minggu (05/02/2023) di Klenteng Tua Pek Kong Ketapang.

Wabup dalam kesempatan tersebut menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Yayasan Tri Dharma dan Panitia Ca Go Meh tahun 2023.

Wabup Ketapang Lepas Pawai Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2574
Wabup Ketapang Lepas Pawai Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2574.
"Malam hari ini tentu malam yang  berbahagia bagi umat konghucu yang telah melaksanakan perayaan imlek dan malam ini capgomeh. Ini tentu merupakan kegiatan keagamaan dan tradisi yang turun temurun," ujar Beliau.

Lebih lanjut Beliau mengatakan bahwa  masyarakat Ketapang menyambut baik dan memberikan toleransi kehidupan beragama dalam mengembangkan tradisi yang merupakan khasanah dari budaya Kabupaten Ketapang.

Wabup Ketapang Lepas Pawai Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2574
Wabup Ketapang Lepas Pawai Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2574.
"Budaya seperti ini tentu dapat dikembangkan terus dari waktu-kewaktu dan kita harus akui dua tahun lalu karena ada covid-19 tidak dapat kita laksanakan. Oleh karena itu pada tahun ini kita melaksanakan kegiatan ini dan disambut meriah oleh masyarakat," tutur Beliau.

Selain itu menurut Wabup kegiatan ini dapat terkalender menjadi kegiatan pariwisata, jadi para wisatawan dapat menyaksikan acara Cap Go Meh.

"Kegiatan menjadi sebuah kebangkitan secara terus menerus Kabupaten Ketapang, hingga ini juga dapat memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat," ucapnya

Wabup Ketapang Lepas Pawai Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2574
Wabup Ketapang Lepas Pawai Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2574.
Selanjutnya Beliau berharap agar masyarakat menjaga ketertiban, keamanan terutama berlalu lintas dan memberikan toleransi serta kesempatan kepada umat konghucu dalam memperingati Cap Go Meh. 

Wabup Ketapang Lepas Pawai Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2574
Wabup Ketapang Lepas Pawai Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2574.
"Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, kemurahan rejeki dan umur yang yang panjang sehingga kita dapat bertemu kembali acara Cap Go Meh pada tahun yang akan datang," pungkasnya. 

(Muzahidin/Naen)

Minggu, 05 Februari 2023

Cap Go Meh di Putussibau Dimeriahkan Atraksi Naga Sepanjang 38 Meter

Cap Go Meh di Putussibau Dimeriahkan Atraksi Naga Sepanjang 38 Meter
Cap Go Meh di Putussibau Dimeriahkan Atraksi Naga Sepanjang 38 Meter.
KAPUAS HULU - Menyambut malam perayaan Cap Go Meh di Kota Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dimeriahkan atraksi naga sepanjang 38 meter pada pawai lampion yang disaksikan ribuan pasang mata masyarakat setempat.

Sebelum berkeliling di pusat Kota Putussibau, naga sepanjang 38 meter itu terlebih dahulu melakukan ritual di depan Klenteng atau Pekong Fuk Tet Chi Putussibau di Kompleks Pasar Merdeka Putussibau Kapuas Hulu, Sabtu malam (4/2).

Ketua Panitia Perayaan Cap Go Meh Putussibau Stefanus mengatakan permainan naga dan barongsai menyambut Cap Go Meh itu merupakan budaya dan tradisi etnis Tionghoa yang hingga saat ini masih terus terjaga dan dilestarikan.

"Kami sangat senang bisa menghibur masyarakat dan luar biasa atas penampilan drumband dari Batalyon Infanteri Raider Khusus 644 Walet Sakit, kami  senang bisa berkolaborasi," katanya.

Menurut dia, puncak perayaan Cap Go Meh akan dilaksanakan pada Minggu malam (5/2), dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga ada atraksi naga dan barongsai serta pentas hiburan rakyat.

Ketua Majelis Agama Konghucu Indonesia (Makin) Putussibau Kapuas Hulu Sepien menjelaskan dalam perayaan Cap Go Meh diawali dengan ritual membuka mata naga, dengan tujuan untuk memasukkan roh naga ke dalam naga pada 1 Februari 2023.

Ia mengatakan dalam atraksi, naga itu berkeliling Kota Putussibau, termasuk ke sejumlah instansi pemerintahan untuk membersihkan roh-roh jahat.

"Naga yang diarak keliling Kota Putussibau sepanjang 38 meter dan dimainkan 40 hingga 50 orang secara bergantian," jelasnya.

Sementara itu, salah satu warga Kota Putussibau Muhammad Andi mengaku sangat terhibur dengan atraksi naga dan drumband pada malam menyambut Cap Go Meh.

"Sangat luar biasa tradisi dan budaya permainan naga dan barongsai dari etnis Tionghoa, sangat menghibur kami, masyarakat Kapuas Hulu," katanya.

Hal senada dikatakan Fitri bahwa atraksi naga dan barongsai itu disukai semua kalangan, baik orang tua maupun anak-anak.

"Kami tadi mengikuti pawai lampion, jalanan macet masyarakat antusias menyaksikan atraksi naga, semoga budaya Tionghoa itu terus dilestarikan dan bisa untuk menarik perhatian wisatawan," ucapnya.

Dalam atraksi naga dan pawai lampion tersebut, Kepolisian dan TNI serta Organisasi Masyarakat Sahabat Beramal Kapuas Hulu membantu pengamanan kegiatan tersebut.

Pantauan di lapangan prajurit Batalyon Infanteri Raider Khusus 644/Walet Sakti juga berpartisipasi dalam pawai lampion dengan menampilkan atraksi marching band.

Pewarta : Teofilusianto Timotius/Antara
Editor : Yakop

Rabu, 01 Februari 2023

Pemda Dukung Perayaan Cap Go Meh Untuk Lestarikan Budaya di Kapuas Hulu

Pemda Dukung Perayaan Cap Go Meh Untuk Lestarikan Budaya di Kapuas Hulu
Pemda Dukung Perayaan Cap Go Meh Untuk Lestarikan Budaya di Kapuas Hulu.
Kapuas Hulu, Kalbar - Pemerintah Daerah (Pemda) Kapuas Hulu, Kalimantan Barat mendukung perayaan Cap Go Meh salah satunya atraksi naga yang merupakan upaya pelestarian budaya Tionghoa di Kabupaten Kapuas Hulu.

"Pemerintah daerah sangat mendukung adanya atraksi naga mau pun barongsai, suatu tradisi dan budaya yang harus tetap dilestarikan," kata Sekretaris Daerah Kapuas Hulu Mohd Zaini, saat menyambut permainan naga di halaman Kantor Bupati Kapuas Hulu, Rabu (1/2/2023). 

Disampaikan Zaini, perayaan Imlek dan Cap Go Meh baru bisa dilaksanakan tahun ini dengan adanya atraksi naga, karena beberapa tahun terakhir terkendala pandemi COVID-19.

Menurutnya, atraksi naga dan barongsai sebagai wujud keberagaman tradisi dan budaya yang harus tetap dijaga bersama.

"Sebenarnya kegiatan itu bisa dikemas untuk menarik perhatian wisatawan, namun untuk di Kota Putussibau belum bisa seperti Kota Pontianak dan Singkawang," katanya.

Dia berharap rangkaian perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kapuas Hulu bisa berjalan aman dan lancar.

Oleh sebab itu, dia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama menjaga keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama.

Sementara itu, Ketua Majelis Agama Konghucu Indonesia (Makin) Putussibau Kapuas Hulu Sepien menjelaskan dalam perayaan Cap Go Meh diawali dengan ritual membuka mata naga, dengan tujuan untuk memasukkan roh naga ke dalam naga yang akan dimainkan.

Dikatakan dia, dalam atraksi naga itu akan berkeliling Kota Putussibau termasuk ke sejumlah instansi pemerintahan untuk membersihkan roh-roh jahat.

"Naga yang akan diarak-arak keliling Kota Putussibau sepanjang 38 meter yang dimainkan 40 hingga 50 orang secara bergantian," jelasnya.

Untuk diketahui, setelah ritual buka mata naga, permainan atau atraksi naga itu berkeliling kota Putussibau termasuk ke Kantor Bupati Kapuas Hulu dan sejumlah kantor pemerintah di wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat.

Pewarta : Tt/Antara
Editor : Yakop