Berita BorneoTribun: DISABILITAS hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label DISABILITAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DISABILITAS. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2026

128 Tenaga Kerja Terampil Dicetak BLK HSU Untuk Tekan Pengangguran

BLK HSU cetak 128 tenaga kerja terampil melalui pelatihan 8 kejuruan untuk menekan pengangguran dan dorong kemandirian masyarakat.
BLK HSU cetak 128 tenaga kerja terampil melalui pelatihan 8 kejuruan untuk menekan pengangguran dan dorong kemandirian masyarakat. (Ilustrasi)

HSU, Kalsel - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Lewat Balai Latihan Kerja (BLK), sebanyak 128 peserta berhasil dibekali keterampilan kerja berbasis kompetensi yang siap diterapkan di dunia industri maupun usaha mandiri.

Kepala BLK HSU, A. Humaidi, menyampaikan bahwa program pelatihan kali ini menghadirkan delapan bidang kejuruan yang dirancang sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini.

“Terdapat delapan kejuruan yang tersedia bagi masyarakat pada periode pelatihan ini,” ujarnya di Amuntai, Minggu.

Delapan Kejuruan Siap Pakai

Adapun bidang keterampilan yang diberikan meliputi:

  • Desain grafis

  • Teknik listrik

  • Pengelasan

  • Menjahit

  • Furniture

  • Tata boga

  • Otomotif mobil

  • Otomotif motor

Setiap kejuruan diikuti oleh 16 peserta, sehingga total mencapai 128 orang yang mendapatkan pelatihan intensif.

Pelatihan Intensif 30 Hari, 8 Jam Per Hari

Program pelatihan berlangsung selama 30 hari dengan durasi pembelajaran hingga delapan jam setiap hari. Pola ini dirancang agar peserta benar-benar menguasai keterampilan secara praktis, bukan hanya teori.

Model pelatihan berbasis kompetensi ini juga mengacu pada standar dunia kerja, sehingga lulusan memiliki nilai tambah saat melamar pekerjaan.

Akses Inklusif untuk Disabilitas

Yang menarik, program ini juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok disabilitas. “Ini menjadi komitmen kami memberikan kesempatan bagi disabilitas untuk bisa bekerja dan mandiri,” tegas Humaidi.

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan ketenagakerjaan di HSU bersifat inklusif dan merata.

Dapat Sertifikat, Siap Masuk Dunia Kerja

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi.

Sertifikat ini dapat digunakan sebagai dokumen pendukung saat melamar pekerjaan atau membuka usaha sendiri.

Humaidi berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal. “Setelah dinyatakan lulus, mereka mendapatkan sertifikat sebagai bekal penting untuk memasuki dunia kerja,” tambahnya.

Dorong Kemandirian dan Kurangi Pengangguran

Program ini menjadi salah satu strategi konkret pemerintah daerah dalam:

  • Mengurangi angka pengangguran

  • Meningkatkan keterampilan masyarakat

  • Mendorong wirausaha mandiri

Dengan bekal keterampilan yang dimiliki, para peserta diharapkan tidak hanya mencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Berapa jumlah peserta pelatihan BLK HSU?
Sebanyak 128 peserta mengikuti pelatihan.

2. Berapa lama durasi pelatihan?
Pelatihan berlangsung selama 30 hari dengan 8 jam per hari.

3. Apa saja kejuruan yang tersedia?
Ada 8 kejuruan, termasuk desain grafis, listrik, las, menjahit, hingga otomotif.

4. Apakah disabilitas bisa ikut pelatihan?
Ya, program ini juga membuka akses bagi peserta disabilitas.

5. Apakah peserta mendapatkan sertifikat?
Ya, peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat resmi.

Senin, 23 Maret 2026

Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby Sambut Difabel Di Lebaran Sederhana

Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby sambut tamu difabel saat Lebaran sederhana, tekankan komitmen inklusif dan kepedulian sosial.
Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby sambut tamu difabel saat Lebaran sederhana, tekankan komitmen inklusif dan kepedulian sosial.

Lebaran Simpel, Wali Kota Banjarbaru Tetap Sambut Hangat Tamu Difabel

BANJARBARU — Lebaran tahun ini di rumah dinas Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, terasa beda. Nggak ada kemewahan berlebihan, tapi justru vibes-nya hangat banget dan penuh makna.

Erna Lisa langsung nyambut rombongan tamu dari kalangan penyandang disabilitas yang datang bersilaturahmi. Bahkan, dia sempat bilang kalau sebenarnya dia yang seharusnya datang ke mereka duluan.

“Mohon maaf banget, harusnya saya yang datang ke bapak dan ibu,” ucapnya.

Lebaran Tanpa Ribet, Ikuti Arahan Presiden

Tahun ini, perayaan Lebaran memang dibuat simpel. Nggak ada tenda besar atau jamuan mewah kayak biasanya. Semua ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto supaya pejabat daerah nggak berlebihan saat merayakan Idul Fitri.

Walaupun tanpa open house resmi, suasana tetap terasa hangat. Rombongan dari Yayasan Tuna Netra Nusantara yang dipimpin Sigit tetap disambut dengan penuh keakraban di ruang tamu.

Komitmen Serius Buat Teman-Teman Difabel

Di momen itu, Erna Lisa juga kembali negesin kalau dia serius banget memperhatikan kesejahteraan penyandang disabilitas di Banjarbaru.

Dia cerita kalau kepeduliannya ini udah ada sejak dulu, waktu masih jadi Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial di Sekretariat Daerah.

“Dulu kewenangannya terbatas, sekarang sebagai kepala daerah tentu bisa dimaksimalkan,” katanya.

Sebagai wali kota, dia pengen kebijakan yang dibuat benar-benar inklusif dan berkelanjutan, jadi nggak ada yang merasa ketinggalan.

“Kita pengen semua kebijakan itu buat semua orang, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” tegasnya.

Diundang Pengajian, Tanda Kedekatan

Nggak cuma silaturahmi, pihak yayasan juga ngajak wali kota buat hadir di pengajian rutin bulanan mereka. Ajakan ini disambut dengan positif.

“Insyaallah saya datang, bukan sebagai wali kota, tapi sebagai bagian dari keluarga yang saling belajar dan saling menguatkan,” katanya.

Penutup Hangat Yang Bikin Haru

Di akhir pertemuan, suasana makin terasa hangat. Erna Lisa bahkan nganter langsung rombongan sampai ke depan rumah dinas.

Dia juga nyalami satu per satu para tamu sebelum mereka pulang. Simpel, tapi momen ini terasa dalam banget penuh rasa peduli dan kebersamaan.

FAQ (Biar Makin SEO & Dicari Orang)

1. Siapa Erna Lisa Halaby?
Erna Lisa Halaby adalah Wali Kota Banjarbaru yang dikenal aktif mendorong kebijakan inklusif, terutama untuk difabel.

2. Kenapa Lebaran di Banjarbaru dibuat sederhana?
Karena mengikuti arahan Presiden supaya pejabat nggak merayakan secara berlebihan.

3. Apa fokus kebijakan Erna Lisa Halaby?
Fokusnya ke kebijakan inklusif, terutama buat memastikan penyandang disabilitas dapat perhatian yang layak.

4. Yayasan Tuna Netra Nusantara itu apa?
Yayasan yang fokus mendukung dan memberdayakan penyandang tuna netra.

5. Kenapa momen ini penting?
Karena nunjukin kedekatan sosial dan kepedulian pemerintah ke semua lapisan masyarakat.

Senin, 02 Februari 2026

Nekat Amputasi Kaki Demi Jadi Dokter, Ketika Tekanan Pendidikan Terlalu Jauh Melukai Diri

Nekat Amputasi Kaki Demi Jadi Dokter, Ketika Tekanan Pendidikan Terlalu Jauh Melukai Diri. (Gambar ilustrasi)
Nekat Amputasi Kaki Demi Jadi Dokter, Ketika Tekanan Pendidikan Terlalu Jauh Melukai Diri. (Gambar ilustrasi)

JAKARTA -- Impian menjadi dokter biasanya identik dengan perjuangan belajar, begadang, dan persaingan nilai yang ketat. 

Tapi sebuah peristiwa mengejutkan membuka mata banyak orang bahwa tekanan pendidikan bisa mendorong seseorang ke arah yang sama sekali tidak masuk akal. 

Seorang pria muda diduga dengan sengaja mengamputasi kakinya sendiri demi bisa masuk sekolah kedokteran lewat jalur disabilitas.

Kisah ini langsung memicu perdebatan luas. Bukan hanya soal etika pendidikan, tapi juga soal kesehatan mental, tekanan sosial, dan cara pandang keliru terhadap kesuksesan. 

Di balik tindakan ekstrem tersebut, tersimpan pesan penting yang perlu dipahami masyarakat luas, terutama generasi muda dan orang tua.

Tekanan Jadi Dokter dan Beban Mental yang Diam-Diam Menggerogoti

Nekat Amputasi Kaki Demi Jadi Dokter, Ketika Tekanan Pendidikan Terlalu Jauh Melukai Diri. (Gambar ilustrasi)
Nekat Amputasi Kaki Demi Jadi Dokter, Ketika Tekanan Pendidikan Terlalu Jauh Melukai Diri. (Gambar ilustrasi)

Menjadi dokter di banyak negara dianggap sebagai puncak prestasi akademik. Status sosial tinggi, penghasilan menjanjikan, dan kebanggaan keluarga sering kali menjadi alasan utama. 

Namun, jalan menuju sana tidak mudah. Ujian masuk yang super ketat membuat banyak calon mahasiswa gagal berkali-kali.

Dalam kondisi seperti itu, sebagian orang mulai merasa hidupnya buntu. Kegagalan dianggap sebagai aib, bukan proses belajar. 

Ketika tekanan datang dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar, kesehatan mental bisa runtuh tanpa disadari. Rasa putus asa inilah yang diduga mendorong tindakan nekat tersebut.

Kenapa Tindakan Ini Sangat Berbahaya dan Tidak Solutif

Menghilangkan bagian tubuh dengan sengaja bukanlah jalan keluar. Secara kesehatan, amputasi membawa risiko besar seperti kehilangan banyak darah, infeksi berat, dan ketergantungan seumur hidup pada alat bantu. 

Proses pemulihan juga panjang, melelahkan, dan membutuhkan dukungan medis serta psikologis yang serius.

Dari sisi mental, tindakan ekstrem seperti ini menunjukkan adanya tekanan emosional yang tidak tertangani. Tubuh dikorbankan demi satu tujuan, padahal belum tentu tujuan itu tercapai. 

Jalur disabilitas dalam pendidikan dibuat untuk membantu mereka yang sejak awal hidup dengan keterbatasan, bukan sebagai celah yang dimanfaatkan dengan cara menyakiti diri sendiri.

Cara Mengonsumsi Tekanan dan Informasi dengan Lebih Sehat

Dalam konteks kesehatan, yang perlu “dikonsumsi” oleh masyarakat bukanlah tekanan, melainkan informasi yang benar dan cara berpikir yang sehat. 

Tekanan akademik seharusnya dihadapi dengan strategi, bukan pengorbanan fisik.

Beberapa cara yang lebih sehat untuk mengelola tekanan antara lain:

Pertama, pahami bahwa gagal ujian bukan akhir hidup. Banyak dokter, pengusaha, dan profesional sukses justru lahir dari kegagalan berulang.

Kedua, bicarakan beban pikiran dengan orang yang dipercaya. Menyimpan semuanya sendiri justru memperparah kondisi mental.

Ketiga, cari bantuan profesional jika rasa putus asa mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Konsultasi bukan tanda lemah, tapi tanda peduli pada diri sendiri.

Keempat, buka pikiran pada jalur karier lain. Dunia kesehatan tidak hanya soal dokter, ada banyak profesi mulia yang tetap berdampak besar.

Pelajaran Penting untuk Orang Tua dan Lingkungan

Kasus ini juga menjadi alarm bagi orang tua dan lingkungan sekitar. Ambisi yang terlalu besar, jika tidak diimbangi empati, bisa berubah menjadi tekanan berbahaya. Anak perlu didukung, bukan dituntut tanpa ruang gagal. Mendengar keluh kesah mereka jauh lebih penting daripada membandingkan dengan orang lain.

Lingkungan pendidikan juga perlu lebih aktif mengedukasi soal kesehatan mental. Prestasi akademik seharusnya berjalan seiring dengan kesejahteraan psikologis.

Impian Besar Harus Dijaga dengan Cara yang Waras

Kisah ini bukan untuk dihakimi, tapi untuk dipelajari. Impian menjadi dokter adalah hal mulia, namun kesehatan fisik dan mental jauh lebih berharga. Tidak ada cita-cita yang pantas dibayar dengan melukai diri sendiri.

Solusi terbaik selalu dimulai dari dukungan, komunikasi, dan keberanian mencari bantuan. Karena pada akhirnya, masa depan yang baik hanya bisa dibangun oleh tubuh dan pikiran yang sehat.

Kamis, 16 November 2023

Pemuda Muhammadiyah Beri Dukungan Atlet Tenis Meja Mempawah

Foto: Pemuda Muhammadiyah Beri Dukungan Atlet Tenis Meja Mempawah.
MEMPAWAH - Pimpinan Daerah Pemuda Muhamadiyah Mempawah ( PDPM ) berikan dukungan kepada Kusmayadi Atlet Tenis Meja asal Kabupaten Mempawah yang akan berlaga di Pekan Paralympic Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (PEPARPROV VI 2023) yang akan Berlangsung Mulai 24 November sampai dengan 4 Desember di Pontianak.

Pekan Paralympic Tingkat Provinsi Kalimantan Barat adalah merupakan event Olahraga bagi para atlet berkebutuhan Khusus (Disabilitas) yang juga merupakan ajang seleksi tingkat provinsi untuk di kirim ke level Nasional mewakili Kalimantan Barat.

Ketua PDPM Baharudin Fauzi mengatakan pihaknya mengaku bangga dan sangat mendukung para atlet Disabilitas asal Mempawah yang mau berjuang mewakili nama daerah di kancah Provinsi, Ia Menambahkan menurutnya para atlet Disabilitas Mempawah sebenarnya memiliki potensi besar di bidang olahraga, hanya saja program pembinaan dan dukungan yang di berikan kepada mereka belum begitu maksimal.

Salah satu atlet disabilitas Cabor Tenis Meja Mempawah, Kusmayadi mengaku dirinya dan rekan-rekan latihan setiap hari menggunakan biayai pribadi dan dengan dana seandainya membeli perlengkapan yang di perlukan untuk persiapan kejuaraan, Sebab itu ia berterimakasih atas dukungan yang telah di berikan oleh Pemuda Muhamadiyah Mempawah. ia menambahkan bahwa dukungan ini sangat penting sebagai pendorong dan motivasi baginya untuk menorehkan prestasi di kancah provinsi nantinya.

"Saya sangat berterimakasih dan semakin termotivasi berkat dukungan yang di berikan Pemuda Muhammadiyah, ini adalah turnamen pertama saya di tingkat provinsi, saya akan memberikan perjuangan yang terbaik nanti di pertandingan, walau dengan segala keterbatasan fisik dan persiapan yang seadanya, kami ingin dapat berprestasi mengharumkan nama daerah," katanya.

Sebagai bentuk dukungannya, Pemuda Muhamadiyah memberikan Jersey dan uang saku yang di serahkan secara langsung oleh ketua dan Sekertaris Pemuda Muhammadiyah kepada Kusmayadi di sela-sela latihan rutin di Pusat Pelatihan tenis meja kabupaten Mempawah jl.Veteran Mempawah Hilir.

"Semoga Para Atlet disabilitas yang akan berjuang nantinya dapat memberikan hasil yang terbaik. dan saya juga berharap kepada seluruh pihak untuk ikut serta memberikan dorongan dan motivasi kepada para atlet Disabilitas asal mempawah, agar mereka lebih semangat dan percaya diri," ujar Fathur IC Sekertaris Pemuda Muhamadiyah Mempawah.

Kamis, 21 September 2023

Bejat!!!, Seorang Ayah di Kubu Raya Rudapaksa Anak Kandung Yang Memiliki Disabilitas Fisik

Tersangka Pelaku Rudapaksa Anak Kandung Yang Disabilitas Fisik.
KUBU RAYA - Seorang Ayah di Kubu Raya rudapaksa anak kandungnya sendiri. Pelaku ditangkap Jatanras Polres Kubu Raya bersama personil Polsek Kakap pada hari Sabtu tanggal 9 September 2023 di salah satu rumah keluarga pelaku di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya.

Sejak Istrinya mengadukan kejadian tersebut ke Polres Kubu Raya pada hari Senin tanggal 4 April 2022, pelaku langsung melarikan diri.

"Pelaku yang merupakan orang tua kandung korban ini berinisial BG (46) asal Kelurahan Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, ia ditangkap oleh petugas setelah melarikan diri kurang lebih satu tahun lebih," ungkap Kapolres Kubu Raya AKBP Arief Hidayat saat Konferensi Pers di Aula Mapolres Kubu Raya pada Rabu (22/9/23) pukul 10.00 Wib.

"Kendala kami dalam mengungkap kasus ini karena minimnya informasi keberadaan pelaku, namun dengan terus melakukan penyelidikan mendalam akhirnya pelaku dapat ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Arief.

Arief menerangkan, pelaku rudapaksa anak kandungnya sebanyak dua kali di rumah korban Jalan Sungai Parang Kelurahan Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Kejadian pertama kali diketahui pada pertengahan bulan Februari 2022 sekira pukul 14.00 WIB dan saat itu umur korban 16 tahun dan yang kedua pada hari Kamis tanggal 31 Maret 2022 sekira pukul 20.00 WIB dan umur korban 17 tahun.

"Korban yang merupakan anak kandungnya sendiri memiliki penyakit Disabilitas Fisik dan kejadian itu dilakukan di rumah korban sebanyak 2 kali, yakni di pertengahan bulan Februari dan hari Kamis tanggal 31 Maret 2022," terang Arief dihadapan awak media.

Perbuatan itu pun terbongkar, pada hari kamis itu pukul 20.00 WIB korban menceritakan peristiwa memilukan tersebut kepada ibu kandungnya, sontak ibu korban menangis miris atas perbuatan suaminya kepada anak kandungnya sendiri.

Arief mengatakan perbuatan tersebut dilakukan oleh pelaku saat istrinya pergi berladang.

Demi meluruskan niat bejatnya, sekira bulan November 2022, Ibu korban sempat mendapatkan intimidasi dari pelaku.

"Saat menuju ke ladang pukul 05.00 Wib, pelaku menghampiri istrinya dan meminta untuk mencabut laporan di kantor kepolisian, namun istrinya tidak mau, pelaku langsung menganiaya istrinya setelah istrinya berteriak meminta tolong pelaku langsung melarikan diri," sambung Arief.

Tidak berhenti disitu saja, pelaku melakukan teror kepada istrinya melalui telepon, pelaku mengancam akan membunuh istrinya dan keluarganya jika tidak mencabut laporan tersebut di kepolisian. Diteror dan ancaman bertubi tubi tidak membuat sang Ibu gentar untuk mendapatkan keadilan bagi anaknya 

Atas perbuatannya BG diancam dengan Pasal 81 ayat ( 1 ) ayat (2) ayat (3) dan pasal 82 Undang -Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang - Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua Atas Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang - Undang Jo Pasal 76 E Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun, dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,- (lima miliar rupiah).

(Humas_ReKR)

Senin, 20 April 2020

PPDI sekadau tak dapat bantuan dampak pandemi covid-19, ini kata kadinsos





BORNEOTRIBUN I SEKADAU - Ditengah merebaknya pandemi covid-19, hampir semua kalangan masyarakat yang terdampak corona mendapatkan sejumlah bantuan sembako. Akan tetapi, meski semua kalang mendapatkan bantuan, entah kenapa kalangan disabilitas dikabupaten sekadau terabaikan.

Seperti yang diungkapkan Budi santoso ketua perkumpulan penyandang disabilitas indonesia ( PPDI ) kabupaten sekadau mengatakan kalau sampai saat ini belum ada menerima bantuan seperti yang disebutkan pemerintah untuk kalangan terdampak pandemi covid-19.

Budi berharap hendaknya pemerintah juga ada perhatian kepada keluarga disabilitas, dan bukan hanya keluarga miskin seperti yang lainnya.

" masalah terdampak, kami pun terdampak. Harusnya pihak terkait lebih bijaksana dalam pembagian bantuan. Kalau dapat ya dipermudah lah, karena kami juga sulit unuk beraktivitas seperti yang lain ". Harapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Moses abdulah, dewan pertimbangan cabang PPDI sekadau menambahkan sejak berdirinya PPDI pada 3 april 2018 yang lalu belum pernah mendapat perhatian dari pemerintah.

Menurutnya, pemda hendaknya jangan ada tebang pilih dalam penyaluran bantuan kepada warga yang terdampak. Seperti yang tertuang dalam UU Nomor 8 tahun 2016
" kami juga terdampak, apalagi kami orang disabilitas ". Pungkas moses.

Saat di konfirmasi, kepala dinas sosial kabupaten sekadau Afronius akim sehan menjelaskan kalau bansos Tunai diberikan kepada keluarga miskin, tidak mampu dan atau rentan terkena Dampak COVID-19 di luar Program Sembako (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). 

Selain itu, Besarnya Bansos Tunai per keluarga per bulan adalah Rp 600.000, - diberikan selama 3 (Tiga) bulan pada bulan April, Mei, dan Juni Tahun 2020 dan penerima bansos tunai diprioritaskan bagi keluarga yang terdapat pada Data 
Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagaimana disampaikan melalui surat 
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Nomor: 941/1/DI.01/4/2020, tanggal 
9 April 2020 perihal Data Bantuan Sosial Tunai Dampak Covid-19. 

Adapun usulan calon penerima Bansos Tunai dari Non DTKS adalah keluarga yang terdampak pandemi Covid-19 yang dinilai layak menerima bantuan dengan dilengkapi data lengkap ( BNBA, NIK, dan No. HP). 

Selanjutnya usulan penerima Bansos Tunai tersebut di upload ke situs SIKS-NG 
Kemensos, dengan persetujuan Bupati/Walikota, dilengkapi Surat Pernyataan 
Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) kebenaran data yang diusulkan.

" paling lambat sudah kami terima tanggal 23 April 2020 dengan tembusan 
ke Gubernur atau Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Pusdatin Kesos, Joko 
Widiarto, No HP 081256308180 ".  Jelas Afron. ( Herman )