Berita BorneoTribun: Dampak Karhutla hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Dampak Karhutla. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dampak Karhutla. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Maret 2026

Sujiwo Tegas Karhutla Ancam Ekonomi dan Kesehatan, Pelaku Harus Ditangkap

Bupati Kubu Raya Sujiwo minta polisi tangkap pelaku karhutla. Dampaknya ancam kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi di musim kemarau panjang.
Bupati Kubu Raya Sujiwo minta polisi tangkap pelaku karhutla. Dampaknya ancam kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi di musim kemarau panjang. (Gambar ilustrasi)

KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman serius bagi berbagai sektor strategis. Memasuki masa peralihan menuju musim kemarau panjang, risiko karhutla diprediksi meningkat signifikan.

Dalam keterangannya di Sungai Raya, Senin, Sujiwo secara tegas meminta aparat kepolisian bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan.

“Dampak karhutla ini sangat luas. Bukan hanya soal lahan terbakar dan kabut asap, tetapi bisa melumpuhkan banyak sektor. Makanya saya sudah minta kepada pak Kapolres untuk menangkap pelaku pembakaran lahan,” ujar Sujiwo.

Karhutla Ancam Pendidikan dan Kesehatan

Sujiwo menjelaskan, kabut asap akibat karhutla berpotensi besar mengganggu aktivitas pendidikan. Dalam kondisi udara yang tidak sehat, kegiatan belajar mengajar bisa terpaksa dihentikan demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Tak hanya itu, sektor kesehatan juga terdampak langsung. Peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi ancaman serius yang kerap terjadi saat musim asap.

Situasi ini, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama agar tidak terulang seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ganggu Transportasi Hingga Investasi

Dampak karhutla juga merembet ke sektor ekonomi. Salah satu yang paling terasa adalah terganggunya transportasi udara akibat kabut asap yang mengurangi jarak pandang.

“Jika penerbangan terganggu, maka pergerakan ekonomi ikut terhambat, termasuk aktivitas investasi di daerah,” jelasnya.

Gangguan distribusi barang dan mobilitas masyarakat dinilai bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah, bahkan berpotensi menurunkan minat investor.

Pencegahan Jadi Kunci Utama

Menghadapi potensi tersebut, Sujiwo menekankan pentingnya langkah pencegahan. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dalam kondisi apa pun.

Pemerintah daerah bersama Forkopimda terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih sadar akan dampak besar karhutla.

“Atas nama pemerintah bersama Forkopimda, kami mengajak masyarakat untuk menahan diri. Jangan melakukan pembakaran lahan karena dampaknya sangat besar bagi kita semua,” tegasnya.

Tanggung Jawab Bersama

Menurut Sujiwo, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat penegak hukum. Peran aktif masyarakat menjadi faktor kunci dalam mencegah bencana ini.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga lingkungan dengan cara sederhana, yakni tidak melakukan pembakaran lahan.

“Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat tidak perlu ikut memadamkan, cukup dengan tidak membakar lahan, itu sudah sangat membantu,” pungkasnya.

FAQ

1. Apa dampak utama karhutla di Kubu Raya?
Karhutla berdampak pada kesehatan (ISPA), pendidikan (sekolah diliburkan), dan ekonomi (transportasi dan investasi terganggu).

2. Mengapa pembakaran lahan dilarang?
Karena dapat memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan serta menimbulkan kabut asap berbahaya.

3. Apa langkah pemerintah dalam mengatasi karhutla?
Pemerintah mendorong pencegahan, sosialisasi, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

4. Bagaimana peran masyarakat dalam mencegah karhutla?
Dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta melaporkan aktivitas mencurigakan.

5. Apa risiko kesehatan akibat kabut asap?
Risiko utama adalah penyakit pernapasan seperti ISPA, terutama pada anak-anak dan lansia.

Sabtu, 02 Agustus 2025

Karhutla di Kalbar Makin Parah, Gubernur Ria Norsan dan BNPB Turun Langsung ke Lokasi: “Kita Harus Bergerak Cepat!”

Karhutla di Kalbar Makin Parah, Gubernur Ria Norsan dan BNPB Turun Langsung ke Lokasi: “Kita Harus Bergerak Cepat!”
Gubernur Kalbar Drs. H. Ria Norsan,MM.,MH., bersama Menteri Lingkungan Hidup RI dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI meninjau posko di VIP Lanud Supadio Kubu Raya, Jum'at (1/8/2025).

Kubu Raya, Kalimantan Barat – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) kembali memprihatinkan. Asap tebal mengepul dari sejumlah wilayah, terutama di daerah Kubu Raya dan sekitarnya. 

Melihat kondisi ini, Gubernur Kalbar Drs. H. Ria Norsan, MM., MH., bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) serta Kepala BNPB RI, Letjen TNI Suharyanto, turun langsung ke lapangan pada Jumat (1/8/2025) untuk meninjau kondisi terkini dan mengambil langkah cepat penanggulangan.

Tinjauan Langsung ke Lokasi Terdampak Karhutla

Kunjungan dimulai dari peninjauan beberapa lokasi terdampak, termasuk kawasan flyover dan titik-titik api di wilayah Kubu Raya. 

Mereka kemudian menggelar rapat terbatas di posko VIP Lanud Supadio, Kubu Raya, guna membahas langkah strategis yang harus segera dilakukan untuk memadamkan api yang terus meluas.

“Jadi hari ini kita telah melihat secara langsung kondisi kebakaran di beberapa titik di wilayah Kubu Raya. Saat ini diperlukan percepatan penanggulangan, termasuk melalui modifikasi cuaca atau hujan buatan agar Karhutla di Kalbar ini bisa segera ditangani dengan baik,” ujar Letjen Suharyanto.

Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Solusi Utama

Letjen Suharyanto menekankan pentingnya percepatan penanganan karhutla dengan cara yang efektif. Salah satunya adalah melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan. 

Menurutnya, hujan buatan menjadi opsi paling logis di tengah sulitnya menjangkau titik api di lahan gambut atau area terpencil.

“Kerja sama dengan BMKG, TNI Angkatan Udara, dan pemerintah daerah sangat penting. Penentuan waktu dan lokasi penyemaian awan harus tepat agar hasilnya maksimal,” jelasnya.

Langkah ini bukan hanya ditujukan untuk Kalbar saja, tetapi juga untuk beberapa daerah lain di Indonesia yang tengah menghadapi ancaman karhutla dalam skala besar akibat musim kemarau panjang.

Apresiasi untuk Tim Gabungan yang Terus Bekerja Keras

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras di lapangan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik TNI, Polri, relawan, petugas pemadam, hingga masyarakat yang terlibat langsung. Ini bukan pekerjaan mudah. Tapi bagaimanapun juga, ini adalah tanggung jawab kita bersama sebagai pemerintah untuk menyelesaikan persoalan karhutla di Kalbar,” katanya.

Langkah Strategis Pemerintah Daerah: Harus Bergerak Cepat

Gubernur Kalbar Ria Norsan menyambut baik kolaborasi cepat antara BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, serta pihak-pihak terkait lainnya. 

Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung semua upaya yang sedang dilakukan.

“Semoga kolaborasi yang baik ini segera membuahkan hasil. Semua langkah sudah kita upayakan, mulai dari modifikasi cuaca, penyiraman dari udara menggunakan helikopter water bombing, dan lainnya. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar permasalahan ini bisa cepat terselesaikan,” ujar Ria Norsan.

Dampak Karhutla: Bukan Hanya Soal Asap, Tapi Juga Kesehatan dan Ekonomi

Karhutla bukan hanya membuat langit Kalbar menjadi gelap oleh asap, tapi juga berdampak besar pada kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan pendidikan. 

Banyak warga mengeluhkan gangguan pernapasan, anak-anak tidak bisa bermain di luar rumah, dan sejumlah sekolah terpaksa meliburkan aktivitas tatap muka karena kualitas udara yang memburuk.

Menurut data dari Dinas Kesehatan Kalbar, telah terjadi peningkatan kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dalam beberapa pekan terakhir.

Masyarakat Diimbau Tidak Membakar Lahan

Pemerintah daerah dan pusat mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena hal ini menjadi salah satu penyebab utama karhutla. 

Meski masih banyak yang menggunakan cara tradisional ini karena alasan biaya dan efisiensi, dampaknya bisa sangat luas.

“Sekarang bukan lagi zamannya bakar lahan. Kami minta kerja samanya agar kejadian ini tidak terus berulang setiap tahun,” tegas Gubernur Kalbar.

Pentingnya Kesadaran dan Peran Serta Masyarakat

Penanggulangan karhutla bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga memerlukan kesadaran kolektif masyarakat. 

Sosialisasi terus dilakukan oleh BPBD Kalbar, aparat desa, hingga tokoh masyarakat, untuk mencegah terjadinya kebakaran baru. Edukasi mengenai cara bertani ramah lingkungan juga terus digencarkan.

“Kalau kita bersama-sama menjaga alam, maka kita tidak perlu setiap tahun panik menghadapi asap,” kata salah satu warga Kubu Raya yang ikut mendukung patroli desa bebas api.

Bergerak Bersama untuk Kalbar yang Lebih Bersih dan Aman

Kebakaran hutan dan lahan di Kalbar bukan hanya persoalan tahunan yang harus diterima begitu saja. Dengan kerja sama semua pihak, dari pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat, persoalan karhutla bisa ditangani lebih cepat dan lebih baik.

Langkah sigap Gubernur Ria Norsan, dukungan penuh BNPB, dan sinergi dari berbagai kementerian menjadi harapan baru bagi Kalimantan Barat untuk segera keluar dari kepungan asap. 

Yang dibutuhkan sekarang adalah kesadaran bersama, kecepatan bertindak, dan kolaborasi tanpa batas.

FAQ Seputar Karhutla di Kalbar

Q: Apa penyebab utama karhutla di Kalimantan Barat?
A: Salah satunya adalah pembukaan lahan dengan cara dibakar, ditambah kondisi kemarau panjang dan lahan gambut yang mudah terbakar.

Q: Apa itu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)?
A: OMC adalah teknik membuat hujan buatan dengan menyemai garam ke awan menggunakan pesawat, agar turun hujan di daerah yang ditargetkan.

Q: Apakah warga bisa membantu dalam penanggulangan karhutla?
A: Sangat bisa! Dengan tidak membakar lahan, ikut serta menjaga hutan, dan melapor jika melihat titik api, masyarakat sudah sangat berperan besa