Berita BorneoTribun: Desa Wisata hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Desa Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa Wisata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 April 2026

Kampung Tenun Samarinda Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Unggulan IKN

Samarinda tancap gas kembangkan Kampung Tenun jadi desa wisata unggulan penyangga IKN untuk dorong ekonomi masyarakat dan pariwisata lokal.
Samarinda tancap gas kembangkan Kampung Tenun jadi desa wisata unggulan penyangga IKN untuk dorong ekonomi masyarakat dan pariwisata lokal.

Samarinda, Kaltim - Pemerintah Kota Samarinda resmi tancap gas dalam mentransformasi Kampung Tenun Samarinda Seberang menjadi desa wisata maju. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi budaya dan alam secara berkelanjutan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan bahwa kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi peluang besar yang tidak boleh disia-siakan.

Menurutnya, posisi Samarinda sebagai kota penyangga menjadikannya pintu masuk strategis bagi wisatawan. Namun, peluang tersebut harus dibarengi dengan penguatan identitas kota.

“Kita berada di gerbang IKN. Peluang menjadi kota tujuan wisata terbuka lebar, tapi tanpa branding yang kuat, potensi itu tidak akan maksimal,” ujar Marnabas di Samarinda, Rabu.

Transformasi Kampung Tenun Bukan Sekadar Seremoni

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengembangan desa wisata ini bukan hanya simbolis. Agenda tersebut dirangkaikan dengan peluncuran program pariwisata serta business matching pembiayaan, edukasi, dan literasi keuangan bagi UMKM melalui Program BUMI ETAM seri ke-11.

Kolaborasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis, seperti Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Bank Indonesia, hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Langkah tersebut merupakan implementasi nyata dari Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 35 Tahun 2023 tentang Pengembangan Desa Wisata.

Target: Naik Kelas Jadi Destinasi Nasional dan Global

Pemkot Samarinda menargetkan Kampung Tenun naik status dari desa berkembang menjadi desa wisata maju yang berdaya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pengembangan dilakukan secara menyeluruh, meliputi:

  • Penguatan regulasi

  • Peningkatan kapasitas SDM

  • Digitalisasi promosi wisata

  • Pendampingan UMKM berbasis budaya

UMKM lokal menjadi fokus utama agar mampu “naik kelas” dan memenuhi standar pasar modern, termasuk dari sisi kualitas produk hingga pemasaran digital.

Integrasi Destinasi Jadi Kunci Daya Tarik

Marnabas juga memaparkan rencana integrasi destinasi wisata di Samarinda. Beberapa titik strategis seperti Teras Samarinda, Pasar Pagi, dan Kampung Tenun akan dikemas menjadi satu kesatuan pengalaman wisata.

Salah satu konsep unggulan adalah pengembangan wisata susur Sungai Mahakam yang dipadukan dengan narasi budaya lokal.

“Pariwisata harus menjadi mesin baru PAD. Wisatawan harus punya alasan untuk tinggal lebih lama, bukan sekadar mampir,” tegasnya.

Dampak Nyata untuk Ekonomi Masyarakat

Pemkot Samarinda menekankan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada estetika kota, tetapi juga dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Dengan kolaborasi lintas instansi, diharapkan seluruh program berjalan selaras dan memberikan manfaat nyata, khususnya bagi pelaku UMKM dan masyarakat lokal di Kampung Tenun.

Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa Samarinda siap mengambil peran strategis sebagai kota penyangga IKN yang tidak hanya transit, tetapi juga destinasi wisata unggulan.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa tujuan pengembangan Kampung Tenun Samarinda?
Untuk menjadikannya desa wisata maju dan meningkatkan ekonomi masyarakat berbasis budaya.

2. Apa kaitannya dengan IKN?
IKN akan meningkatkan arus wisatawan ke Samarinda sebagai wilayah penyangga.

3. Siapa saja yang terlibat dalam program ini?
Pemkot Samarinda, Pemprov Kaltim, Bank Indonesia, dan OJK.

4. Apa manfaat bagi UMKM lokal?
Mendapat pendampingan, akses pembiayaan, serta peningkatan kualitas produk.

5. Apa konsep wisata unggulannya?
Wisata susur Sungai Mahakam yang terintegrasi dengan destinasi kota.

Selasa, 24 Maret 2026

Sensasi Menginap Di Vila Atas Laut Bontang Kuala Saat Libur Lebaran

Sensasi menginap di vila atas laut Bontang Kuala saat Lebaran, lengkap dengan wisata, sejarah, dan kuliner khas yang bikin liburan makin berkesan.
Sensasi menginap di vila atas laut Bontang Kuala saat Lebaran, lengkap dengan wisata, sejarah, dan kuliner khas yang bikin liburan makin berkesan.

SAMARINDA -- Hakikat berwisata sejatinya bukan cuma soal jalan-jalan, tapi juga cara paling ampuh buat “reset” pikiran dari padatnya rutinitas harian. Apalagi kalau momen liburannya pas banget sama suasana Lebaran waktu di mana kumpul bareng keluarga jadi prioritas utama.

Nah, buat kamu yang lagi cari tempat healing yang beda dari biasanya, kawasan Bontang Kuala di Kalimantan Timur bisa jadi jawaban paling pas.

Bayangin aja, bangun pagi ditemani suara ombak yang pelan-pelan menghantam tiang kayu ulin di bawah kamar. Begitu buka jendela, langsung disambut pemandangan laut luas dengan cahaya matahari pagi yang keemasan. Adem banget, serius.

Udara pesisir yang segar juga jadi bonus alami yang bikin badan dan pikiran auto rileks. Nggak heran kalau banyak orang bilang, menginap di vila atas laut di sini rasanya kayak terapi jiwa gratis.

Vila Atas Laut, Daya Tarik Utama Bontang Kuala

Terletak di Bontang Timur, Bontang Kuala bukan sekadar desa wisata biasa. Kawasan ini dikenal dengan deretan rumah dan vila terapung yang berdiri di atas laut dangkal.

Uniknya, bangunan di sini tetap mempertahankan kearifan lokal. Semua konstruksi menggunakan kayu ulin khas Kalimantan yang terkenal kuat dan tahan air laut.

Menurut Jafar, Ketua Adat setempat, vila-vila ini bukan asal bangun. “Semua pemilik vila taat aturan, bayar pajak daerah dan retribusi ke Kementerian Kelautan dan Perikanan,” jelasnya.

Hal ini penting banget supaya pariwisata tetap jalan tanpa merusak lingkungan.

Menariknya lagi, buat bisa nginep di sini, kamu harus booking jauh-jauh hari. Minimal 15 hari sebelumnya, bahkan saat Lebaran bisa sampai sebulan sebelum.

Fasilitasnya juga nggak kaleng-kaleng. Ada kolam laut yang dipasang jaring, jadi tetap aman buat berenang sambil ngerasain sensasi langsung di laut.

Diserbu Wisatawan Saat Liburan

Ketua Pokdarwis, Halimah, menyebut kalau jumlah pengunjung bisa tembus 1.500 orang per hari saat musim liburan, terutama Lebaran dan akhir pekan.

Wisatawan datang bukan cuma buat foto-foto, tapi juga:

  • Menginap di vila tengah laut

  • Snorkeling menikmati bawah laut

  • Jalan santai di pelataran kayu

  • Nikmatin sunset yang estetik banget

Spot favorit terbaru? Pelataran kayu ulin yang jadi tempat paling asyik buat nunggu matahari terbenam.

Punya Sejarah Panjang Sejak 1780-an

Yang bikin Bontang Kuala makin menarik, ternyata tempat ini punya sejarah panjang.

Kawasan ini sudah ada sejak tahun 1780-an dan jadi cikal bakal Kota Bontang. Awalnya dihuni oleh Suku Bajau, yang dikenal sebagai pengembara laut.

Masjid Al Wahhab yang berdiri tahun 1789 jadi salah satu penanda sejarah penting di sini.

Seiring waktu, wilayah ini berkembang. Bahkan pada tahun 1923, sistem pemerintahan di kampung ini sudah diakui secara resmi, dengan bukti adanya balai peninggalan Kesultanan Kutai yang kini jadi cagar budaya.

Sekarang, Bontang Kuala dihuni sekitar 6.750 jiwa dengan latar belakang yang beragam.

Kuliner Khas Yang Bikin Nagih

Liburan nggak lengkap tanpa kuliner, dan di sini kamu wajib banget coba Gammi Bawis.

Menu ini berupa ikan bawis bakar yang disajikan dengan sambal khas berbumbu pedas, gurih, dan segar.

Bayangin makan ikan panas-panas di atas laut, ditemani angin sepoi-sepoi. Rasanya? Nggak cukup satu piring nasi!

Tradisi Lokal Yang Masih Terjaga

Yang bikin suasana di Bontang Kuala beda adalah masyarakatnya yang masih menjaga tradisi.

Beberapa tradisi yang masih rutin dilakukan:

  • Pesta Laut (ungkapan syukur kepada Tuhan)

  • Makala-Kela (makan bersama di pantai)

  • Maulidan (tradisi berbagi telur berkah)

Nilai kebersamaan ini yang bikin wisatawan merasa “pulang” meskipun lagi jauh dari rumah.

Wisata Keramba, Inovasi Ekonomi Warga

Nggak cuma mengandalkan wisata, warga juga mengembangkan budidaya keramba.

Saat ini ada sekitar 30 petak keramba, masing-masing berisi sekitar 250 ekor ikan seperti:

  • Kerapu

  • Kakap merah

  • Ikan putih

Ke depannya, konsep ini bakal dikombinasikan dengan restoran apung. Jadi wisatawan bisa langsung pilih ikan dari keramba fresh banget!

Wisata Murah Meriah, Ramah Semua Kalangan

Menariknya, wisata di sini juga ramah di kantong.

Paket keliling laut cuma sekitar Rp10.000 per orang, pakai kapal nelayan atau speedboat.

Murah banget, tapi pengalaman yang didapat priceless.

Bontang Kuala bukan sekadar tempat wisata. Ini adalah kombinasi sempurna antara alam, sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Menginap di vila atas laut di sini bukan cuma soal liburan, tapi juga perjalanan batin buat rehat sejenak, tarik napas, dan menikmati hidup dengan cara yang lebih sederhana.

FAQ

1. Di mana lokasi Bontang Kuala?
Terletak di Bontang Timur, Kota Bontang, Kalimantan Timur.

2. Berapa biaya wisata di Bontang Kuala?
Mulai dari Rp10.000 untuk keliling laut, sementara harga vila bervariasi tergantung fasilitas.

3. Kapan waktu terbaik berkunjung?
Saat libur Lebaran atau akhir pekan, tapi pastikan booking jauh-jauh hari.

4. Apa aktivitas yang bisa dilakukan?
Menginap di vila, snorkeling, kuliner, wisata sejarah, dan menikmati sunset.

5. Apakah aman berenang di laut?
Aman, karena beberapa vila menyediakan kolam laut dengan jaring pengaman.