Berita BorneoTribun: Destinasi Wisata hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Destinasi Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Destinasi Wisata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2026

Destinasi Wisata Lebih Aman, Kemenpar Perkuat Regulasi dan Pengawasan

Kemenpar memperkuat keamanan wisatawan melalui standar manajemen risiko, pelatihan krisis, dan pengawasan ketat di destinasi wisata Indonesia.
Kemenpar memperkuat keamanan wisatawan melalui standar manajemen risiko, pelatihan krisis, dan pengawasan ketat di destinasi wisata Indonesia.

JAKARTA — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat sistem keamanan bagi wisatawan di berbagai destinasi wisata Indonesia. Langkah ini dilakukan melalui penyusunan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengawasan ketat terhadap pelaku usaha pariwisata.

Kementerian Pariwisata menyatakan telah menyiapkan berbagai strategi guna memastikan pengalaman berwisata di Indonesia tetap aman, nyaman, dan menyenangkan.

"Dari sisi regulasi dan standar, Kementerian Pariwisata juga telah menyusun dokumen Petunjuk Teknis Implementasi Manajemen Risiko di Destinasi Pariwisata," ujar pihak Kementerian Pariwisata kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Pengembangan Modul Krisis Pariwisata

Sebagai bagian dari penguatan sistem keamanan, Kemenpar tengah mengembangkan sejumlah modul pelatihan manajemen krisis pariwisata. Modul ini nantinya menjadi panduan bagi pengelola destinasi serta pemerintah daerah dalam merespons situasi darurat secara cepat dan terstruktur.

Upaya tersebut juga dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata, termasuk penguatan standardisasi dan sertifikasi usaha wisata.

Selain itu, pengawasan perizinan usaha berbasis risiko dilakukan secara terintegrasi melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang melibatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Koordinasi Nasional Saat Momentum Libur Besar

Untuk memastikan wisata tetap aman saat periode libur besar, Kemenpar juga menerbitkan Surat Edaran Menteri Pariwisata RI Nomor SE/1/HK.01.03./MP/2026.

Surat edaran tersebut berisi pedoman penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan, khususnya pada masa libur Lebaran dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H atau tahun 2026.

Langkah ini dinilai penting karena lonjakan jumlah wisatawan pada masa liburan sering kali meningkatkan risiko keselamatan di destinasi wisata populer.

Standar Ketat Pada Wisata Air Dan Bahari

Pada sektor wisata air atau wisata tirta, pelaku usaha diwajibkan memiliki karyawan yang memahami prosedur pencegahan serta penanggulangan kondisi darurat.

Pemandu keselamatan wisata tirta juga harus memiliki sertifikasi resmi. Selain itu, aspek sarana, produk, pelayanan, hingga sistem manajemen usaha wajib memenuhi standar keselamatan yang berlaku.

"Regulasi merupakan amanat untuk pelaksanaan standar usaha oleh pelaku usaha sektor pariwisata sebagai sebuah konsepsi untuk memitigasi risiko yang akan muncul, salah satu aspek mitigasinya yaitu terkait K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan)," jelas Kemenpar.

Informasi Bahaya Pantai Wajib Disampaikan

Pemerintah daerah dan pengelola destinasi wisata bahari diminta aktif memberikan informasi kepada wisatawan mengenai area pantai yang berbahaya.

Informasi tersebut dapat disampaikan secara langsung di lokasi maupun melalui media sosial resmi, termasuk pemasangan tanda larangan di area berisiko seperti palung laut atau zona arus kuat.

Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan potensi kecelakaan laut yang sering terjadi akibat kurangnya informasi keselamatan.

Sosialisasi Nasional Libatkan Ribuan Peserta

Untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap standar keselamatan wisata, Kemenpar telah melakukan sosialisasi nasional pada 10 Maret 2026.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.000 peserta secara hybrid, yang terdiri dari pengelola destinasi, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah.

Sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan penerapan standar usaha dilakukan secara konsisten di seluruh wilayah Indonesia.

Pengawasan Ketat Destinasi Prioritas

Kemenpar juga meningkatkan pengawasan di sejumlah destinasi prioritas dengan tingkat kunjungan wisatawan tinggi.

Beberapa di antaranya adalah kawasan wisata pantai seperti Pantai Parangtritis di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pantai Pangandaran di Jawa Barat.

Pengawasan dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pengelola destinasi guna menjaga kualitas layanan serta memastikan standar operasional prosedur (SOP) dijalankan dengan baik.

Koordinasi Dengan Kementerian Perhubungan

Dalam aspek transportasi wisata, Kemenpar berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan kelayakan teknis kapal wisata maupun kendaraan transportasi wisata lainnya.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR) sektor pariwisata.

Sebelum izin usaha diterbitkan, pelaku usaha transportasi wisata wajib memenuhi persyaratan teknis dan verifikasi kelayakan operasional.

Komitmen Mewujudkan Wisata Aman Dan Berkualitas

Langkah-langkah strategis yang dilakukan Kemenpar mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan standar keselamatan pariwisata nasional.

Dengan penerapan regulasi yang jelas, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta pengawasan terpadu, diharapkan wisatawan domestik maupun mancanegara dapat merasakan pengalaman wisata yang aman dan berkualitas di Indonesia.

Upaya ini juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap sektor pariwisata Indonesia di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan.

FAQ

1. Apa tujuan utama kebijakan keamanan wisata dari Kemenpar?
Tujuannya adalah meningkatkan keselamatan wisatawan melalui regulasi, pelatihan manajemen krisis, serta pengawasan standar usaha pariwisata.

2. Apa itu manajemen risiko di destinasi wisata?
Manajemen risiko adalah sistem yang dirancang untuk mengidentifikasi, mencegah, dan menangani potensi bahaya atau keadaan darurat di lokasi wisata.

3. Mengapa wisata bahari mendapat perhatian khusus?
Karena wisata bahari memiliki risiko keselamatan yang lebih tinggi, seperti arus laut, palung, dan kecelakaan air.

4. Apa peran pemerintah daerah dalam keamanan wisata?
Pemerintah daerah bertugas memberikan informasi keselamatan kepada wisatawan dan memastikan pelaku usaha mematuhi standar yang berlaku.

5. Apakah pelaku usaha wajib memiliki sertifikasi keselamatan?
Ya, khususnya pada sektor wisata air, pelaku usaha wajib memiliki tenaga bersertifikat serta memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan.

Senin, 23 Maret 2026

Tiga Destinasi Favorit Barito Utara Dijaga Saat Libur Lebaran

BPBD Barito Utara bersama tim gabungan mengamankan objek wisata selama libur Lebaran 2026 demi kenyamanan dan keselamatan pengunjung.
BPBD Barito Utara bersama tim gabungan mengamankan objek wisata selama libur Lebaran 2026 demi kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

Muara Teweh – Momen libur Lebaran 2026 emang jadi waktu yang paling ditunggu buat jalan-jalan bareng keluarga. Nah, biar liburan tetap aman dan nyaman, BPBD Barito Utara langsung turun tangan buat ngamanin sejumlah objek wisata favorit.

Kepala Bidang Darurat dan Logistik (Darlog) BPBD Barito Utara, Rizali Hadi, bilang kalau pengamanan ini dilakukan khusus selama masa libur Idul Fitri 1447 Hijriah, apalagi pas jumlah pengunjung lagi naik drastis.

“Pengamanan ini kita lakukan selama libur Lebaran, terutama saat kunjungan wisatawan lagi tinggi di tiga destinasi unggulan,” ujarnya.

Ada tiga lokasi yang jadi fokus utama, yaitu DAM Trinsing dan Bumi Perkemahan (Buper) Panglima Batur di Kecamatan Teweh Selatan, plus Air Terjun Jantur Doyam yang ada di Kilometer 18 jalur Muara Teweh–Puruk Cahu, Kecamatan Lahei Barat.

Nggak sendirian, BPBD juga kerja bareng TNI, Polri, aparat desa, sampai Dinas Budaya, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora). Tujuannya jelas: biar semua pengunjung bisa liburan dengan rasa aman.

Menariknya, petugas yang berjaga bukan cuma fokus ke keamanan aja, tapi juga aktif ngasih imbauan ke pengunjung.

“Pengunjung diharapkan tetap hati-hati, jaga ketertiban, dan ikuti arahan petugas di lapangan,” tambah Rizali.

Nggak heran sih kalau tiga tempat ini jadi pusat keramaian. Soalnya memang termasuk destinasi favorit di Barito Utara, apalagi pas momen Lebaran.

Di sisi lain, Kepala Disbudparpora Barito Utara, Annisa Cahyawati, juga ngasih update kalau sejak hari pertama dan kedua Lebaran, tempat wisata udah dipadati pengunjung.

“Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar, aman, dan tetap tertib,” katanya.

Pengunjung yang datang pun nggak cuma dari Muara Teweh, tapi juga dari daerah sekitar bahkan kabupaten tetangga. Jadi suasananya makin ramai, tapi tetap terkendali.

Buat menunjang kenyamanan, Disbudparpora juga sudah menyiapkan berbagai fasilitas tambahan, termasuk pos pelayanan di beberapa titik wisata. Selain itu, imbauan keselamatan juga disampaikan lewat baliho dan pamflet yang tersebar di area wisata.

Dengan kerja sama lintas instansi ini, diharapkan libur Lebaran tahun ini bisa dinikmati masyarakat dengan aman, nyaman, dan tanpa rasa khawatir.

FAQ (Yang Sering Ditanyain Netizen)

1. Wisata mana aja yang dijaga BPBD saat Lebaran?
DAM Trinsing, Buper Panglima Batur, dan Air Terjun Jantur Doyam.

2. Siapa aja yang ikut pengamanan?
BPBD, TNI, Polri, aparat desa, dan Disbudparpora.

3. Kenapa pengamanan ditingkatkan saat Lebaran?
Karena jumlah wisatawan naik drastis saat libur panjang.

4. Aman nggak sih liburan ke sana?
Aman! Semua aktivitas wisata dilaporkan berjalan lancar dan tertib.

5. Ada imbauan khusus buat pengunjung?
Ada, pengunjung diminta tetap hati-hati, jaga ketertiban, dan patuhi arahan petugas.

Minggu, 01 Maret 2026

Cap Go Meh 2026 di Singkawang Hadirkan Surga Kuliner Tradisional

Festival Kuliner Semarakkan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang
Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar.

Festival Kuliner Semarakkan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang

SINGKAWANG -- Festival Kuliner ikut memeriahkan rangkaian perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang, Kalimantan Barat. Kegiatan yang digelar di kawasan Jalan Sejahtera dan Jalan Niaga ini berlangsung selama empat hari, mulai 28 Februari hingga 3 Maret 2026, menghadirkan aneka sajian khas daerah untuk masyarakat dan wisatawan.

Festival Kuliner Singkawang, Imlek 2026, Cap Go Meh menjadi magnet baru dalam agenda tahunan kota yang dikenal sebagai destinasi wisata budaya tersebut. Puluhan pelaku UMKM dan usaha kuliner lokal memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan cita rasa khas Singkawang kepada ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, menegaskan bahwa festival ini dirancang untuk menambah kemeriahan sekaligus membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal. Beragam makanan dan minuman tradisional ditawarkan dengan harga terjangkau agar semua kalangan bisa menikmati suasana perayaan tanpa khawatir soal biaya.

Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar. (Gambar ilustrasi)
Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar. (Gambar ilustrasi)

Menurutnya, festival ini bukan sekadar tempat berburu kuliner, tetapi juga wadah memperkenalkan kekayaan gastronomi daerah. Pengunjung dapat menemukan hidangan khas Tionghoa, Melayu, hingga Dayak yang menjadi bagian dari identitas kuliner Singkawang. Keberagaman ini menjadi daya tarik tersendiri yang memperkuat citra kota sebagai pusat harmoni budaya.

Momentum Imlek dan Cap Go Meh yang setiap tahun menarik ribuan orang dinilai sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Sektor kuliner menjadi salah satu tulang punggung yang mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyampaikan bahwa kehadiran Festival Kuliner semakin melengkapi daya tarik kota sebagai destinasi wisata budaya dan kuliner di Kalimantan Barat. Ia memastikan ketersediaan pusat kuliner selama perayaan berlangsung sehingga wisatawan tidak kesulitan mencari makanan, selain restoran dan rumah makan yang sudah ada.

Integrasi antara agenda budaya dan kegiatan ekonomi seperti festival kuliner diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan. Dengan begitu, dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat lokal akan semakin besar dan berkelanjutan.

Ke depan, Festival Kuliner diharapkan terus berkembang sebagai agenda tahunan pendukung Imlek dan Cap Go Meh. Dengan konsep yang semakin matang, Singkawang berpotensi memperkuat posisinya sebagai kota wisata budaya dan kuliner unggulan di Kalimantan Barat.

Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar. (Gambar ilustrasi)
Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar. (Gambar ilustrasi)

FAQ Seputar Festival Kuliner Imlek dan Cap Go Meh 2026

Kapan Festival Kuliner berlangsung?
28 Februari hingga 3 Maret 2026.

Di mana lokasi kegiatan?
Di kawasan Jalan Sejahtera dan Jalan Niaga, Singkawang.

Apa saja yang ditawarkan?
Beragam makanan dan minuman khas Singkawang dan sekitarnya dengan harga terjangkau.

Apa tujuan utama festival ini?
Memeriahkan Imlek dan Cap Go Meh sekaligus meningkatkan promosi kuliner serta perekonomian pelaku UMKM lokal.

Sabtu, 28 September 2024

Museum Wasaka: Menyusuri Sejarah Perjuangan Rakyat Kalimantan

 

Foto: Museum Wasaka/(instagram/@museum_wasaka)

Borneotribun.com - Museum Wasaka yang terletak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang wajib dikunjungi oleh pecinta sejarah dan budaya.

Nama "Wasaka" sendiri merupakan singkatan dari "Waja Sampai Kaputing", yang menjadi semboyan perjuangan rakyat Kalimantan Selatan dalam melawan penjajahan.

Museum ini menjadi simbol semangat dan tekad rakyat Kalimantan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Museum Wasaka menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan sejarah perjuangan rakyat Kalimantan.

Pengunjung dapat menemukan senjata-senjata tradisional yang digunakan pada masa perjuangan, seperti mandau dan tombak, serta benda-benda bersejarah lainnya yang menceritakan perlawanan terhadap penjajah.

Selain itu, museum ini juga memiliki dokumentasi foto dan arsip penting yang merekam momen-momen bersejarah dalam perjuangan kemerdekaan.

Museum Wasaka tidak hanya menyajikan artefak sejarah, tetapi juga menjadi tempat edukasi bagi generasi muda agar mereka mengenal dan menghargai perjuangan para pahlawan lokal.

Dengan memahami sejarah perjuangan di Kalimantan Selatan, kita bisa lebih menghargai nilai-nilai kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata.

Lokasi Museum Wasaka sangat mudah diakses, tepatnya di tepi Sungai Martapura, Banjarmasin.

Pengunjung dapat menikmati suasana kota sambil menyelami sejarah perjuangan rakyat Kalimantan.

Museum ini buka setiap hari dengan harga tiket yang sangat terjangkau, menjadikannya pilihan wisata edukasi yang ramah bagi keluarga.

Kamis, 26 September 2024

Dari Sejarah ke Kenangan: Menyusuri Keindahan Pasar Terapung Muara Kuin di Kalimantan Selatan

 

Keterangan foto: Pasar Terapung Muara Kuin, Kalimantan Selatan/(Foto Ilustrasi/(Aditya/@Borneotribun.com)
Keterangan foto: Pasar Terapung Muara Kuin, Kalimantan Selatan/(Foto Ilustrasi/(Aditya/@Borneotribun.com)

Borneotribun.com - Pasar Terapung Muara Kuin adalah salah satu destinasi wisata ikonik yang terletak di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Pasar ini terkenal dengan aktivitas perdagangan unik yang dilakukan di atas perahu di sepanjang Sungai Barito. 

Pasar terapung ini tidak hanya menjadi pusat ekonomi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang sangat populer bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. 

Kali ini, kita akan mengulas sejarah, keunikan, serta tips berkunjung ke Pasar Terapung Muara Kuin.

Pasar Terapung Muara Kuin sudah ada sejak zaman Kerajaan Banjar, yang menjadikan sungai sebagai jalur utama transportasi dan perdagangan. 

Aktivitas ekonomi di atas perahu-perahu kecil ini melibatkan masyarakat lokal yang tinggal di sekitar tepi sungai. 

Pada masa itu, perdagangan di pasar terapung menjadi pusat perekonomian utama, di mana pedagang dan pembeli bertemu untuk melakukan transaksi langsung di atas air.

Meskipun telah banyak pasar modern bermunculan di Banjarmasin, Pasar Terapung Muara Kuin masih bertahan dan menjadi simbol keberlangsungan budaya sungai yang sangat kental di masyarakat Banjarmasin. 

Hingga kini, pasar ini menjadi saksi bisu bagaimana kehidupan ekonomi di sungai masih terus berdenyut, dengan para pedagang menjajakan hasil bumi, makanan, hingga kerajinan tangan tradisional.

Salah satu hal yang paling menarik di Pasar Terapung Muara Kuin adalah cara transaksi yang dilakukan di atas perahu. 

Para pedagang menggunakan perahu tradisional yang disebut jukung, dan mereka mengayuh perahu dari satu titik ke titik lainnya di sepanjang sungai. 

Pembeli, baik dari perahu lain atau dari tepian sungai, dapat bertransaksi langsung dengan pedagang. 

Barang-barang yang dijual di pasar ini sangat beragam, mulai dari buah-buahan segar, sayuran, ikan, makanan khas Banjarmasin seperti soto banjar, hingga aneka suvenir khas Kalimantan. 

Selain itu, wisatawan juga bisa mencicipi sarapan di atas perahu sambil menikmati suasana pagi di Sungai Barito yang indah dan tenang.

Pasar Terapung Muara Kuin biasanya beroperasi sejak pagi buta, mulai sekitar pukul 05.00 hingga 07.00 WITA. 

Karena pasar ini beroperasi pada pagi hari, disarankan bagi pengunjung untuk datang lebih awal agar bisa melihat kesibukan pasar secara maksimal. 

Pada waktu-waktu ini, sinar matahari pagi menyinari permukaan sungai, menciptakan pemandangan yang menakjubkan dan pengalaman berbelanja yang tak terlupakan.

Namun, perlu diingat bahwa Pasar Terapung Muara Kuin sudah tidak seramai dahulu karena perkembangan zaman dan kehadiran pasar modern. 

Meski demikian, bagi wisatawan yang ingin merasakan nuansa otentik pasar terapung, kunjungan di waktu yang tepat tetap bisa memberikan pengalaman berkesan.

Sabtu, 15 Mei 2021

Antisipasi Lonjakan Pengunjung, Polresta Siagakan 204 Personel Di Destinasi Wisata


Pengamanan Destinasi Wisata Pantai Gading

Borneotribun Mataram, NTB Untuk menekan angka penularan Covid-19 di kota Mataram, Polresta Mataram siagakan 204 Personil di lokasi Destinasi Wisata di Kota Mataram. 

Kapolresta Mataram, Kombespol Hery Wahyudi SIK menyebutkan ada tiga lokasi pantai serta satu lokasi makam yang menjadi fokus pengamanan Kepolisian. 

Pemilihan tiga lokasi pantai sebagai fokus pengamanan, karena lokasi tersebut kerap di datangi warga kota Mataram maupun warga dari luar Kota Mataram. Selain ketiga pantai tersebut, Taman Wisata dan Makam Loang Baloq juga mendapat perhatian khusus pihak Kepolisian. Karena dilokasi tersebut setiap tahunnya dipadati warga dari berbagai penjuru. 

" Menindak lanjuti Surat Edaran Walikota Mataram terkait penutupan sementara destinasi wisata selama libur lebaran, Personil saya tugaskan untuk melakukan pengamanan di Lokasi-lokasi yang menjadi destinasi vaforit masyarakat. Karena saat ini masih pandemi Covid-19, kami imbau kepada masyarakat untuk sementara waktu tidak mendatangi tempat wisata," Terang Kapolresta, Sabtu (15/5/21). 

Untuk pengamanan, Polresta mengandalkan sinergitas antar instansi untuk kelancaran pengamanan. Petugas gabungan dari TNI - Polri dan Sat Pol PP Kota Mataram disebar untuk melaksanakan pengamanan di Pantai dan Taman Loang Baloq, Pantai Mapak Indah, Pantai Gading, dan Pantai Ampenan. 

‘’ Untuk memaksimalkan pengamanan, kami dari Polresta Mataram  menggandeng instansi terkait, tujuannya untuk meningkatkan sinergitas antar instansi,’’ Jelas Kapolresta.

Diakhir keterangannya, Perwira dengan melati tiga ini mengharapkan partisipasi dan kerjasama seluruh elemen untuk bersama-sama membantu menekan penyebaran Virus Corona di Wilayah Hukum Polresta Mataram. (Adbravo)