Berita BorneoTribun: Dinas Kesehatan hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Dinas Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dinas Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 April 2026

Ratusan Calhaj Barito Utara Ikuti Tes Fisik Untuk Persiapan Haji 2026

113 calon haji Barito Utara mengikuti tes kebugaran untuk memastikan kesiapan fisik jelang ibadah haji 2026 dan memenuhi syarat kesehatan istithaah. (Ilustrasi AI)
113 calon haji Barito Utara mengikuti tes kebugaran untuk memastikan kesiapan fisik jelang ibadah haji 2026 dan memenuhi syarat kesehatan istithaah. (Ilustrasi AI)

Barito Utara -- Sebanyak 113 calon haji (Calhaj) tahun 2026 asal Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengikuti kegiatan pengukuran kebugaran jasmani sebagai bagian dari persiapan fisik sebelum menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Kegiatan yang digelar di Muara Teweh ini menjadi langkah penting untuk memastikan para jamaah tidak hanya siap secara spiritual dan finansial, tetapi juga memiliki kondisi fisik yang memadai.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Barito Utara, Inayastika, mengatakan tes kebugaran merupakan salah satu indikator utama dalam menilai kesiapan calon jamaah haji.

“Tes kebugaran ini menjadi indikator penting untuk memastikan calon haji tidak hanya siap secara finansial dan spiritual, tetapi juga memiliki kesiapan fisik yang baik, khususnya dari aspek kardiovaskular atau jantung dan paru,” ujar Inayastika di Muara Teweh, Minggu.

Metode Tes Disesuaikan dengan Kondisi Jamaah

Dalam pelaksanaannya, metode tes kebugaran disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan usia peserta.

Untuk jamaah berusia di bawah 60 tahun, digunakan metode Rockport, yaitu berjalan cepat atau jogging sejauh 1,6 kilometer.

Sementara itu, untuk jamaah lanjut usia atau yang memiliki faktor risiko kesehatan tertentu, digunakan metode jalan selama enam menit dengan pengawasan tim medis.

Melalui metode tersebut, tim kesehatan dapat mengelompokkan tingkat kebugaran jamaah dalam kategori:

  • Kurang

  • Cukup

  • Baik

  • Sangat Baik

Hasil pengukuran ini nantinya menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi latihan fisik lanjutan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

“Melalui tes ini, kita dapat mengetahui tingkat kebugaran jamaah dan memberikan rekomendasi latihan fisik lanjutan yang sesuai,” tambah Inayastika.

Diawali Pemeriksaan Kesehatan Dasar

Sebelum mengikuti tes kebugaran, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan awal.

Pemeriksaan tersebut meliputi:

  • Pengukuran tekanan darah

  • Penimbangan berat badan

  • Pengukuran lingkar perut

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan peserta selama menjalani tes kebugaran.

Menurut Inayastika, kesiapan fisik yang optimal akan sangat membantu jamaah menjalankan rangkaian ibadah haji yang cukup menguras tenaga.

Ia berharap seluruh calon jamaah haji dapat mempersiapkan diri secara maksimal agar mampu menjalankan ibadah dengan lancar.

“Kami berharap jamaah calon haji dapat menjaga dan meningkatkan kebugaran fisiknya, sehingga dapat melaksanakan ibadah haji dengan nyaman, mandiri, dan memperoleh haji yang mabrur,” ujarnya.

Ibadah Haji Butuh Stamina yang Prima

Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi AR, menegaskan bahwa ibadah haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga membutuhkan kesiapan fisik yang optimal.

Menurutnya, sejumlah rangkaian ibadah haji seperti tawaf, sa’i, dan wukuf memerlukan stamina yang kuat. “Ibadah haji bukan hanya ibadah hati, tetapi juga ibadah fisik. Oleh karena itu, kemampuan kesehatan atau istithaah menjadi syarat utama agar jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman, lancar dan mandiri,” kata Pariadi.

Ia menjelaskan bahwa pengukuran kebugaran ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik jamaah sejak dini serta memberikan rekomendasi latihan yang sesuai.

Calon Jamaah Diminta Terapkan Pola Hidup Sehat

Pariadi juga mengingatkan bahwa kondisi kesehatan bersifat dinamis dan perlu dijaga secara berkelanjutan hingga mendekati waktu keberangkatan.

Para calon jamaah diimbau mulai menerapkan pola hidup sehat, seperti:

  • Mengonsumsi makanan bergizi

  • Rutin berolahraga minimal tiga kali seminggu

  • Menjaga berat badan ideal

  • Tidak memaksakan diri saat latihan

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para calon jamaah dapat memahami kondisi tubuhnya dan mulai menerapkan pola hidup sehat,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan peserta agar mengikuti tes kebugaran dengan jujur sesuai kemampuan masing-masing.

“Jangan memaksakan diri. Jadikan hasil tes ini sebagai acuan untuk meningkatkan kebugaran secara bertahap di rumah,” tegasnya.

Bagian dari Pembinaan Kesehatan Haji

Kegiatan pengukuran kebugaran ini merupakan bagian dari pembinaan kesehatan haji yang dilaksanakan oleh tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara.

Ratusan calon jamaah mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias sebagai langkah awal dalam mempersiapkan diri menuju Tanah Suci.

Pariadi berharap seluruh calon jamaah diberikan kesehatan, kemudahan, serta kelancaran dalam menjalankan ibadah hingga kembali ke Tanah Air.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Pengukuran Kebugaran Calon Jamaah Haji Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucap Pariadi.

FAQ

Apa tujuan tes kebugaran calon haji?

Tes kebugaran bertujuan memastikan calon jamaah memiliki kesiapan fisik yang cukup untuk menjalankan rangkaian ibadah haji yang membutuhkan stamina tinggi.

Apa metode tes kebugaran yang digunakan?

Metode Rockport (1,6 km) untuk usia di bawah 60 tahun, dan metode jalan 6 menit untuk lansia atau peserta dengan risiko kesehatan.

Mengapa kesiapan fisik penting bagi calon haji?

Karena rangkaian ibadah haji seperti tawaf, sa’i, dan wukuf membutuhkan kondisi fisik yang kuat dan stamina yang baik.

Berapa jumlah calon haji Barito Utara yang mengikuti tes?

Sebanyak 113 calon jamaah haji tahun 2026 mengikuti kegiatan pengukuran kebugaran ini.

Apa yang harus dilakukan calon haji setelah tes kebugaran?

Calon jamaah disarankan rutin berolahraga, menjaga pola makan sehat, dan mengikuti rekomendasi latihan dari tim kesehatan.

Rabu, 01 Maret 2023

Wujudkan Jaminan Kesehatan WBP, Rutan Bengkayang Kerjasama Dengan Dinas Kesehatan

Penandatanganan kerjasama antara Rutan Kelas IIB Bengkayang dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang.
Bengkayang, Kalbar - Antisipasi kesehatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Bengkayang Jalin kerjasama dengan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkayang.

Saat dikonfirmasi, Kepala Rutan, Keynes menyebutkan kerjasama ini adalah langkah untuk mewujudkan pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas dan meningkatkan kesadaran Warga Binaan Pemasyarakatan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkayang untuk hidup sehat.

"Kita sudah menjalin kerjasama dengan Dinkes Bengkayang terhitung 28 Februari 2023 melalui kepala Dinas, Rosalina Nungkat. Program upaya kesehatan perorangan (UKP) di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkayang yang meliputi pemeriksaan kesehatan, tenaga paramedis, logistik obat dan BMHP dan sarana prasarana pendukung, program penanggulangan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular, serta program pembinaan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkayang," Ujar Keynes, Rabu (1/3/2023).

Pada kesempatan lain Karutan Bengkayang melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan didampingi oleh Staf juga mengunjungi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkayang terkait izin Klinik dan Laik Hygiene, pada Senin (27/2/2023).

Hal tersebut dilakukan juga merupakan satu kesatuan tujuan utama untuk mencapai standar laik hygiene sanitasi jasa boga dan bersertifikasi halal di 2023.

Sertifikat Laik Hygiene Jasa Boga sendiri merupakan satu di antara syarat yang harus dipenuhi guna menjamin bahwa makanan yang diolah dan diproduksi sehat, bergizi dan higienis sesuai dengan Permenkumham Nomor 40 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaran Makanan bagi Tahanan, Anak dan Narapidana.

Oleh : Rinto Andreas
Editor : R. Hermanto 

Rabu, 15 Februari 2023

Kapolres Pimpin Rakor Penanganan Stunting dan Westing, Kadis Kesehatan : Jangan Sampai Anak Kurang Gizi

Kapolres Sekadau, AKBP Suyono didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Hendri Alpius.
Sekadau, Kalbar - Polres Sekadau menggelar rapat koordinasi mengenai peran serta Polri dan Bhayangkari dalam upaya penanganan stunting dan anak westing di Kabupaten Sekadau, Rabu (15/2/2023). 

Kapolres Sekadau, AKBP Suyono menyampaikan, pihaknya sangat mendukung dan ikut serta mendorong program pemerintah dalam penurunan angka stunting khususnya di Kabupaten Sekadau demi terwujudnya sumber daya manusia yang unggul. 

"Kami telah mendampingi Puskesmas dalam survei dan pendataan kasus stunting. Bersama Bhayangkari, kami telah menggelar kegiatan dalam peringatan Hari Gizi Nasional 2023," terangnya.

Sebagaimana diketahui, stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang dialami oleh balita yang mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan standarnya sehingga mengakibatkan dampak baik jangka pendek maupun jangka panjang. 

Tidak hanya sampai disitu, upaya akan terus dilakukan Polres Sekadau sebagai tindak lanjut dari Instruksi Kapolri dalam mendukung pemerintah menanggulangi permasalahan tersebut.

"Persoalan stunting tidak bisa dilakukan satu pihak saja, perlu kerjasama dengan seluruh stakeholder sehingga permasalahan stunting di wilayah kita pada dapat teratasi," kata Kapolres Sekadau.

Senada hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Hendri Alpius menerangkan bahwa angka stunting atau gizi buruk saat ini turun 24% dan sudah melebihi dari target 20%. Meski begitu, upaya penanganannya harus tetap dilaksanakan. 

"Kami berharap peran serta seluruh stakeholder dalam upaya meningkatkan pelayanan kasus stunting. Terutama jangan sampai ada anak yang kurang gizi dan ibu hamil juga akan terus kita pantau agar kedepannya penurunan stunting di Kabupaten Sekadau ini bisa terus meningkat," ujarnya.

Kegiatan diisi dialog dan tanya jawab mengenai langkah kedepan dalam pencegahan stunting dan westing, termasuk upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam perilaku hidup bersih dan sehat.

Hadir dalam kegiatan pejabat utama Polres Sekadau, Kepala Puskesmas, Kapolsek jajaran, Ketua Bhayangkari Cabang Sekadau, Ny. Lenny Suyono beserta pengurus Bhayangkari.

Oleh : Mul/Hermanto 
Editor : R. Hermanto

Selasa, 12 Juli 2022

BINDA Gandeng Puskesmas Disanggau Gencarkan Vaksinasi


Vaksinasi Massal (Kor/Borneotribun)

Borneotribun Sanggau, Kalbar - Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kalbar kembali  menggelar vaksinasi COVID-19, Salah satu kegiatan yang di lakukan BINDA Kalbar yang berada di Kabupaten Sanggau, dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau melalui Puskesmas Sanggau dan Puskesmas Tanjung Sekayam. 

Kegiatan Vaksinasi tersebut di laksanakan di wilayah kecamatan kapuas dengan menyasar masyarakat yang belum melakukan Vaksin baik Vaksin Pertama, Kedua maupun Booster. 

Kepala Puskesmas Sanggau dr Yuliana Yuli Exlasia mengapresiasi atas keterlibatan BIN dalam membantu kegiatan Vaksinasi Covid-19 Di Wilayah Kecamatan Kapuas. 

"Terimakasih, Untuk puskesmas Sanggau itu sendiri telah melaksanakan vaksinasi masal yang di dukung oleh BIN," Ujar dr Yuliana Yuli Exlasia, pada senin (11/07/2022). 

Kepala Puskesmas Termuda ini juga menuturkan bahkan kegiatan Vaksinasi tersebut sudah berlangsung sejak 23 juni hingga tanggal 9 juli 2022 dan pelaksanaan tersebut telah di lakukan di berbagai tempat di wilayah kerja puskesmas sanggau. 

"Pelaksanaan ini juga di lakukan dengan metode door to door jadi kami mengambil sasaran dengan datang ke rumah rumah warga," tambah  dr Yuliana Yuli Exlasia.

Dirinya berharap kegiatan Vaksinasi yang berkerja sama dengan BIN ini dapat terus berlanjut.

"Harapan kami Puskesmas Sanggau, kerjasama ini dapat terus berlanjut,dan masyarakat sanggau dapat memanfaatkan momen ini agar mendapatkan Vaksinasi Covid-19 secara lengkap," Ujar dr Yuliana Yuli Exlasia.

Reporter : Tim Liputan
Editor      : R. Hermanto