Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Edi Rusdi Kamtono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edi Rusdi Kamtono. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juni 2026

Petugas BPS Mulai Ketuk Pintu Warga Pontianak, Wali Kota Jadi Warga Pertama yang Didata

Sensus Ekonomi 2026 di Pontianak dimulai 15 Juni–31 Agustus. BPS mendata aktivitas ekonomi warga hingga sektor digital untuk perencanaan pembangunan.
Sensus Ekonomi 2026 di Pontianak dimulai 15 Juni–31 Agustus. BPS mendata aktivitas ekonomi warga hingga sektor digital untuk perencanaan pembangunan.

PONTIANAK - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. 

Kegiatan pendataan ini dilakukan langsung ke lapangan, termasuk mendata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang menerima petugas di rumahnya pada Senin (22/6/2026) pagi.

Pelaksanaan sensus dilakukan dengan mendatangi rumah warga serta pelaku usaha untuk mengumpulkan data aktivitas ekonomi masyarakat. 

Pendataan mencakup jumlah anggota keluarga, pekerjaan, aktivitas usaha, hingga aset yang dimiliki.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang didampingi istrinya, Yanieta Arbiastutie, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. 

Ia menilai data tersebut penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

“Sensus Ekonomi ini bertujuan untuk mendata kondisi ekonomi masyarakat Kota Pontianak. Nantinya petugas BPS akan mengunjungi rumah-rumah warga untuk mengumpulkan data terkait jumlah penghuni dalam kartu keluarga, pekerjaan, aktivitas ekonomi, hingga aset yang dimiliki,” ujar Edi.

Ia menambahkan, data hasil sensus akan menjadi acuan penting dalam penyusunan program pembangunan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk dalam menarik minat investor.

“Data ini akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai program dan kebijakan. Kondisi ekonomi suatu daerah akan menentukan minat investor,” katanya.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPS Kota Pontianak, Amad Badar, mengatakan pelaksanaan sensus berjalan sesuai rencana sejak dimulai pada 15 Juni 2026. 

Petugas telah diterjunkan untuk mendata rumah tangga hingga pelaku usaha di seluruh wilayah kota.

Ia menegaskan, pendataan tidak hanya menyasar usaha konvensional, tetapi juga sektor ekonomi digital yang berkembang pesat.

“Tidak hanya usaha yang tampak secara fisik. Aktivitas ekonomi yang dijalankan dari rumah, seperti jual beli online maupun profesi digital seperti konten kreator dan influencer, juga menjadi bagian dari Sensus Ekonomi,” jelasnya.

BPS menilai data ekonomi kreatif dan digital memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi sehingga perlu dihimpun secara akurat. 

Untuk menjaga kualitas data, verifikasi dilakukan dengan berbagai sumber pembanding dari tingkat nasional hingga daerah.

Amad juga mengimbau masyarakat agar menerima petugas sensus dan memberikan jawaban sesuai kondisi sebenarnya. 

Seluruh data dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.

Oleh: Slamet

Wali Kota Pontianak Minta Warga Jujur Beri Data untuk Sensus Ekonomi 2026

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono ajak warga berikan data jujur Sensus Ekonomi 2026 untuk mendukung pembangunan dan kebijakan ekonomi daerah.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono ajak warga berikan data jujur Sensus Ekonomi 2026 untuk mendukung pembangunan dan kebijakan ekonomi daerah.

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat dan pelaku usaha memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di kawasan Car Free Day Ayani Megamall Pontianak, Minggu (21/6/2026).

Ajakan itu disampaikan saat kegiatan zumba massal yang menjadi bagian dari pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik. Menurut Edi, sensus yang dilakukan setiap 10 tahun sekali ini sangat penting untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menegaskan, sebagai kota perdagangan dan jasa, Pontianak membutuhkan data yang tepat untuk mendukung perumusan kebijakan pembangunan, mulai dari penguatan UMKM, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Bagi Kota Pontianak yang dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa, data ekonomi yang akurat sangat diperlukan untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Edi juga menjelaskan, petugas sensus akan turun langsung ke lapangan secara door-to-door pada Juni hingga Agustus 2026 dengan identitas resmi BPS berupa rompi dan kartu tanda pengenal. Ia meminta masyarakat untuk menerima petugas dengan baik serta memberikan informasi secara jujur dan lengkap.

“Sensus Ekonomi 2026 ini banyak manfaatnya untuk kita mendapatkan data yang paling akurat, untuk mendukung pembangunan,” kata Edi.

Ia juga menegaskan, seluruh data masyarakat akan dijaga kerahasiaannya. “Perlu saya tegaskan bahwa seluruh data yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya. Jadi masyarakat tidak perlu takut. Data ini hanya untuk kepentingan statistik,” ujarnya.

Edi menilai kualitas data akan sangat menentukan arah kebijakan pembangunan. Data yang tidak akurat berisiko membuat program tidak tepat sasaran, sementara data yang valid akan membantu pemerintah memahami kondisi ekonomi secara menyeluruh.

Ia berharap Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar dengan dukungan masyarakat. Pemkot Pontianak juga menegaskan komitmen melanjutkan pembangunan prioritas seperti trotoar, waterfront, drainase, ruang terbuka hijau, serta penguatan ruang usaha UMKM.

“Marilah bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi membangun kota ini,” ujarnya.

Oleh: Slamet Ardiansyah

Senin, 18 Mei 2026

Sambut HUT ke-51, Perumda Tirta Khatulistiwa Beri Diskon Aktivasi Sambungan Air

Perumda Tirta Khatulistiwa diminta meningkatkan layanan air bersih di Pontianak saat HUT ke-51, termasuk menekan kebocoran air dan memperkuat layanan digital.
Perumda Tirta Khatulistiwa diminta meningkatkan layanan air bersih di Pontianak saat HUT ke-51, termasuk menekan kebocoran air dan memperkuat layanan digital.

PONTIANAK - Memasuki usia ke-51 tahun, Perumda Tirta Khatulistiwa diminta terus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Pontianak. Hal itu disampaikan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono usai memimpin apel peringatan HUT ke-51 Perumda Tirta Khatulistiwa, Senin (18/5/2026) di Pontianak.

Edi menegaskan pelayanan profesional dan kepuasan pelanggan harus menjadi prioritas utama perusahaan daerah tersebut. Menurutnya, meski kapasitas produksi air bersih telah mencapai 2.358 liter per detik dengan cakupan pelayanan 90,54 persen, peningkatan kualitas layanan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Saya menekankan di usia ke-51 ini agar PDAM terus bekerja meningkatkan kualitas pelayanan secara profesional, menjadikan pelanggan atau masyarakat sebagai model dalam memberikan kepuasan terhadap layanan air bersih,” ujarnya.

Ia menjelaskan tantangan penyediaan air bersih tidak hanya terkait infrastruktur, tetapi juga kondisi air baku. Salah satu ancaman yang dihadapi adalah intrusi air laut di Sungai Kapuas yang dapat memengaruhi kualitas air.

Menurut Edi, seluruh pegawai harus bekerja disiplin dan profesional dengan tetap menjaga transparansi serta integritas dalam pelayanan.

Selain kualitas layanan, Pemkot Pontianak juga menyoroti tingginya angka kebocoran air atau non revenue water (NRW). Saat ini tingkat kebocoran tercatat 28,77 persen dan ditargetkan turun hingga di bawah 28 persen.

“Kebocoran itu disebabkan jaringan distribusi yang sebagian sudah tua dan rusak. Itu harus diganti. Saya minta ditekan di bawah 28 persen,” tegasnya.

Edi juga meminta Perumda Tirta Khatulistiwa memperkuat inovasi layanan berbasis digital. Pengembangan itu meliputi pengelolaan data pelanggan, sistem pembayaran hingga layanan pengaduan masyarakat agar lebih cepat dan responsif.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Khatulistiwa Abdullah mengatakan pihaknya terus berupaya memenuhi target pelayanan yang telah ditetapkan.

Ia menyebut kapasitas produksi air meningkat setelah Instalasi Pengolahan Air Nipah Kuning berkapasitas 300 liter per detik mulai beroperasi.

“Dengan selesainya dan beroperasinya instalasi Nipah Kuning 300 liter per detik, sekarang total kapasitas kami menjadi 2.358 liter per detik,” katanya.

Selain itu, Perumda Tirta Khatulistiwa juga menargetkan penurunan tingkat kebocoran air menjadi 28,6 persen pada tahun ini.

Dalam rangka HUT ke-51, perusahaan daerah tersebut turut menghadirkan program diskon 51 persen bagi pelanggan pasif yang ingin mengaktifkan kembali sambungan air. Program itu berlaku untuk pelanggan yang sudah tidak aktif lebih dari empat bulan.

“Diskonnya 51 persen, sesuai HUT ke-51. Ini untuk pelanggan pasif yang membuka sambungan kembali, khususnya yang sudah empat bulan ke atas,” ungkap Abdullah.

Program diskon berlaku bagi golongan rumah tangga 2A1, 2A2, dan 2A3 mulai 18 Mei hingga 31 Juli 2026. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat kembali menikmati layanan air bersih sekaligus meningkatkan jumlah pelanggan aktif di Kota Pontianak. (Slamet)

Minggu, 26 April 2026

Perguruan Tinggi Di Pontianak Dinilai Jadi Motor IPM Dan Penggerak Ekonomi Kota

Perguruan tinggi di Pontianak dinilai berperan besar meningkatkan IPM dan ekonomi kota. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya sinergi kampus dan pemerintah.
Perguruan tinggi di Pontianak dinilai berperan besar meningkatkan IPM dan ekonomi kota. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya sinergi kampus dan pemerintah.

Pontianak — Keberadaan perguruan tinggi di Kota Pontianak dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Peran tersebut semakin terlihat seiring meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota yang kini masuk kategori sangat tinggi.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa sektor pendidikan tinggi memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan Gedung Leopold Mandic di Universitas Widya Dharma Pontianak, Sabtu (25/4/2026).

Menurut Edi Rusdi Kamtono, posisi Pontianak sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, dan pendidikan menjadi fondasi penting dalam mendukung capaian IPM yang saat ini mencapai angka 82,80.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap kualitas masyarakat, termasuk dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi.

Edi Rusdi Kamtono menekankan bahwa pembangunan manusia tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi juga pada kolaborasi antara pemerintah dan institusi pendidikan tinggi.

Perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, budaya, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Kehadiran kampus di berbagai wilayah kota diharapkan mampu melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan pembangunan daerah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Selain berdampak pada sektor pendidikan, aktivitas mahasiswa juga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Jumlah mahasiswa di Pontianak yang mencapai puluhan ribu orang, termasuk sekitar 43 ribu mahasiswa dari luar daerah, turut menghidupkan berbagai sektor ekonomi seperti hunian, kuliner, transportasi, hingga jasa lainnya.

Perputaran ekonomi dari kebutuhan mahasiswa dinilai membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar kampus, sekaligus memperluas peluang usaha baru.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga berdampak langsung pada dinamika ekonomi kota.

Di tengah pertumbuhan kota, Pontianak juga menghadapi berbagai tantangan perkotaan, seperti pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, dan kepadatan lalu lintas.

Dengan jumlah penduduk yang mendekati 700 ribu jiwa, kebutuhan akan solusi inovatif dinilai semakin mendesak.

Edi Rusdi Kamtono menilai keterlibatan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menciptakan inovasi yang mampu menjawab persoalan kota secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah diharapkan menghasilkan penelitian serta teknologi yang dapat diterapkan langsung di masyarakat.

Ketua Yayasan Widya Dharma, Polycarpus Widjaja Tandra, menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya fokus pada aktivitas akademik di dalam kampus.

Menurut Polycarpus Widjaja Tandra, institusi pendidikan tinggi harus aktif berkontribusi dalam kehidupan masyarakat serta mendukung program pembangunan pemerintah daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui upaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di Kota Pontianak.

Kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan pendidikan, tetapi juga pada pengembangan inovasi, ekonomi kreatif, serta peningkatan kualitas lingkungan kota.

Dengan dukungan seluruh pihak, pembangunan sumber daya manusia di Pontianak diharapkan terus meningkat dan mampu memperkuat daya saing daerah di tingkat regional maupun nasional.

FAQ

Apa peran perguruan tinggi terhadap IPM Pontianak?

Perguruan tinggi berperan meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat, sehingga mendukung peningkatan nilai IPM Pontianak.

Berapa nilai IPM Kota Pontianak saat ini?

IPM Kota Pontianak tercatat mencapai angka 82,80, yang masuk kategori sangat tinggi.

Bagaimana mahasiswa mempengaruhi ekonomi kota?

Mahasiswa mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebutuhan hunian, makanan, transportasi, serta berbagai layanan jasa di sekitar kampus.

Apa tantangan utama Kota Pontianak saat ini?

Tantangan utama meliputi pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, dan pengaturan lalu lintas di tengah pertumbuhan penduduk.

Mengapa kolaborasi kampus dan pemerintah penting?

Kolaborasi memungkinkan lahirnya inovasi dan solusi berbasis riset untuk mengatasi berbagai persoalan perkotaan secara berkelanjutan.

Oleh: Slamet

Sabtu, 04 April 2026

Pemkot Pontianak Tertibkan PKL Waterfront, Fokus Keindahan Kota

Satpol PP Pontianak menertibkan PKL dan jemuran di kawasan Waterfront demi menjaga ketertiban, estetika, dan mendukung pengembangan wisata kota. (Ilustrasi)
Satpol PP Pontianak menertibkan PKL dan jemuran di kawasan Waterfront demi menjaga ketertiban, estetika, dan mendukung pengembangan wisata kota. (Ilustrasi)

PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak mulai serius membenahi kawasan Waterfront sebagai salah satu ikon kota di tepian Sungai Kapuas. Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) hingga aktivitas warga yang dinilai mengganggu estetika mulai dilakukan secara bertahap.

Kepala Satpol PP Kota Pontianak, Ahmad Sudiyantoro, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar penegakan aturan, tapi juga bagian dari upaya besar menata wajah kota agar lebih nyaman dan menarik.

“Penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan aktivitas warga di kawasan Waterfront menjadi langkah awal dalam mendukung penataan lanjutan kawasan tepian Sungai Kapuas sebagai ikon kota dan destinasi wisata,” ujarnya di Pontianak, Jumat.

Penegakan Perda Dan Program Jumat ASRI

Penertiban ini mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2021 tentang ketenteraman dan ketertiban umum. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Jumat ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digalakkan Pemerintah Kota Pontianak.

Menurut Ahmad, lapak PKL yang sebelumnya berada di sepanjang pagar Waterfront kini diarahkan untuk ditempatkan di luar area tersebut. Hal ini dilakukan demi menjaga kenyamanan pengunjung.

“Lapak PKL kami arahkan agar ditempatkan di luar kawasan pagar Waterfront karena mengganggu kenyamanan. Begitu juga jemuran warga, tidak lagi dipasang di pagar karena merusak keindahan kawasan,” jelasnya.

Pendekatan Persuasif Libatkan Warga

Menariknya, penertiban ini tidak dilakukan secara kaku. Satpol PP bersama aparat kecamatan dan kelurahan juga mengedepankan pendekatan persuasif dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat.

Camat Pontianak Selatan, Wulanda Anjaswari, mengatakan bahwa upaya ini merupakan bagian dari penataan berkelanjutan agar kawasan Waterfront semakin nyaman digunakan oleh masyarakat.

“Kawasan ini bukan hanya tempat rekreasi, tapi juga destinasi wisata. Jadi kebersihan, ketertiban, dan kerapian harus dijaga bersama,” ujarnya.

Waterfront Akan Dikembangkan Lebih Modern

Penertiban ini juga sejalan dengan rencana besar Pemerintah Kota Pontianak untuk melanjutkan pembangunan kawasan Waterfront pada tahun 2026 dengan skema multiyears selama tiga tahun.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut pengembangan akan difokuskan dari kawasan Gang Kamboja hingga Gang H Mursyid dengan konsep modern, ramah lingkungan, dan tetap mengangkat kearifan lokal.

“Penataan ini bertujuan memperkuat wajah kota sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata,” katanya.

Dorong Ekonomi Dan Daya Tarik Wisata

Dengan penataan yang lebih rapi dan tertib, kawasan Waterfront diharapkan tidak hanya menjadi ruang publik yang nyaman, tetapi juga mampu menarik lebih banyak wisatawan.

Selain itu, peluang ekonomi bagi masyarakat juga diprediksi akan meningkat, terutama bagi pelaku usaha yang nantinya ditempatkan di lokasi yang lebih tertata.

Pemerintah Kota Pontianak optimistis, langkah penertiban yang dilakukan secara bertahap ini akan membawa dampak positif jangka panjang bagi kota.

FAQ

1. Kenapa PKL ditertibkan di Waterfront Pontianak?
Karena keberadaan lapak di pagar Waterfront dinilai mengganggu kenyamanan, ketertiban, dan keindahan kawasan publik.

2. Apakah PKL dilarang berjualan?
Tidak. PKL tetap diperbolehkan berjualan, namun diarahkan ke lokasi yang lebih tertata di luar area pagar Waterfront.

3. Apa itu program Jumat ASRI?
Program kebersihan dan penataan lingkungan dengan konsep Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

4. Kapan pembangunan Waterfront dilanjutkan?
Direncanakan mulai 2026 dengan sistem multiyears selama tiga tahun.

5. Apa tujuan utama penataan Waterfront?
Untuk meningkatkan estetika kota, kenyamanan publik, serta mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Kamis, 28 Agustus 2025

Wali Kota Pontianak: Investasi Waralaba Dukung Ekonomi Pontianak dan Serap Tenaga Kerja

Wali Kota Pontianak: Investasi Waralaba Dukung Ekonomi Pontianak dan Serap Tenaga Kerja
Wali Kota Pontianak: Investasi Waralaba Dukung Ekonomi Pontianak dan Serap Tenaga Kerja.
Pontianak - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan kota Pontianak sangat terbuka terhadap masuknya investasi, khususnya di sektor perdagangan dan jasa. 

Menurutnya, kehadiran usaha waralaba internasional seperti restoran dan hotel akan memberikan dampak nyata, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Ia menjelaskan, Pontianak sangat terbuka untuk masuknya investasi. Namun, keterbatasan lahan membuat investasi lebih banyak bergerak di bidang jasa dan perdagangan, seperti restoran, kafe, hotel, rumah kos, dan sektor penunjang lainnya.

Kehadiran investasi seperti waralaba internasional di sektor food and beverage (F&B) dan jaringan hotel di level multinasional menjadi bukti bahwa Pontianak merupakan kota yang terbuka dan memiliki potensi tinggi bagi pelaku usaha.

“Pontianak ini kota perdagangan dan jasa. Kami terbuka untuk investasi, terutama di sektor  restoran, kafe, maupun hotel yang sangat relevan dan strategis bagi kita,” kata Wali kota Edi kepada wartawan.

Menurut Edi, investasi yang masuk akan berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal serta pertumbuhan ekonomi kota. 

Saat ini, tingkat pengangguran di Pontianak berada di angka 8,29%, namun ia menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia yang cerdas dan terampil agar mampu bekerja di mana pun.

Edi menambahkan bahwa dukungan pemerintah kota terhadap investasi dilakukan melalui pembangunan infrastruktur yang memadai, kemudahan perizinan, serta program strategis untuk memperluas peluang usaha. 

Komitmen ini diwujudkan dengan penguatan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang segera dilengkapi dengan Klinik Investasi sebagai upaya memberikan kemudahan layanan bagi para investor. 

"Investasi harus disuport dengan cara kita membangun kualitas infrastruktur yang baik dan regulasi yang ramah," tegasnya.

Menciptakan Cash flow

Wali Kota Pontianak: Investasi Waralaba Dukung Ekonomi Pontianak dan Serap Tenaga Kerja
Wali Kota Pontianak: Investasi Waralaba Dukung Ekonomi Pontianak dan Serap Tenaga Kerja.
Hal senada disampaikan Ekonom Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak, Muhammad Fahmi. 

Menurutnya, masuknya modal ke suatu daerah akan menciptakan aliran uang (cash flow) yang dapat menggerakkan roda perekonomian lokal dengan efek berganda.

“Investasi merupakan salah satu pemicu utama pertumbuhan ekonomi. Dampaknya bersifat multiplier effect dengan mendorong pembangunan fisik, menyerap tenaga kerja lokal, sekaligus menumbuhkan sektor-sektor pendukung lainnya. Paling tidak, kawasan sekitar akan ikut hidup dan memberi efek berkelanjutan pada perputaran roda ekonomi,” jelas Fahmi.

Ia mencontohkan masuknya gerai makanan berskala internasional ke Pontianak sebagai bukti nyata dampak positif investasi. Kehadiran waralaba besar ini tidak hanya persoalan konsumsi makanan semata, tetapi membawa efek domino pembangunan fisik yang melibatkan pemasok lokal, penerimaan pajak daerah, penyerapan tenaga kerja, hingga peluang bagi UMKM setempat untuk masuk ke rantai pasok sektor makanan dan minuman.

“Pontianak sebagai kota kuliner dan perdagangan sangat potensial menjadi magnet investasi di Kalimantan Barat. Dengan sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, kehadiran investasi baru diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Jumat, 22 Desember 2023

Pemkot Pontianak Luncurkan Mal Pelayanan Publik

Pemkot Pontianak Luncurkan Mal Pelayanan Publik
Peresmian Mal Pelayanan Publik Pontianak (ANTARA/Prokopim PTk)
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Edi Rusdi Kamtono meluncurkan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang terintegrasi guna memudahkan masyarakat mengakses layanan pemerintah daerah (pemda).

"Di MPP bukan hanya urusan administrasi, tapi juga tersedia ruang investasi untuk business matching dan kafetaria," ujarnya setelah peluncuran MPP Kota Pontianak yang ditandai penandatangan prasasti di Gedung MPP Jalan Kapten Marsan, Jumat.

Selain menyediakan 21 jenis pelayanan publik, MPP itu juga menandai dimulainya penataan waterfront dengan lebih lengkap. Artinya, kata dia, penyempurnaan wajah baru Kota Pontianak terus berjalan.

Tepat sehari sebelum masa jabatannya berakhir sebagai Wali Kota, Edi menaruh impian besar terhadap fungsi MPP maupun keberlanjutan penataan waterfront.

"Keberadaan MPP ini akan memberikan nuansa baru di kawasan waterfront sehingga aktivitas perekonomian di sini kembali menggeliat," katanya.

Didampingi Forkopimda Kota Pontianak beserta Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin, Edi menyusuri satu persatu ruangan di MPP.  Ia mengatakan MPP berada di bawah tanggung jawab Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pontianak.

"Gedung DPMPTSP juga akan pindah di sini, menyatu dengan MPP,” paparnya.

Kepala DPMPTSP Hidayati menambahkan MPP direncanakan beroperasi pada 24 Januari 2024 sekaligus menjalani masa uji coba dalam kurun waktu enam bulan. Pada bulan Juni, MPP akan diresmikan oleh pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

“MPP adalah amanat Peraturan Menteri PANRB agar pelayanan publik lebih terintegrasi,” imbuhnya.

Kawasan di MPP yang berada di Pasar Kapuas Indah adalah pasar moderen pertama di Kalbar yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1975. Pasar itu kemudian bertransformasi menjadi pusat perbelanjaan.

Transformasi itu terus berlanjut hingga kini dimanfaatkan Pemkot Pontianak untu MPP di lantai tiga. MPP juga dapat mengembalikan kejayaan tepian Sungai Kapuas yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat.

Source : Antara/Dedi

Rabu, 20 Desember 2023

Pemberian Penghargaan Wali Kota Pontianak untuk Insan Pendidikan dan Kebudayaan

Pemberian Penghargaan Wali Kota Pontianak untuk Insan Pendidikan dan Kebudayaan
Foto: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan piagam penghargaan kepada instansi atas dukungannya pada dunia pendidikan dan kebudayaan. (ANTARA/Prokopim PTk)
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menghargai kontribusi insan pendidikan dan kebudayaan dengan memberikan sejumlah penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi mereka dalam memajukan sektor tersebut di Kota Khatulistiwa. Pemberian penghargaan ini dilakukan pada hari Rabu di Pontianak.

Edi menyatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap para insan pendidikan dan kebudayaan yang telah berkomitmen tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pontianak. 

Harapannya, penghargaan ini dapat menjadi sumber motivasi bagi mereka untuk terus berupaya dalam mengembangkan dunia pendidikan di kota tersebut.

Wali Kota menganggap bahwa faktor pendidikan memiliki dampak yang signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya di Kota Pontianak. Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus utama secara nasional.

Selama lima tahun terakhir, Kota Pontianak telah menyaksikan peningkatan yang signifikan dalam sarana dan prasarana pendidikan. 

Pembangunan sekolah yang masif dan peningkatan kualitas guru menjadi bukti nyata dari komitmen tersebut.

Edi Rusdi Kamtono juga menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan upaya merekrut lebih dari 800 guru honorer sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 
Menurutnya, dengan peningkatan kualitas SDM warga Kota Pontianak, proses pembangunan akan menjadi lebih cepat dan merata.

Lebih lanjut, Edi menggarisbawahi pentingnya pendidikan berkualitas, yang tidak hanya memberikan pengetahuan tertulis, tetapi juga merangsang kreativitas dan kecerdasan peserta didik. 

Melalui implementasi Kurikulum Merdeka, Edi berharap Kepala Sekolah dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bagi peserta didik dengan memanfaatkan potensi lokal.

Wali Kota juga menyoroti peran guru di era modern, khususnya ketika menghadapi Generasi Z dan Generasi Alpha. Edi mengajak para pendidik untuk mahir menggunakan teknologi, terutama dalam konteks era metaverse.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti, mengumumkan bahwa pada tahun 2023, pihaknya menerima 15 penghargaan atas pencapaian program kegiatan strategis nasional Pendidikan Dasar Menengah (PDM) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi. 

Penghargaan tersebut juga diberikan kepada kepala sekolah dan guru yang telah menunjukkan upaya di luar ekspektasi.

Sri Sujiarti menegaskan bahwa pemberian penghargaan kepada insan pendidikan di lingkungan Disdikbud Kota Pontianak merupakan inisiatif pertama kali. 

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi tradisi yang berkelanjutan sebagai wujud apresiasi terhadap kinerja luar biasa para guru.

Sumber: Antara/Dedi

Minggu, 03 Desember 2023

Walkot Pontianak Puji Aksi 50 Barber Potong Rambut Untuk Palestina

Foto: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono ikut memangkas rambut Branch Manager Rumah Zakat Kalbar Asrul Putra Nanda pada aksi sosial 'Potong Rambut Bayar Seiklasnya, Aksi Peduli Palestina' yang digelar Rumah Zakat di Bundaran Digulis Untan, Minggu (3/12/2023) (ANTARA/Prokopimda PTK).
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memuji aksi 50 barber melalui koordinasi Rumah Zakat Kalbar yang melakukan aksi potong rambut dengan bayar seikhlasnya dan kemudian hasilnya disumbangkan untuk Palestina.

“Aksi ini sebagai bentuk kepedulian mereka yang mana para barber ini mengajarkan kepada kita semua betapa pentingnya saling berbagi dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan seperti untuk Palestina tanpa memandang perbedaan atau batasan apapun,” ujarnya di Pontianak, Minggu.

Ia menambahkan melalui aksi itu para barber telah membuktikan bahwa setiap orang dalam kapasitasnya masing-masing dapat berkontribusi untuk menyebarkan kebaikan dan memberikan harapan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan.

"Saya sangat mengapresiasi aksi yang diinisiasi Rumah Zakat dengan melibatkan para barber atau pemangkas rambut sebagai bentuk dukungan dan bantuan nyata demi kemanusiaan," ucapnya.

Ia menilai aksi ini juga menjadi inspirasi bagi banyak orang lainnya untuk melakukan sesuatu yang nyata dan bermakna dalam menghadapi situasi sulit di berbagai belahan dunia. Dalam setiap potongan rambut, mereka mengingatkan kita semua akan kekuatan solidaritas dan kepedulian yang dapat merangkul dan mengubah kehidupan seseorang.

“'Potong Rambut Bayar Seikhlasnya' sebagai bentuk kepedulian para barber terhadap penderitaan rakyat Palestina ini telah memberikan pelajaran berharga tentang kekuatan, kebaikan dan kerja sama dalam merangkul dunia yang lebih adil dan berempati,” tuturnya.

Sementara itu, Branch Manager Rumah Zakat Kalbar Asrul Putra mengatakan di tengah konflik yang sedang terjadi di Palestina, di mana masyarakat Palestina sedang menghadapi penderitaan dan kesulitan yang tak terbayangkan, ada kelompok individu yang berusaha memberikan dukungan dan bantuan nyata untuk mereka, seperti aksi yang dilakukan oleh para barber.

“Para barber ini menggunakan keahlian mereka dalam seni memangkas rambut untuk menggalang dana dan memberikan sumbangan kepada masyarakat Palestina yang membutuhkan,” ungkapnya.

Ia menceritakan, aksi ini berawal dari ide dan tekad kuat sekelompok barber yang merasa tergerak untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar mencukur rambut pelanggan mereka. Mereka ingin berkontribusi dalam menyebarkan kesadaran tentang konflik yang sedang berlangsung dan membantu meringankan beban yang ditanggung oleh rakyat Palestina.

“Tidak ada harga yang ditetapkan untuk potongan rambut, hanya semangat saling membantu yang menjadi fokus utama,” ucapnya.

Warga yang melintas di Bundaran Digulis Untan, secara spontan berdatangan untuk dipangkas rambutnya. Mereka begitu antusias melihat aksi yang dilakukan ini sebagai bentuk dukungan membantu rakyat Palestina. Satu di antaranya Muis. Ia datang ke lokasi ini untuk dipangkas rambutnya sekaligus ingin memberikan dukungan kepada Palestina.

“Kebetulan rambut saya sudah mulai panjang dan saya juga melihat aksi ini ditujukan untuk membantu bangsa Palestina yang tengah tertimpa musibah, makanya saya datang ke sini,” sebut mahasiswa di salah satu perguruan tinggi ini.

Dalam aksi tersebut Asrul Putra menjadi orang pertama yang dipangkas rambutnya oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Dengan menggunakan alat cukur, Edi dengan perlahan mencukur bagian demi bagian rambut Asrul. Meski tak tuntas, pekerjaan memangkas itu dilanjutkan satu di antara 50 barber yang ikut berpartisipasi.

Walkot Pontianak Mendorong Kolaborasi Komunitas dan Relawan untuk Pembangunan

Foto: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengalungkan kain selempang kepada anggota komunitas. (ANTARA/Prokopimda PTK).
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menekankan pentingnya peran komunitas dan relawan dalam mendukung pembangunan di Kota Khatulistiwa. Dalam acara pembukaan Jambore Relawan Rumah Komunitas Pontianak (Rumpon), ia menyoroti kebutuhan kolaborasi untuk menyelesaikan beragam masalah di kota tersebut.

Edi Rusdi Kamtono menjelaskan bahwa saat ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah bekerja sama dengan berbagai komunitas di Kota Pontianak untuk menangani masalah-masalah yang ada. Ia mencontohkan keterlibatan Rumpon dalam berbagai kegiatan pembangunan, seperti membersihkan lingkungan pada berbagai kesempatan.

Menurutnya, kehadiran komunitas di lapangan sangat berarti bagi masyarakat, bukan hanya sebagai formalitas belaka. Oleh karena itu, ia mendorong pembinaan dan keterlibatan aktif komunitas dalam kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pontianak.

Sementara itu, Ketua Rumpon, Ario Sabrang, menjelaskan bahwa Jambore Relawan diikuti oleh 30 komunitas dengan berbagai agenda seperti diskusi, rapat divisi, hingga menonton film dokumenter yang mengangkat profil pembangunan Kota Pontianak.

Acara juga melibatkan kunjungan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Layang untuk memperkenalkan masalah sampah di Kota Pontianak dan ajakan kepada komunitas untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah organik.

Selanjutnya, peserta juga diajak ke Tugu Khatulistiwa dan Mal Pelayanan Publik di Kapuas Indah, di mana mereka diberikan informasi terkait rencana pembangunan dan juga melakukan aksi sosial dengan Puskesmas Batu Layang.

Sumber: Dedi/Zita Meirina/ANTARA

Senin, 06 November 2023

Panca Bhakti Run, Perayaan HUT Yayasan Panca Bhakti ke 47

Panca Bhakti Run, Perayaan HUT Yayasan Panca Bhakti ke 47.
PONTIANAK - Yayasan Pemadam Kebakaran Panca Bhakti Pontianak menggelar kegiatan Panca Bhakti Run dalam Rangkaian Perayaan HUT Yayasan Panca Bhakti yang ke 47.

Ketua Dewan pembina PB, Abi Jasni Tahir, dalam sambutannya mengapresiasi para atlet yang antusias serta menyambut hangat kehadiran Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Mako Pemadam Kebakaran Panca Bakti Pontianak Jl Suprapto No. 30 pada Minggu (5/11/23).

Acara Panca Bhakti Run kali ini diadakan pertama kalinya oleh yayasan pemadam kebakaran panca bhakti sebagai bentuk partisipasi dalam dunia olahraga dan Fundraising guna menunjang oprasional dari pamadam kebakaran ini.

Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi kegiatan beliau “acara ini sangat bagus, pemadam kebakaran panca bhakti memberikan semangat hidup sehat olahraga dan silaturahmi,” ucapnya.

“kota pontianak dapat menjadi sport city,” sambungnya.

Salah satu peserta ibu Afifah sangat mengapresiasi kegiatan ini dengan berkata ”acaranya sangat bagus, rutenya sangat asyik dan pengamanannya juga bagus dari kepolisian maupun dari panitia, sehingga bisa lari dengan rasa aman dan selalu terjaga,” ucapnya.

Harapan kedepannya agar “kegiatan panca bhakti run ini dapat dilaksanankan dalam jenjang yang lebih tinggi 10k, 21k dan  kegiatan ini dapat di laksanakan menjadi ajang tahunan,“ harapnya.

Kegaitan Panca Bhakti Run ini adalah kegiatan lomba lari yang pertama kali diselenggarakan oleh instansi pemadam kebakaran di Indonesia, dengan jumlah peserta mencapai 600 orang dan 120 orang yang tergabung dalam kepanitiaan acara ini.

Sementara itu, Syarifah ariani salah satu peserta dari kayong utara mengungkapkan bahwa “terima kasih kepada yayasan pemadam kebakaran panca bhakti yang mengadakan kegiatan yang meriah yang dapat menggalih potensi para altet dari daerah maupun kota, harapan kami kegiatan ini dapat menjadi kegiatan rutin tahunan,” ucapnya.

Yayasan Pemadam Kebakaran Panca Bhakti akan mengadakan kembali Panca Bakti Run 2024 pada tanggal 20 Oktober 2024. Kegiatan ini akan menambahkan kategori jarak baru yakni kategori 10 km dan 21 km serta mengadakan juga kategori jarak 5 km yang sudah sukses pada tahun 2023 ini. 

Semoga para pembaca setia, dapat turut serta pada event panca bakti run 2024 nanti. 

Pemadaman Kebakaran Panca Bakti. Pantang Pulang sebelum api padam. 

Run Tahun 2024 nanti akan akan dilaksanakan tahun depan dengan jarak 5km, 10km dan 21km yang akan diselengarakan pada tangga 20 Oktober 2024, dengan kegiatan yang lebih meriah dan lebih seru lagi. (Izr)

Rabu, 01 November 2023

Kota Pontianak Raih Prestasi Cemerlang dalam Penilaian Inspektorat

Kota Pontianak Raih Prestasi Cemerlang dalam Penilaian Inspektorat.
PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak patut berbangga karena berhasil meraih prestasi cemerlang dalam penilaian Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam penilaian yang melibatkan tiga aspek utama, yaitu kesejahteraan masyarakat, daya saing daerah, dan pelayanan umum, Pemerintah Kota Pontianak berhasil meraih skor fantastis sebesar 91,10 persen.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan kekompakan seluruh jajaran pemerintah kota dalam menghadapi tantangan-tantangan yang muncul, terutama di tengah kondisi pandemi yang melanda sebelumnya. 

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, dengan bangga menyatakan, "Ini adalah hasil kerja keras dari seluruh jajaran Pemerintah Kota Pontianak. Tantangan yang dihadapi selama pandemi tidak pernah mengurangi semangat kami untuk melayani masyarakat."

Dalam penjelasannya, Wali Kota Edi menjelaskan bahwa terdapat tiga aspek utama yang menjadi fokus dalam pencapaian kinerja yang luar biasa ini, yakni kesejahteraan masyarakat, daya saing daerah, dan pelayanan umum. 

Dia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pengumpulan dan analisis data terkait dengan potensi dan kemampuan Pemerintah Kota Pontianak, terutama dalam hal anggaran dan sumber daya manusia.

Dalam kurun waktu yang relatif singkat, kurang dari dua tahun menjabat sebagai Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono dan Bahasan telah menghadapi berbagai perubahan dalam administrasi dan pelaksanaan kinerja akibat pandemi. Namun, mereka telah berhasil menggunakan situasi tersebut sebagai peluang untuk mempercepat pembangunan di kota ini.

Edi yakin bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak semakin tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. 

Dia menyebut bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah ditetapkan telah mencapai hasil yang memuaskan, bahkan beberapa di antaranya melebihi target yang telah ditetapkan. 

Meskipun demikian, Pemerintah Kota Pontianak akan terus melakukan perbaikan, mengikuti pedoman yang diberikan oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri.

Pihaknya juga terus memfokuskan upaya pada efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program kerja. Dengan kerja keras dan dedikasi, Pemerintah Kota Pontianak berhasil meraih predikat "Sangat Baik" dalam penilaian kinerja. 
Wali Kota Edi menyadari bahwa setiap tahun, indikator penilaian dari Pemerintah Pusat semakin berat, namun hal ini menjadi catatan penting yang harus diperhatikan.

Kesuksesan ini merupakan bukti nyata dari komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan memastikan kesejahteraan warga serta daya saing daerah terus meningkat. 

Dengan kerja keras dan semangat juang yang tak pernah surut, Pontianak semakin bersinar di tengah tantangan global yang terus berubah. (**)