Berita BorneoTribun: Efisiensi Baterai hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan
Tampilkan postingan dengan label Efisiensi Baterai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Efisiensi Baterai. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Maret 2026

Mau Mudik Naik Motor Listrik? Simak Tips Penting Dari Pakar ITB

Tips mudik pakai motor listrik dari pakar ITB, mulai dari baterai, rute, hingga keselamatan agar perjalanan aman dan nyaman.
Tips mudik pakai motor listrik dari pakar ITB, mulai dari baterai, rute, hingga keselamatan agar perjalanan aman dan nyaman.

JAKARTA -- Masyarakat yang berencana mudik menggunakan sepeda motor listrik diimbau untuk melakukan persiapan ekstra. Pasalnya, kendaraan listrik memiliki karakteristik berbeda dibanding motor konvensional, terutama dari sisi baterai dan pengisian daya.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menegaskan bahwa perencanaan menjadi kunci utama agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

“Kalau ingin mencoba mudik pakai motor listrik, tentu ada tantangan tersendiri. Persiapan matang sebelum berangkat jadi kunci agar perjalanan minim kendala,” ujarnya.

Kenali Jenis Baterai Motor Listrik

Hal pertama yang wajib dipahami adalah jenis sistem baterai yang digunakan. Untuk motor listrik dengan sistem tukar baterai (battery swap), pengendara harus mengetahui lokasi stasiun penukaran sepanjang rute perjalanan.

Jika titik penukaran tidak tersedia secara jelas dari awal hingga tujuan, penggunaan motor jenis ini sebaiknya dihindari. Kondisi tersebut bisa menyulitkan di tengah perjalanan.

Sementara itu, untuk motor listrik dengan sistem pengisian daya, perencanaan waktu charging menjadi sangat penting. Pengendara juga perlu memperhitungkan jarak tempuh riil yang umumnya 20–30 persen lebih rendah dari klaim pabrikan.

Agar lebih aman, disarankan membawa charger portable dan adaptor yang sesuai.

Gaya Berkendara Pengaruhi Daya Baterai

Selain faktor teknis, gaya berkendara juga sangat berpengaruh terhadap efisiensi baterai. Pengendara disarankan untuk tidak terus-menerus menarik throttle secara penuh.

Penggunaan throttle berlebihan dapat memicu overheat hingga membuat motor masuk ke mode perlindungan atau limp mode. Dalam kondisi ini, tenaga motor akan dibatasi dan respons menjadi lebih lambat.

Jika hal tersebut terjadi, pengendara sebaiknya menepi dan menunggu motor hingga dingin sebelum melanjutkan perjalanan.

Untuk membantu efisiensi energi, fitur regenerative braking bisa dimanfaatkan jika tersedia pada kendaraan.

Waspada Jalan Basah Dan Genangan

Kondisi jalan juga menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan, terutama saat hujan. Meski sebagian motor listrik sudah memiliki standar ketahanan air, risiko tetap ada.

Pengendara disarankan menghindari genangan air yang tinggi karena dapat merusak komponen vital seperti controller dan konektor baterai.

Keselamatan Tetap Prioritas Utama

Di luar semua aspek teknis, keselamatan tetap menjadi hal paling utama. Pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan sudah optimal sebelum berangkat.

Selain itu, penting juga untuk menyiapkan rute alternatif dan waktu cadangan guna mengantisipasi kemacetan atau antrean pengisian daya.

Tak kalah penting, kondisi fisik pengendara harus prima. Istirahat yang cukup sebelum dan selama perjalanan menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan.

“Apapun kendaraannya, keselamatan tetap yang utama. Kondisi pengemudi sama pentingnya dengan kondisi kendaraan,” tegas Yannes.

Senin, 09 Maret 2026

Mulai Maret 2026 Google Tindak Aplikasi Android Yang Menguras Baterai

Google mulai menghukum aplikasi Android boros baterai di Google Play sejak 1 Maret 2026 dengan menurunkan peringkat, menghapus rekomendasi, hingga memberi peringatan kepada pengguna. (Gambar ilustrasi)
Google mulai menghukum aplikasi Android boros baterai di Google Play sejak 1 Maret 2026 dengan menurunkan peringkat, menghapus rekomendasi, hingga memberi peringatan kepada pengguna. (Gambar ilustrasi)

Google Mulai Hukum Aplikasi Android Yang Boros Baterai Sejak 1 Maret 2026

JAKARTA -- Google mulai mengambil langkah tegas terhadap aplikasi Android yang menyebabkan baterai ponsel cepat habis. Kebijakan baru ini mulai berlaku pada 1 Maret 2026 dan menargetkan aplikasi yang membuat prosesor tetap aktif meski layar smartphone dalam kondisi mati.

Dalam kebijakan tersebut, Google dapat menurunkan peringkat aplikasi di Google Play, menghapusnya dari rekomendasi, hingga menampilkan peringatan pada halaman aplikasi jika terbukti boros baterai. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi daya di seluruh ekosistem Android.

Masalah utama yang disorot adalah penggunaan fitur Wake Lock. Fitur ini memungkinkan aplikasi menjaga prosesor tetap aktif walaupun layar perangkat sudah dimatikan.

Pada kondisi tertentu, Wake Lock memang diperlukan. Misalnya saat memutar musik, melakukan transfer data, atau menjalankan layanan berbasis lokasi.

Namun Google menemukan banyak aplikasi menggunakan fitur tersebut terlalu lama atau bahkan tanpa kebutuhan yang jelas. Akibatnya, baterai perangkat pengguna bisa terkuras lebih cepat.

Dalam aturan baru ini, Google menetapkan indikator perilaku aplikasi yang dianggap bermasalah. Sebuah aplikasi dinilai melanggar jika prosesor tetap aktif rata-rata lebih dari dua jam saat layar mati pada setidaknya 5 persen sesi pengguna dalam periode 28 hari terakhir.

Google menyebut perilaku tersebut kini diperlakukan sebagai masalah serius pada aplikasi, setara dengan bug atau crash yang mengganggu pengalaman pengguna.

Perusahaan juga mengungkapkan bahwa analisis terhadap ribuan aplikasi menunjukkan penggunaan partial Wake Lock sering kali tidak efisien. Dalam beberapa kasus, masalah berasal dari library pihak ketiga atau pengaturan tugas latar belakang yang tidak tepat.

Kebijakan baru terhadap aplikasi boros baterai ini akan diterapkan secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan. Google berharap langkah tersebut mendorong pengembang untuk mengoptimalkan kinerja aplikasi sehingga konsumsi daya perangkat menjadi lebih hemat.

Dengan kebijakan ini, Google juga ingin memastikan pengguna Android mendapatkan pengalaman penggunaan yang lebih stabil serta masa pakai baterai yang lebih lama.