Berita BorneoTribun: Ekonomi Kaltim hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Kaltim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Kaltim. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 April 2026

BPS Kaltim Ungkap Pekebun Rakyat Paling Sejahtera Pada Maret 2026

Pekebun rakyat menjadi petani paling makmur di Kaltim Maret 2026 dengan NTP 206,61. BPS mencatat kesejahteraan petani tetap di atas angka keuntungan.
Pekebun rakyat menjadi petani paling makmur di Kaltim Maret 2026 dengan NTP 206,61. BPS mencatat kesejahteraan petani tetap di atas angka keuntungan.

SAMARINDA — Pekebun rakyat tercatat sebagai kelompok petani paling makmur di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Maret 2026. Hal ini dibuktikan dengan Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor perkebunan rakyat yang menjadi yang tertinggi dibandingkan subsektor pertanian lainnya.

Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan bahwa secara umum kondisi kesejahteraan petani di daerah tersebut masih berada pada level menguntungkan.

Ketua Tim Statistik Distribusi Ariyanti Cahyaningsih menjelaskan bahwa secara umum NTP Kaltim pada Maret 2026 tercatat sebesar 148, yang berarti petani masih dalam kondisi makmur.

“Secara umum Nilai Tukar Petani (NTP) Kaltim pada Maret 2026 sebesar 148, menggambarkan bahwa secara umum petani makmur. Namun tentu ada NTP yang paling tinggi, yakni perkebunan rakyat,” ujar Ariyanti di Samarinda, Selasa.

NTP Turun Tipis Dibanding Februari

Meski masih berada di level menguntungkan, NTP Kaltim pada Maret 2026 mengalami sedikit penurunan sebesar 0,72 persen dibandingkan Februari 2026 yang tercatat 149,08.

Penurunan ini dipicu oleh ketidakseimbangan antara harga yang diterima petani dengan biaya yang harus mereka keluarkan.

Secara rinci:

  • Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 0,01 persen

  • Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik 0,74 persen

Kenaikan biaya produksi yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatan membuat nilai tukar petani sedikit tertekan.

Subsektor Perkebunan Rakyat Paling Menguntungkan

Subsektor tanaman perkebunan rakyat menjadi sektor yang paling menguntungkan dengan NTP mencapai 206,61, jauh melampaui angka keseimbangan.

Sebagai gambaran:

  • NTP di bawah 100 → petani mengalami kerugian

  • NTP 100 → impas atau balik modal

  • NTP di atas 100 → petani memperoleh keuntungan

  • NTP jauh di atas 100 → petani tergolong makmur

Nilai 206,61 menunjukkan bahwa petani perkebunan rakyat berada pada tingkat kesejahteraan yang sangat baik dibandingkan subsektor lainnya.

Perbandingan NTP Antar Subsektor Pertanian

Berikut rincian nilai tukar petani per subsektor di Kalimantan Timur pada Maret 2026:

  • Tanaman Pangan (NTPP): 101,66
    → Paling rendah, namun masih untung

  • Perikanan (NTNP): 106,17
    → Peringkat kedua dari bawah

  • Peternakan (NTPT): 111,43

  • Hortikultura (NTPH): 119,14

  • Perkebunan Rakyat (NTPR): 206,61
    → Paling tinggi dan paling makmur

Meski subsektor tanaman pangan menjadi yang terendah, nilai di atas 100 tetap menunjukkan petani masih memperoleh keuntungan.

Beberapa Subsektor Mengalami Penurunan

Menurut data BPS, terdapat dua subsektor yang mengalami penurunan NTP pada Maret 2026, yaitu:

  • Tanaman pangan turun 0,98 persen

  • Perkebunan rakyat turun 1,85 persen

Sebaliknya, tiga subsektor lainnya mengalami peningkatan:

  • Hortikultura naik 2,81 persen

  • Peternakan naik 1,64 persen

  • Perikanan naik 0,57 persen

Pergerakan ini menunjukkan dinamika sektor pertanian yang dipengaruhi oleh harga komoditas dan biaya produksi.

NTUP Ikut Turun Tipis

Selain NTP, indikator lain yang juga menjadi perhatian adalah Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP).

Pada Maret 2026, NTUP mengalami penurunan sebesar 0,38 persen, dari 155,68 pada Februari menjadi 155,08 pada Maret.

Meski mengalami penurunan, angka ini tetap menunjukkan usaha rumah tangga pertanian masih berada dalam kondisi yang menguntungkan.

Makna Data BPS Bagi Petani Dan Ekonomi Daerah

Data NTP menjadi indikator penting untuk menilai kesejahteraan petani sekaligus kondisi ekonomi pedesaan.

Nilai NTP yang tinggi pada subsektor perkebunan rakyat menandakan bahwa komoditas perkebunan masih menjadi tulang punggung ekonomi pertanian di Kalimantan Timur.

Selain itu, data ini juga dapat menjadi acuan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan strategis, terutama dalam:

  • Pengendalian biaya produksi

  • Stabilitas harga komoditas

  • Peningkatan pendapatan petani

  • Penguatan sektor pertanian berkelanjutan

Dengan strategi yang tepat, sektor pertanian diharapkan mampu terus tumbuh dan memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi daerah.

FAQ (Pertanyaan Umum)

Apa Itu Nilai Tukar Petani (NTP)?

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani berdasarkan perbandingan harga yang diterima dan dibayar petani.


Mengapa NTP Di Atas 100 Penting?

NTP di atas 100 berarti pendapatan petani lebih besar dari pengeluaran, sehingga petani memperoleh keuntungan.


Subsektor Apa Yang Paling Makmur Di Kaltim Pada Maret 2026?

Subsektor perkebunan rakyat menjadi yang paling makmur dengan nilai NTP mencapai 206,61.


Apa Penyebab NTP Kaltim Turun Pada Maret 2026?

Penurunan disebabkan kenaikan biaya produksi yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga hasil pertanian.


Apa Itu NTUP?

NTUP adalah indikator yang mengukur keuntungan usaha rumah tangga pertanian secara keseluruhan.

Sabtu, 04 April 2026

Samarinda Dominasi Inflasi Kaltim Maret 2026, Sentuh 3,92 Persen

Inflasi Kaltim Maret 2026 mencapai 3,31 persen menurut BPS. Samarinda jadi penyumbang tertinggi, dengan lonjakan terbesar pada sektor jasa pribadi. (Gambar ilustrasi)
Inflasi Kaltim Maret 2026 mencapai 3,31 persen menurut BPS. Samarinda jadi penyumbang tertinggi, dengan lonjakan terbesar pada sektor jasa pribadi. (Gambar ilustrasi)

Samarinda, Kaltim - Kenaikan harga kembali terjadi di Kalimantan Timur. Berdasarkan laporan resmi dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur, inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Maret 2026 tercatat mencapai 3,31 persen.

Angka ini menunjukkan peningkatan dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang sebelumnya berada di level 107,73 menjadi 111,30. Meski demikian, inflasi di Kaltim masih tergolong lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen.

Kepala BPS Kaltim, Mas'ud Rifai, menjelaskan bahwa kenaikan harga terjadi secara merata di sejumlah wilayah utama.

Samarinda Jadi Penyumbang Inflasi Tertinggi

Dari empat daerah pantauan, Samarinda mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,92 persen dengan IHK 111,38.

Di posisi berikutnya:

  • Penajam Paser Utara: 3,02 persen

  • Balikpapan: 2,95 persen

  • Berau: 2,38 persen (terendah)

Kondisi ini menunjukkan tekanan harga paling kuat terjadi di pusat aktivitas ekonomi seperti Samarinda.

Sektor Jasa Pribadi Melonjak Tajam

Lonjakan inflasi kali ini dipicu oleh kenaikan hampir di semua kelompok pengeluaran. Namun, yang paling mencolok adalah:

  • Perawatan pribadi dan jasa lainnya: naik drastis hingga 15,65 persen

Angka ini jauh melampaui sektor lain dan mengindikasikan adanya kenaikan signifikan pada kebutuhan gaya hidup serta layanan personal.

Selain itu, sektor lain juga mengalami kenaikan:

  • Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar: 5,25 persen

  • Makanan, minuman, dan tembakau: 3,35 persen

  • Pendidikan: 2,44 persen

  • Restoran dan penyediaan makanan: 1,71 persen

Menariknya, ada satu sektor yang justru mengalami penurunan, yakni perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga yang mengalami deflasi sebesar 1,06 persen.

Inflasi Bulanan dan Tahun Berjalan

Secara bulanan (month-to-month), inflasi Maret 2026 tercatat sebesar 0,72 persen. Sementara itu, secara kumulatif sejak awal tahun (year-to-date), inflasi Kaltim sudah mencapai 1,37 persen.

Daya Beli Jadi Sorotan

Menurut Mas’ud Rifai, tingginya inflasi di Samarinda yang hampir menyentuh 4 persen perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Apalagi menjelang periode hari besar atau saat terjadi fluktuasi harga energi, kondisi ini berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Kenaikan pada sektor perumahan dan utilitas juga menjadi sinyal penting, karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.

FAQ

1. Berapa inflasi Kaltim Maret 2026?
Inflasi Kaltim tercatat sebesar 3,31 persen secara tahunan (y-on-y).

2. Daerah mana dengan inflasi tertinggi di Kaltim?
Samarinda menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi, yaitu 3,92 persen.

3. Apa penyebab utama inflasi di Kaltim?
Kenaikan terbesar berasal dari sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik hingga 15,65 persen.

4. Apakah inflasi Kaltim lebih tinggi dari nasional?
Tidak, inflasi Kaltim masih di bawah nasional yang mencapai 3,48 persen.

5. Apa dampak inflasi bagi masyarakat?
Inflasi dapat menurunkan daya beli, terutama karena kenaikan biaya kebutuhan dasar seperti perumahan dan listrik.

Rabu, 01 April 2026

BI Kaltim Perkuat UMKM Dan Pariwisata Dengan Pembiayaan Rp16,97 Miliar

BI Kaltim fasilitasi 163 UMKM dapat pembiayaan Rp16,97 miliar lewat program Bima Etam untuk dorong ekonomi dan pariwisata daerah.
BI Kaltim fasilitasi 163 UMKM dapat pembiayaan Rp16,97 miliar lewat program Bima Etam untuk dorong ekonomi dan pariwisata daerah.

Samarinda – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sejak tahun 2025 hingga Maret 2026, BI Kaltim telah memfasilitasi sebanyak 163 UMKM untuk memperoleh akses pembiayaan dari perbankan dengan total nilai mencapai Rp16,97 miliar.

Deputi Kepala BI Kaltim, Bayuadi Haryanto, menjelaskan bahwa fasilitasi tersebut dilakukan setelah para pelaku usaha mengikuti rangkaian pembinaan dalam program Business Matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (Bima Etam).

“Hingga Maret 2026, program Bima Etam sudah masuk seri ke-11,” ujarnya di Samarinda, Rabu.

Lebih Dari 800 UMKM Dibina, 163 Lolos Akses Pembiayaan

Bayuadi mengungkapkan, program Bima Etam telah diikuti oleh 833 pelaku UMKM. Dari jumlah tersebut, dilakukan proses seleksi hingga akhirnya 163 UMKM dinilai layak untuk mendapatkan pembiayaan produktif dari lembaga jasa keuangan.

Program ini tidak hanya berhenti pada fasilitasi pembiayaan. BI Kaltim juga menghadirkan layanan one stop solution yang membantu pelaku usaha dalam:

  • Pengecekan SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan)

  • Konsultasi pembiayaan dengan lembaga jasa keuangan (LJK)

  • Pelatihan pencatatan keuangan digital

Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan sekaligus kesiapan UMKM dalam mengakses kredit secara sehat dan berkelanjutan.

Sinergi BI, OJK, Dan Pemerintah Daerah

Program Bima Etam merupakan bentuk kolaborasi antara Bank Indonesia dengan berbagai pihak, mulai dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah kabupaten/kota, hingga lembaga keuangan dan mitra strategis lainnya.

Program ini rutin digelar hampir setiap bulan dan dilaksanakan secara bergiliran di berbagai daerah di Kalimantan Timur.

Tujuannya jelas: memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat daya saing UMKM lokal.

Dorong UMKM Dan Pariwisata Jadi Tulang Punggung Ekonomi

BI Kaltim juga mendorong agar struktur ekonomi daerah tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan. Salah satu fokus utama adalah pengembangan sektor pariwisata berbasis UMKM.

Menurut Bayuadi, Kalimantan Timur memiliki potensi besar, mulai dari keindahan alam hingga kekayaan budaya seperti sarung tenun Samarinda.

Pengembangan desa wisata dinilai mampu:

  • Meningkatkan kunjungan wisatawan

  • Membuka lapangan kerja baru

  • Mendorong perputaran ekonomi lokal

  • Memperkuat identitas budaya daerah

Kampung Tenun Samarinda Jadi Contoh Nyata

Sejak 2014, BI Kaltim aktif membina UMKM di Kampung Tenun Samarinda. Dukungan yang diberikan antara lain:

  • Pengembangan produk tenun dan turunannya

  • Perbaikan galeri dan showcase UMKM

  • Dukungan kegiatan wisata dan atraksi budaya

Pada 2026, BI Kaltim kembali memperkuat program ini melalui fokus pada:

  • UMKM Subsisten

  • UMKM Hijau

  • UMKM Pariwisata

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan UMKM yang lebih tangguh, inovatif, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa itu program Bima Etam?
Program pembinaan dan fasilitasi pembiayaan UMKM dari BI Kaltim yang mencakup edukasi keuangan, business matching, dan akses kredit.

2. Berapa total pembiayaan yang disalurkan?
Sebesar Rp16,97 miliar kepada 163 UMKM hingga Maret 2026.

3. Apa manfaat utama bagi UMKM?
Akses pembiayaan, literasi keuangan, konsultasi bisnis, dan pelatihan pencatatan digital.

4. Siapa saja yang terlibat dalam program ini?
BI, OJK, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan mitra terkait.

5. Apa fokus pengembangan ke depan?
UMKM berbasis pariwisata, ekonomi kreatif, dan desa wisata.