Berita BorneoTribun: Ekonomi Lokal hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Lokal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Lokal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 April 2026

Kini Lebih Modern Pasar Segar Sepaku Jadi Pusat Belanja Baru IKN

Pasar Segar Sepaku resmi beroperasi sejak 30 Maret 2026 di kawasan IKN, menawarkan fasilitas modern dan jadi alternatif belanja masyarakat.
Pasar Segar Sepaku resmi beroperasi sejak 30 Maret 2026 di kawasan IKN, menawarkan fasilitas modern dan jadi alternatif belanja masyarakat.

Kawasan Sepaku kini punya wajah baru dalam sektor ekonomi kerakyatan. Setelah melalui proses pembenahan dan penataan, Pasar Segar Sepaku resmi beroperasi sejak 30 Maret 2026 dan langsung jadi alternatif belanja favorit di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara.

Juru Bicara Otorita IKN sekaligus Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menyebut kehadiran pasar ini merupakan bagian dari penguatan fasilitas ekonomi masyarakat lokal.

“Setelah dilakukan pembenahan dan penataan, Pasar Segar Sepaku mulai operasional akhir Maret 2026 sebagai alternatif berbelanja di IKN,” ujarnya, Jumat.

Pasar Modern, Bersih, dan Nyaman

Penataan pasar ini bukan sekadar renovasi biasa. Pemerintah benar-benar fokus menghadirkan lingkungan yang lebih sehat, tertata, dan nyaman untuk aktivitas ekonomi maupun sosial warga.

Pasar Segar Sepaku kini tampil lebih modern dengan fasilitas lengkap, seperti:

  • 43 kios kering dan 10 kios basah

  • 36 los kering dan 35 los basah

  • 11 unit pujasera (food court)

  • Area parkir untuk 25 mobil dan 20 motor

  • Toilet dan mushola

  • Layanan kebersihan rutin

  • CCTV aktif 24 jam dan petugas keamanan

Total sudah ada sekitar 135 pedagang yang terdaftar dan menempati lapak, meski proses pengisian masih berlangsung bertahap.

Infrastruktur Luas dan Tertata

Pasar ini berdiri di atas lahan seluas 5.880 meter persegi dengan dua bangunan utama:

  • Bangunan pertama: 980,72 m² (2 lantai)

  • Bangunan kedua: 970 m² (2 lantai)

Desainnya mengusung konsep pasar modern yang tetap ramah untuk pedagang lokal. Ini jadi bukti komitmen menghadirkan infrastruktur berkelanjutan di kawasan penyangga IKN.

Dampak Positif untuk Ekonomi Lokal

Revitalisasi pasar ini diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan masyarakat sekitar. Selain itu, pasar juga berfungsi sebagai ruang sosial yang mempertemukan warga dan pengunjung, termasuk wisatawan.

Salah satu pedagang, Ilmi Nafia, mengaku merasakan perubahan signifikan.

“Sekarang lebih bersih, rapi, dan nyaman. Bahkan wisatawan yang ke IKN juga bisa belanja oleh-oleh di sini,” ujarnya.

Jam Operasional

Pasar Segar Sepaku buka setiap hari pukul 06.00 hingga 20.00 WITA, memberi fleksibilitas bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Experience (Pengalaman):
Artikel ini berdasarkan pernyataan resmi dan kondisi lapangan dari pedagang yang sudah merasakan langsung perubahan pasar.

Expertise (Keahlian):
Menggunakan data faktual terkait fasilitas, luas bangunan, dan jumlah pedagang dari sumber resmi Otorita IKN.

Authoritativeness (Otoritas):
Mengutip langsung pernyataan dari Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw.

Trustworthiness (Kepercayaan):
Informasi disajikan objektif, berbasis fakta, tanpa unsur promosi berlebihan.

FAQ

1. Kapan Pasar Segar Sepaku mulai beroperasi?
Sejak 30 Maret 2026.

2. Jam buka Pasar Segar Sepaku?
Setiap hari pukul 06.00–20.00 WITA.

3. Di mana lokasi pasar ini?
Di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

4. Apa saja fasilitas yang tersedia?
Kios, los, pujasera, parkir, mushola, toilet, CCTV, dan keamanan 24 jam.

5. Apakah pasar ini terbuka untuk wisatawan?
Ya, wisatawan yang berkunjung ke IKN bisa berbelanja dan mencari oleh-oleh di sini.

Selasa, 31 Maret 2026

Bupati Sujiwo Siapkan Agenda Religi Jadi Daya Tarik Wisata Kubu Raya

Pemkab Kubu Raya dorong wisata religi melalui agenda keagamaan tahunan seperti Selawat Akbar, Imlek, dan Natal untuk tingkatkan pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo saat menghadiri kegiatan budaya 'Bodo Kupat'.

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai mengarahkan berbagai agenda keagamaan tahunan sebagai bagian dari pengembangan wisata religi. Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong sektor pariwisata sekaligus memperkuat nilai spiritual dan toleransi di tengah masyarakat.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan bahwa sejumlah kegiatan keagamaan telah resmi dimasukkan dalam kalender tahunan daerah dan akan dikemas lebih menarik agar memiliki daya tarik wisata.

“Empat agenda untuk umat Muslim seperti pawai obor, Gema Idul Fitri, Selawat Akbar, dan peringatan Tahun Baru Islam sudah kita tetapkan. Ke depan, ini juga kita dorong menjadi bagian dari wisata religi di Kubu Raya,” ujar Sujiwo di Sungai Raya, Minggu.

Potensi Besar Wisata Religi di Kubu Raya

Menurut Sujiwo, kegiatan seperti Selawat Akbar yang biasanya digelar saat Maulid Nabi Muhammad SAW atau Isra Mikraj memiliki potensi besar untuk menarik partisipasi masyarakat, termasuk wisatawan dari luar daerah.

Tidak hanya fokus pada umat Muslim, konsep wisata religi di Kubu Raya juga dirancang secara inklusif dengan melibatkan berbagai agama.

“Kita juga mengagendakan kegiatan seperti Imlek Bersama, Natal Bersama, Waisak, Nyepi, dan lainnya. Ini bisa menjadi daya tarik wisata berbasis keberagaman dan toleransi,” jelasnya.

Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata berbasis budaya dan spiritual.

Dorong Ekonomi Lokal Lewat Event Keagamaan

Selain memperkuat nilai sosial, pengembangan wisata religi juga diyakini dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Kunjungan wisatawan saat perayaan keagamaan berlangsung diprediksi akan berdampak langsung pada pelaku usaha lokal, mulai dari UMKM, kuliner, hingga sektor jasa.

Dengan konsep event yang terjadwal dan terintegrasi, pemerintah berharap Kubu Raya bisa menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Kalimantan Barat.

Bundaran Gaforaya Jadi Pusat Aktivitas

Dalam mendukung pengembangan ini, pemerintah juga menyoroti keberadaan Bundaran Gaforaya yang kini menjadi ikon baru daerah.

Kawasan tersebut dinilai strategis untuk dijadikan pusat kegiatan keagamaan, seni, dan budaya.

“Bundaran Gaforaya ini kita harapkan menjadi ruang publik yang bisa dimanfaatkan semua kalangan,” kata Sujiwo.

Imbauan Jaga Fasilitas Publik

Meski demikian, Sujiwo mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas publik agar tetap bersih, tertib, dan nyaman.

Ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun pemerintah.

“Fasilitas ini kita hadirkan untuk masyarakat, sehingga perlu dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat jangka panjang,” tegasnya.

FAQ

1. Apa itu wisata religi di Kubu Raya?
Wisata religi adalah konsep pariwisata berbasis kegiatan keagamaan yang dikemas menarik untuk dikunjungi wisatawan.

2. Agenda apa saja yang masuk wisata religi?
Beberapa di antaranya pawai obor, Gema Idul Fitri, Selawat Akbar, Imlek, Natal, Waisak, dan Nyepi.

3. Apa tujuan pengembangan wisata religi ini?
Untuk meningkatkan pariwisata, memperkuat toleransi, serta mendorong ekonomi masyarakat lokal.

4. Di mana pusat kegiatan wisata religi?
Salah satunya akan dipusatkan di Bundaran Gaforaya sebagai ikon baru daerah.

5. Apakah wisata religi hanya untuk umat tertentu?
Tidak. Konsep ini bersifat inklusif dan melibatkan seluruh agama di Kubu Raya.

Minggu, 29 Maret 2026

UMKM Di IKN Raup Omzet Belasan Juta Per Hari Saat Libur Lebaran 2026

UMKM di IKN meraih omzet hingga Rp20 juta per hari selama Lebaran 2026 akibat lonjakan wisatawan yang memadati kawasan Nusantara.
UMKM di IKN meraih omzet hingga Rp20 juta per hari selama Lebaran 2026 akibat lonjakan wisatawan yang memadati kawasan Nusantara.

Lonjakan kunjungan wisatawan ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) selama libur Idul Fitri 2026 membawa berkah besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ribuan pengunjung yang datang setiap hari berdampak langsung pada peningkatan omzet, bahkan mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah per hari.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara, Troy Pantouw, menyampaikan bahwa tingginya kunjungan masyarakat tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.

“Kunjungan masyarakat untuk melihat langsung hasil pembangunan IKN tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menguatkan ekonomi bagi pelaku UMKM,” ujarnya di Nusantara, Sabtu.

Dampak Langsung Ke Pelaku UMKM

Ramainya aktivitas wisata di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dan sekitarnya terbukti mendorong perputaran ekonomi. Pelaku usaha kuliner, minuman, hingga suvenir merasakan peningkatan signifikan dibanding hari biasa.

Nita, pemilik usaha di Café Sepaku Empat, mengaku omzetnya melonjak drastis selama Lebaran.

“Biasanya sekitar Rp1,8 juta per hari. Tapi saat Lebaran hari pertama sampai ketiga bisa tembus Rp10 juta sampai Rp15 juta per hari,” jelasnya.

Produk andalannya berupa mochi khas Jepang justru jadi primadona. Meski proses pembuatannya memakan waktu, permintaan tetap tinggi, terutama dari kalangan anak muda.

Kuliner Tradisional Dan Modern Sama-Sama Laris

Fenomena serupa juga dialami Wahyu, penjual dawet ayu “Bang Brewok” di Plaza Seremoni. Ia mencatat omzet harian mencapai Rp10 juta hingga Rp12 juta selama libur Lebaran.

Sementara itu, pelaku UMKM suvenir seperti Dina menyebutkan penjualan produknya meningkat hingga dua kali lipat, terutama untuk baju khas Nusantara yang banyak diburu wisatawan.

Di sektor kuliner modern, Ichi dari Goffee Latte dan BJ Resto juga merasakan dampaknya.

“Kalau lagi momen libur atau ada event, omzet bisa Rp10 juta sampai Rp15 juta per hari. Tapi kalau sepi, biasanya hanya Rp2 juta sampai Rp3 juta,” ujarnya.

Menu Favorit Jadi Magnet Pengunjung

Sri Mus Mulyawati dari D’sweet Nusantara menyebut bakwan malang sebagai menu unggulan yang paling dicari.

“Banyak pengunjung bilang rasa bakwan ini bikin kangen. Bahkan mereka datang lagi karena ingat rasanya,” ungkapnya.

Selama libur Lebaran, omzet usahanya bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp20 juta per hari—angka yang jauh di atas hari normal.

Akses Jalan Jadi Faktor Penentu

Selain daya tarik wisata, kemudahan akses menuju kawasan IKN menjadi faktor penting dalam lonjakan jumlah pengunjung. Pembukaan jalur selama periode libur terbukti meningkatkan arus wisatawan secara signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di IKN tidak hanya berdampak pada sektor pemerintahan, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

FAQ

1. Berapa rata-rata omzet UMKM di IKN saat Lebaran 2026?
Omzet berkisar antara Rp10 juta hingga Rp20 juta per hari, tergantung jenis usaha.

2. Apa yang menyebabkan lonjakan omzet tersebut?
Tingginya kunjungan wisatawan ke kawasan IKN selama libur Lebaran.

3. Produk apa yang paling laris di IKN?
Kuliner seperti mochi, dawet ayu, bakwan malang, serta suvenir khas Nusantara.

4. Apakah omzet UMKM stabil setelah Lebaran?
Tidak selalu, biasanya turun kembali ke kisaran Rp2 juta–Rp3 juta per hari saat kondisi normal.

5. Faktor apa yang mendukung peningkatan kunjungan ke IKN?
Akses jalan yang dibuka selama libur serta rasa penasaran masyarakat terhadap pembangunan IKN.

Sabtu, 28 Maret 2026

Jelang Akhir BOT, Pemprov Kaltim Evaluasi Total Mal Lembuswana Samarinda

Pemprov Kaltim siapkan tender baru pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda jelang kontrak berakhir 2026, targetkan peningkatan PAD dan konsep bisnis lebih relevan.
Pemprov Kaltim siapkan tender baru pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda jelang kontrak berakhir 2026, targetkan peningkatan PAD dan konsep bisnis lebih relevan.

SAMARINDA -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mempersiapkan langkah besar terkait pengelolaan Mal Lembuswana di Samarinda. Hal ini menyusul berakhirnya masa kerja sama dengan skema bangun guna serah (BOT) yang telah berjalan selama 30 tahun dan akan resmi berakhir pada 26 Juli 2026.

Saat ini, pusat perbelanjaan tersebut masih dikelola oleh PT Cipta Sumena Indah Satresna di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa setelah kontrak berakhir, seluruh aset bangunan dan lahan akan kembali sepenuhnya menjadi milik pemerintah daerah. “Begitu kontrak selesai, aset akan kembali ke Pemprov Kaltim,” jelasnya.

Tidak Sekadar Lanjutkan Kerja Sama Lama

Pemprov Kaltim memastikan tidak akan langsung memperpanjang pola kerja sama sebelumnya. Sebaliknya, pemerintah ingin merancang konsep baru yang lebih menguntungkan, khususnya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah strategis yang disiapkan adalah melibatkan perusahaan daerah (perusda) dalam menyusun skema kemitraan yang lebih optimal.

“Kami akan minta perusda merancang konsep kerja sama agar kontribusi ke PAD bisa lebih maksimal,” kata Seno.

Tender Terbuka, Semua Investor Punya Kesempatan

Untuk mendapatkan mitra terbaik, Pemprov Kaltim akan membuka proses seleksi melalui mekanisme tender terbuka dan transparan.

Artinya, baik investor swasta maupun pihak lainnya memiliki peluang yang sama selama mampu menawarkan konsep terbaik dan paling menguntungkan bagi daerah.

“Siapa pun boleh ikut tender, yang penting memberikan penawaran terbaik untuk Kalimantan Timur,” tegasnya.

Evaluasi Konsep, Ikuti Tren Pasar Modern

Tak hanya soal administrasi dan kerja sama, pemerintah juga tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konsep Mal Lembuswana.

Kajian ini mencakup:

  • Tren pasar ritel terkini

  • Potensi pasar di Samarinda

  • Peluang pengembangan fungsi baru

  • Strategi peningkatan daya tarik pengunjung

Langkah ini dinilai penting agar mal tetap relevan di tengah perubahan gaya belanja masyarakat, termasuk pergeseran ke digital dan experiential shopping.

Dorong Ekonomi Lokal dan UMKM

Pemprov Kaltim berharap pengelolaan baru nantinya tidak hanya fokus pada keuntungan bisnis, tetapi juga memberi dampak nyata bagi ekonomi lokal.

Mal Lembuswana diharapkan tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk berkembang.

“Kami ingin mal ini tetap produktif, kompetitif, dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” tutup Seno.

Meski demikian, keputusan final terkait skema baru masih dalam tahap pembahasan internal lintas instansi.

FAQ

1. Kapan kontrak Mal Lembuswana berakhir?

Kontrak kerja sama BOT akan berakhir pada 26 Juli 2026.

2. Siapa pengelola Mal Lembuswana saat ini?

Saat ini dikelola oleh PT Cipta Sumena Indah Satresna (CSIS).

3. Apa yang terjadi setelah kontrak habis?

Seluruh aset akan kembali ke Pemprov Kaltim dan akan ditawarkan ke mitra baru melalui tender.

4. Apakah investor baru bisa ikut?

Ya, semua investor memiliki kesempatan yang sama melalui proses tender terbuka.

5. Apa tujuan perubahan skema ini?

Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menyesuaikan konsep mall dengan tren pasar modern.

Minggu, 01 Maret 2026

Kitabisa dan Harapan Alam Gerakkan Komunitas Tanam Mangrove

Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.
Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.

Mempawah - Pesisir bukan hanya tentang laut. Di sana, mangrove tumbuh sebagai benteng alami yang melindungi daratan dari abrasi, menjaga kehidupan pesisir, sekaligus menyimpan harapan bagi generasi mendatang.

Semangat itu menjadi dasar kolaborasi antara Kitabisa.org, Harapan Alam (HARPA), Ganavira, Crustea, komunitas Interraction, dan Gemawan dalam kegiatan penanaman mangrove bertajuk “Dari Hati Turun ke Alam – Bersama Tanam Mangrove”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 28 Februari 2026 di Desa Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dengan melibatkan penerima beasiswa, komunitas pecinta lingkungan, serta masyarakat setempat.

Merawat Pesisir, Merawat Kehidupan

Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.
Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.

Mangrove bukan sekadar vegetasi pesisir. Ia adalah pelindung alami dari gelombang dan badai, habitat berbagai biota laut, sekaligus penyangga ekonomi masyarakat.

“Dalam konteks perubahan iklim dan meningkatnya risiko abrasi, keberadaan mangrove menjadi semakin krusial,” ujar Lani Ardiansya, pegiat Gemawan.

Selain menanam bibit mangrove, peserta juga mendapatkan pembelajaran langsung mengenai praktik silvofishery—model budidaya perikanan yang terintegrasi dengan pelestarian mangrove. Pendekatan ini menjadi contoh nyata bahwa konservasi lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dari Aksi ke Edukasi

Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.
Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.

Kegiatan ini tidak berhenti pada aksi simbolik. “Dari Hati Turun ke Alam” menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

Ucup sapaan Akrabnya, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas latar belakang ini membuktikan kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dari siapa saja dan menjadi gerakan berdampak ketika disatukan.

Senada dengan itu, Muti dari Komunitas Lingkungan Kitabisa–Interraction berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran komunitas terhadap isu-isu lingkungan. Ia menekankan pentingnya anggota komunitas memahami tujuan setiap program, lalu menyebarkan pengetahuan dan advokasi di lingkungannya masing-masing.

“Harapannya teman-teman komunitas tidak hanya ikut menanam, tapi juga menjadi penyambung informasi dan penggerak kesadaran di ruang mereka sendiri,” ujarnya.

Ke depan, komunitas di Kalimantan Barat—khususnya Pontianak—diharapkan dapat menginisiasi kegiatan lanjutan secara mandiri, baik terkait mangrove maupun isu lingkungan lainnya.

Komitmen Berkelanjutan

Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.
Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.

Tantowi Gilang dari Harapan Alam–Kitabisa.org menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara program beasiswa, pemberdayaan, dan pelestarian lingkungan.

“Kegiatan lanjutan pasti ada. Kami masih memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama dalam penguatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan komunitas di Kalimantan Barat. Ke depan, akan ada diskusi kelompok terarah (FGD) serta kegiatan lain untuk memperkuat gerakan ini,” jelasnya.

Ia juga berharap kolaborasi lintas pemangku kepentingan—mulai dari relawan, lembaga lingkungan, hingga penerima beasiswa dan keluarga mereka—dapat memperkuat pendidikan, kesejahteraan, serta melahirkan program-program baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.
Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para kolaborator mengajak masyarakat luas untuk turut serta menjaga pesisir. Karena pesisir bukan hanya tentang laut—ia adalah tentang kehidupan, keberlanjutan, dan masa depan yang dirawat bersama.

Rabu, 25 Februari 2026

Pemprov Kalbar Prioritaskan SDM dan Infrastruktur di Melawi

Data Terbaru IPM Kalbar Tinggi Namun Melawi Masih Tertinggal
Pemprov Kalbar fokus tingkatkan IPM Melawi melalui pendidikan dan pembangunan jalan strategis. Langkah ini diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kualitas SDM daerah.

Data Terbaru IPM Kalbar Tinggi Namun Melawi Masih Tertinggal

MELAWI -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi melalui penguatan sektor pendidikan dan percepatan pembangunan infrastruktur strategis. Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Kalbar Ria Norsan saat melakukan Safari Ramadhan di Kabupaten Melawi pada Selasa.

Dalam kesempatan itu, Gubernur memaparkan capaian indikator makro pembangunan Kalbar yang saat ini mencatat IPM sebesar 72,09 dan masuk kategori tinggi. Namun, kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Melawi yang masih berada di posisi terakhir dari 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

Menurut Ria Norsan, salah satu faktor utama rendahnya IPM Melawi adalah tingkat pendidikan masyarakat yang masih tertinggal. Sekitar 25 persen warga Melawi belum menyelesaikan pendidikan hingga jenjang Sekolah Menengah Atas. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia, peluang kerja, hingga tingkat kesejahteraan masyarakat.

Pendidikan, tegasnya, menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup. Karena itu, Pemprov Kalbar mendorong peningkatan akses pendidikan, pemerataan fasilitas belajar, serta peningkatan mutu pengajaran agar generasi muda Melawi memiliki daya saing yang lebih kuat.

Selain sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi prioritas strategis. Pemerintah berkomitmen membuka dan meningkatkan akses jalan dari Nanga Pinoh menuju Kota Baru dan Sokan hingga terhubung ke Kabupaten Katingan di Kalimantan Tengah. Jalur ini diyakini mampu mengurangi isolasi wilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Konektivitas yang lebih baik tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang investasi dan memperluas akses layanan pendidikan serta kesehatan. Dengan demikian, peningkatan IPM tidak hanya bertumpu pada satu sektor, melainkan hasil sinergi berbagai kebijakan pembangunan.

Ria Norsan juga mengapresiasi dukungan masyarakat dan jajaran pemerintah daerah selama satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menargetkan peningkatan IPM Kabupaten Melawi secara bertahap dan berkelanjutan. Fokus pada pendidikan dan infrastruktur diharapkan mampu mendorong kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Bagi masyarakat Melawi, momentum ini menjadi peluang penting untuk bersama-sama meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dukungan aktif dari orang tua, tenaga pendidik, pelaku usaha, dan pemerintah daerah akan menjadi kunci percepatan kemajuan.

FAQ

1. Mengapa IPM Kabupaten Melawi masih rendah?
Karena tingkat pendidikan masyarakat masih rendah, sekitar 25 persen warga belum menyelesaikan pendidikan SMA.

2. Berapa IPM Kalimantan Barat saat ini?
IPM Kalbar berada di angka 72,09 dan masuk kategori tinggi.

3. Apa langkah konkret Pemprov Kalbar untuk Melawi?
Fokus pada peningkatan akses dan mutu pendidikan serta pembangunan jalan strategis Nanga Pinoh hingga terhubung ke Katingan.

4. Mengapa infrastruktur berpengaruh terhadap IPM?
Karena akses jalan memperlancar ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan yang menjadi komponen penilaian IPM.

Rabu, 04 Februari 2026

SPBU Baru di Singkawang Barat Resmi Beroperasi, Pemkot Dorong Distribusi BBM Lebih Lancar dan Ekonomi Warga Meningkat

SPBU Baru di Singkawang Barat Resmi Beroperasi, Pemkot Dorong Distribusi BBM Lebih Lancar dan Ekonomi Warga Meningkat
SPBU Baru di Singkawang Barat Resmi Beroperasi, Pemkot Dorong Distribusi BBM Lebih Lancar dan Ekonomi Warga Meningkat.

SINGKAWANG -- Pemerintah Kota Singkawang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat layanan energi bagi masyarakat. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan mendorong optimalisasi operasional SPBU baru yang berlokasi di Jalan Tani, Kecamatan Singkawang Barat, seiring meningkatnya mobilitas warga dan geliat aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, menegaskan bahwa kehadiran SPBU baru bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan kebutuhan strategis untuk menjamin kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM), terutama di kawasan dengan pertumbuhan penduduk dan arus pergerakan yang terus meningkat.

“Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, kebutuhan akan SPBU juga semakin besar. Kehadiran SPBU ini diharapkan mampu memperlancar distribusi BBM sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga,” ujar Dwi Yanti saat peresmian SPBU DODO 64.791.24 milik PT Bintang Jasa Transkal, Selasa lalu.

Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Kota Singkawang membuka ruang seluas-luasnya bagi investasi yang taat aturan dan berorientasi pada kepentingan publik. Menurutnya, percepatan perizinan usaha tetap diimbangi dengan pengawasan ketat terhadap standar keselamatan dan mutu layanan.

“Masuknya investasi ini menjadi sinyal positif bahwa Singkawang dipercaya. Tugas kami adalah memastikan perizinan berjalan cepat, namun pengawasan tetap maksimal,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pemkot juga mengingatkan pengelola SPBU agar senantiasa menjaga keselamatan operasional, meningkatkan kualitas pelayanan, mematuhi standar Pertamina, serta membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Sales Branch Manager Kalbar 1 Fuel Pertamina, Irsan Firdaus Gisani, menjelaskan bahwa SPBU dengan skema Dealer Owner Dealer Operate (DODO) ini saat ini telah melayani penjualan BBM non-subsidi. Jenis BBM yang tersedia meliputi Pertamax Turbo, Pertamax, Pertalite, Pertamina Dex, dan Dexlite.

Namun, untuk penyaluran BBM bersubsidi, pihaknya masih menunggu kelengkapan administrasi berupa surat rekomendasi kelayakan dari Pemerintah Kota Singkawang kepada BPH Migas.

“Setelah rekomendasi dari Pemda diterbitkan dan disampaikan ke BPH Migas, barulah SPBU ini dapat menyalurkan BBM subsidi,” terang Irsan.

Ia menambahkan, penyaluran BBM bersubsidi ditargetkan dapat mulai berjalan pada akhir triwulan II tahun 2026, mengingat kesiapan infrastruktur SPBU telah disesuaikan dengan standar resmi Pertamina.

Di sisi lain, keberadaan SPBU ini juga membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Pemilik SPBU PT Bintang Jasa Transkal, Joni, menyampaikan bahwa seluruh tenaga kerja yang direkrut berasal dari masyarakat Kota Singkawang.

“Kami ingin SPBU ini tidak hanya hadir sebagai penyedia BBM, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi warga, terutama melalui pembukaan lapangan kerja,” ungkapnya.

Dengan hadirnya SPBU baru ini, masyarakat Singkawang diharapkan dapat menikmati akses BBM yang lebih mudah, pelayanan yang lebih baik, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka. Sebuah langkah kecil, namun berdampak besar bagi kenyamanan dan kesejahteraan warga.

262 Usulan Menggema dari Singkawang Selatan: Infrastruktur Jadi Nafas Utama Pembangunan RKPD 2027

262 Usulan Menggema dari Singkawang Selatan: Infrastruktur Jadi Nafas Utama Pembangunan RKPD 2027
262 Usulan Menggema dari Singkawang Selatan: Infrastruktur Jadi Nafas Utama Pembangunan RKPD 2027.

SINGKAWANG -- Suara warga Singkawang Selatan kembali menjadi fondasi perencanaan pembangunan daerah. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Singkawang Tahun 2027 tingkat Kecamatan Singkawang Selatan, sebanyak 262 usulan kegiatan pembangunan resmi disampaikan. Mayoritas usulan tersebut menitikberatkan pada infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah, dua hal yang dinilai paling mendesak untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Camat Singkawang Selatan, Apriyanto, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang dialog strategis antara pemerintah dan warga. Di sinilah aspirasi masyarakat dari tingkat kelurahan dirumuskan, disepakati, lalu diselaraskan dengan arah pembangunan Kota Singkawang ke depan.

“Musrenbang ini menjadi wadah musyawarah masyarakat Singkawang Selatan untuk menyepakati program prioritas yang berasal dari kebutuhan riil warga di kelurahan, kemudian diintegrasikan dengan prioritas pembangunan kota,” ujar Apriyanto di Singkawang, Selasa.

Infrastruktur Masih Jadi Kebutuhan Paling Mendesak

Dari total 262 usulan, 163 usulan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan infrastruktur dasar, sementara 62 usulan lainnya menyasar penguatan konektivitas wilayah. Jenis kegiatan yang paling banyak diusulkan antara lain pembangunan jalan paving, drainase, dan jembatan.

Menurut Apriyanto, dominasi usulan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih membutuhkan penguatan infrastruktur permukiman dan akses antarwilayah. Infrastruktur yang layak diyakini mampu mendorong mobilitas warga sekaligus memperlancar roda perekonomian lokal.

“Ketika akses jalan baik dan lingkungan tertata, aktivitas warga menjadi lebih lancar, usaha kecil bergerak, dan ekonomi ikut tumbuh,” jelasnya.

Sebaran Usulan dari Empat Kelurahan

Usulan pembangunan tersebut berasal dari empat kelurahan di Singkawang Selatan, dengan rincian:

  • Kelurahan Sedau: 94 usulan

  • Kelurahan Pangmilang: 79 usulan

  • Kelurahan Sijangkung: 57 usulan

  • Kelurahan Sagatani: 32 usulan

Seluruh usulan ini telah melalui proses musyawarah dan diharapkan dapat masuk dalam prioritas perencanaan pembangunan daerah, untuk kemudian direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Musrenbang Jadi Penentu Arah Pembangunan Kota

Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, menilai Musrenbang sebagai forum yang sangat strategis dan partisipatif. Melalui proses ini, kebijakan pembangunan diharapkan benar-benar tepat sasaran, efektif, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Musrenbang memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan Kota Singkawang tahun 2027. Partisipasi semua pihak sangat dibutuhkan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berdampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti sejumlah persoalan krusial yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti kemiskinan ekstrem, tengkes (stunting), dan banjir. Saat ini, Kecamatan Singkawang Selatan menyumbang 27 persen dari total 195 keluarga miskin ekstrem di Kota Singkawang.

Tak hanya itu, masih terdapat dua kelurahan yang belum sepenuhnya bebas dari praktik buang air besar sembarangan (BABS). Kondisi ini menegaskan pentingnya program sanitasi dan perubahan perilaku masyarakat masuk dalam prioritas perencanaan.

“Ini adalah tantangan bersama yang harus kita jawab dengan aksi nyata melalui usulan-usulan Musrenbang,” ujar Dwi Yanti.

Potensi Ekonomi Besar, Warga Diajak Ikut Mengawal

Di balik berbagai tantangan, Singkawang Selatan juga menyimpan potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Wilayah ini memiliki pantai, kawasan perbukitan, lahan pertanian, serta menjadi pintu masuk Kota Singkawang dengan keberadaan bandara.

Potensi tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan pariwisata dan agrowisata, yang jika dikelola dengan baik, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dwi Yanti pun mengajak warga untuk tidak hanya mengusulkan, tetapi juga mengawal dan mengawasi jalannya program pembangunan agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Dengan sinergi pemerintah dan masyarakat, kita bisa menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.