Berita BorneoTribun: Ekonomi Rakyat hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Rakyat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Rakyat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 April 2026

Kemenkeu Salurkan Rp18,6 Miliar untuk 2.954 UMKM Ultra Mikro di Kaltim, Dorong Usaha Naik Kelas

Kemenkeu salurkan Rp18,6 miliar dana UMi ke 2.954 UMKM Kaltim untuk dorong usaha naik kelas dan perkuat ekonomi rakyat di awal 2026. (Gambar ilustrasi)
Kemenkeu salurkan Rp18,6 miliar dana UMi ke 2.954 UMKM Kaltim untuk dorong usaha naik kelas dan perkuat ekonomi rakyat di awal 2026. (Gambar ilustrasi)

Samarinda – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus memperkuat sektor ekonomi kerakyatan melalui penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Sepanjang Januari hingga Februari 2026, dana sebesar Rp18,6 miliar telah disalurkan kepada 2.954 pelaku usaha ultra mikro di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kaltim, Tjahjo Purnomo, mengatakan program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kecil.

“Penyaluran UMi mempermudah akses tambahan modal usaha, sehingga pelaku usaha bisa meningkatkan kualitas produk dan pendapatan,” ujar Tjahjo di Samarinda, Ahad.

Tidak Sekadar Modal, Ada Pendampingan Usaha

Menariknya, program UMi tidak hanya memberikan pinjaman dana. Para pelaku usaha juga mendapatkan pendampingan berupa pelatihan dan pembinaan usaha.

Pendekatan ini dinilai efektif karena membantu pelaku usaha “naik kelas” dan menjaga tingkat pengembalian pinjaman tetap lancar.

Dengan kata lain, UMi bukan sekadar bantuan finansial, tapi juga strategi pemberdayaan ekonomi jangka panjang.

Sektor Perdagangan Mendominasi Penyaluran

Dari total Rp18,6 miliar yang disalurkan, sektor perdagangan menjadi penyerap terbesar:

  • Perdagangan mikro: Rp17,84 miliar (2.883 pelaku usaha)

  • Akomodasi & makan minum: Rp200 juta (20 pelaku usaha)

  • Industri pengolahan: Rp180 juta (15 pelaku usaha)

Dominasi sektor perdagangan bukan tanpa alasan. Karakter usaha yang sederhana, perputaran uang yang cepat, serta kebutuhan modal kecil membuat sektor ini paling diminati.

“Tingginya aktivitas usaha kecil seperti warung dan perdagangan hasil pertanian membuat kebutuhan pembiayaan mikro terus meningkat,” jelas Tjahjo.

Kutai Kartanegara Jadi Penyerap Terbesar

Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, penyaluran terbesar terjadi di:

  1. Kutai Kartanegara: Rp4,15 miliar

  2. Samarinda: Rp3,61 miliar

  3. Balikpapan: Rp3,43 miliar

  4. Penajam Paser Utara: Rp2,85 miliar

  5. Paser: Rp1,63 miliar

Tjahjo menyebut tingginya penyaluran di Kutai Kartanegara sejalan dengan banyaknya pelaku usaha ultra mikro yang tersebar hingga ke desa-desa.

Dorong Ekonomi Lokal Lebih Tangguh

Program UMi menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam memperkuat ekonomi lokal, khususnya bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan.

Dengan akses modal yang lebih mudah dan pendampingan berkelanjutan, pelaku usaha kecil diharapkan mampu berkembang, meningkatkan pendapatan, dan menciptakan lapangan kerja baru.

FAQ

1. Apa itu pembiayaan UMi?
UMi (Ultra Mikro) adalah program pembiayaan pemerintah untuk usaha kecil yang belum terjangkau kredit perbankan.

2. Berapa total dana yang disalurkan di Kaltim?
Sebesar Rp18,6 miliar untuk periode Januari–Februari 2026.

3. Siapa saja penerima manfaat UMi?
Sebanyak 2.954 pelaku usaha ultra mikro di berbagai sektor.

4. Apakah UMi hanya berupa pinjaman?
Tidak. Selain dana, pelaku usaha juga mendapat pelatihan dan pendampingan.

5. Sektor apa yang paling dominan?
Sektor perdagangan mikro dengan serapan terbesar.

Minggu, 08 Februari 2026

Menuju Usia 500 Tahun, Banjarmasin Tancap Gas Lewat 500 Event Wisata Penggerak Ekonomi Rakyat

Menuju Usia 500 Tahun, Banjarmasin Tancap Gas Lewat 500 Event Wisata Penggerak Ekonomi Rakyat
Menuju Usia 500 Tahun, Banjarmasin Tancap Gas Lewat 500 Event Wisata Penggerak Ekonomi Rakyat.

BANJARMASIN -- Bayangkan sebuah kota yang merayakan usia setengah milenium bukan dengan seremoni biasa, tapi dengan ratusan kegiatan yang menghidupkan ekonomi warganya. Inilah yang sedang disiapkan Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjelang peringatan hari jadi ke-500 pada 24 September 2026.

Tak main-main, Pemkot Banjarmasin telah menyiapkan 500 kegiatan strategis yang dirancang khusus untuk menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat, terutama melalui sektor pariwisata. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa perayaan ulang tahun kota bukan sekadar seremoni, melainkan momentum kebangkitan ekonomi berbasis budaya dan kearifan lokal.

Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin, menegaskan bahwa ratusan agenda tersebut dikemas dalam Calendar of Event (CoE) 2026 yang telah diluncurkan secara nasional di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, pada 7 Februari 2026. Peluncuran di Bali dipilih dengan pertimbangan matang, mengingat Pulau Dewata merupakan etalase pariwisata Indonesia di mata dunia.

“Ini bukan hanya promosi seremonial. Lima ratus kegiatan yang kami susun adalah bentuk keseriusan untuk menggerakkan ekonomi rakyat, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat identitas Banjarmasin di usia ke-500,” ujar Yamin.

Menariknya, dukungan terhadap agenda besar ini tidak hanya datang dari pemerintah kota. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga memberikan sokongan penuh karena program ini dinilai sejalan dengan penguatan pariwisata daerah yang berpihak langsung pada masyarakat.

Dalam CoE 2026, Pemkot Banjarmasin mengangkat kekuatan utama kota, mulai dari wisata sungai, pasar terapung, hingga tradisi dan seni budaya Banjar. Tak ketinggalan, kekayaan kuliner khas seperti soto Banjar, mie bancir, nasi kuning, serta aneka olahan ikan lokal turut menjadi daya tarik utama yang dipromosikan.

Seluruh kegiatan tersebut dirancang agar memberi dampak nyata. Bukan hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga menghidupkan pelaku UMKM, perajin lokal, seniman, sektor perhotelan, hingga jasa transportasi.

“Pariwisata harus memberi manfaat yang merata. Pemerintah hadir untuk memastikan setiap event bukan sekadar tontonan, tapi benar-benar menjadi sumber penghidupan masyarakat,” tegas Yamin.

Dengan strategi promosi nasional hingga internasional, serta dukungan lintas sektor, Banjarmasin optimistis perayaan usia 500 tahun ini akan menjadi tonggak penting transformasi kota. Sebuah perayaan yang bukan hanya dirayakan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Rabu, 04 Februari 2026

CU Jadi Andalan Ekonomi Rakyat, Pemprov Kalbar Tegas Dukung Digitalisasi dan Transformasi Koperasi

CU Jadi Andalan Ekonomi Rakyat, Pemprov Kalbar Tegas Dukung Digitalisasi dan Transformasi Koperasi
CU Jadi Andalan Ekonomi Rakyat, Pemprov Kalbar Tegas Dukung Digitalisasi dan Transformasi Koperasi.

PONTIANAK -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dengan mendukung pengembangan koperasi simpan pinjam berbasis anggota atau credit union (CU). Dukungan ini tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga mendorong transformasi kelembagaan dan digitalisasi layanan agar koperasi semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa koperasi yang benar-benar berpihak kepada rakyat harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan CU Lantang Tipo di Kabupaten Sanggau, Selasa.

“Saya memilih hadir bersama rakyat Kalbar dan bersama CU Lantang Tipo, karena koperasi seperti inilah yang nyata bekerja untuk masyarakat,” ujarnya.

Menurut Krisantus, koperasi memiliki peran strategis, terutama di wilayah pedesaan yang belum sepenuhnya terjangkau layanan perbankan. Selama ini, CU terbukti membuka akses keuangan bagi masyarakat kecil sekaligus menjadi sarana pemberdayaan ekonomi keluarga.

Ia menekankan bahwa peran CU jauh melampaui fungsi simpan pinjam. Banyak keluarga yang terbantu dalam membiayai pendidikan anak, memulai usaha, hingga meningkatkan taraf hidup berkat kehadiran koperasi.

“CU bukan sekadar tempat menabung dan meminjam. Di sinilah masyarakat membangun masa depan keluarganya. Dampaknya langsung dirasakan,” kata Krisantus.

Pemprov Kalbar, lanjutnya, terus mendorong seluruh CU agar memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia, serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas layanan kepada anggota.

“Di usia emas, CU tidak boleh berjalan di tempat. Digitalisasi adalah kunci agar pelayanan semakin cepat, mudah, dan transparan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti keberhasilan CU Lantang Tipo yang mampu bertahan hingga 50 tahun dengan pengelolaan aset mencapai triliunan rupiah. Capaian tersebut dinilai sebagai bukti nyata tingginya kepercayaan anggota terhadap koperasi.

“Tidak semua lembaga keuangan mampu bertahan selama setengah abad. Ini menandakan pengelolaan yang sehat dan profesional. Aset itu tumbuh dari kepercayaan anggota,” ujarnya.

Krisantus menambahkan, koperasi dan perbankan tidak perlu dipertentangkan. Keduanya justru saling melengkapi dalam memperkuat perekonomian daerah.

“CU dan bank bukan pesaing, melainkan mitra. Keduanya memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalbar,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus KSP CU Lantang Tipo, Sabinus, menyebut perayaan HUT ke-50 sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan jati diri koperasi yang dibangun atas semangat gotong royong sejak berdiri pada 1976.

Ia memastikan bahwa inovasi dan digitalisasi akan terus menjadi fokus utama agar layanan CU semakin relevan, khususnya bagi generasi muda.

“Kami ingin pelayanan terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan anggota di era digital,” ungkapnya.

Sabinus juga menegaskan komitmen pengurus dalam memperkuat kelembagaan serta meningkatkan kualitas layanan agar CU tetap menjadi pilihan utama anggota dalam mengelola keuangan secara aman dan berkelanjutan.

Perayaan 50 tahun CU Lantang Tipo dihadiri ribuan anggota, pengurus, pengawas, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan pemerintah daerah. Acara ini juga dirangkaikan dengan pemberian apresiasi kepada para pendiri, karyawan, dan anggota yang selama ini berkontribusi menjaga keberlanjutan koperasi.

Sebagai lembaga keuangan mikro berbasis anggota, CU Lantang Tipo konsisten mengedepankan pendidikan, pelatihan, serta layanan keuangan berkelanjutan. Tak heran jika koperasi ini dinilai menjadi salah satu motor penggerak utama ekonomi kerakyatan di wilayah pedalaman Kalimantan Barat.