Berita BorneoTribun: Ekonomi Syariah hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Syariah. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2026

Bank Kalsel Resmikan 3 KCPS Baru, Perkuat Ekonomi Syariah Di Banua

Bank Kalsel resmikan 3 KCPS baru di Tabalong, Tapin, dan Batola untuk memperkuat layanan syariah dan mendukung ekonomi inklusif di Kalimantan Selatan.
Bank Kalsel resmikan 3 KCPS baru di Tabalong, Tapin, dan Batola untuk memperkuat layanan syariah dan mendukung ekonomi inklusif di Kalimantan Selatan.

BANJARMASIN – Komitmen memperkuat ekonomi berbasis syariah terus ditunjukkan Bank Kalsel. Terbaru, bank daerah ini resmi membuka tiga Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) sekaligus di wilayah strategis Kalimantan Selatan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengatakan ekspansi ini bertujuan untuk menghadirkan layanan perbankan syariah yang lebih dekat, nyaman, dan mudah diakses masyarakat.

“Pembukaan KCPS bertujuan menghadirkan layanan syariah yang lebih representatif dan menjangkau masyarakat lebih luas,” ujar Fachrudin di Banjarmasin, Minggu.

Langkah ini sekaligus menjadi respons atas meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis prinsip syariah yang transparan dan sesuai nilai-nilai Islam.

Fokus Ekspansi ke Wilayah Strategis

Tiga KCPS yang diresmikan berada di lokasi yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi, yakni:

  • KCPS Tanjung (Kabupaten Tabalong)
    Difokuskan untuk mendukung kawasan industri serta sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

  • KCPS Rantau (Kabupaten Tapin)
    Menjadi penguat sektor perdagangan dan pertanian lokal yang terus berkembang.

  • KCPS Handil Bakti (Kabupaten Barito Kuala)
    Melayani kawasan pemukiman padat dan jalur strategis lintas provinsi Kalsel-Kalimantan Tengah.

Menurut Fachrudin, ekspansi ini bukan semata mengejar target bisnis, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan yang inklusif.

“Ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor syariah di Banua,” jelasnya.

Dorong UMKM dan Inklusi Keuangan

Kehadiran KCPS diharapkan mampu membuka akses lebih luas bagi pelaku UMKM dan nasabah ritel terhadap layanan perbankan syariah.

Selain itu, Bank Kalsel juga ingin memastikan layanan yang diberikan lebih transparan, mudah dipahami, serta sesuai prinsip syariah.

Langkah ini dinilai penting dalam mempercepat literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya di daerah yang selama ini belum terjangkau layanan optimal.

Komitmen Jangka Panjang

Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Bank Kalsel dalam memperkuat posisi sebagai bank daerah yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.

Dengan semakin luasnya jaringan layanan, Bank Kalsel optimistis dapat menjadi motor penggerak ekonomi syariah di Kalimantan Selatan.

FAQ

1. Apa itu KCPS Bank Kalsel?
KCPS adalah Kantor Cabang Pembantu Syariah yang menyediakan layanan perbankan berbasis prinsip syariah.

2. Di mana saja KCPS baru dibuka?
Di Tanjung (Tabalong), Rantau (Tapin), dan Handil Bakti (Barito Kuala).

3. Apa tujuan pembukaan KCPS ini?
Untuk memperluas akses layanan keuangan syariah yang lebih mudah, nyaman, dan inklusif.

4. Siapa yang diuntungkan dari ekspansi ini?
Pelaku UMKM, nasabah ritel, serta masyarakat umum yang membutuhkan layanan perbankan syariah.

5. Apakah ini bagian dari strategi bisnis?
Ya, namun juga sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi syariah daerah.

Rabu, 18 Maret 2026

Penguatan Ekonomi Daerah, Kalsel Fokus Kembangkan Koperasi Merah Putih

Kalsel perkuat ekonomi daerah melalui koperasi Merah Putih. Lebih dari 2.000 koperasi telah terbentuk untuk dorong ekonomi syariah dan pemberdayaan desa.
Kalsel perkuat ekonomi daerah melalui koperasi Merah Putih. Lebih dari 2.000 koperasi telah terbentuk untuk dorong ekonomi syariah dan pemberdayaan desa.

BANJARBARU – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat struktur ekonomi daerah melalui pembinaan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalimantan Selatan, Rahmaddin, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari penyelarasan program prioritas nasional dengan visi pembangunan daerah yang diusung Gubernur H. Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, yakni “Kalsel Bekerja” (Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera).

Menurut Rahmaddin, koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak utama perekonomian daerah, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah.

“Program nasional ini selaras dengan misi pemerintah daerah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah. Koperasi menjadi urat nadi pembangunan sekaligus penopang ekonomi masyarakat,” ujarnya di Banjarbaru, Selasa.

Ia menambahkan, keberadaan koperasi yang sehat dan berdaya saing akan memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai pintu gerbang logistik di wilayah Kalimantan.

Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menerapkan strategi kolaboratif yang mencakup pendampingan berkelanjutan bagi pengurus koperasi, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta penguatan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa dan kelurahan.

Rahmaddin juga menekankan bahwa capaian ini menjadi fondasi penting dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan Presiden Prabowo.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi UKM Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih memiliki dasar hukum yang kuat, yakni Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025.

Di tingkat daerah, kebijakan tersebut diperkuat melalui Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 024 Tahun 2025.

Berdasarkan data terbaru, perkembangan koperasi di Kalimantan Selatan menunjukkan tren yang signifikan. Hingga saat ini, telah terbentuk sebanyak 2.013 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah berbadan hukum.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.869 Koperasi Desa Merah Putih dan 144 Koperasi Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Dengan masifnya pembentukan koperasi ini, pemerintah berharap masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, dapat merasakan langsung dampak positifnya, baik melalui kemudahan akses logistik maupun peningkatan pemberdayaan usaha lokal.