Berita BorneoTribun: Evakuasi Korban hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Evakuasi Korban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Evakuasi Korban. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2026

Dua Orang Diduga Tenggelam, Patko Polresta Banjarmasin Lakukan Pengamanan Lokasi

Patko Polresta Banjarmasin mengamankan proses pencarian dua korban tenggelam di Jembatan Dewi, memastikan tim SAR bekerja lancar dan situasi tetap kondusif. (Gambar ilustrasi)
Patko Polresta Banjarmasin mengamankan proses pencarian dua korban tenggelam di Jembatan Dewi, memastikan tim SAR bekerja lancar dan situasi tetap kondusif. (Gambar ilustrasi)

BANJARMASIN – Tim Patroli Kota (Patko) Satuan Samapta Polresta Banjarmasin turun langsung memantau proses pencarian dua orang yang diduga tenggelam di kawasan Jembatan Dewi, Kamis.

Kehadiran polisi di lokasi bukan sekadar mengawasi, tapi juga memastikan situasi tetap aman dan terkendali selama proses pencarian berlangsung. Mereka turut membantu pengamanan area agar tim gabungan SAR bisa bekerja tanpa hambatan.

Kasat Polairud Polresta Banjarmasin, Kompol Dading Kalbu Adie, mengatakan pihaknya mengerahkan personel untuk mendukung jalannya pencarian sekaligus menjaga ketertiban di sekitar lokasi.

“Kami hadir untuk memastikan proses pencarian berjalan aman dan tertib, serta mengantisipasi kerumunan warga yang dapat mengganggu tim SAR,” ujarnya, Jumat.

Kronologi Kejadian Masih Diselidiki

Informasi awal menyebutkan dua korban berjenis kelamin laki-laki. Namun, hingga kini identitas dan penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan oleh petugas.

Berdasarkan keterangan saksi, insiden itu bermula saat seorang warga yang sedang memancing melihat gerakan mencurigakan di sungai.

“Saksi melihat gerakan samar dan mendengar suara seperti orang tercebur, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada warga lainnya,” jelas Dading.

Peristiwa itu diduga terjadi pada Rabu (25/3), dan sejak saat itu tim SAR langsung melakukan pencarian.

Tim SAR Lakukan Penyisiran Intensif

Tim gabungan SAR Kota Banjarmasin masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Mereka menggunakan berbagai peralatan pencarian air untuk mempercepat proses evakuasi.

Sementara itu, personel Patko turut mengatur lalu lintas dan aktivitas warga di sekitar jembatan. Hal ini dilakukan agar tim SAR memiliki ruang gerak yang cukup saat melakukan pencarian.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekat ke titik pencarian demi keselamatan bersama dan kelancaran proses evakuasi,” tambahnya.

Pencarian Masih Berlangsung

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian kedua korban masih terus dilakukan. Harapannya, korban dapat segera ditemukan dalam kondisi apapun.

Situasi di lokasi pun terpantau relatif kondusif berkat pengamanan dari aparat kepolisian yang terus berjaga.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Di mana lokasi kejadian korban tenggelam?
Di kawasan Jembatan Dewi, Kota Banjarmasin.

2. Berapa jumlah korban yang dicari?
Dua orang yang diduga tenggelam.

3. Siapa yang terlibat dalam proses pencarian?
Tim gabungan SAR Kota Banjarmasin dibantu personel Polresta Banjarmasin.

4. Apa peran Patko di lokasi?
Melakukan pengamanan, pengaturan area, dan memastikan proses pencarian berjalan lancar.

5. Apakah korban sudah ditemukan?
Belum, hingga saat ini pencarian masih terus berlangsung.

Rabu, 25 Maret 2026

Bocah 6 Tahun Tenggelam Di Pantai Gratis Singkawang Saat Bermain Air

Bocah 6 tahun tenggelam di Pantai Gratis Singkawang setelah lepas dari pengawasan. Korban ditemukan tak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia.
Bocah 6 tahun tenggelam di Pantai Gratis Singkawang setelah lepas dari pengawasan. Korban ditemukan tak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia.

SINGKAWANG -- Peristiwa duka terjadi di kawasan wisata Pantai Gratis, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, pada Selasa (24/3) siang. Seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun dilaporkan tenggelam saat bermain air bersama keluarganya.

Korban diketahui bernama Muhammad Azka, warga Jalan Demang Akub, Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara.

Kapolsek Singkawang Selatan, Iptu Dian Edi Sarwono, menjelaskan bahwa korban sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh keluarga saat sedang bermain di sekitar pantai.

“Korban diduga lepas dari pengawasan orang tua saat mandi di pantai. Keluarga kemudian melakukan pencarian dibantu petugas di lokasi,” ujarnya.

Kronologi Kejadian

Insiden ini bermula saat korban tengah mandi bersama orang tua dan kakaknya di area perbatasan antara Pantai Gratis dan kawasan PLTU.

Di tengah aktivitas tersebut, korban diduga terseret arus atau berpindah lokasi tanpa diketahui oleh keluarga. Kondisi ini membuat pihak keluarga panik dan langsung melakukan pencarian.

Setelah beberapa waktu dilakukan penyisiran, korban akhirnya ditemukan di aliran Sungai Air Merah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Proses Evakuasi Hingga Penanganan Medis

Petugas gabungan yang berada di lokasi segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat, yakni UPT Puskesmas Singkawang Selatan 1.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

Imbauan Kepolisian Untuk Pengunjung Pantai

Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih waspada saat membawa anak-anak ke area wisata pantai.

“Orang tua harus selalu mengawasi anak-anak, terutama di area yang berpotensi berbahaya seperti pantai dan aliran sungai,” tegas Dian.

Ia juga menambahkan bahwa kejadian ini menjadi pengingat penting, terutama saat musim liburan atau long weekend, di mana jumlah pengunjung meningkat signifikan.

Perlu Pengawasan Ketat Di Area Wisata

Peristiwa ini menjadi perhatian bersama bagi pengelola wisata dan masyarakat untuk meningkatkan pengamanan, termasuk pemasangan rambu peringatan serta pengawasan di titik-titik rawan.

Keselamatan pengunjung, khususnya anak-anak, harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

FAQ

1. Di mana lokasi kejadian?
Di Pantai Gratis, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan.

2. Siapa korban dalam kejadian ini?
Muhammad Azka, bocah laki-laki berusia 6 tahun.

3. Apa penyebab korban tenggelam?
Diduga korban lepas dari pengawasan orang tua saat bermain air.

4. Di mana korban ditemukan?
Di aliran Sungai Air Merah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

5. Apa imbauan dari pihak kepolisian?
Orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak saat berada di area pantai.

Senin, 23 Maret 2026

Tim SAR Temukan Korban Tenggelam Di Sungai Landak, Sempat Dicari Warga

Tim SAR menemukan korban tenggelam di Sungai Landak setelah jatuh dari kelotok. Korban diduga kambuh penyakit saat menyeberang.
Tim SAR menemukan korban tenggelam di Sungai Landak setelah jatuh dari kelotok. Korban diduga kambuh penyakit saat menyeberang.

Pontianak, Kalbar - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban tenggelam di Sungai Landak, wilayah Desa Rantau Panjang, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak, pada Minggu (22/3/2026) malam.

Peristiwa ini bermula saat seorang penumpang motor kelotok dilaporkan terjatuh ke sungai dan hilang saat sedang menyeberang.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima sekitar pukul 17.15 WIB.

“Informasi kami terima dari warga atas nama Bapak Yahya terkait kecelakaan air, satu orang penumpang jatuh dan tenggelam di Sungai Landak,” ujarnya.

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula sekitar pukul 15.30 WIB. Korban diketahui sedang menyeberang menggunakan perahu tradisional bermotor atau yang biasa disebut kelotok.

Rute penyeberangan dari Desa Rantau Panjang menuju dermaga perusahaan setempat.

Namun di tengah perjalanan, korban diduga mengalami kambuh penyakit ayan yang dideritanya.

Akibatnya, korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke sungai hingga akhirnya tenggelam.

Korban diketahui bernama Khairul Umam (35), warga setempat.

Pencarian Sempat Dilakukan Warga

Sebelum tim SAR tiba di lokasi, warga sekitar sebenarnya sudah berinisiatif melakukan pencarian secara mandiri.

Sayangnya, upaya awal tersebut belum membuahkan hasil.

“Pencarian awal oleh warga belum berhasil, sehingga kami langsung kerahkan tim SAR gabungan untuk melakukan penyisiran,” jelas Junetra.

Korban Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian intensif dengan menyisir permukaan air serta memantau area sekitar lokasi kejadian.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Korban ditemukan pada pukul 19.15 WIB di hari yang sama, dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Jenazah kemudian dievakuasi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Operasi SAR Resmi Ditutup

Setelah korban ditemukan, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Seluruh unsur SAR yang terlibat juga telah kembali ke kesatuan masing-masing.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu waspada saat beraktivitas di perairan, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

FAQ (Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan)

1. Siapa korban tenggelam di Sungai Landak?
Korban bernama Khairul Umam (35), warga Desa Rantau Panjang.

2. Kapan kejadian terjadi?
Kejadian terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026 sekitar pukul 15.30 WIB.

3. Apa penyebab korban jatuh ke sungai?
Diduga korban mengalami kambuh penyakit ayan saat berada di atas kelotok.

4. Kapan korban ditemukan?
Korban ditemukan pukul 19.15 WIB di hari yang sama.

5. Siapa yang melakukan pencarian?
Pencarian dilakukan oleh warga setempat dan dilanjutkan oleh tim SAR gabungan.

Jumat, 13 Maret 2026

Santri Tenggelam Di Melawi Ditemukan Warga Nanga Kayan

Santri Pondok Pesantren Tahfidz Bustanul Qur’an yang tenggelam di Sungai Pinoh akhirnya ditemukan warga di Desa Nanga Kayan setelah pencarian tim gabungan Polres Melawi.
Santri Pondok Pesantren Tahfidz Bustanul Qur’an yang tenggelam di Sungai Pinoh akhirnya ditemukan warga di Desa Nanga Kayan setelah pencarian tim gabungan Polres Melawi. (Gambar ilustrasi AI)

MELAWI – Pencarian korban tenggelam yang diketahui berinisial HD (14), seorang santri Pondok Pesantren Tahfidz Bustanul Qur’an, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan oleh warga pada Jumat (13/3/2026) di Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.

Sebelumnya, korban dilaporkan tenggelam di tepian Sungai Pinoh tepatnya di Desa Kenual, Kecamatan Nanga Pinoh pada Kamis (12/3/2026). Proses pencarian korban tenggelam langsung dilakukan setelah aparat menerima informasi dari masyarakat.

Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon melalui Ps Kasubsi Penmas Sie Humas Polres Melawi, Aipda Arbain mengatakan pencarian telah dilakukan sejak Kamis pagi oleh tim gabungan.

Tim yang terlibat dalam pencarian korban tenggelam tersebut terdiri dari Polres Melawi, Polsek Nanga Pinoh, TNI Koramil Nanga Pinoh, BPBD Kabupaten Melawi, serta Basarnas Kabupaten Sintang.

“Pencarian di hari pertama gabungan dari Polres Melawi, Polsek Nanga Pinoh, TNI Koramil Nanga Pinoh, BPBD Kabupaten Melawi dan Basarnas Kabupaten Sintang hingga malam hari namun belum ditemukan,” terang Aipda Arbain.

Pada Jumat pagi (13/3/2026), Call Centre 110 Polri menerima informasi dari warga Desa Nanga Kayan yang melaporkan adanya penemuan korban tenggelam di Sungai Melawi.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada tim gabungan yang langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan proses evakuasi.

“Sebelumnya korban tenggelam ditemukan masyarakat yang sedang melintas di Sungai Melawi, kemudian menghubungi Call Centre Polri 110,” jelasnya.

Proses evakuasi korban berlangsung dramatis. Setelah berhasil dievakuasi, korban tenggelam kemudian dibawa ke RSUD Melawi menggunakan speed boat 40 PK milik Bhabinkamtibmas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai karena bahaya dapat terjadi kapan saja.

Kapolres Melawi juga menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut.

“Kapolres Melawi menyampaikan turut berduka cita, semoga husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ujar Aipda Arbain.

Selain itu, Kapolres Melawi turut memberikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan serta masyarakat yang telah membantu dalam proses pencarian korban tenggelam hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.

Minggu, 07 September 2025

Tim DVI Polda Kalsel Hati-Hati Identifikasi Jasad Korban Helikopter Jatuh di Tanah Bumbu

BANJARMASIN - Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polda Kalimantan Selatan menegaskan proses identifikasi jasad korban kecelakaan helikopter BK117 D3 yang jatuh di kawasan hutan Desa Emil Baru, Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu, tidak bisa dilakukan terburu-buru. 

Hal ini karena tiga jasad WNI mengalami kondisi parah akibat terbakar hangus dan pembusukan tingkat lanjut sehingga sulit dikenali. Pernyataan itu disampaikan Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Muhammad El Yandiko dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Banjarmasin, Sabtu (6/9) malam.

“Kami mengedepankan akurasi dan ketepatan dalam mengidentifikasi. Tidak bisa buru-buru dalam menentukan identitas korban,” ujar Yandiko. Menurutnya, setiap hasil identifikasi harus dapat dipertanggungjawabkan sehingga tim akan terus mencari data tambahan hingga benar-benar yakin dengan identitas korban. Ia juga meminta pihak keluarga korban bersabar menunggu hasil resmi tim DVI.

Lebih lanjut, Yandiko menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan dengan tiga standar, yakni sidik jari, rumus gigi, dan tes DNA. Namun, kondisi jenazah yang mengalami luka bakar berat dan pembusukan tingkat lanjut membuat sidik jari sulit dikenali. Sementara itu, data gigi juga tidak lengkap, sehingga alternatif terakhir adalah pemeriksaan DNA. 

“Tes DNA memang membutuhkan waktu lebih lama, tapi ini adalah cara paling akurat untuk memastikan identitas korban,” jelasnya.

Tim DVI Polda Kalsel saat memberikan keterangan pers terkait proses identifikasi korban helikopter jatuh di RS Bhayangkara Banjarmasin.
Tim DVI Polda Kalsel Hati-Hati Identifikasi Jasad Korban Helikopter Jatuh di Tanah Bumbu.

Hingga Sabtu malam, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi tiga korban WNA dari delapan orang yang menjadi korban jatuhnya helikopter. Dari lima WNI yang tersisa, dua jasad sudah mulai mengarah pada identitas yang sebenarnya tanpa melalui tes DNA, namun masih dalam pendalaman tim. Adapun korban dalam kecelakaan ini terdiri dari Kapten Haryanto (pilot asal Batam), Hendra Darmawan (teknisi asal Luwu, Sulsel), tiga warga negara asing yaitu Mark Werren (Australia), Santha Kumar Prabhakaran (India), dan Claudine Pereira Quito (Brasil), serta tiga penumpang WNI yakni Iboy Irfan Rosa (Riau), Yudi Febrian Rahman (Pekanbaru), dan Andys Rissa Pasulu (Balikpapan).

Helikopter BK117 D3 ini sebelumnya hilang kontak sejak Senin (1/9) sekitar pukul 08.54 WITA. Setelah upaya pencarian, Tim SAR akhirnya menemukan bangkai helikopter di koordinat 03° 5’6” S – 115° 37’39.07” E, sekitar 700 meter dari titik awal koordinat KNKT, pada Rabu (3/9) pukul 14.45 WITA. Seluruh jasad berhasil dievakuasi ke RS Bhayangkara Banjarmasin pada Kamis (4/9) malam pukul 21.50 WITA.

Proses identifikasi ini menjadi sorotan publik, terutama keluarga korban yang menunggu kepastian kabar. Tim DVI menegaskan bahwa meskipun membutuhkan waktu lebih lama, akurasi tetap menjadi prioritas utama agar tidak terjadi kesalahan identitas. Publik diharapkan bersabar menunggu hasil resmi, sembari menantikan informasi lanjutan dari pihak kepolisian dan rumah sakit terkait perkembangan identifikasi korban.

Sumber: Antara