Iran Klaim Hancurkan Radar THAAD AS Di UEA Dan Yordania Serta FPS-132 Di Qatar
![]() |
| Iran mengklaim menghancurkan radar THAAD milik AS di UEA dan Yordania serta radar FPS-132 di Qatar melalui serangan rudal dan drone IRGC. |
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim berhasil menghancurkan sejumlah sistem radar pertahanan rudal milik Amerika Serikat yang berada di beberapa negara sekutunya di kawasan Teluk.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Jumat menyatakan bahwa unit rudal dan drone mereka telah menargetkan radar sistem pertahanan rudal THAAD buatan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab dan Yordania, serta radar FPS-132 yang ditempatkan di Qatar.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran media pemerintah Iran yang mengutip pernyataan resmi IRGC mengenai operasi militer tersebut.
Klaim Serangan Rudal dan Drone IRGC
![]() |
| Iran mengklaim menghancurkan radar THAAD milik AS di UEA dan Yordania serta radar FPS-132 di Qatar melalui serangan rudal dan drone IRGC. |
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut bahwa serangan dilakukan menggunakan kombinasi rudal dan drone tempur yang diarahkan ke fasilitas radar strategis milik Amerika Serikat.
“Radar THAAD AS yang terletak di UEA dan Yordania, serta FPS-132 AS yang terletak di Qatar, telah dihancurkan oleh unit rudal dan drone IRGC,” demikian isi pernyataan yang dikutip oleh stasiun penyiaran negara Iran, IRIB.
Radar-radar tersebut diketahui menjadi bagian penting dari jaringan sistem pertahanan udara Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Peran Sistem Radar THAAD dan FPS-132
Sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) merupakan salah satu sistem pertahanan rudal canggih milik Amerika Serikat yang dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak pendek hingga menengah.
Radar THAAD memiliki kemampuan pelacakan target jarak jauh dan menjadi komponen kunci dalam sistem pertahanan berlapis yang digunakan oleh sekutu Amerika di kawasan Teluk.
Sementara itu, radar FPS-132 merupakan radar peringatan dini yang dirancang untuk mendeteksi peluncuran rudal balistik dari jarak sangat jauh. Sistem ini digunakan untuk memberikan peringatan dini terhadap ancaman serangan rudal.
Ketegangan Regional Kian Meningkat
Klaim Iran mengenai penghancuran fasilitas radar tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.
Sejumlah negara di kawasan Teluk diketahui menjadi lokasi penempatan sistem pertahanan udara Amerika Serikat sebagai bagian dari upaya melindungi sekutu regional dari ancaman serangan rudal.
Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Yordania, maupun Qatar terkait klaim yang disampaikan oleh IRGC tersebut.
Jika klaim tersebut terbukti benar, penghancuran sistem radar strategis itu berpotensi memengaruhi keseimbangan pertahanan udara di kawasan Timur Tengah. Situasi ini juga diperkirakan dapat meningkatkan eskalasi ketegangan antara Iran dan sekutu Amerika Serikat di wilayah tersebut.

