Berita BorneoTribun: Festival Cap Go Meh hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Festival Cap Go Meh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Festival Cap Go Meh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Maret 2026

AHY Serahkan Bantuan Sosial Di Singkawang Dari Lelang Lukisan Kuda Api SBY

AHY menyalurkan bantuan sosial dari hasil lelang lukisan Kuda Api karya SBY senilai Rp6,5 miliar kepada masyarakat Singkawang menjelang Festival Cap Go Meh.
AHY menyalurkan bantuan sosial dari hasil lelang lukisan Kuda Api karya SBY senilai Rp6,5 miliar kepada masyarakat Singkawang menjelang Festival Cap Go Meh.

AHY Salurkan Bantuan Sosial Dari Hasil Lelang Lukisan “Kuda Api” Karya SBY di Singkawang

SINGKAWANG -- Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat Tionghoa di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Bantuan tersebut berasal dari hasil lelang lukisan berjudul Kuda Api karya Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

AHY menyampaikan bahwa bantuan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan yang tidak memandang latar belakang penerima. Penyaluran bantuan dilakukan saat rangkaian kunjungan kerja AHY di Singkawang beberapa waktu lalu.

Bantuan tersebut diserahkan di Vihara Panca Saddha menjelang perayaan Festival Cap Go Meh. Momentum ini dipilih karena festival tersebut menjadi salah satu tradisi budaya penting di Kota Singkawang yang dikenal sebagai kota dengan keberagaman budaya yang kuat.

Menurut AHY, kegiatan tersebut mencerminkan semangat persaudaraan lintas budaya sekaligus kepedulian sosial di tengah bulan suci Ramadan. Bantuan sosial yang diberikan juga ditujukan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, ras, dan etnis.

Ia menegaskan bahwa semangat utama dari program ini adalah membantu sesama tanpa memandang perbedaan. Indonesia, kata AHY, berdiri di atas keberagaman yang justru menjadi kekuatan bangsa.

“Semangatnya adalah membantu sesama tanpa melihat dari mana kita berasal, apa pun suku, agama, ras, dan etnis kita. Indonesia berdiri di atas keberagaman, dan di Kota Singkawang kita bisa melihat contoh harmoni itu,” ujar AHY.

Bantuan sosial tersebut berasal dari hasil lelang lukisan Kuda Api karya Susilo Bambang Yudhoyono yang terjual senilai Rp6,5 miliar. Seluruh dana hasil lelang tersebut didedikasikan untuk kegiatan kemanusiaan dan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

AHY menjelaskan bahwa lukisan Kuda Api terinspirasi dari shio Tahun 2026 atau Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Dalam filosofi Tionghoa, kuda melambangkan energi, keberanian, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.

Menurutnya, karya seni tersebut tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga membawa pesan kepedulian sosial. Lukisan itu diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

AHY juga menegaskan bahwa Partai Demokrat berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial. Apalagi pada momentum Ramadan yang identik dengan semangat berbagi dan kepedulian.

“Kita ingin terus menghadirkan semangat kepedulian dan berbagi, terutama di bulan Ramadan ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita,” kata AHY.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju peringatan 25 tahun Partai Demokrat yang akan jatuh pada September 2026. Momentum tersebut diharapkan menjadi penguat komitmen partai untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan AHY sangat terkesan dengan sambutan masyarakat Singkawang.

Herzaky yang juga putra asli Kalimantan Barat menyebut kesederhanaan dan ketulusan masyarakat setempat menjadi hal yang menyentuh bagi AHY selama kunjungannya.

“Mas AHY sangat tersentuh dengan sambutan hangat masyarakat Singkawang. Sederhana dan penuh ketulusan. Pesan Mas AHY, masyarakat tidak pernah meminta banyak. Kita yang harus peka membantu apa yang kita bisa,” ujar Herzaky.

Kegiatan penyaluran bantuan sosial dari hasil lelang lukisan Kuda Api ini diharapkan dapat memperkuat nilai kebersamaan sekaligus menjadi simbol solidaritas lintas budaya di tengah masyarakat Indonesia.

Minggu, 01 Maret 2026

Pawai Lampion Singkawang 2026 Diikuti 79 Kelompok Warga dan Wisatawan Bersiap Padati Kota

79 Kelompok Ramaikan Pawai Lampion Singkawang, Imlek dan Cap Go Meh 2026 Makin Semarak
Sebanyak 79 kelompok meramaikan Pawai Lampion Singkawang dalam rangka Imlek dan Cap Go Meh 2026. Event budaya ini menjadi daya tarik wisata unggulan dengan rute pusat kota dan antusiasme tinggi.

79 Kelompok Ramaikan Pawai Lampion Singkawang, Imlek dan Cap Go Meh 2026 Makin Semarak

Singkawang, Kalbar – Sebanyak 79 kelompok dipastikan ambil bagian dalam Pawai Lampion yang digelar di Singkawang, Minggu malam, sebagai rangkaian perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda budaya dan pariwisata unggulan yang selalu dinanti masyarakat dan wisatawan.

Pawai Lampion, Imlek Singkawang, Cap Go Meh 2026

Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, menyampaikan bahwa puluhan peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD dan BUMN, pelajar, mahasiswa, hingga komunitas masyarakat umum.

Menurutnya, jumlah 79 kelompok masih bersifat sementara. Panitia tidak membatasi jumlah peserta sehingga kemungkinan besar angka tersebut masih akan bertambah menjelang pelaksanaan. Tingginya animo masyarakat menjadi bukti kuat bahwa tradisi ini tetap hidup dan terus berkembang.

Rute Pawai Lampion Singkawang 2026

Pawai dijadwalkan mulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan titik awal di depan Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus. Rombongan peserta akan melintasi sejumlah ruas jalan utama kota, yakni Jalan Diponegoro, Jalan Niaga, Jalan Budi Utomo, Jalan Kurau, dan Jalan Setia Budi.

Setelah itu, arak-arakan akan kembali melewati Jalan Niaga dan Jalan Stasiun sebelum akhirnya finis di Gedung Happy Building dan Jalan GM Situt.

Rute ini dipilih karena berada di pusat kota dan menjadi kawasan strategis yang memudahkan masyarakat menyaksikan kemeriahan lampion warna-warni yang menghiasi malam perayaan.

Persiapan Teknis Hampir Rampung

Panitia memastikan seluruh persiapan teknis hampir selesai. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan panggung kehormatan di depan Kantor Wali Kota Singkawang. Panggung tersebut disiapkan khusus bagi tamu VVIP, VIP A, dan VIP B yang akan menyaksikan langsung jalannya pawai.

Dengan kesiapan yang telah mencapai 100 persen untuk panggung utama, panitia optimistis acara berjalan tertib dan lancar.

Antusiasme Masyarakat dan Daya Tarik Wisata

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang dikenal luas sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia. Bahkan, kota ini kerap dijuluki sebagai destinasi utama wisata budaya Tionghoa saat Cap Go Meh tiba.

Partisipasi 79 kelompok menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pelajar, hingga komunitas. Tidak hanya sekadar pawai, acara ini menjadi simbol harmoni, toleransi, dan kebersamaan masyarakat multietnis di Singkawang.

Bagi Anda yang ingin merasakan atmosfer budaya yang kental, Pawai Lampion bisa menjadi momen terbaik untuk berkunjung dan menikmati keindahan lampion, pertunjukan seni, serta semarak perayaan yang penuh warna.

FAQ Seputar Pawai Lampion Singkawang 2026

1. Kapan Pawai Lampion digelar?
Minggu malam, mulai sekitar pukul 20.00 WIB.

2. Berapa jumlah peserta yang ikut?
Sebanyak 79 kelompok dan masih berpotensi bertambah.

3. Dari mana saja peserta berasal?
OPD, BUMD, BUMN, pelajar, mahasiswa, dan berbagai komunitas masyarakat.

4. Di mana titik start dan finis pawai?
Start di depan Kantor Wali Kota Singkawang dan finis di Gedung Happy Building serta Jalan GM Situt.

5. Apakah acara ini terbuka untuk umum?
Ya, masyarakat dan wisatawan dapat menyaksikan langsung di sepanjang rute pawai.

Sumber: ANTARA/Narwati | Editor: Yakop

Semarak 727 Tatung di Festival Cap Go Meh Singkawang Tahun Ini

727 Tatung Meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026, Simbol Harmoni di Bulan Ramadhan
Sebanyak 727 tatung meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026 di Kalimantan Barat. Perayaan budaya ini hadirkan pejabat nasional dan simbol toleransi di bulan Ramadhan.

727 Tatung Meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026, Simbol Harmoni di Bulan Ramadhan

SINGKAWANG -- Sebanyak 727 tatung dipastikan ambil bagian dalam Festival Cap Go Meh 2026 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, yang digelar pada Selasa 3 Maret 2026. Perayaan budaya tahunan ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai kategori dan akan dihadiri pejabat nasional hingga perwakilan luar negeri, menjadikannya salah satu agenda wisata budaya terbesar di Indonesia.

Festival Cap Go Meh, Tatung Singkawang, Wisata Budaya menjadi sorotan utama dalam perayaan tahun ini. Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, menyebutkan total 727 tatung telah terdaftar resmi untuk memeriahkan pawai budaya tersebut.

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 523 tatung dengan tandu, 108 tanpa tandu, 75 miniatur, 15 jelangkung, tiga naga, dua barongsai, serta satu rombongan jalan kaki. Partisipasi tinggi ini menunjukkan kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah lama menjadi identitas Kota Singkawang.

Undangan untuk Pejabat Nasional dan Tamu Luar Negeri

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Singkawang, Mokhllis, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyebarkan 736 undangan kepada tokoh nasional dan pejabat negara. Hingga saat ini, sebanyak 102 undangan telah dikonfirmasi kehadirannya.

Sejumlah tokoh penting yang diundang antara lain Ketua MPR RI, Ketua DPD RI, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif.

Selain itu, turut diundang Gubernur Kalimantan Barat, Gubernur Maluku Utara, perwakilan BPK RI, serta Sekretaris BNPP RI. Festival ini juga dijadwalkan dihadiri Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia serta tokoh nasional Oesman Sapta Odang.

Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan bahwa Festival Cap Go Meh bukan hanya agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang tumbuh dari tradisi dan keberagaman masyarakat.

Menurutnya, momentum ini menjadi simbol nyata harmoni antar-umat beragama dan antar-etnis di Kota Singkawang. Tahun ini, perayaan terasa istimewa karena berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

Pemerintah daerah bersama panitia Imlek dan Cap Go Meh serta panitia Ramadhan Fair berkolaborasi menghias kota secara bersama-sama. Sinergi ini memperlihatkan bahwa toleransi dan kerukunan tetap terjaga di tengah perbedaan.

“Inilah yang dapat kita tunjukkan kepada dunia bahwa damai itu indah dan membanggakan,” ujar wali kota.

Dorong Promosi untuk Tingkatkan Wisata

Pemerintah Kota Singkawang juga mendorong penguatan promosi agar Festival Cap Go Meh semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan strategi promosi yang lebih masif, diharapkan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara meningkat signifikan. Festival ini ditargetkan menjadi agenda budaya tahunan paling dinantikan serta memperkuat posisi Singkawang sebagai destinasi wisata budaya unggulan Indonesia.

Antusiasme ratusan tatung, dukungan pemerintah, dan kolaborasi lintas budaya menjadi daya tarik utama yang patut Anda saksikan langsung di Singkawang tahun ini.

FAQ Seputar Festival Cap Go Meh Singkawang 2026

1. Kapan Festival Cap Go Meh 2026 digelar?
Festival berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026.

2. Berapa jumlah tatung yang ikut serta?
Sebanyak 727 tatung dari berbagai kategori dipastikan ambil bagian.

3. Apa makna Festival Cap Go Meh di Singkawang?
Festival ini merupakan simbol harmoni antar-etnis dan antar-umat beragama serta warisan budaya yang menjadi identitas Kota Singkawang.

4. Apakah ada tamu penting yang hadir?
Ya, sejumlah pejabat nasional dan perwakilan luar negeri dijadwalkan menghadiri acara ini.

5. Mengapa perayaan tahun ini istimewa?
Karena berlangsung bersamaan dengan bulan suci Ramadhan, mencerminkan kuatnya toleransi di Singkawang.

Sumber: ANTARA/Narwati | Editor: Yakop