Predator Planet of Death Siap Tayang Menampilkan Elle Fanning dan Kisah Balik dari Sang Pemburu
![]() |
| Predator Planet of Death Siap Tayang Menampilkan Elle Fanning dan Kisah Balik dari Sang Pemburu. |
JAKARTA - 20th Century Studios resmi merilis trailer terakhir film Predator Planet of Death, babak terbaru dari waralaba legendaris tentang para pemburu antar galaksi.
Film ini akan tayang di bioskop internasional mulai 5 November 2025 dan menjanjikan perubahan besar dalam arah cerita.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah franchise, sosok utama bukanlah manusia yang diburu, melainkan sang Predator itu sendiri yang harus berjuang untuk bertahan hidup.
Kisahnya berpusat pada karakter muda dari ras Yautja bernama Dek, diperankan oleh pendatang baru Dimitrius Kolomatangi.
Dek diasingkan dari klannya karena dianggap gagal dalam ujian kehormatan, lalu dikirim ke planet berbahaya bernama Kalisk.
Di sana, ia harus membuktikan keberaniannya kepada sang ayah dengan menghadapi makhluk paling mematikan di planet itu, sebuah monster yang hampir tidak bisa dibunuh.
Cerita ini menjanjikan konflik internal dan aksi brutal khas Predator, namun dengan sentuhan emosional yang lebih dalam.
Dalam perjalanannya, Dek bertemu sekutu tak terduga, yaitu android rusak bernama Tiya, ciptaan korporasi Weyland-Yutani.
Karakter Tiya diperankan oleh aktris berbakat Elle Fanning yang sebelumnya dikenal lewat serial The Great.
Kehadiran Fanning memberi warna baru bagi franchise Predator yang selama ini identik dengan atmosfer gelap dan karakter-karakter maskulin.
Hubungan antara Dek dan Tiya disebut akan menjadi inti emosional film ini, menggambarkan pertemuan dua makhluk yang sama-sama terbuang namun berjuang untuk tujuan mereka masing-masing.
Film ini disutradarai oleh Dan Trachtenberg, sosok yang sebelumnya sukses menghidupkan kembali semangat Predator lewat film Prey. Ia juga terlibat dalam proyek animasi Predator: Killer of Killers.
Dalam wawancaranya dengan Empire, Trachtenberg menyebut Planet of Death sebagai “kisah kelahiran kembali Predator yang sesungguhnya”, karena kali ini penonton diajak memahami sisi lain dari makhluk pemburu legendaris tersebut, termasuk kode kehormatan dan penderitaannya.
Dengan pendekatan naratif yang lebih emosional dan visual futuristik, Predator Planet of Death diharapkan menjadi titik balik yang membawa franchise ke arah baru.
Banyak penggemar menantikan bagaimana film ini menggabungkan aksi brutal khas Predator dengan unsur drama eksistensial yang jarang muncul dalam seri sebelumnya.
Jika berhasil, film ini berpotensi membuka jalan bagi trilogi baru yang berfokus pada asal-usul dan budaya Yautja secara lebih dalam.
