Berita BorneoTribun: Gagal Panen hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Gagal Panen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gagal Panen. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 April 2026

1.200 Hektare Sawah Kutim Dijamin Asuransi, Petani Lebih Tenang Hadapi Risiko

Pemkab Kutim mengalokasikan Rp500 juta untuk AUTP tahun 2026 guna melindungi 1.200 hektare sawah dari risiko gagal panen dan menjaga ketahanan ekonomi petani.
Pemkab Kutim mengalokasikan Rp500 juta untuk AUTP tahun 2026 guna melindungi 1.200 hektare sawah dari risiko gagal panen dan menjaga ketahanan ekonomi petani. (Ilustrasi)

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi petani dari risiko gagal panen. Pada tahun 2026, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta untuk menjamin perlindungan terhadap 1.200 hektare sawah rakyat melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutim, Dyah Ratnaningrum, menegaskan bahwa AUTP merupakan instrumen penting dalam menjaga keberlangsungan usaha tani di tengah berbagai risiko produksi.

“AUTP merupakan salah satu instrumen penting dalam melindungi usaha tani dari kemungkinan gagal panen,” ujar Dyah Ratnaningrum di Sangatta, Kalimantan Timur.

Perlindungan Sawah Menyasar Wilayah Sentra Produksi

Anggaran yang disiapkan pemerintah daerah ini tersebar di sejumlah wilayah sentra produksi padi di Kutim. Dengan demikian, petani di daerah-daerah tersebut dapat memperoleh perlindungan jika terjadi gagal panen akibat faktor alam maupun gangguan tanaman.

Sebelum penetapan luasan lahan yang akan dijamin, pemerintah daerah bersama PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) telah melakukan verifikasi faktual di lapangan. Hasilnya, sebanyak 1.200 hektare sawah dinyatakan memenuhi syarat untuk mendapatkan perlindungan asuransi.

Langkah verifikasi langsung ini menjadi bagian penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan sesuai kondisi riil pertanian rakyat.

Premi AUTP Rata-Rata Rp416 Ribu Per Hektare

Dalam program AUTP ini, besaran premi asuransi ditetapkan pada kisaran Rp416 ribu per hektare. Nilai tersebut menjadi acuan utama dalam penyusunan kebutuhan anggaran daerah.

Selain itu, nilai perlindungan atau klaim asuransi yang disepakati mencapai Rp12 juta per hektare. Skema ini diharapkan mampu memberikan perlindungan finansial bagi petani saat mengalami gagal panen.

Dengan adanya jaminan tersebut, petani diharapkan tetap memiliki modal untuk kembali menanam pada musim tanam berikutnya. “Petani yang mengalami kerugian akibat bencana alam atau gangguan tanaman dapat memperoleh perlindungan finansial, sehingga mereka tetap bisa melanjutkan usaha taninya,” jelas Dyah.

Antisipasi Risiko Banjir Hingga Serangan Hama

Program AUTP dirancang untuk mengantisipasi berbagai risiko produksi yang selama ini menjadi ancaman utama bagi petani, seperti:

  • Banjir

  • Kekeringan

  • Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT)

  • Perubahan cuaca ekstrem

Risiko-risiko tersebut seringkali menyebabkan kerugian besar bagi petani. Dengan adanya asuransi, dampak ekonomi yang ditimbulkan diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

Selain itu, pemerintah daerah juga melihat program AUTP sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat sektor pertanian berkelanjutan.

Dukung Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Petani

Program AUTP tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan saat terjadi kerugian, tetapi juga menjadi pondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Dengan perlindungan asuransi, petani memiliki rasa aman dalam menjalankan usaha tani. Hal ini diyakini dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga membuka peluang untuk memperluas cakupan program AUTP agar lebih banyak petani yang bisa merasakan manfaatnya.

FAQ

Apa itu AUTP?

AUTP atau Asuransi Usaha Tani Padi adalah program perlindungan bagi petani dari risiko gagal panen akibat bencana alam, hama, atau faktor lain.

Berapa luas sawah yang dilindungi di Kutim tahun 2026?

Sebanyak 1.200 hektare sawah mendapatkan perlindungan melalui program AUTP.

Berapa anggaran yang disiapkan Pemkab Kutim?

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengalokasikan sekitar Rp500 juta untuk mendukung program AUTP tahun 2026.

Berapa nilai klaim AUTP jika gagal panen?

Nilai perlindungan atau klaim asuransi mencapai Rp12 juta per hektare.

Siapa yang melakukan verifikasi lahan?

Verifikasi dilakukan oleh pemerintah daerah bersama PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) melalui pengecekan langsung di lapangan.

Sabtu, 28 Maret 2026

Bupati Landak Dorong Petani Jadi Modern, Karolin Ingatkan Ancaman El Nino

Bupati Landak Karolin Margret Natasa dorong petani modern dan ingatkan ancaman El Nino serta pentingnya edukasi dan jadwal tanam.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa dorong petani modern dan ingatkan ancaman El Nino serta pentingnya edukasi dan jadwal tanam.

NGABANG -- Karolin Margret Natasa kembali menegaskan pentingnya transformasi sektor pertanian di Kabupaten Landak. Karolin mengajak para petani untuk beralih menjadi petani modern dan cerdas agar mampu menghadapi tantangan zaman, termasuk perubahan iklim.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara syukuran panen raya (roah) sekaligus pembukaan turnamen sepak bola antardusun di Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang, Jumat (27/3/2026).

Dalam sambutannya, Karolin menekankan bahwa pertanian tidak bisa lagi dilakukan secara tradisional tanpa pengetahuan yang cukup. Edukasi, menurutnya, menjadi kunci utama agar petani bisa berkembang.

“Pertanian itu tidak bisa terpisahkan dari yang namanya sekolah. Supaya petani jadi modern, harus paham pupuk, cara mengolah tanaman, sampai memilih bibit yang tepat,” ujarnya.

Pentingnya Edukasi dan Ketelitian Petani

Karolin juga menyoroti kesalahan umum yang masih sering terjadi di lapangan, terutama dalam penggunaan pupuk. Ia menyebut, kurangnya pemahaman dalam membaca label pupuk bisa berdampak pada hasil panen.

“Mupuk saja katanya, tapi ternyata bukan pupuk untuk buah. Daunnya hijau, tapi buahnya tidak ada,” katanya sambil bercanda, yang langsung disambut tawa warga.

Menurutnya, hal-hal sederhana seperti ini bisa berdampak besar terhadap produktivitas pertanian jika tidak diperhatikan dengan serius.

Waspada El Nino, Petani Diminta Disiplin Jadwal Tanam

Selain soal edukasi, Karolin juga mengingatkan adanya ancaman fenomena iklim El Nino yang diprediksi menyebabkan kemarau panjang hingga September mendatang.

Untuk itu, ia meminta para petani agar disiplin mengikuti jadwal tanam yang telah ditetapkan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Jangan sampai terlambat menanam. Kalau sudah kemarau, tanaman bisa gagal tumbuh dan panen bisa gagal,” tegasnya.

Kompak Tanam Serentak, Hindari Serangan Hama

Karolin juga mengingatkan pentingnya kekompakan antarpetani, terutama dalam satu hamparan lahan. Penanaman yang tidak serentak dinilai bisa memicu serangan hama seperti tikus.

“Kalau satu hampar, tanam harus sama-sama. Kalau tidak, yang panen duluan pasti habis dimakan hama,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan agar petani tidak keras kepala dan mau mengikuti arahan demi hasil yang lebih optimal.

Bantuan Alat Pertanian untuk Kelompok Tani

Sebagai bentuk dukungan nyata, Karolin menyerahkan bantuan berupa lima unit hand sprayer kepada kelompok tani setempat. Bantuan ini diharapkan bisa membantu meningkatkan efisiensi kerja petani di lapangan.

Buka Turnamen Sepak Bola, Pesan Sportivitas untuk Pemuda

Tak hanya soal pertanian, Karolin juga membuka turnamen sepak bola antardusun dalam acara tersebut. Dengan gaya santai dan bahasa daerah, ia mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas.

“Kade’ na’ rebot, na’ usah agi’ main bola,” ucapnya, yang berarti jika ingin ribut, tidak perlu bermain bola.

Candaan tersebut langsung disambut antusias warga yang hadir.

Akhiri Kegiatan, Karolin Sampaikan Harapan Panen Lebih Baik

Di akhir kegiatan, Karolin menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai karena jadwal yang padat.

Ia tetap menyampaikan doa dan harapan agar hasil panen ke depan bisa semakin meningkat.

“Saya doakan pertandingannya lancar, dan semoga panen berikutnya bisa lebih banyak lagi,” tutupnya.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa tujuan Karolin mengajak petani menjadi modern?
Agar petani lebih produktif, efisien, dan mampu menghadapi tantangan seperti perubahan iklim.

2. Apa dampak kesalahan penggunaan pupuk?
Tanaman bisa tumbuh tidak optimal, seperti hanya menghasilkan daun tanpa buah.

3. Apa itu El Nino dan dampaknya bagi petani?
El Nino adalah fenomena iklim yang menyebabkan kemarau panjang dan berpotensi memicu gagal panen.

4. Mengapa tanam serentak penting?
Untuk mencegah serangan hama dan memastikan hasil panen lebih merata.

5. Bantuan apa yang diberikan pemerintah?
Lima unit hand sprayer untuk mendukung aktivitas kelompok tani.

Penulis: Tino