Berita BorneoTribun: Gapki Kalbar hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Gapki Kalbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gapki Kalbar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Agustus 2025

GAPKI Adakan Borneo Forum ke-8 untuk Seluruh Kalimantan, Ini Info Lengkapnya

GAPKI Adakan Borneo Forum ke-8 untuk Seluruh Kalimantan, Ini Info Lengkapnya
Borneo Forum ke-8 di Pontianak Kalimantan Barat hadir membahas kelapa sawit berkelanjutan, ketahanan pangan, hingga kolaborasi rakyat dan korporasi.
KOTA PONTIANAK, Selasa, 19 Agustus 2025 - Di tanah Pulau Kalimantan, kelapa sawit bukan hanya sekadar pohon yang berbaris rapi di perkebunan. 

Ia adalah denyut hidup, nadi ekonomi, sekaligus sumber kontroversi. Ada cerita tentang petani kecil yang berpeluh menjaga kebunnya, berharap hasil panen bisa menyekolahkan anak-anak. 

Ada pula kisah korporasi besar yang mengatur strategi, memastikan roda bisnis tetap berputar meski angin global berubah arah.
GAPKI Adakan Borneo Forum ke-8 untuk Seluruh Kalimantan, Ini Info Lengkapnya
Borneo Forum ke-8 di Pontianak Kalimantan Barat hadir membahas kelapa sawit berkelanjutan, ketahanan pangan, hingga kolaborasi rakyat dan korporasi.
Namun, satu pertanyaan klasik selalu muncul, adakah jalan tengah antara keuntungan ekonomi dan kesejahteraan rakyat?

Itulah yang menjadi benang merah Borneo Forum ke-8, sebuah hajatan besar yang akan digelar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada 21–22 Agustus 2025. 

Forum ini bukan sekadar kumpul-kumpul para pengusaha sawit, melainkan wadah dialog antara rakyat, korporasi, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. 

Tema yang diusung kali ini cukup filosofis: “Harmonisasi Kemitraan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional dan Tata Kelola Sawit yang Kondusif.”

Menyatukan Rakyat dan Korporasi

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) se-Kalimantan menjadi motor penggerak acara ini. 

Seperti dijelaskan panitia, forum tahunan tersebut bertujuan membuka ruang diskusi terkait isu-isu terkini agroindustri sawit mulai dari tantangan iklim investasi, regulasi, hingga peran sawit dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dirancang bukan hanya untuk bicara serius dalam seminar, tetapi juga menghadirkan pameran, temu bisnis, hingga lomba konten kreatif. 
GAPKI Adakan Borneo Forum ke-8 untuk Seluruh Kalimantan, Ini Info Lengkapnya
Borneo Forum ke-8 di Pontianak Kalimantan Barat hadir membahas kelapa sawit berkelanjutan, ketahanan pangan, hingga kolaborasi rakyat dan korporasi.
Dengan format seperti itu, forum diharapkan lebih inklusif ada ruang untuk para pengusaha besar, ada panggung bagi petani kecil, dan ada wadah kreatif bagi generasi muda untuk melihat sawit dari sisi berbeda.

Target kehadiran 655 peserta menunjukkan skala dan bobot acara ini. Mereka datang dari lintas sektor kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, pengusaha, akademisi, organisasi petani, hingga lembaga adat.

Agenda Penting Borneo Forum ke-8

Agenda seminar menjadi menu utama. Beberapa topik yang siap digulirkan mencakup kebijakan dan strategi sektor pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

- Kemandirian energi berbasis agroindustri sawit, yang kini jadi isu strategis di tengah krisis energi global.

- Implementasi Perpres Nomor 16/2025 tentang Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan, sebagai pijakan baru bagi tata kelola sawit yang ramah lingkungan.

- Peran BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) dalam meningkatkan kapasitas SDM dan produktivitas kebun petani.

- Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta strategi optimalisasi lahan tumpangsari.

- Persoalan rantai pasok sawit, termasuk dualisme pabrik kelapa sawit (PKS) tanpa kebun dan keberadaan loading ramp TBS. Kolaborasi perusahaan, kebun, dan lembaga adat dalam mengatasi gangguan usaha.

- Pemanfaatan dana CSR untuk percepatan pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah perkebunan sawit.

Forum Strategis  Rekomendasi

Para narasumber yang dijadwalkan hadir pun tidak sembarangan. Ada Menteri Pertanian RI, pejabat Kemenko Perekonomian, Dirjen Industri Agro Kemenperin, Dirut BPDP, Ketua Umum GAPKI, pejabat provinsi, kepala daerah, hingga akademisi dari Instiper Yogyakarta. 

Kehadiran mereka menegaskan bahwa forum ini bukan hanya seremonial, tetapi forum strategis yang bisa menghasilkan rekomendasi nyata.

Kelapa sawit memang penyumbang devisa besar bagi negara. Bagi petani kecil, kelapa sawit adalah satu-satunya jalan keluar dari lingkaran kemiskinan. 

Tetapi mereka sering terjebak dalam rantai pasok yang timpang. Harga tandan buah segar (TBS) jatuh, akses terbatas ke modal, dan lahan sempit membuat mereka sulit bersaing dengan perusahaan besar.

Forum ini, idealnya, bisa menghadirkan solusi konkret. Bukan hanya kebijakan makro di atas kertas, melainkan juga skema kemitraan yang benar-benar berpihak pada petani. 

Bagaimana agar dana CSR benar-benar sampai ke masyarakat, bagaimana agar sertifikasi sawit berkelanjutan tidak hanya jadi beban administrasi, tetapi juga memberi nilai tambah nyata.

Kota Pontianak sebagai tuan rumah, bukan sekadar kota persinggahan. Ia adalah jantung Kalimantan Barat, wilayah yang tak bisa dipisahkan dari sejarah dan masa depan sawit. 

Dari Kota Pontianak, suara-suara itu akan menggema suara pemerintah yang bicara tentang regulasi, suara pengusaha yang menuntut kepastian investasi, dan suara petani yang mendamba keadilan.

Borneo Forum ke-8 di Pontianak ibarat panggung besar. Dari sinilah publik menunggu, apakah benar harmonisasi bisa dicapai? Ataukah forum ini hanya akan jadi catatan indah dalam laporan tahunan?

Tata kelola sawit yang kondusif dan harmonis adalah dambaan semua pihak. Tapi mimpi itu tidak bisa dicapai hanya dengan forum, seminar, atau pameran. 

Ia harus diwujudkan dalam tindakan nyata: regulasi yang tegas, kemitraan yang adil, dan kesadaran bersama bahwa sawit bukan hanya soal bisnis, tetapi juga soal manusia dan lingkungan.

Borneo Forum ke-8 hanyalah satu episode dalam perjalanan panjang itu. Namun, dari sinilah harapan dititipkan bahwa kelapa sawit Indonesia bisa menjadi contoh dunia industri kuat, rakyat sejahtera, dan alam lestari.

Kamis, 20 Oktober 2022

[Foto] Pemprov Kalbar Kembali Terima Bantuan Sembako dari GAPKI Kalbar Untuk Korban Banjir

Pemprov Kalbar Kembali Terima Bantuan Sembako dari GAPKI Kalbar Untuk Korban Banjir. 
Pemprov Kalbar Kembali Terima Bantuan Sembako dari GAPKI Kalbar Untuk Korban Banjir
Pemprov Kalbar Kembali Terima Bantuan Sembako dari GAPKI Kalbar Untuk Korban Banjir. (Ho-Adpim Pemprov Kalbar)
Pontianak - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., menerima secara simbolis bantuan sembako untuk masyarakat yang terdampak banjir dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalbar di Pendopo Gubernur, Jl. Ahmad Yani Pontianak, Rabu (19/10/2022).
Pemprov Kalbar Kembali Terima Bantuan Sembako dari GAPKI Kalbar Untuk Korban Banjir
Pemprov Kalbar Kembali Terima Bantuan Sembako dari GAPKI Kalbar Untuk Korban Banjir.
Adapun bantuan yang diberikan oleh GAPKI Kalbar pada hari ini berupa beras 10 ton, sarden 1.000 kaleng dan 50 botol minyak kayu putih.
Pemprov Kalbar Kembali Terima Bantuan Sembako dari GAPKI Kalbar Untuk Korban Banjir
Pemprov Kalbar Kembali Terima Bantuan Sembako dari GAPKI Kalbar Untuk Korban Banjir.
Bantuan ini merupakan bantuan tahap kedua, setelah sebelumnya telah menyerahkan 500 dus mie instan kepada Pemerintah Provinsi Kalbar.

Dalam hal ini, Gubernur Kalbar menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian GAPKI Kalbar yang ikut turut membantu masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Kalbar.
Pemprov Kalbar Kembali Terima Bantuan Sembako dari GAPKI Kalbar Untuk Korban Banjir
Pemprov Kalbar Kembali Terima Bantuan Sembako dari GAPKI Kalbar Untuk Korban Banjir.
"Saya ucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan guna meringankan beban warga terdampak banjir di sejumlah daerah di Kalbar. Bantuan ini akan segera kami salurkan kepada para korban banjir yang membutuhkan," ucap Sutarmdiji.
Pemprov Kalbar Kembali Terima Bantuan Sembako dari GAPKI Kalbar Untuk Korban Banjir
Pemprov Kalbar Kembali Terima Bantuan Sembako dari GAPKI Kalbar Untuk Korban Banjir.
Sementara itu, Ketua Bidang Pemerintahan GAPKI Kalbar, Yudi, berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir.

"Mudah-mudahan bencana banjir ini cepat usai dan masyarakat dapat beraktivitas kembali normal. Kami (GAPKI Kalbar) siap membantu masyarakat dan berkontribusi untuk membantu korban banjir," singkat Yudi.
Pemprov Kalbar Kembali Terima Bantuan Sembako dari GAPKI Kalbar Untuk Korban Banjir
Pemprov Kalbar Kembali Terima Bantuan Sembako dari GAPKI Kalbar Untuk Korban Banjir.
Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, Ir. Muhammad Munsif, M.M., dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Heronimus Hero, S.P., M.Si., beserta para Pengurus GAPKI Kalbar.
Pemprov Kalbar Kembali Terima Bantuan Sembako dari GAPKI Kalbar Untuk Korban Banjir
Pemprov Kalbar Kembali Terima Bantuan Sembako dari GAPKI Kalbar Untuk Korban Banjir.
Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, hari ini sebanyak 3 (tiga) truk akan membawa bantuan berupa 500 dus mi instan, 7.500 telur ayam, 7 ton beras, 1.500 kaleng sarden, 400 paket bahan makanan, 100 dus air mineral dan 50 dus bubur sereal susu makanan bayi yang akan diserahkan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.

(ian/wnd/adpim)
Foto: Adpim Pemprov Kalbar

Kamis, 22 September 2022

BPDPKS Libatkan Gapki Kalbar Sosialisasikan Peremajaan Sawit Rakyat

BPDPKS Libatkan Gapki Kalbar Sosialisasikan Peremajaan Sawit Rakyat
 Gapki Kalbar (kiri) menyerahkan cendera mata kepada Kadisbunnak Kalbar saat sosialisasi dan Bimtek PSR di Kalbar.
BorneoTribun Pontianak, Kalbar - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) melibatkan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Barat untuk melakukan sosialisasi dan menyukseskan program peremajaan sawit rakyat (PSR) di daerah itu sebagai upaya membangun industri kelapa sawit berkelanjutan.

"Untuk menyukseskan program PSR, kami dari Gapki Kalbar dilibatkan BPDPKS menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan Permentan Nomor 03 Tahun 2022 dan Perdirut Nomor 04 Tahun 2022 dalam rangka percepatan PSR di Kalbar," ujar Ketua Gapki cabang Kalbar, Purwati Munawir di Pontianak, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa  PSR adalah salah satu program strategis utama pemerintah yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dalam rangka mendorong industri  sawit berkelanjutan.

“Secara nasional, peremajaan sawit rakyat ditargetkan mencakup areal seluas 540.000 hektare selama lima tahun atau sampai tahun 2025,” ucapnya.

Gapki Kalbar menurutnya memiliki peran dalam menyukseskan program ini mengingat Kalbar merupakan salah satu daerah sentra sawit. Saat ini terdapat areal sawit rakyat seluas 80.000 hektare yang telah memasuki masa peremajaan karena faktor usia tanaman dan produktivitasnya telah menurun.

“Kondisi ini membuat pendapatan petani rendah yang berpengaruh dengan tingkat kesejahteraan petani sawit ke depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan PSR yang pendanaannya didukung oleh BPDPKS, dan disalurkan langsung pada kelembagaan pekebun, dalam pelaksanaannya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Realisasi program ini di lapangan menemui beberapa kendala dan tantangan yang berakibat masih lambatnya pencapaian target.

Dalam rangka percepatan pelaksanaan peremajaan sawit rakyat, Gapki sebagai wadah para pengusaha kelapa sawit ditugaskan oleh pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk ikut serta mempercepat target peremajaan tersebut dengan bersinergi bersama.

“Dengan bekal pengalaman lapangan yang dimiliki oleh perusahaan anggota Gapki mudah-mudahan penugasan dimaksud dapat dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, M. Munsif menjelaskan bahwa dalam upaya percepatan capaian peremajaan kelapa sawit pekebun, telah diterbitkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 03 Tahun 2022 yang memberikan ruang kolaborasi perusahaan melalui jalur kemitraan.

"Melalui jalur ini, saya optimis capaian PSR di kabupaten akan lebih progresif lagi sehingga memberi kesempatan lebih banyak pekebun sawit untuk mendapatkan manfaatnya. Saya mengajak perusahaan yang tergabung dalam Gapki Cabang Kalbar untuk terus berkoordinasi dengan intensif dan menjalin hubungan kerja yang baik dengan dinas yang membidangi perkebunan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota terkait pelaksanaan peremajaan kelapa sawit pekebun," kata dia.

Saat ini, realisasi dana bantuan untuk program PSR di Kalbar yang sudah disalurkan oleh BPDPKS sampai dengan Agustus 2022 sebesar Rp454,73 miliar dengan total luas 16.512,22 hektare dan jumlah pekebun sebanyak 7.188 orang.

(yk/dd/antara)