Berita BorneoTribun: Google Chrome hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Google Chrome. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google Chrome. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Oktober 2025

Google is changing the Chrome start page with a new chat bot style

Google is changing the Chrome start page with a new chat bot style
Google is changing the Chrome start page with a new chat bot style.

Google is preparing a major update for the Chrome browser start page. The company plans to replace the traditional search bar with a new feature called Realbox Next. The design looks like a chat bot window, allowing users to interact and request information more directly. This update is currently being tested with a limited group of users through the experimental NTP Realbox Next feature.

At the top of Realbox Next is a button labeled "Ask Google," with suggested themes below such as "Compare," "Teach me," "Make a plan," and "Explore topic." Google is offering two design versions: Tall and Compact. The Tall version features a two-line block for long queries and contextual suggestions, while the Compact version provides a cleaner, minimalist look. Although the smart suggestion feature is still in early development, the goal is clear: to make Chrome a tool for learning and planning.

Google is changing the Chrome start page with a new chat bot style
Google is changing the Chrome start page with a new chat bot style.

In addition to Realbox Next, Google is testing several other new features in Chrome. Users will be able to extract text from videos using Google Lens, create tab groups from the menu, and enjoy an improved reading mode with four new themes. It is still unknown when these features will be available to everyone, but the experiments show Google's focus on making browsing smarter and more interactive.

This change is expected to affect how users start searches in Chrome and maximize the browser’s potential as a learning and productivity tool. Tech experts see this as part of a broader trend of integrating AI into everyday products. For more details on the latest browser technology updates, check out our previous article on Google Lens features in Chrome.

Google akan mengubah tampilan halaman awal Chrome dengan desain ala chat bot

Google akan mengubah tampilan halaman awal Chrome dengan desain ala chat bot
Google akan mengubah tampilan halaman awal Chrome dengan desain ala chat bot.

JAKARTA - Google bersiap menghadirkan perubahan besar pada halaman awal browser Chrome. Perusahaan berencana mengganti bilah pencarian klasik dengan konsep baru bernama Realbox Next

Desain ini menyerupai jendela percakapan dengan chat bot, di mana pengguna bisa langsung berinteraksi dan meminta informasi secara lebih interaktif. Pembaruan ini sedang diuji pada sejumlah pengguna melalui fitur eksperimental NTP Realbox Next.

Di bagian atas Realbox Next terdapat tombol bertuliskan "Tanya Google", sementara di bawahnya tersedia beberapa saran tema seperti "Bandingkan", "Ajari saya", "Buat rencana", dan "Pelajari topik". 

Google menghadirkan dua versi desain yaitu Tall dan Compact. Versi Tall menampilkan dua baris untuk permintaan panjang sekaligus saran kontekstual, sedangkan versi Compact menawarkan tampilan minimalis yang lebih ringkas. 

Meskipun fitur saran pintar masih dalam tahap awal pengembangan, arahannya jelas yakni menjadikan Chrome sebagai alat bantu belajar dan perencanaan bagi pengguna.

Selain perubahan Realbox Next, Google juga tengah menguji beberapa fitur baru lain di Chrome. Pengguna akan bisa mengekstrak teks dari video menggunakan Google Lens, membuat grup tab melalui menu khusus, dan menikmati mode baca yang ditingkatkan dengan empat tema baru. 

Belum ada kepastian kapan semua fitur ini akan tersedia secara umum, namun eksperimen ini menunjukkan fokus Google pada pengalaman browsing yang lebih cerdas dan interaktif.

Google akan mengubah tampilan halaman awal Chrome dengan desain ala chat bot
Google akan mengubah tampilan halaman awal Chrome dengan desain ala chat bot.

Perubahan ini diperkirakan akan memengaruhi cara pengguna memulai pencarian di Chrome dan memaksimalkan pemanfaatan browser sebagai alat pembelajaran dan produktivitas. 

Sementara itu, pengamat teknologi menilai langkah Google ini sebagai bagian dari tren integrasi AI dalam produk sehari-hari. 

Untuk informasi lebih lengkap tentang update teknologi browser terbaru, pengguna bisa membaca artikel kami sebelumnya tentang fitur Google Lens di Chrome.

Sabtu, 02 Agustus 2025

Chrome Masih Jadi Raja! Inilah Daftar Browser Paling Populer di Dunia Tahun 2025

Chrome Masih Jadi Raja! Inilah Daftar Browser Paling Populer di Dunia Tahun 2025
Google Chrome kembali menguatkan dominasinya sebagai browser paling populer di dunia. Simak data terbaru Statcounter Juli 2025 dan bagaimana nasib Edge, Safari, dan Firefox!

Google Chrome kembali menegaskan dominasinya sebagai browser paling banyak digunakan di dunia. Tapi, bagaimana nasib Edge, Safari, hingga Opera? Yuk, kita ulas datanya!

Chrome Tambah Gas, Edge dan Safari Mulai Tertinggal

Jika kamu sering berselancar di internet, kemungkinan besar kamu menggunakan Google Chrome. Dan ternyata, kamu tidak sendirian. Berdasarkan laporan terbaru dari Statcounter—perusahaan spesialis web analitik pada bulan Juli 2025, Google Chrome menguasai hampir 70% pangsa pasar global browser desktop, tepatnya 69,98%. Ini adalah peningkatan sebesar 3% dibanding bulan sebelumnya dan nyaris menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa.

Sementara itu, Microsoft Edge yang selama ini menempati posisi kedua justru mengalami penurunan. Browser bawaan Windows ini kehilangan 1,26% pengguna, dan kini hanya menyumbang 11,8% dari keseluruhan pasar browser desktop. Cukup jauh tertinggal dari Chrome.

Posisi ketiga masih dipegang oleh Safari milik Apple, dengan market share sebesar 6,51%, meskipun mengalami penurunan 0,85%. Di bawahnya, ada Mozilla Firefox dengan 5,32% dan Opera dengan 2,2%. Sayangnya, bulan lalu juga bukan waktu yang baik untuk keduanya karena sama-sama mengalami penurunan pengguna.

Dominasi Chrome di Mobile Juga Tak Terbendung

Lalu bagaimana dengan browser di perangkat mobile? Jawabannya masih serupa. Google Chrome tetap merajai pasar, dengan pangsa pasar sebesar 67,32%. Di posisi kedua, ada Safari, browser bawaan iPhone, yang menguasai 22,42%. Sementara itu, Samsung Internet berada di posisi ketiga dengan 3,5%.

Yang menarik, Microsoft Edge hampir tidak terdengar di dunia mobile, padahal sebenarnya menawarkan fitur-fitur menarik seperti dukungan ekstensi dan pemblokir iklan bawaan. Sayangnya, semua keunggulan itu belum cukup untuk membuat pengguna Android atau iOS berpindah dari Chrome atau Safari.

Mengapa Google Chrome Begitu Dominan?

Ada beberapa alasan mengapa Google Chrome terus mendominasi:

  • Kecepatan: Chrome dikenal sebagai browser yang ringan dan cepat.

  • Integrasi dengan Google: Sinkronisasi dengan akun Google, Gmail, Google Drive, dan lainnya sangat seamless.

  • Ekosistem Extension: Ribuan ekstensi tersedia di Chrome Web Store.

  • Update Berkala: Google secara rutin memperbarui Chrome dengan fitur keamanan dan performa.

Browser lain seperti Firefox, Opera, atau bahkan Edge punya keunggulan masing-masing. Namun, sepertinya belum cukup untuk mengejar keunggulan ekosistem yang dimiliki Chrome.

Daftar Browser Paling Populer Juli 2025 (Desktop)

Browser Pangsa Pasar (%) Keterangan
Google Chrome 69,98% Naik 3%, mendekati rekor tertinggi
Microsoft Edge 11,8% Turun 1,26%, performa menurun
Apple Safari 6,51% Turun 0,85%
Mozilla Firefox 5,32% Stabil tapi masih menurun
Opera 2,2% Masih kecil, pangsa pasar menyusut

Daftar Browser Paling Populer Juli 2025 (Mobile)

Browser Pangsa Pasar (%) Keterangan
Google Chrome 67,32% Masih jadi raja di Android
Apple Safari 22,42% Kuat di iPhone
Samsung Internet 3,5% Unggul di HP Samsung
Microsoft Edge <1% Hampir tak terdengar di mobile

Bagi pengguna biasa, dominasi Chrome berarti:

  • Dukungan teknologi web akan lebih cepat muncul di Chrome terlebih dahulu.

  • Website yang dioptimalkan biasanya lebih fokus ke performa di Chrome.

  • Pengembang aplikasi web cenderung mengutamakan kompatibilitas dengan Chrome.

Namun, bukan berarti browser lain tidak layak digunakan. Firefox terkenal dengan fokus pada privasi, Edge punya efisiensi RAM, dan Safari sangat optimal untuk pengguna ekosistem Apple.

Mana yang Harus Digunakan?

Itu tergantung kebutuhan kamu:

  • Gunakan Chrome jika kamu butuh kecepatan dan kompatibilitas tinggi.

  • Pilih Firefox jika kamu lebih peduli soal privasi.

  • Coba Edge kalau kamu pengguna berat Windows dan suka fitur bawaan seperti AI Copilot.

  • Tetap di Safari kalau kamu pengguna iPhone atau Mac.

Dominasi Google Chrome di dunia browser baik desktop maupun mobile masih belum bisa digoyang. Dengan peningkatan 3% dalam sebulan terakhir, Chrome semakin dekat dengan puncak sejarahnya. Sementara pesaing seperti Edge, Safari, hingga Firefox masih berjuang mempertahankan pangsa pasar mereka.

Meskipun begitu, bukan berarti pilihan lain buruk. Setiap browser punya kelebihan sendiri-sendiri, dan yang terbaik adalah yang sesuai dengan kebutuhan kamu.

FAQ

1. Apakah Google Chrome satu-satunya browser terbaik?
Tidak. Chrome memang dominan, tapi bukan berarti terbaik untuk semua orang. Firefox, Edge, Safari, dan Opera juga punya keunggulan masing-masing.

2. Apakah Edge bagus digunakan?
Edge cukup bagus, apalagi jika kamu pengguna Windows. Fitur seperti integrasi AI dan efisiensi daya bisa jadi keunggulan tersendiri.

3. Apakah Opera masih relevan di tahun 2025?
Meski pangsa pasarnya kecil, Opera tetap punya komunitas dan fitur menarik seperti VPN bawaan dan mode hemat data.

4. Apakah Chrome aman digunakan?
Secara umum, ya. Tapi seperti semua browser, tetap penting menjaga keamanan akun dan berhati-hati saat mengunduh ekstensi.

Senin, 21 Juli 2025

Pengguna Mac Wajib Tahu! Google Hentikan Dukungan Chrome di macOS Big Sur Mulai Agustus 2025

Pengguna Mac Wajib Tahu! Google Hentikan Dukungan Chrome di macOS Big Sur Mulai Agustus 2025
Pengguna Mac Wajib Tahu! Google Hentikan Dukungan Chrome di macOS Big Sur Mulai Agustus 2025.

JAKARTA - Kalau kamu masih pakai Mac dengan sistem operasi macOS Big Sur, siap-siap deh buat kabar kurang menyenangkan dari Google. Mulai 19 Agustus 2025, Google Chrome versi 139 tidak akan lagi mendapatkan dukungan di macOS Big Sur. Artinya, meskipun aplikasinya masih bisa dijalankan, kamu nggak akan dapat pembaruan lagi, baik itu fitur baru maupun perlindungan keamanan.

Kenapa ini penting?
Tanpa update keamanan, perangkat kamu bisa jadi lebih rentan terhadap serangan atau bug. Belum lagi, bisa muncul masalah saat kamu mengakses situs-situs terbaru karena Chrome-nya nggak lagi kompatibel penuh dengan teknologi web modern.

Sebenarnya, keputusan Google ini bukan tanpa alasan. Apple sudah menyatakan Big Sur sebagai sistem operasi yang usang sejak akhir 2023. Jadi wajar kalau Google juga mengikuti langkah tersebut dan berhenti memberikan dukungan di versi macOS yang sudah tidak dipelihara lagi.

Sebagai gantinya, Google menyarankan pengguna buat upgrade ke macOS 12 Monterey atau yang lebih baru. Supaya apa? Supaya kamu tetap bisa menikmati pengalaman browsing yang aman, cepat, dan stabil pakai Chrome versi terbaru.

Nah, buat kamu yang belum sempat update sistem operasinya, mungkin sekarang adalah saat yang pas. Selain dapat fitur dan tampilan baru, kamu juga nggak perlu khawatir kehilangan dukungan dari aplikasi penting seperti Chrome.

Kalau kamu pakai Mac dengan macOS Big Sur, mulai Agustus 2025 Chrome kamu nggak akan dapat update lagi. Jangan nunggu sampai muncul masalah. Segera upgrade ke macOS terbaru biar browsing kamu tetap aman dan lancar!

  • Tips: Cek versi macOS kamu di menu "About This Mac".

  • Untuk upgrade macOS, pastikan data kamu sudah di-backup.

  • Kalau perangkat kamu tidak mendukung versi terbaru macOS, pertimbangkan alternatif browser yang masih kompatibel tapi tetap aman.

Selasa, 15 Juli 2025

OpenAI Segera Rilis Browser AI Canggih, Siap Saingi Google Chrome

OpenAI Segera Rilis Browser AI Canggih, Siap Saingi Google Chrome
OpenAI Segera Rilis Browser AI Canggih, Siap Saingi Google Chrome.

JAKARTA - OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, kabarnya sedang mempersiapkan peluncuran browser berbasis kecerdasan buatan (AI) yang akan menantang dominasi Google Chrome. Menurut laporan dari Reuters yang mengutip tiga sumber internal, peluncuran ini diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan.

Apa yang membuat browser ini spesial? Salah satu fitur utamanya adalah chat AI bawaan yang mirip ChatGPT, ditambah fitur bernama Operator. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai tugas langsung di halaman web seperti mengisi formulir otomatis, mencari dan membeli barang, sampai memesan tiket semua dilakukan oleh AI secara cerdas tanpa perlu klik berulang.

Dibangun dari Chromium, Bukan Sekadar Plugin

Browser buatan OpenAI ini dikembangkan menggunakan Chromium, kerangka kerja sumber terbuka yang juga digunakan oleh Google Chrome dan Microsoft Edge. Tapi OpenAI memilih untuk membangun browser-nya sendiri dari nol, bukan sekadar menambahkan plugin di browser lain. Tujuannya jelas: kontrol penuh atas data pengguna, demi keamanan dan pengalaman pengguna yang lebih terjaga.

Langkah ini juga dinilai sebagai strategi untuk menyaingi dominasi Google di pasar peramban, yang saat ini menguasai lebih dari dua pertiga pasar global. Perlu diketahui, data pengguna yang dikumpulkan melalui Chrome menjadi aset besar bagi Google dalam bisnis periklanan digital. Bila browser OpenAI berhasil menarik sebagian pengguna ChatGPT untuk beralih, maka pendapatan iklan Google bisa terdampak signifikan.

Ancaman Serius Bagi Google?

Fakta menarik lainnya, pada awal tahun ini, OpenAI sempat menyatakan minatnya untuk membeli Chrome jika Google terpaksa melepasnya akibat kasus antimonopoli di Amerika Serikat. Meskipun hal itu belum terjadi, persaingan di pasar browser kini semakin memanas.

Bukan hanya OpenAI, startup seperti Perplexity juga ikut terjun ke pasar ini. Mereka sudah lebih dulu meluncurkan browser dengan asisten pribadi AI yang siap membantu tugas-tugas harian pengguna.

Dengan hadirnya browser-browser baru berbasis AI, cara kita menjelajah internet bisa berubah drastis. Tak sekadar browsing, tapi juga menyelesaikan tugas otomatis, menjaga privasi, hingga mendapat pengalaman yang jauh lebih personal.

Kita tunggu saja apakah OpenAI bisa merebut pangsa pasar dari raksasa seperti Google? Yang jelas, pengguna akan diuntungkan karena persaingan ini akan mendorong inovasi dan peningkatan kualitas layanan.

Minggu, 29 Juni 2025

Google Chrome Android Kini Izinkan Pindahkan Kolom Alamat ke Bawah, Lebih Nyaman untuk Layar Besar

Google Chrome Android Kini Izinkan Pindahkan Kolom Alamat ke Bawah, Lebih Nyaman untuk Layar Besar
Google Chrome Android Kini Izinkan Pindahkan Kolom Alamat ke Bawah, Lebih Nyaman untuk Layar Besar.

JAKARTA - Kini berselancar di internet menggunakan ponsel Android terasa lebih nyaman berkat pembaruan terbaru dari Google Chrome. 

Google secara resmi menghadirkan fitur memindahkan kolom alamat (address bar) ke bagian bawah layar untuk pengguna Android. Fitur ini sudah lebih dulu dinikmati pengguna iOS sejak tahun 2023.

Langkah ini dibuat untuk meningkatkan pengalaman pengguna, khususnya bagi mereka yang menggunakan perangkat dengan layar besar. Menempatkan kolom alamat di bagian bawah membuatnya lebih mudah dijangkau dengan ibu jari, sehingga tidak perlu lagi merentangkan tangan ke atas layar.

Kenapa Fitur Ini Penting?

Dalam beberapa tahun terakhir, ukuran layar ponsel terus membesar. Ini membuat elemen UI (User Interface) seperti kolom alamat di bagian atas menjadi sulit dijangkau, terutama saat menggunakan ponsel dengan satu tangan. 

Dengan pembaruan ini, pengguna bebas memilih posisi kolom alamat sesuai preferensi mereka baik di atas seperti biasa, atau di bawah agar lebih mudah diakses.

Menurut Nick Kim Sexton, perwakilan dari Google, “Kami mengembangkan pembaruan ini agar Anda bisa memilih posisi yang paling nyaman, sehingga pengalaman browsing lebih mudah dan fleksibel.”

Cara Memindahkan Kolom Alamat Chrome ke Bawah

Untuk mengaktifkan fitur ini, pengguna tidak perlu instal aplikasi tambahan. Cukup ikuti langkah berikut:

  1. Tekan dan tahan kolom alamat (address bar) di browser Chrome Anda.

  2. Akan muncul pilihan posisi: atas atau bawah.

  3. Pilih lokasi yang diinginkan, dan selesai!

Atau, Anda juga bisa melakukannya lewat:

  • Masuk ke Pengaturan Chrome

  • Cari bagian “Alamat Bar” atau “Address Bar”

  • Pilih lokasi Atas atau Bawah sesuai keinginan

Kapan Fitur Ini Tersedia?

Google mengumumkan bahwa pembaruan ini akan diluncurkan secara bertahap. Jadi, jika Anda belum melihat fitur ini di perangkat Anda, jangan khawatir. Seluruh pengguna Android akan mendapatkannya dalam beberapa minggu ke depan.

Dengan hadirnya fitur memindahkan kolom alamat ke bawah, Google kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kenyamanan pengguna. 

Bagi Anda yang sering browsing di ponsel Android, ini adalah perubahan kecil tapi berdampak besar untuk kemudahan navigasi.

Tips: Pastikan aplikasi Chrome Anda selalu diperbarui ke versi terbaru agar tidak ketinggalan fitur-fitur canggih seperti ini!

Google Hentikan Dukungan Chrome untuk Android 8 dan 9: Ini Dampaknya bagi Pengguna

Google Hentikan Dukungan Chrome untuk Android 8 dan 9: Ini Dampaknya bagi Pengguna
Google Hentikan Dukungan Chrome untuk Android 8 dan 9: Ini Dampaknya bagi Pengguna.

JAKARTA - Google baru saja mengumumkan kabar penting bagi pengguna Android lawas. Mulai 5 Agustus 2025, aplikasi browser Chrome tidak lagi mendukung Android 8.0 Oreo dan Android 9.0 Pie. 

Versi Chrome 138 akan menjadi yang terakhir bisa dijalankan di kedua sistem operasi tersebut.

Apa Artinya Ini bagi Pengguna?

Jika kamu masih menggunakan ponsel dengan Android 8 atau 9, kamu tetap bisa memakai Chrome versi terakhir (versi 138), tetapi tidak akan mendapatkan pembaruan baru lagi, baik itu fitur, performa, maupun keamanan. Artinya, risiko terhadap keamanan akan semakin besar seiring waktu berjalan.

Mulai Chrome 139, aplikasi ini hanya bisa diinstal di ponsel dengan Android 10 ke atas. Jadi, jika kamu ingin tetap mendapatkan update terbaru dari Chrome, satu-satunya cara adalah upgrade sistem operasi (jika memungkinkan) atau mempertimbangkan untuk mengganti perangkat.

Kenapa Google Mengambil Langkah Ini?

Keputusan ini tidak datang tiba-tiba. Android 8 diluncurkan sejak tahun 2017, dan Android 9 pada 2018. 

Keduanya sudah cukup tua dan tidak lagi mendapat pembaruan keamanan dari Google sejak masing-masing tahun 2021 dan 2022.

Menurut data dari StatCounter per April 2024, Android 8 dan 9 memang sudah mulai ditinggalkan, terutama di negara-negara seperti Amerika Serikat, di mana hanya tersisa sekitar 7,5% pengguna (gabungan keduanya). Tapi jika melihat skala global, persentase kecil ini tetap berarti jutaan pengguna di seluruh dunia.

Apa yang Harus Dilakukan Pengguna Android 8 & 9?

Berikut beberapa langkah yang bisa kamu ambil:

  1. Cek apakah HP kamu bisa di-upgrade ke versi Android yang lebih baru (Android 10 atau lebih tinggi).

  2. Jika tidak bisa, pertimbangkan untuk menggunakan browser alternatif yang masih mendukung Android versi lama — walaupun ini juga bukan solusi jangka panjang.

  3. Untuk keamanan dan kenyamanan maksimal, ganti perangkat ke model yang lebih baru agar tetap bisa menikmati update dan fitur modern.

Kenapa Pembaruan Chrome Itu Penting?

Browser seperti Chrome bukan cuma alat untuk berselancar di internet. Setiap update membawa:

  • Peningkatan keamanan, yang melindungi kamu dari situs berbahaya dan serangan siber.

  • Fitur baru yang mempermudah aktivitas online, seperti autofill, keamanan sandi, dan integrasi AI.

  • Peningkatan performa, sehingga browsing lebih cepat dan hemat baterai.

Jadi, menggunakan Chrome versi lama tanpa pembaruan bisa membuat aktivitas online kamu lebih lambat, rentan, dan terbatas.

Jika kamu masih memakai Android 8 atau 9, saatnya mempertimbangkan upgrade demi keamanan dan kenyamanan. 

Keputusan Google untuk menghentikan dukungan Chrome di versi lawas ini adalah bagian dari upaya menjaga keamanan pengguna dan mengoptimalkan performa aplikasi di perangkat modern.

Sabtu, 24 Mei 2025

Google Chrome Akan Otomatis Ganti Password Lemah, Bikin Akun Kamu Makin Aman!

Google Chrome Akan Otomatis Ganti Password Lemah, Bikin Akun Kamu Makin Aman!
Google Chrome Akan Otomatis Ganti Password Lemah, Bikin Akun Kamu Makin Aman!

JAKARTA - Kamu sering lupa atau malas ganti password yang lemah? Tenang, Google Chrome sebentar lagi bakal punya fitur baru yang bisa bantu kamu! Browser andalan banyak orang ini akan segera bisa mengganti password secara otomatis jika dianggap lemah atau sudah bocor. Dan yang paling keren, semuanya bisa dilakukan hanya dalam satu klik tentu saja dengan izin kamu dulu, ya!

Apa Sih Fitur Barunya?

Google sedang menyiapkan fitur baru yang bakal disematkan langsung ke Password Manager milik Chrome. Kalau sebelumnya kamu cuma dapat notifikasi kalau password kamu dianggap nggak aman, sekarang Chrome bisa langsung ambil tindakan buat menggantinya secara otomatis. Tapi tenang, fitur ini nggak akan langsung jalan tanpa seizin kamu, kok. Jadi tetap kamu yang pegang kendali penuh.

Kenapa Fitur Ini Penting?

Menurut Parisa Tabriz, Wakil Presiden dan General Manager Chrome, kebanyakan orang jarang banget ganti password. Alasannya? Ribet. Nah, makanya fitur ini dihadirkan buat bikin hidup kamu lebih gampang, tapi tetap aman.

“Kalau prosesnya bikin capek, ya jelas banyak orang bakal males ganti password. Tapi kalau bisa otomatis? Keamanan tetap terjaga tanpa ribet,” kata Parisa.

Siap-Siap, Fitur Ini Rilis Akhir 2025

Fitur keren ini rencananya bakal resmi dirilis pada akhir tahun 2025. Google juga sudah mulai mendorong para pengembang website dan aplikasi untuk menyesuaikan sistem mereka agar bisa mendukung fitur ini. Tapi sampai sekarang belum ada info pasti berapa banyak situs yang bakal langsung kompatibel di awal peluncuran.

Apa Artinya Buat Kamu?

Artinya, kamu bisa lebih tenang saat browsing dan login ke berbagai akun. Kalau password kamu dianggap berisiko, Chrome akan bantu kamu menggantinya dengan kombinasi yang kuat dan unik secara otomatis. Jadi, kamu nggak perlu repot-repot mikirin kombinasi rumit atau bolak-balik klik "lupa password".

Dengan fitur baru ini, Google ingin bikin pengalaman online kamu jadi lebih nyaman dan aman. Jadi mulai sekarang, jangan abaikan notifikasi keamanan dari Chrome, ya. Siapa tahu nanti kamu bisa ganti password cuma dalam satu klik aja!