Berita BorneoTribun: Google Gemini hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Google Gemini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google Gemini. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Maret 2026

Xiaomi Watch 5 dan Redmi Buds 8 Pro Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Fitur AI dan Audio Premium

Xiaomi Watch 5: Smartwatch Flagship dengan Wear OS dan Google Gemini
Xiaomi Watch 5 dan Redmi Buds 8 Pro resmi hadir di Indonesia dengan fitur AI Google Gemini, Wear OS terbaru, ANC 55 dB, Dolby Audio, serta baterai tahan lama untuk gaya hidup modern.

Jakarta, Selasa – Xiaomi resmi meluncurkan dua perangkat wearable terbaru di Indonesia, yakni Xiaomi Watch 5 dan Redmi Buds 8 Pro. 

Kedua perangkat ini membawa peningkatan signifikan dari sisi fitur, performa, hingga desain premium untuk mendukung gaya hidup modern masyarakat Indonesia.

Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, menyebut setiap inovasi Xiaomi lahir dari kebutuhan konsumen. Perangkat AIoT Xiaomi dirancang agar relevan dengan rutinitas harian, mulai dari produktivitas kerja, kebugaran, hingga hiburan digital.

Xiaomi Watch 5: Smartwatch Flagship dengan Wear OS dan Google Gemini

Xiaomi Watch 5 hadir sebagai smartwatch flagship yang menjalankan sistem operasi terbaru Wear OS. Melalui sistem ini, pengguna bisa langsung mengakses berbagai layanan seperti Google Calendar, Google Maps, dan Google Play langsung dari pergelangan tangan.

Yang menarik, smartwatch ini menjadi perangkat Xiaomi pertama yang dibekali Google Gemini. Kehadiran asisten berbasis AI ini memungkinkan pengguna mencari informasi, membuat pengingat, hingga mendukung aktivitas produktivitas tanpa perlu membuka ponsel.

Tak hanya itu, dukungan Google Wallet memungkinkan pembayaran nirsentuh yang cepat dan aman langsung dari jam tangan.

Kontrol Canggih dengan Quick Gesture

Xiaomi Watch 5 dilengkapi fitur quick gesture berbasis sensor EMG, IMU, dan PPG. Pengguna cukup mencubit, menjentikkan jari, atau menggoyangkan pergelangan tangan untuk:

  • Menjawab atau menolak panggilan

  • Mematikan alarm

  • Memulai sesi olahraga

  • Mengontrol kamera ponsel

Integrasi Xiaomi HyperConnect juga memungkinkan konektivitas lintas perangkat dan pengendalian perangkat rumah pintar melalui Xiaomi Smart Hub.

Fitur Kesehatan dan Baterai Tahan Lama

Untuk mendukung kebugaran, tersedia fitur one-tap health check, analisis olahraga mendalam, serta pelacakan aktivitas luar ruang dengan dual-band GNSS dan peta offline.

Dari sisi daya, Xiaomi Watch 5 dibekali baterai 930 mAh dengan teknologi silikon-karbon dan Xiaomi Surge Battery. Perangkat ini menggunakan arsitektur dual-chip Snapdragon W5 Gen 1 dan co-processor hemat daya BES2800.

Daya tahan baterai diklaim mampu bertahan:

  • Hingga 6 hari pada smart mode

  • Hingga 18 hari pada mode hemat daya

Secara desain, smartwatch ini menggunakan rangka stainless steel, layar 1,54 inci dengan bezel tipis, serta lapisan sapphire glass di bagian depan dan belakang untuk daya tahan ekstra.

Redmi Buds 8 Pro: TWS Triple Driver dengan ANC 55 dB

Redmi Buds 8 Pro hadir sebagai TWS premium dengan konfigurasi coaxial triple-driver yang menghasilkan bass lebih dalam, vokal jernih, dan keseimbangan suara optimal.

Perangkat ini mendukung Dolby Audio untuk menghadirkan pengalaman audio yang lebih imersif saat menonton film, bermain gim, maupun mendengarkan musik.

ANC Adaptif dan Audio Dimensional

Redmi Buds 8 Pro dibekali fitur active noise cancellation hingga 55 dB dengan bandwidth hingga 5 kHz. Sistem ini diperkuat algoritma adaptif yang mampu mengambil sampel suara sekitar hingga 32.000 kali per detik untuk penyesuaian real-time.

TWS ini juga memiliki sistem triple-microphone berbasis AI dengan fitur noise reduction dan ketahanan angin hingga 12 m/s.

Pengguna dapat memilih berbagai mode audio seperti:

  • Standard

  • Music

  • Video

  • Game

  • Audiobooks

Baterai dan Fitur Tambahan

Dari sisi daya, Redmi Buds 8 Pro mampu digunakan hingga:

  • 8 jam dalam sekali pengisian

  • 33 jam total dengan charging case

Fitur pengisian cepat memungkinkan penggunaan hingga 2 jam hanya dengan 5 menit pengisian daya.

Selain itu, perangkat ini mendukung koneksi Bluetooth ke dua perangkat sekaligus dan memiliki sertifikasi IP54 untuk ketahanan terhadap debu dan percikan air.

Kehadiran Xiaomi Watch 5 dan Redmi Buds 8 Pro mempertegas komitmen Xiaomi dalam menghadirkan perangkat wearable cerdas dengan fitur AI, daya tahan baterai optimal, serta kualitas audio premium. Bagi Anda yang aktif, produktif, dan gemar menikmati hiburan digital, dua perangkat ini layak menjadi pertimbangan.

FAQ

1. Apakah Xiaomi Watch 5 bisa digunakan tanpa ponsel?
Beberapa fitur seperti pelacakan olahraga dan akses aplikasi Wear OS bisa digunakan langsung dari jam, namun tetap optimal saat terhubung ke ponsel.

2. Apakah Redmi Buds 8 Pro cocok untuk gaming?
Ya, tersedia mode Game dengan latensi rendah serta dukungan Dolby Audio untuk pengalaman lebih imersif.

3. Apakah Xiaomi Watch 5 mendukung pembayaran digital?
Ya, perangkat ini mendukung Google Wallet untuk pembayaran nirsentuh.

4. Berapa lama daya tahan baterai Redmi Buds 8 Pro?
Hingga 8 jam pemakaian dan total 33 jam dengan charging case.

Selasa, 07 Oktober 2025

Google Siap Gantikan Asisten Lama dengan Gemini, Sekaligus Rilis Smart Speaker Baru Tahun 2026

Gambar smart speaker Google Home baru dengan cincin cahaya LED dan dukungan AI Gemini
Gambar smart speaker Google Home baru dengan cincin cahaya LED dan dukungan AI Gemini.

JAKARTA - Google resmi mengumumkan pembaruan besar untuk ekosistem perangkat pintarnya. Mulai tahun 2026, seluruh perangkat Google Home dan Nest akan beralih dari Google Assistant ke sistem kecerdasan buatan baru bernama Gemini. 

Tak hanya itu, raksasa teknologi asal California ini juga bersiap meluncurkan smart speaker generasi terbaru Google Home dengan fitur berbasis AI dan suara 360 derajat.

Gemini akan menjadi otak utama untuk seluruh perangkat pintar Google yang telah dirilis dalam 10 tahun terakhir. 

Artinya, bahkan pemilik perangkat lawas seperti Google Home 2016 atau Nest Hub generasi pertama tetap bisa mencoba teknologi ini melalui program Early Access. 

Pembaruan ini berlaku untuk speaker, smart display, kamera, hingga bel pintu pintar milik Google.

Menurut keterangan resmi perusahaan, Gemini dirancang untuk memahami bahasa manusia secara lebih alami dan kontekstual. 

“Dengan Gemini, pengguna dapat berbicara secara bebas tanpa harus mengulang kata kunci atau frasa tertentu,” ungkap juru bicara Google dalam blog resminya.

AI ini juga mampu memberikan rekomendasi musik hanya berdasarkan deskripsi pengguna misalnya, “putar lagu yang cocok untuk bersantai sore hari.”

Salah satu fitur unggulan yang banyak ditunggu adalah Gemini Live Mode, yang memungkinkan pengguna berbicara langsung dengan perangkat tanpa perlu mengucapkan “Oke Google” terlebih dahulu. 

Namun, fitur eksklusif ini hanya tersedia melalui paket berbayar Google Home Premium, dengan biaya langganan mulai dari 10 dolar AS per bulan atau sekitar Rp160 ribu.

Selain itu, Google juga memperkenalkan smart speaker baru dengan desain yang lebih modern dan responsif. 

Perangkat ini akan dibekali chip khusus AI, dilengkapi cincin cahaya LED untuk menampilkan respons visual saat mendengar perintah suara, serta sistem audio 360 derajat untuk pengalaman mendengarkan yang lebih imersif. 

Pengguna juga bisa mengelompokkan beberapa speaker menjadi satu sistem suara yang terhubung dengan Google TV, menciptakan suasana layaknya bioskop di rumah.

Smart speaker terbaru Google Home ini dijadwalkan rilis global pada musim semi 2026 dengan harga sekitar 100 dolar AS atau setara Rp1,6 juta. 

Langkah ini menandai babak baru bagi Google dalam mengintegrasikan AI ke kehidupan sehari-hari pengguna. 

Dengan kemampuan Gemini yang lebih cerdas dan interaktif, Google berupaya menegaskan posisinya sebagai pemimpin di dunia perangkat rumah pintar bersaing langsung dengan Amazon Alexa dan Apple HomePod.

Jika pembaruan berjalan lancar, bukan tidak mungkin sistem Gemini juga akan hadir di perangkat Android dan ChromeOS di masa depan, menggantikan peran Google Assistant secara menyeluruh.

Senin, 24 Maret 2025

Chrome Jadi Neurobrowser! Google Tambahin Gemini ke Browser Andalan

Chrome Jadi Neurobrowser! Google Tambahin Gemini ke Browser Andalan
Chrome Jadi Neurobrowser! Google Tambahin Gemini ke Browser Andalan.

JAKARTA - Google lagi-lagi bikin gebrakan baru! Kali ini, raksasa teknologi itu bakal nyelipin kecerdasan buatan (AI) Gemini langsung ke dalam Chrome. 

Jadi, kayak Microsoft Edge yang punya Copilot, nantinya bakal ada tombol khusus buat ngakses Gemini langsung dari jendela utama browser.

Gemini di Chrome: Siap Jadi Asisten Pribadi?

Chrome Jadi Neurobrowser! Google Tambahin Gemini ke Browser Andalan
Chrome Jadi Neurobrowser! Google Tambahin Gemini ke Browser Andalan.

Kabar soal integrasi ini sebenernya udah lama beredar. Situs Windows Latest sempet ngupas soal proyek "Gemini Live in Chrome" (disingkat Glic), yang pada dasarnya adalah asisten AI interaktif buat browser ini. 

Baru-baru ini, seorang peneliti teknologi dengan nama Leopeva64 nyobain fitur ini di versi terbaru Chrome Canary. 

Sayangnya, meskipun dia udah ngaktifin semua flag tersembunyi, tombol Gemini belum bisa dipakai dengan sempurna.

Tapi tenang, beberapa setting terkait Glic udah mulai muncul! Sekarang, pengguna bisa atur sendiri cara ngaktifinnya, entah itu lewat shortcut keyboard atau nambahin fitur ini ke menu browser.

Tombol Baru di Chrome, Akses Gemini Makin Gampang!

Begitu fitur ini resmi aktif, tombol Gemini bakal muncul di deket kontrol jendela (maximize, minimize, close). 

Nah, kalau diklik, si asisten AI ini bakal nongol dalam bentuk jendela melayang (floating window). 

Rencananya, ke depannya jendela ini bisa dipin biar nggak nutup saat lagi browsing.

Bukan cuma itu, buat pengguna Windows 11, tombol Gemini nantinya bisa dipasang di taskbar. 

Pas diklik, bakalan muncul overlay dengan kontrol lengkap, termasuk fitur pencarian suara! Meski sekilas mirip Copilot di Edge, bedanya jendela AI di Chrome ini nggak bisa disembunyikan ke samping kayak Copilot waktu pertama kali rilis.

Kapan Fitur Ini Bakal Dirilis?

Sejauh ini, Google masih dalam tahap pengembangan fitur ini di Chrome Canary, jadi kemungkinan butuh waktu sebelum bisa dirilis ke versi stabil. 

Tapi kalau Google ngikutin pola perilisan biasanya, kita bisa berharap fitur ini bakal muncul dalam beberapa bulan ke depan.

Buat yang penasaran, bisa coba intip fitur ini di Chrome Canary. Siapa tahu, dalam waktu dekat, browsing bakal jadi makin canggih dengan hadirnya Gemini langsung di Chrome!

Selasa, 18 Maret 2025

Google Gemini 2.0 Flash Bisa Hapus Watermark? Kreator Digital Wajib Waspada!

Google Gemini 2.0 Flash Bisa Hapus Watermark Kreator Digital Wajib Waspada!
Google Gemini 2.0 Flash Bisa Hapus Watermark? Kreator Digital Wajib Waspada!

JAKARTA - Dunia AI makin canggih, tapi sayangnya, ada fitur baru yang bikin kreator digital was-was! Google baru aja merilis Gemini 2.0 Flash dengan kemampuan baru dalam pembuatan gambar. Masalahnya? AI ini ternyata bisa menghapus watermark pada gambar dengan cukup mudah, dan ini bisa berpotensi disalahgunakan untuk pelanggaran hak cipta dalam skala besar.

Banyak yang Udah Coba di X (Twitter)

Nggak butuh waktu lama, pengguna di platform X (Twitter) mulai mengunggah contoh hasil eksperimen mereka menggunakan Gemini 2.0 Flash. Hasilnya? Watermark yang biasanya jadi perlindungan bagi kreator digital bisa hilang dalam sekejap.

Padahal, watermark adalah salah satu cara para kreator menunjukkan pratinjau karya mereka sebelum seseorang memutuskan untuk membeli. Kalau watermark bisa dihapus dengan mudah, maka risiko pencurian karya digital jadi makin besar.

Sebenarnya, tools AI buat hapus watermark itu bukan hal baru. Tapi, tetap aja, penggunaan alat seperti ini sangat nggak etis dan bisa bikin penggunanya tersangkut masalah hukum kalau ketahuan menggunakan gambar hasil curian.

Fitur Lain yang Bikin Heboh

Nggak cuma hapus watermark, beberapa pengguna juga menemukan kalau Gemini 2.0 Flash bisa menambahkan wajah selebriti ke dalam gambar. Meski dalam pengujian hasilnya masih acak dan sering kali AI menolak permintaan semacam ini, tetap aja ini jadi tanda tanya besar soal batasan yang diterapkan oleh Google.

Mengenal AI Studio: Fitur Baru yang Perlu Diwaspadai

Google memang udah lama punya fitur pembuatan gambar AI lewat Gemini. Tapi sebelumnya, AI ini mengandalkan Imagen 3—AI image generator utama dari Google—yang punya batasan ketat dan nggak akan menghapus watermark kalau diminta.

Yang bikin heboh sekarang, Gemini 2.0 Flash bisa bikin dan mengedit gambar sendiri tanpa perlu lewat Imagen 3. Masalahnya, fitur ini nggak bisa diakses dari Gemini biasa, melainkan lewat AI Studio, platform Google yang lebih berfokus pada developer.

Gratis dan Gampang Diakses

Siapa aja bisa akses AI Studio ini secara gratis, cuma butuh akun Google buat registrasi. Salah satu pengujian yang dilakukan adalah mengunggah gambar dengan watermark, dan ternyata AI bisa menghapusnya dengan cukup baik. Meski hasilnya belum sempurna (gambar sedikit rusak dan muncul logo bintang Gemini di pojok bawah), tapi ini tetap aja bikin khawatir.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, Google sepertinya belum memberikan batasan yang cukup ketat buat fitur ini. Padahal, tanpa pengamanan yang jelas, fitur ini bisa jadi alat bagi pihak-pihak yang nggak bertanggung jawab buat mencuri karya digital orang lain.

Sampai sekarang, Google belum memberikan pernyataan resmi soal isu ini. Tapi yang jelas, jika fitur ini nggak dikendalikan dengan baik, dampaknya bisa besar banget bagi para kreator digital yang mengandalkan watermark sebagai perlindungan karya mereka.

AI makin canggih itu bagus, tapi kalau nggak diatur dengan baik, dampaknya bisa merugikan banyak pihak. Semoga Google segera mengambil tindakan buat mengatasi masalah ini sebelum makin banyak yang menyalahgunakan teknologinya!

Minggu, 16 Maret 2025

Google Gemini Just Got Physical: AI Canggih Ini Sekarang Bisa Pegang Dunia Nyata!

Google Gemini Just Got Physical AI Canggih Ini Sekarang Bisa Pegang Dunia Nyata!
Google Gemini Just Got Physical: AI Canggih Ini Sekarang Bisa Pegang Dunia Nyata!

JAKARTA - Google Gemini selama ini dikenal sebagai salah satu platform AI paling canggih di dunia. Tapi, sebelumnya, AI ini lebih fokus pada teks, gambar, dan pemrosesan informasi digital tanpa koneksi langsung ke dunia nyata. 

Nah, sekarang semua itu berubah! Google resmi menghadirkan Gemini Robotics dan Gemini Robotics-ER (Embodied Reasoning), yang bakal bikin AI ini makin greget karena bisa berinteraksi dengan dunia fisik.

AI + Robot = Masa Depan yang Makin Dekat!

Bisa dibilang, Google lagi bikin gebrakan besar di dunia AI dan robotika. Tujuan jangka panjangnya? Humanoid robot yang bisa berpikir dan bertindak layaknya manusia dengan dukungan model AI Gemini. 

Bayangkan kalau nanti ada robot-robot yang bisa bantu pekerjaan rumah, jadi asisten pribadi, bahkan menangani tugas-tugas kompleks di industri!

Beberapa perusahaan robot besar seperti Boston Dynamics udah siap buat ngegas bareng Google di proyek ini. 

Kalau dulu kita cuma bisa lihat robot bergerak dengan perintah terbatas, sekarang mereka bisa "belajar" sendiri dalam menghadapi situasi yang belum pernah mereka alami sebelumnya.

Robot Belajar Sendiri? Ini Bukti Nyatanya!

Salah satu demonstrasi keren dari Gemini Robotics adalah sepasang lengan robot yang berhasil melakukan slam dunk bola basket mainan tanpa pelatihan khusus. 

Iya, serius! Mereka cuma dikasih tantangan, lalu dengan cepat menganalisis cara terbaik buat nyelesein tugas itu. 

Ini nunjukin kalau AI Gemini bisa bikin robot belajar secara mandiri, kayak manusia yang belajar dari pengalaman.

Balapan Menuju Revolusi Robotik Makin Kencang!

Dengan hadirnya teknologi ini, jelas banget kalau kita udah masuk ke era baru di dunia AI dan robotika. 

Gak cuma sekadar chatbot atau AI yang jago bikin gambar, sekarang Gemini bisa menghubungkan kecerdasan digital dengan dunia nyata. Ini bisa jadi awal dari robot-robot yang benar-benar bisa membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Gimana menurut kamu? Udah siap belum kalau suatu hari nanti punya asisten robot yang bisa bantu kerjaan rumah atau bahkan nemenin ngobrol? Satu yang pasti, masa depan udah di depan mata, dan Google Gemini lagi bikin semuanya jadi nyata!