Berita BorneoTribun: Google Play hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Google Play. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google Play. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Maret 2026

Mulai Maret 2026 Google Tindak Aplikasi Android Yang Menguras Baterai

Google mulai menghukum aplikasi Android boros baterai di Google Play sejak 1 Maret 2026 dengan menurunkan peringkat, menghapus rekomendasi, hingga memberi peringatan kepada pengguna. (Gambar ilustrasi)
Google mulai menghukum aplikasi Android boros baterai di Google Play sejak 1 Maret 2026 dengan menurunkan peringkat, menghapus rekomendasi, hingga memberi peringatan kepada pengguna. (Gambar ilustrasi)

Google Mulai Hukum Aplikasi Android Yang Boros Baterai Sejak 1 Maret 2026

JAKARTA -- Google mulai mengambil langkah tegas terhadap aplikasi Android yang menyebabkan baterai ponsel cepat habis. Kebijakan baru ini mulai berlaku pada 1 Maret 2026 dan menargetkan aplikasi yang membuat prosesor tetap aktif meski layar smartphone dalam kondisi mati.

Dalam kebijakan tersebut, Google dapat menurunkan peringkat aplikasi di Google Play, menghapusnya dari rekomendasi, hingga menampilkan peringatan pada halaman aplikasi jika terbukti boros baterai. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi daya di seluruh ekosistem Android.

Masalah utama yang disorot adalah penggunaan fitur Wake Lock. Fitur ini memungkinkan aplikasi menjaga prosesor tetap aktif walaupun layar perangkat sudah dimatikan.

Pada kondisi tertentu, Wake Lock memang diperlukan. Misalnya saat memutar musik, melakukan transfer data, atau menjalankan layanan berbasis lokasi.

Namun Google menemukan banyak aplikasi menggunakan fitur tersebut terlalu lama atau bahkan tanpa kebutuhan yang jelas. Akibatnya, baterai perangkat pengguna bisa terkuras lebih cepat.

Dalam aturan baru ini, Google menetapkan indikator perilaku aplikasi yang dianggap bermasalah. Sebuah aplikasi dinilai melanggar jika prosesor tetap aktif rata-rata lebih dari dua jam saat layar mati pada setidaknya 5 persen sesi pengguna dalam periode 28 hari terakhir.

Google menyebut perilaku tersebut kini diperlakukan sebagai masalah serius pada aplikasi, setara dengan bug atau crash yang mengganggu pengalaman pengguna.

Perusahaan juga mengungkapkan bahwa analisis terhadap ribuan aplikasi menunjukkan penggunaan partial Wake Lock sering kali tidak efisien. Dalam beberapa kasus, masalah berasal dari library pihak ketiga atau pengaturan tugas latar belakang yang tidak tepat.

Kebijakan baru terhadap aplikasi boros baterai ini akan diterapkan secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan. Google berharap langkah tersebut mendorong pengembang untuk mengoptimalkan kinerja aplikasi sehingga konsumsi daya perangkat menjadi lebih hemat.

Dengan kebijakan ini, Google juga ingin memastikan pengguna Android mendapatkan pengalaman penggunaan yang lebih stabil serta masa pakai baterai yang lebih lama.

Senin, 02 Februari 2026

Google Bocorkan Android Untuk PC, Aluminium OS Siap Bikin Laptop Kamu Lebih Pintar!

Google Bocorkan Android Untuk PC, Aluminium OS Siap Bikin Laptop Kamu Lebih Pintar. (Gambar ilustrasi)
Google Bocorkan Android Untuk PC, Aluminium OS Siap Bikin Laptop Kamu Lebih Pintar. (Gambar ilustrasi)

JAKARTA -- Bayangin deh, kamu lagi kerja di laptop terus tiba-tiba sistem operasimu bisa tampil seperti Android. Kedengarannya kayak mimpi teknologi, tapi kini Google lagi nyiapin hal itu lewat sistem baru bernama Aluminium OS. Dari bocoran yang muncul, ini bakal jadi perpaduan menarik antara Android dan ChromeOS yang bikin pengalaman pakai laptop lebih fleksibel dan modern.

Dari screenshot yang tersebar, tampilan Aluminium OS cukup familiar tapi tetap fresh. Ada taskbar ala ChromeOS, tapi tombol “Start” ada di tengah layar seperti Android. Status bar atas juga lengkap dengan ikon baterai, Wi-Fi, dan lainnya. Plus, pengguna bakal bisa akses Google Play dan pakai fitur split-screen—jadi kamu bisa multitasking dengan lebih nyaman, kayak buka dokumen sambil nonton video.

Kenapa ini penting? Banyak orang ngerasa kalau laptop itu terlalu “kaku” dibandingkan smartphone yang serba cepat. Aluminium OS hadir buat menjembatani gap itu. Dengan sistem ini, laptop bakal lebih adaptif untuk berbagai kebutuhan, baik kerja, belajar, atau hiburan. Jadi, nggak cuma Android di hape yang fleksibel, laptop kamu pun bisa secepat itu.

Kalau kamu penasaran gimana cara pakainya nanti, Google rencananya bakal rilis Aluminium OS dalam versi stabil tahun ini. Sistem ini kemungkinan bakal tersedia di beberapa model Chromebook dulu, tapi siapa tahu ke depannya bisa juga dipasang di laptop non-Chrome. Cara penggunaan bakal mirip Android biasa: install aplikasi dari Google Play, gunakan split-screen, dan manfaatkan semua fitur integrasi Google yang sudah akrab bagi pengguna Android.

Selain itu, Aluminium OS juga dipersiapkan untuk meningkatkan produktivitas. Dengan desain intuitif dan kemudahan navigasi, pengguna bisa lebih fokus pada pekerjaan tanpa harus ribet dengan settingan teknis. Fitur multitasking dan integrasi aplikasi bikin laptop lebih versatile, nggak cuma buat kerja tapi juga hiburan.

Kesimpulannya, hadirnya Aluminium OS bakal mengubah cara kita melihat laptop. Bukan lagi cuma perangkat kerja, tapi alat yang lebih fleksibel dan menyenangkan. Jadi, buat kamu yang pengen laptop lebih “hidup” dan serba bisa, sistem operasi ini patut dinanti. Google udah kasih bocoran, sekarang tinggal tunggu versi resminya dirilis, dan siap-siap untuk merasakan pengalaman Android di layar besar.