Berita BorneoTribun: Gubernur Ria Norsan hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Gubernur Ria Norsan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gubernur Ria Norsan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Maret 2026

Gubernur Ria Norsan Tinjau Program Penanganan Permukiman Kumuh di Desa Parit Baru Kubu Raya

Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Menteri PKP dan Mendagri meninjau penanganan permukiman kumuh di Desa Parit Baru, Kubu Raya, dengan pembangunan jalan, drainase, dan sarana publik senilai Rp7,3 miliar.
Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Menteri PKP dan Mendagri meninjau penanganan permukiman kumuh di Desa Parit Baru, Kubu Raya, dengan pembangunan jalan, drainase, dan sarana publik senilai Rp7,3 miliar.

KUBU RAYA – Ria Norsan melakukan peninjauan langsung progres Program Penanganan Sarana dan Prasarana Permukiman Kumuh di Desa Parit Baru, Kabupaten Kubu Raya, Senin (2/3/2026). 

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mempercepat penataan kawasan kumuh dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dalam agenda tersebut, Gubernur didampingi oleh Maruarar Sirait selaku Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Tito Karnavian selaku Menteri Dalam Negeri (Mendagri), serta Bupati Kubu Raya, Sujiwo. 

Kehadiran jajaran pemerintah pusat dan daerah ini menegaskan sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan infrastruktur permukiman yang layak huni.

Proyek Infrastruktur Rp7,3 Miliar di Desa Parit Baru

Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Menteri PKP dan Mendagri meninjau penanganan permukiman kumuh di Desa Parit Baru, Kubu Raya, dengan pembangunan jalan, drainase, dan sarana publik senilai Rp7,3 miliar.
Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Menteri PKP dan Mendagri meninjau penanganan permukiman kumuh di Desa Parit Baru, Kubu Raya, dengan pembangunan jalan, drainase, dan sarana publik senilai Rp7,3 miliar.

Berdasarkan data yang dihimpun, penanganan kawasan kumuh seluas 19,92 hektare di Desa Parit Baru menelan anggaran sebesar Rp7.339.776.247,84. 

Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur strategis yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Adapun rincian pekerjaan meliputi:

  • Pembangunan jalan lingkungan sepanjang 2.565,70 meter

  • Pembangunan drainase sepanjang 2.001,47 meter

  • Penyediaan 90 unit sarana persampahan

  • Pembangunan 4 unit proteksi kebakaran

Menteri PKP, Maruarar Sirait, memberikan apresiasi atas koordinasi yang terjalin antara pemerintah pusat dan daerah. 

Ia menegaskan pentingnya pengawasan ketat agar setiap rupiah dari anggaran negara benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami datang ke sini bersama Pak Mendagri dan Pak Gubernur untuk melihat langsung hasil pekerjaan di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa proyek senilai lebih dari Rp7 miliar ini harus dijaga kualitasnya, mulai dari konstruksi jalan hingga sistem drainase, agar persoalan lingkungan yang selama ini dihadapi warga dapat teratasi secara berkelanjutan.

Desa Parit Baru Jadi Prioritas Penataan Kawasan Kumuh

Gubernur Ria Norsan menjelaskan bahwa Desa Parit Baru dipilih sebagai sasaran utama program karena kondisi infrastruktur yang memerlukan penataan ulang secara menyeluruh.

“Alhamdulillah, Parit Baru ini merupakan sasaran utama untuk pemugaran dan pembangunan kembali lokasi atau lingkungan yang kumuh,” kata Norsan saat memberikan keterangan kepada media di lokasi proyek.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat secara konsisten menjalankan program bedah rumah di 14 kabupaten/kota. 

Program ini tidak hanya memperbaiki rumah tidak layak huni, tetapi juga menata lingkungan sekitar agar lebih sehat, aman, dan tertata.

Setiap tahun, program tersebut terus digulirkan sebagai bagian dari strategi pengentasan kawasan kumuh di Kalbar.

Kubu Raya dan Tantangan Permukiman di Jalur Jalan Adisucipto

Dalam tinjauan tersebut, Gubernur mengungkapkan bahwa Kabupaten Kubu Raya, khususnya di sepanjang jalur Jalan Adisucipto, memiliki konsentrasi permukiman kumuh yang cukup tinggi. 

Kondisi ini disebabkan oleh pola penataan lahan lama yang padat, dengan bangunan berdempetan dan sistem drainase yang kerap tersumbat.

“Yang paling banyak memang Kabupaten Kubu Raya ini, terutama di jalur Jalan Adisucipto karena memang penataannya dari dulu sudah seperti ini. Dinding bertemu dinding, dempet-dempetan, kemudian saluran macet semua. Makanya direnovasi di sini, dipilih di sini,” tegasnya.

Penanganan kawasan kumuh di Parit Baru diharapkan menjadi model penataan lingkungan berbasis kolaborasi yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kalimantan Barat.

Dampak bagi 3.492 Jiwa Warga Parit Baru

Program ini ditargetkan meningkatkan kualitas hidup 3.492 jiwa penduduk Desa Parit Baru. Dengan infrastruktur yang lebih baik, lingkungan yang bersih, serta sistem drainase yang optimal, risiko banjir, kebakaran, dan penyakit akibat sanitasi buruk dapat ditekan secara signifikan.

Lebih dari itu, proyek ini menjadi barometer keberhasilan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan permukiman yang sehat, tertata, dan berkelanjutan di Kalimantan Barat.

Ke depan, pemerintah berharap langkah penataan kawasan kumuh ini tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan layak huni. 

Dengan kolaborasi yang kuat, transformasi kawasan kumuh menjadi permukiman yang lebih manusiawi bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Minggu, 11 Januari 2026

Diskon Tiket Garuda untuk ASN Kalbar dan Extra Flight Imlek 2026, Akses Terbang Makin Mudah dan Terjangkau

Diskon Tiket Garuda untuk ASN Kalbar dan Extra Flight Imlek 2026, Akses Terbang Makin Mudah dan Terjangkau
Diskon Tiket Garuda untuk ASN Kalbar dan Extra Flight Imlek 2026, Akses Terbang Makin Mudah dan Terjangkau.

PONTIANAK - Kabar baik datang dari dunia penerbangan Kalimantan Barat. Maskapai nasional Garuda Indonesia menunjukkan komitmen serius untuk memperkuat konektivitas udara di Kalbar, mulai dari potongan harga tiket khusus ASN hingga penambahan jadwal penerbangan jelang Imlek 2026.

Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dengan jajaran manajemen Garuda Indonesia di ruang kerja Gubernur Kalbar, Jumat 9 Januari 2026. Pertemuan tersebut menjadi ajang evaluasi layanan sekaligus membahas rencana pengembangan penerbangan Garuda di wilayah Kalbar ke depan.

Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi atas langkah Garuda Indonesia yang dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah. Salah satu poin penting yang dibahas adalah pemberian diskon tiket khusus bagi Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Menurut Ria Norsan, kebijakan ini menjadi angin segar bagi ASN, terutama yang kerap melakukan perjalanan dinas. Selain meringankan biaya perjalanan, langkah ini juga mendorong penggunaan maskapai nasional dalam aktivitas kedinasan.

Tak hanya itu, Garuda Indonesia juga melaporkan adanya peningkatan jumlah penumpang selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Tren positif ini disebut sebagai hasil dari kebijakan harga yang lebih terjangkau serta meningkatnya mobilitas masyarakat.

Asisten Vice President Branch Manager Garuda Indonesia Pontianak, Widya Kurniawan Putra, membenarkan bahwa pada tahun 2026 Garuda resmi menyiapkan layanan khusus bagi ASN Pemprov Kalbar. Program ini mencakup potongan harga tiket serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Widya berharap program tersebut dapat menjadi kebiasaan baru, khususnya untuk perjalanan dinas, sehingga ASN semakin nyaman dan percaya menggunakan layanan Garuda Indonesia.

Memasuki awal 2026, Garuda Indonesia juga bersiap menghadapi lonjakan penumpang pada musim ramai, terutama menjelang perayaan Imlek, Cap Go Meh, dan Cheng Beng. Menindaklanjuti arahan Gubernur Kalbar, Garuda akan menambah frekuensi penerbangan atau extra flight.

Jika pada hari biasa penerbangan dilakukan dua kali sehari, maka pada periode puncak tersebut jumlahnya akan ditingkatkan menjadi tiga kali penerbangan setiap hari. Penambahan jadwal ini diharapkan mampu mengurai kepadatan penumpang sekaligus memberi lebih banyak pilihan waktu terbang.

Langkah strategis ini diyakini akan mempermudah mobilitas masyarakat, mendukung kunjungan wisatawan, serta memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian Kalimantan Barat.

Garuda Indonesia pun berharap kerja sama terkait diskon ASN ini dapat segera diresmikan, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh seluruh ASN di Kalbar.

Minggu, 02 November 2025

Gubernur Ria Norsan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Jantung di Kalbar Lewat Program Fellowship dan RSPPU

Gubernur Ria Norsan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Jantung di Kalbar Lewat Program Fellowship dan RSPPU

PontianakGubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan di daerah dengan mendukung penuh pengembangan Program Fellowship Jantung dan Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) di RSUD dr. Soedarso Pontianak. Dukungan ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan visitasi program studi jantung Kementerian Kesehatan RI, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Dirjen Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes RI, dr. Yuli Farianti, M.Epid. Kehadiran pejabat tinggi Kemenkes ini menjadi dorongan besar bagi Pemprov Kalbar dan tenaga medis setempat untuk terus meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah, yang hingga kini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Komitmen Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan Daerah

Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa kehadiran program fellowship dan RSPPU merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem layanan rujukan di Kalimantan Barat.

“Kita sangat berkomitmen. Beberapa bulan lalu kita baru membahas RSPPU ini, dan Alhamdulillah sekarang sudah mulai terwujud bersama Kementerian Kesehatan dan kolegium jantung. Ke depan, dokter-dokter ini akan disebar ke kabupaten masing-masing agar masyarakat bisa mendapatkan layanan lebih cepat dan mudah,” ujar Norsan.

Gubernur Ria Norsan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Jantung di Kalbar Lewat Program Fellowship dan RSPPU

Ia juga berharap visitasi ini berjalan lancar dan segera menghasilkan keputusan agar RSUD dr. Soedarso bisa resmi melaksanakan program fellowship dan RSPPU jantung. Menurutnya, kehadiran program ini tidak hanya memperkuat fasilitas kesehatan, tetapi juga menjadi wadah pengembangan kompetensi tenaga medis lokal.

“Dengan adanya program ini, masyarakat Kalbar tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar daerah untuk berobat. Pelayanan akan semakin cepat, tepat, dan bermutu. Semoga ini menjadi tonggak penting dalam transformasi layanan kesehatan di Kalimantan Barat,” harapnya.

Tekan Kebiasaan Berobat ke Luar Negeri

Ria Norsan juga menyinggung kebiasaan sebagian masyarakat Kalimantan Barat yang selama ini memilih berobat ke Kuching, Sarawak, Malaysia. Ia berharap dengan penguatan fasilitas dan sumber daya dokter di RSUD dr. Soedarso, masyarakat bisa lebih percaya dengan layanan kesehatan dalam negeri.

“Mudah-mudahan setelah program ini berjalan, pelayanan jantung kita semakin maksimal dan rumah sakit kita siap menangani pasien yang terkena serangan jantung,” tambahnya.

Tak lupa, Norsan menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan dan Kolegium Jantung serta Pembuluh Darah Indonesia atas kepercayaannya menjadikan RSUD dr. Soedarso sebagai rumah sakit pengampu program nasional ini.

“Semoga RSUD dr. Soedarso semakin maju dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kita sangat berharap pemerintah pusat juga mendukung penempatan dokter spesialis di daerah-daerah terpencil di Kalbar,” tutupnya.

Pemerataan Dokter Spesialis Jadi Prioritas

Sementara itu, dr. Yuli Farianti, M.Epid, selaku Dirjen SDM Kesehatan Kemenkes RI, menjelaskan bahwa program fellowship ini sangat penting untuk mengatasi kesenjangan distribusi dokter spesialis di Kalimantan Barat.

“Kasus penyakit jantung di Kalbar sangat banyak. Karena itu, program fellowship ini mempercepat peningkatan kompetensi dokter agar bisa ditempatkan di daerah-daerah yang belum memiliki dokter spesialis,” jelas dr. Yuli.

Gubernur Ria Norsan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Jantung di Kalbar Lewat Program Fellowship dan RSPPU

Ia menambahkan, melalui program berbasis rumah sakit (hospital-based) ini, masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Jakarta atau ke luar negeri untuk mendapatkan layanan jantung.

“Dengan adanya program ini, akses layanan menjadi lebih mudah, kualitasnya sama, dan biaya pengobatan pun bisa ditekan. Ini sangat penting untuk masyarakat di daerah terpencil,” tambahnya.

Sebagai penutup kegiatan, Gubernur Ria Norsan bersama dr. Yuli Farianti melakukan peninjauan langsung fasilitas dan alat layanan jantung di RSUD dr. Soedarso Pontianak, sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan layanan kesehatan jantung bagi masyarakat Kalimantan Barat.

Rabu, 13 Agustus 2025

Pemprov Kalbar Fokus Benahi Jalan Rusak Berat, Siapkan Anggaran Rp475 Miliar di 2025

PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan menargetkan perbaikan besar-besaran jalan rusak berat di seluruh wilayah provinsi pada tahun anggaran 2025. Sebanyak Rp475 miliar disiapkan untuk memperbaiki ruas-ruas jalan provinsi yang kondisinya memprihatinkan, dengan harapan menambah persentase jalan mantap sekitar 4 persen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalbar, Iskandar Zulkarnaen, mengatakan alokasi anggaran ini akan difokuskan pada kabupaten dan kota yang memiliki jalan rusak berat. “Tahun 2025, hampir seluruh kabupaten dan kota yang memiliki jalan rusak berat akan mendapat alokasi anggaran penanganan,” ujarnya di Pontianak, Sabtu (9/8/2025).

Pemprov Kalbar Fokus Benahi Jalan Rusak Berat, Siapkan Anggaran Rp475 Miliar di 2025
Gubernur Kalbar Ria Norsan meninjau kondisi jalan rusak berat yang akan diperbaiki pada 2025 dengan anggaran Rp475 miliar.

Ia menegaskan, perbaikan jalan menjadi prioritas mengingat keluhan masyarakat yang sudah lama mengemuka. Meski begitu, Iskandar mengingatkan bahwa perubahan dari jalan rusak berat menjadi jalan mantap tidak bisa terjadi secara instan karena keterbatasan anggaran daerah. “Target kami, alokasi anggaran tahun 2025 ini bisa meningkatkan kondisi jalan mantap provinsi sekitar 4 persen,” tambahnya.

Beberapa proyek prioritas akan dikebut di Kabupaten Ketapang (ruas Ketapang–Pesaguan dan Pesaguan–Kendawangan), Kabupaten Melawi (ruas Kota Baru–Sokan), Kabupaten Sintang (ruas Simpang Semubuk serta Simpang Medang–Nanga Mau–Tebidah–Bunyau), Kabupaten Kayong Utara (ruas Teluk Batang–Sukadana), serta wilayah lain seperti Sekadau, Sanggau, Kapuas Hulu, dan Kota Singkawang. Iskandar juga merespons kritik publik terkait kondisi jalan di Kalbar dengan mengajak semua pihak menyampaikan informasi secara proporsional dan berbasis data.

Pemerintah berharap proyek ini tak hanya memperbaiki konektivitas antarwilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Setiap rupiah anggaran dipikirkan dengan matang. Kami bekerja keras agar pembangunan ini benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkas Iskandar. Dengan dimulainya perbaikan pada 2025, masyarakat diharapkan segera merasakan hasil nyata dari program ini.

Reporter: Heri Yakop

Jumat, 18 Juli 2025

Menembak Bukan Sekadar Hobi: Semangat Gubernur Kalbar Dukung Olahraga yang Penuh Fokus dan Keberanian

Menembak Bukan Sekadar Hobi: Semangat Gubernur Kalbar Dukung Olahraga yang Penuh Fokus dan Keberanian
Menembak Bukan Sekadar Hobi: Semangat Gubernur Kalbar Dukung Olahraga yang Penuh Fokus dan Keberanian.

PONTIANAK - Olahraga menembak mungkin belum sepopuler sepak bola atau bulu tangkis, tapi jangan salah, olahraga ini punya daya tarik tersendiri. 

Tak hanya butuh kekuatan fisik, menembak juga menuntut konsentrasi tinggi, kesabaran, dan kedisiplinan. 

Inilah yang disoroti oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., saat menghadiri perlombaan menembak di Lapangan Tembak Pistol Indoor Rahmat, Kodam XII/Tanjungpura pada Rabu, 16 Juli 2025.

Perlombaan ini diadakan dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kodam XII/Tanjungpura dan turut dihadiri oleh unsur Forkompimda Kalimantan Barat serta Bupati Kubu Raya, Sujiwo. 

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembuktian bahwa olahraga menembak punya tempat tersendiri di hati masyarakat Kalbar.

Menembak: Olahraga Penuh Konsentrasi dan Tanggung Jawab

Dalam sambutannya, Gubernur Norsan menyampaikan bahwa menembak adalah olahraga yang belum banyak diminati masyarakat umum. 

Padahal, olahraga ini sangat menantang dan membentuk karakter, terutama dalam hal fokus, ketelitian, dan kestabilan emosi.

"Olahraga ini sangat bergantung pada kekuatan tubuh bagian atas dan kemampuan berkonsentrasi. Karena itu, olahraga menembak sangat bagus untuk melatih kontrol diri dan kedewasaan," ujar Gubernur Norsan.

Ia juga menekankan bahwa karena alat yang digunakan tergolong berbahaya, maka olahraga ini membutuhkan sikap yang dewasa dan tanggung jawab tinggi. 

Tak hanya itu, latihan yang konsisten serta hubungan yang harmonis dengan komunitas sekitar juga sangat dibutuhkan untuk menjaga keamanan bersama.

Menembak untuk Semua, Bukan Cuma Atlet Profesional

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sangat mendukung kegiatan seperti ini. 

Menurut Gubernur Norsan, lomba menembak bukan hanya untuk mencari juara, tapi juga untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya olahraga ini.

"Event seperti ini bukan hanya meningkatkan prestasi para atlet dan klub menembak, tapi juga menjadi sarana agar masyarakat makin akrab dengan olahraga menembak," tambahnya.

Ia berharap, ke depan makin banyak generasi muda yang tertarik untuk menekuni cabang olahraga ini. 

Bukan hanya karena potensi prestasi, tetapi juga karena nilai-nilai positif yang bisa dibentuk dari latihan menembak seperti fokus, tanggung jawab, dan ketepatan dalam bertindak.

Dari Kalbar untuk Indonesia, Bahkan Dunia

Kalbar sendiri sudah membuktikan bahwa potensi atlet menembaknya tak bisa dipandang sebelah mata. 

Pada PON XX Papua tahun 2021, atlet Andrean berhasil membawa pulang medali perunggu. 

Sementara itu, di ajang Kasau Cup 2023, atlet muda Muhammad Arvin Rajendra Hafizh sukses merebut Juara 1 kategori Junior Production Division dan Juara 2 kategori Grade C Production.

Prestasi ini jadi bukti bahwa Kalbar memiliki generasi berbakat di dunia olahraga menembak. 

Dan ajang seperti HUT Kodam XII/Tanjungpura ini adalah panggung yang tepat untuk menggali lebih banyak bakat baru.

Menyatukan Prestasi dan Persaudaraan

Lebih dari sekadar kompetisi, Gubernur Norsan melihat lomba menembak ini sebagai ajang untuk mempererat kebersamaan antaranggota komunitas menembak, serta membangun kerja sama yang positif antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.

"Selain mengejar prestasi, ajang ini juga jadi momen penting untuk menjalin silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan. Ini bagian dari dukungan masyarakat terhadap pembangunan dunia olahraga, baik di tingkat daerah maupun nasional," ungkapnya.

Harapan untuk Masa Depan Olahraga Menembak di Kalbar

Menutup sambutannya, Gubernur Norsan berharap agar perlombaan ini menjadi momentum untuk membangun masa depan olahraga menembak di Kalimantan Barat. 

Ia ingin agar olahraga ini bisa tumbuh menjadi bagian dari industri olahraga daerah yang berkontribusi besar bagi Indonesia.

"Perlombaan ini harus kita jadikan titik awal untuk membangun prestasi yang lebih tinggi. Bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional. Kalbar punya potensi dan semangat untuk menjadi bagian dari panggung dunia," pungkasnya.

Jaga Kalbar dari Hoaks! Gubernur Ria Norsan Ajak Warga Bijak Konsumsi Media dan Dukung Siaran Berkualitas

Jaga Kalbar dari Hoaks! Gubernur Ria Norsan Ajak Warga Bijak Konsumsi Media dan Dukung Siaran Berkualitas
Jaga Kalbar dari Hoaks! Gubernur Ria Norsan Ajak Warga Bijak Konsumsi Media dan Dukung Siaran Berkualitas.

PONTIANAK - Di tengah derasnya arus informasi digital yang datang tanpa henti, Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., mengingatkan pentingnya menyaring informasi yang kita konsumsi. 

Momen ini ia sampaikan saat membuka secara resmi KPID Awards 2025 yang berlangsung meriah di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalbar pada Rabu, 16 Juli 2025.

Acara ini menjadi ajang apresiasi bagi lembaga penyiaran yang telah bekerja keras menyuguhkan konten berkualitas bukan hanya sekadar hiburan, tapi juga edukatif dan membangun. 

Di hadapan para tamu undangan, tokoh media, dan masyarakat umum, Gubernur menekankan betapa pentingnya menjaga ruang informasi publik dari tayangan yang merusak dan menyesatkan.

Media Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Alat Pencerah Bangsa

Dalam sambutannya, Ria Norsan mengingatkan bahwa Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat memiliki tugas mulia sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. 

Sebagai lembaga independen, KPID ditugaskan untuk memastikan siaran radio dan televisi berjalan sehat, beretika, dan berkualitas.

“Jangan pikir tugas KPID cuma kasih sanksi. Justru mereka juga punya peran penting untuk memberi penghargaan kepada program-program yang bagus. 

Ini bentuk dorongan supaya media terus berinovasi dan menyuguhkan tayangan yang mendidik serta menyenangkan,” kata Norsan dengan penuh semangat.

Tantangan Media Sosial: Informasi Bebas Tanpa Filter

Gubernur juga menyoroti perbedaan besar antara media konvensional seperti televisi dan radio, dibandingkan media sosial yang saat ini bebas berkembang tanpa batas.

“TV dan radio masih terkelola dengan baik, ada regulasi dan diawasi. Tapi beda cerita dengan media sosial. Banyak yang tidak diawasi dan mudah sekali menyebarkan hoaks, bahkan fitnah,” ujarnya.

Menurutnya, kita semua—baik pemerintah, lembaga penyiaran, maupun masyarakat—punya tanggung jawab bersama untuk menciptakan ruang digital yang aman dan sehat.

Edukasi Publik Lewat Media, Bukan Provokasi

Ria Norsan berharap, media massa bisa lebih memfokuskan diri menjadi sumber informasi yang akurat, tidak hanya cepat. 

Apalagi saat ini masyarakat Kalbar sangat membutuhkan informasi yang membangun, khususnya mengenai perkembangan daerahnya sendiri.

“Media itu harus jadi sumber edukasi, bukan provokasi. Kita ingin warga Kalbar tahu apa yang terjadi di daerahnya secara jernih dan benar. Baik lewat TV, radio, maupun media cetak,” ujarnya dalam sesi wawancara terpisah.

Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

Di akhir pidatonya, Gubernur Kalbar juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial.

“Teknologi itu seperti pisau. Bisa bermanfaat kalau dipakai dengan benar, tapi bisa juga melukai kalau digunakan sembarangan. Saya minta warga Kalbar agar lebih hati-hati dan pintar menyaring informasi. Jangan mudah percaya, jangan langsung sebarkan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital, agar ke depan Indonesia bisa terhindar dari banjir berita bohong dan konten negatif.

“Kalau kita semua bisa bijak bermedia sosial, kita bukan hanya melindungi diri sendiri, tapi juga ikut menjaga masa depan bangsa,” tambahnya.

KPID Awards 2025: Lebih dari Sekadar Penghargaan

Opening KPID Awards 2025 ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah simbol bahwa penyiaran di Kalimantan Barat sedang menuju arah yang lebih positif. 

Penghargaan ini menjadi bentuk motivasi nyata bagi insan media untuk terus berkarya dan menghadirkan siaran yang cerdas serta mencerahkan.

KPID sendiri tak hanya bertugas mengawasi, tapi juga mendorong tumbuhnya kreativitas dan inovasi dalam penyiaran. 

Maka, dengan hadirnya penghargaan ini, diharapkan media akan semakin terdorong untuk bersaing secara sehat dalam menyuguhkan konten-konten bermutu.

Sinergi antara pemerintah, KPID, lembaga penyiaran, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan produktif. 

Bukan hanya menghibur, tapi juga membangun karakter dan wawasan publik.

Gubernur Kalimantan Barat, melalui komitmennya di KPID Awards 2025, telah menegaskan bahwa era sekarang bukan hanya soal siapa yang paling cepat menyebar berita, tetapi siapa yang paling bisa dipercaya.

Mari bersama-sama kita jaga Kalbar dari hoaks dan disinformasi. Dukung siaran berkualitas, konsumsi informasi dengan bijak, dan mari bangun ruang digital yang positif, demi Kalimantan Barat yang lebih cerdas, sehat, dan berbudaya.

Selasa, 15 Juli 2025

Kedatangan Jamaah Haji Terakhir Kalbar Disambut Hangat Gubernur Ria Norsan di Pontianak

Kedatangan Jamaah Haji Terakhir Kalbar Disambut Hangat Gubernur Ria Norsan di Pontianak
Kedatangan Jamaah Haji Terakhir Kalbar Disambut Hangat Gubernur Ria Norsan di Pontianak.

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyambut langsung kepulangan jamaah haji kloter terakhir dari provinsinya pada Jumat, 11 Juli 2025, di Asrama Haji Pontianak, Jalan Sutoyo. Kloter 27 ini terdiri dari 190 orang yang berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu (132 orang) dan Kabupaten Bengkayang (58 orang).

Dalam sambutannya yang penuh hangat dan haru, Gubernur Ria Norsan mengucapkan selamat datang kepada para jamaah. Ia berharap seluruh jamaah haji dari Kalbar bisa meraih predikat haji mabrur yang menjadi impian setiap umat Muslim.

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Kalimantan Barat, kami ucapkan selamat datang kembali di tanah air. Semoga semua membawa pulang predikat haji dan hajjah yang mabrur,” ujarnya.

Menurut Norsan, haji yang mabrur adalah haji yang diterima Allah dan balasannya tiada lain selain surga. Ia menegaskan, perjalanan spiritual selama kurang lebih 40 hari itu bukan sekadar gelar, tapi harus benar-benar membawa perubahan dalam hidup.

“Yang tadinya sholatnya masih bolong-bolong, semoga setelah haji ini jadi rajin sholat lima waktu, ditambah tahajud, sholat fajar, dan tobat juga rutin. Itu tandanya hablum minallah-nya meningkat,” tambahnya.

Selain hubungan dengan Allah, Norsan juga mengingatkan soal hablum minannas alias hubungan sosial. Menurutnya, haji yang mabrur juga tercermin dari sikap sosial yang makin baik—lebih dermawan, lebih peduli, dan makin dekat dengan masyarakat.

Tak lupa, ia mengingatkan kepada para jamaah yang masih merasa kurang sehat, terutama yang batuk-batuk, agar menjaga jarak dulu dengan keluarga untuk sementara waktu demi keselamatan bersama.

“Kalau masih batuk, tolong dikurangi dulu interaksi dengan keluarga. Pakai masker, istirahat cukup. Jangan sampai justru nularin ke orang rumah,” pesannya bijak.

Acara penyambutan ini juga dihadiri sejumlah pejabat, mulai dari Wakil Bupati Kapuas Hulu, perwakilan Bupati Bengkayang, anggota DPRD, hingga petugas haji dari berbagai wilayah di Kalimantan Barat.

Untuk diketahui, jamaah haji asal Kalimantan Barat tahun ini tergabung dalam enam kelompok terbang: kloter 21, 22, 23, 25, 26, dan 27. Mereka mulai kembali ke Pontianak dari Embarkasi Batam sejak 6 Juli hingga 11 Juli 2025. Total keseluruhan jamaah haji Kalbar tahun ini mencapai 2.515 orang.