Berita BorneoTribun: Gudang Garam hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Gudang Garam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gudang Garam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 September 2025

Gudang Garam diguncang isu PHK massal manajemen akhirnya buka suara bantah kabar

Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal karyawan PT Gudang Garam Tbk mendadak viral di media sosial pada awal September 2025. Informasi tersebut ramai dibagikan warganet di platform X (dulu Twitter) setelah sejumlah akun mengunggah curhatan terkait kabar adanya pengurangan tenaga kerja di pabrik rokok asal Kediri, Jawa Timur. Kabar ini mencuat di tengah tantangan industri rokok yang kian berat akibat kenaikan tarif cukai yang terus terjadi.

Unggahan yang viral itu salah satunya datang dari akun bernama Dodo. Ia menuliskan bahwa penjualan rokok menurun drastis karena pajak yang terlalu tinggi, sehingga harga rokok semakin mahal. Kondisi itu, menurutnya, membuat perusahaan besar seperti Gudang Garam tidak bisa menghindari PHK. Ada juga akun lain, Mas Banyu, yang mempertanyakan apakah PHK disebabkan oleh efisiensi teknologi atau turunnya penjualan. Sementara akun bernama Rita menyebut kondisi dunia kerja saat ini memang “sedang tidak baik-baik saja”.

Suasana pabrik rokok Gudang Garam di Kediri Jawa Timur yang ramai diberitakan akibat isu PHK massal karyawan.
Suasana pabrik rokok Gudang Garam di Kediri Jawa Timur yang ramai diberitakan akibat isu PHK massal karyawan.

Viralnya isu ini semakin ramai setelah muncul unggahan seorang warganet yang mengaku telah bekerja 14 tahun di Gudang Garam. Dalam tulisannya, ia menyampaikan rasa terima kasih sekaligus perpisahan karena terkena PHK. “14 tahun sudah perjalanan bersama PT Gudang Garam. Bukan hal yang mudah menerima keputusan PHK ini, karena di sinilah saya belajar, bertumbuh, dan menemukan keluarga kedua,” tulisnya dengan nada haru.

Namun, saat dikonfirmasi lebih lanjut, pihak perusahaan menepis kabar PHK massal tersebut. Adib Musyafa, Human Resources Development (HRD) PT Merdeka Nusantara Mitra Produksi Gudang Garam Tuban, menegaskan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja di pabrik Tuban. “Sampai dengan saat ini, di Pabrik Tuban tidak ada PHK atau sejenisnya,” ujar Adib kepada media. Ia juga menambahkan bahwa aktivitas produksi di pabrik masih berjalan normal sesuai kapasitas yang ada.

Meski bantahan telah disampaikan, kabar ini tetap memunculkan kekhawatiran publik terhadap kondisi industri rokok di Indonesia. Pasalnya, kenaikan tarif cukai tembakau dalam beberapa tahun terakhir membuat beban produksi semakin berat. Harga rokok yang tinggi memicu penurunan daya beli konsumen, sementara rokok ilegal tanpa pita cukai kian merajalela di pasaran. Dampaknya, para pekerja pabrik rokok merasa waswas terhadap keberlanjutan pekerjaan mereka.

Ke depan, isu PHK massal ini berpotensi menjadi perhatian pemerintah sekaligus sinyal bagi pelaku industri untuk mencari solusi agar keberlangsungan usaha tetap terjaga tanpa mengorbankan kesejahteraan karyawan. Publik kini menunggu klarifikasi resmi dari manajemen pusat Gudang Garam, mengingat kabar di media sosial sudah telanjur menyebar luas dan menimbulkan spekulasi.