Berita BorneoTribun: HMS Dragon hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label HMS Dragon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HMS Dragon. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Maret 2026

Kapal Perang Inggris Terlambat Bergerak Saat Pangkalan Siprus Diserang Drone Iran

Kapal perang Inggris HMS Dragon akhirnya dikirim ke Siprus setelah pangkalan RAF Akrotiri diserang drone. Namun keterlambatan respons memicu kritik tajam terhadap kesiapan militer Inggris.
Kapal perang Inggris HMS Dragon akhirnya dikirim ke Siprus setelah pangkalan RAF Akrotiri diserang drone. Namun keterlambatan respons memicu kritik tajam terhadap kesiapan militer Inggris.

Kapal Perang Inggris Terlambat Bergerak Saat Pangkalan Siprus Diserang Drone

JAKARTA -- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah sebuah drone menghantam pangkalan militer Inggris di Siprus. Insiden ini memicu keputusan London untuk mengirim kapal perang ke wilayah tersebut. Namun, langkah tersebut justru memunculkan kritik karena dianggap terlalu lambat.

Serangan drone terjadi di pangkalan udara RAF Akrotiri, salah satu fasilitas militer utama Inggris di Siprus. Drone tersebut dilaporkan jatuh di area landasan dan menyebabkan kerusakan ringan tanpa korban jiwa. Meski begitu, insiden ini meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan instalasi militer Inggris di kawasan yang semakin tidak stabil.

Sebagai respons, pemerintah Inggris memerintahkan kapal perusak pertahanan udara HMS Dragon untuk berlayar menuju wilayah Mediterania Timur. Kapal perang tersebut dirancang untuk menghadapi ancaman rudal dan drone, sehingga dinilai mampu memperkuat perlindungan bagi pangkalan Inggris di Siprus.

Respons Dinilai Terlambat

Meski akhirnya dikerahkan, keputusan pengiriman HMS Dragon tidak luput dari kritik. Banyak pihak menilai Inggris seharusnya lebih cepat mengirimkan kekuatan militernya, terutama setelah pangkalan RAF Akrotiri menjadi sasaran serangan drone.

Beberapa negara Eropa bahkan bergerak lebih cepat. Prancis, misalnya, sudah lebih dulu mengirim kapal perang dan sistem pertahanan udara ke kawasan tersebut untuk membantu menjaga stabilitas regional.

Pengamat pertahanan menyebut keterlambatan ini menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan militer Inggris dalam menghadapi krisis yang berkembang cepat di Timur Tengah.

Kapal Perang Baru Berangkat Setelah Persiapan

Salah satu alasan keterlambatan adalah kondisi kapal yang sebelumnya sedang menjalani perawatan. HMS Dragon harus melalui sejumlah persiapan teknis sebelum bisa berlayar, termasuk pengisian amunisi dan pengecekan sistem pertahanan udara.

Biasanya proses tersebut membutuhkan waktu berminggu-minggu. Namun, dalam situasi darurat, pekerjaan tersebut dipercepat hanya dalam beberapa hari agar kapal bisa segera dikerahkan ke wilayah konflik.

Ancaman Drone Meningkat

Serangan terhadap RAF Akrotiri diyakini berkaitan dengan meningkatnya konflik di Timur Tengah. Drone yang digunakan diduga merupakan jenis yang sering dipakai dalam operasi militer di kawasan tersebut.

Selain kerusakan pada fasilitas pangkalan, insiden ini juga memicu alarm keamanan di sekitar wilayah Siprus. Warga yang tinggal di sekitar pangkalan sempat diminta berlindung sementara otoritas militer menilai potensi serangan lanjutan.

Inggris Perkuat Pertahanan

Pemerintah Inggris menegaskan bahwa pengiriman HMS Dragon merupakan bagian dari langkah defensif untuk melindungi personel militer dan fasilitas strategis mereka di Siprus.

Selain kapal perang, Inggris juga telah menempatkan radar, sistem pertahanan udara, serta pesawat tempur di kawasan tersebut guna mengantisipasi ancaman serangan drone atau rudal di masa mendatang.

Dengan situasi regional yang semakin memanas, pengamat menilai kawasan Mediterania Timur kini menjadi salah satu titik fokus baru dalam dinamika keamanan global.