Berita BorneoTribun: Harga Saham Naik hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Harga Saham Naik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harga Saham Naik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Oktober 2025

Saham Timah Naik Gila Gilan 107 Persen Sebulan Langsung Digembok Bursa Efek Indonesia

Saham Timah Naik Gila Gilan 107 Persen Sebulan Langsung Digembok Bursa Efek Indonesia
Saham Timah Naik Gila Gilan 107 Persen Sebulan Langsung Digembok Bursa Efek Indonesia.

JAKARTABursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan saham PT Timah Tbk (TINS) mulai Senin, 6 Oktober 2025. Langkah ini diambil setelah harga saham TINS melonjak drastis hingga 107,34% dalam waktu sebulan terakhir. Suspensi dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai sebagai bentuk perlindungan terhadap investor dan upaya untuk meredam euforia pasar yang dinilai berlebihan.

Dalam keterangan resmi di laman keterbukaan informasi BEI, manajemen menyebut keputusan ini merupakan bagian dari mekanisme “cooling down”. Tujuannya, agar pelaku pasar memiliki waktu cukup untuk mencerna informasi fundamental dan mempertimbangkan kembali keputusan investasinya terhadap saham TINS. “Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Timah Tbk (TINS), dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Timah Tbk (TINS) pada tanggal 6 Oktober 2025,” tulis pihak BEI.

BEI sebelumnya juga telah mengawasi ketat perdagangan sejumlah saham yang mengalami lonjakan harga tidak wajar atau masuk kategori Unusual Market Activity (UMA). TINS termasuk salah satu dari lima emiten yang mendapat perhatian lebih karena pergerakan sahamnya dianggap terlalu cepat tanpa adanya kabar fundamental yang mendukung. Terakhir kali, informasi resmi terkait TINS dirilis pada 29 September 2025 melalui situs BEI yang berisi penjelasan mengenai volatilitas transaksi saham tersebut.

Hingga perdagangan terakhir sebelum suspensi diberlakukan, saham TINS tercatat berada di level Rp2.260 per lembar. Dalam sepekan, saham Timah melonjak 46,75%, dan jika dihitung sejak awal September, kenaikannya bahkan menembus 107,34%. Kenaikan tajam ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi bubble harga, terutama di tengah belum adanya kabar signifikan terkait kinerja keuangan atau proyek baru dari emiten pelat merah tersebut.

Penghentian sementara ini bisa berdampak pada minat investor jangka pendek, terutama mereka yang melakukan perdagangan harian (trader). Namun, bagi investor jangka panjang, langkah BEI dianggap wajar dan justru memberi waktu untuk menilai kembali prospek fundamental PT Timah. Banyak analis memperkirakan bahwa setelah masa suspensi berakhir, volatilitas saham TINS masih akan tinggi mengingat minat pasar terhadap sektor komoditas logam tetap besar.