Berita BorneoTribun: Hyundai hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Hyundai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hyundai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2026

Toyota Masih Rajai Pasar Mobil RI, BYD Dan Jaecoo Mulai Curi Perhatian

Penjualan mobil kuartal I 2026 masih didominasi Toyota dan merek Jepang, namun BYD dan Jaecoo dari China mulai menunjukkan tren pertumbuhan signifikan.
Penjualan mobil kuartal I 2026 masih didominasi Toyota dan merek Jepang, namun BYD dan Jaecoo dari China mulai menunjukkan tren pertumbuhan signifikan.

JAKARTA - Penjualan mobil penumpang di Indonesia sepanjang kuartal I 2026 masih didominasi merek Jepang. Namun, kehadiran pabrikan asal China mulai menunjukkan pengaruh signifikan, terutama di segmen kendaraan listrik.

Berdasarkan data ritel dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, total penjualan mobil penumpang selama Januari hingga Maret 2026 mencapai 211.905 unit.

Angka ini menunjukkan bahwa pasar otomotif nasional masih stabil, meskipun persaingan makin ketat dengan munculnya pemain baru dari luar Jepang.

Toyota Masih Jadi Raja Pasar Mobil Indonesia

Dominasi merek Jepang masih sangat terasa di awal 2026. Posisi teratas kembali ditempati oleh Toyota dengan total penjualan 64.416 unit atau pangsa pasar 30,4 persen.

Penjualan Toyota per bulan tercatat cukup stabil:

  • Januari: 22.066 unit

  • Februari: 22.812 unit

  • Maret: 19.538 unit

Di posisi kedua, masih dari grup yang sama, Daihatsu mencatatkan 34.653 unit dengan pangsa 16,4 persen.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Suzuki dengan total 19.026 unit atau sekitar 9 persen pangsa pasar.

Persaingan Lima Besar Semakin Ketat

Urutan berikutnya ditempati oleh beberapa merek Jepang lainnya yang masih konsisten di pasar nasional.

Mitsubishi Motors berada di posisi keempat dengan 18.469 unit terjual (8,7 persen).

Kemudian, Honda melengkapi lima besar dengan total 13.001 unit atau pangsa 6,1 persen.

Dominasi lima besar ini memperlihatkan bahwa loyalitas konsumen Indonesia terhadap merek Jepang masih sangat kuat, terutama di segmen kendaraan keluarga dan niaga ringan.

BYD Dan Jaecoo Jadi Pendatang Baru Yang Menarik Perhatian

Meski merek Jepang masih dominan, kejutan datang dari pabrikan kendaraan listrik asal China, yaitu BYD.

BYD berhasil menembus enam besar dengan total 10.265 unit dan pangsa pasar 4,8 persen. Capaian ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi.

Tak kalah menarik, merek baru Jaecoo yang baru hadir sekitar lima bulan di Indonesia sudah mencatatkan 7.927 unit (3,7 persen).

Capaian tersebut bahkan melampaui penjualan Hyundai yang mencatat 4.824 unit (2,3 persen).

Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa pabrikan China mulai serius bersaing di pasar domestik.

Daftar 10 Besar Mobil Terlaris Kuartal I 2026

Selain nama-nama besar di atas, beberapa merek lain juga masuk dalam daftar 10 besar.

Di antaranya:

  • Wuling dengan 3.643 unit

  • Chery dengan 3.433 unit

Sementara itu, segmen premium tetap memiliki pasar tersendiri.

Beberapa merek premium seperti:

  • BMW: 644 unit

  • Lexus: 258 unit

  • Mercedes-Benz: 242 unit

Walau volumenya kecil, segmen ini tetap stabil karena menyasar pasar kelas menengah atas.

Merek Baru Mulai Unjuk Gigi Di Pasar Indonesia

Selain merek utama, beberapa jenama baru mulai menunjukkan eksistensinya di pasar domestik.

Beberapa di antaranya adalah:

  • VinFast: 601 unit

  • Jetour: 591 unit

  • Xpeng: 434 unit

Kehadiran merek-merek ini memperlihatkan bahwa pasar otomotif nasional semakin kompetitif dan terbuka bagi inovasi baru.

Dominasi Jepang Masih Kuat, Tapi Persaingan Akan Berubah

Secara keseluruhan, pasar mobil penumpang di Indonesia pada kuartal I 2026 masih dikuasai oleh merek dari Japan.

Namun, meningkatnya penetrasi pabrikan dari China—khususnya di segmen kendaraan listrik—menjadi indikasi awal perubahan peta persaingan industri otomotif di masa depan.

Tren ini juga sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan serta dukungan pemerintah terhadap elektrifikasi kendaraan.

FAQ

1. Berapa total penjualan mobil di Indonesia kuartal I 2026?
Total penjualan mobil penumpang pada Januari–Maret 2026 mencapai 211.905 unit berdasarkan data Gaikindo.

2. Merek mobil apa yang paling laris di Indonesia awal 2026?
Toyota masih menjadi merek mobil paling laris dengan penjualan 64.416 unit.

3. Apakah mobil China mulai diminati di Indonesia?
Ya, beberapa merek seperti BYD dan Jaecoo menunjukkan peningkatan penjualan signifikan, terutama di segmen kendaraan listrik.

4. Mengapa merek Jepang masih mendominasi pasar mobil?
Faktor utama meliputi jaringan layanan luas, reputasi kualitas, serta loyalitas konsumen yang sudah terbentuk selama puluhan tahun.

5. Apakah kendaraan listrik akan mendominasi pasar mobil ke depan?
Trennya menunjukkan peningkatan minat terhadap kendaraan listrik, namun dominasi penuh masih membutuhkan waktu dan dukungan infrastruktur.

Kamis, 13 Oktober 2022

Hyundai puncaki penjualan mobil hidrogen global dari Januari-Agustus

Hyundai puncaki penjualan mobil hidrogen global dari Januari-Agustus
Truk hidrogen Hyundai XCIENT Fuel Cell 2021. (ANTARA/Hyundai)

BorneoJakarta- Perusahaan otomotif Korea Selatan Hyundai Motor Co mengalahkan saingan Jepang mereka untuk penjualan kendaraan hidrogen global selama periode Januari-Agustus, menurut sebuah perusahaan riset pasar.


Hyundai Motor menjual 7.410 kendaraan listrik sel bahan bakar hidrogen (FCEVs) di pasar global dalam periode delapan bulan, melonjak 26 persen dari 5.873 unit yang terjual selama periode yang sama tahun lalu, kata SNE Research dalam sebuah pernyataan, mengutip data dari Global FCEV Monthly Tracker.


Pembuat model hidrogen Nexo tersebut menyumbang hampir 60 persen dari pasar kendaraan bertenaga hidrogen global dalam delapan bulan pertama, kata pernyataan itu.


Fokus pembuat mobil pada kendaraan listrik murni, kekurangan chip dan perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung tetap menjadi perhatian utama untuk penjualan mobil hidrogen, kata Hyundai.


Toyota Motors Corp berada di peringkat kedua dengan penjualan 2.561 FCEV dalam delapan bulan pertama, turun 42 persen dari 4.406 unit tahun sebelumnya.


Produsen mobil Jepang itu mengambil 21 persen dari pasar mobil hidrogen selama periode yang disebutkan.


Honda Motor Co berada di urutan ketiga dengan penjualan FCEV sebanyak 209 unit, naik 17 persen dari 178 tahun sebelumnya.


Dari Januari hingga Agustus, penjualan mobil hidrogen global naik 11 persen menjadi total 12.407 unit dari 11.198 tahun lalu, kata pernyataan itu, demikian disiarkan Yonhap, Selasa (12/11).


Oleh : Fathur Rochman/Antara

Editor: Yakop

Senin, 15 Agustus 2022

Hyundai Andalan gelar "Stargazer Weekend" dengan promo serupa GIIAS

Hyundai Andalan gelar "Stargazer Weekend" dengan promo serupa GIIAS
Hyundai Andalan Hadirkan Stargazer Weekend  (ANTARA/HO)
BorneoTribun Jakarta -- Jaringan penjualan Hyundai Andalan menghadirkan Stargazer Weekend, acara temu konsumen dan penawaran program penjualan mobil serbaguna (multipurpose vehicle/MPV) Stargazer, pada 13, 20, dan 27 Agustus 2022 di seluruh jaringan penjualan mereka.
 
Dalam Stargazer Weekend, konsumen bisa mendapatkan semua promo pembelian Stargazer yang ditawarkan di pameran otomotif terbesar nasional, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di ICE BSD, Tangerang, 11-21 Agustus.

Artinya, konsumen yang tak sempat berkunjung ke GIIAS bisa mendapatkan promo Stargazer serupa di seluruh jaringan diler Hyundai Andalan.
 
Promo yang dimaksud adalah program lucky draw berhadiah tiket final FIFA World Cup 2022 Qatar. Seluruh pemesan Hyundai Stargazer di GIIAS dan di jaringan Hyundai Andalan berkesempatan untuk memenangkan hadiah tiket perjalanan menonton langsung Final FIFA World Cup 2022 di Qatar.

Kemudian, program lucky draw berhadiah Creta. Seluruh peserta test drive dan pemesanan Hyundai Creta di GIIAS berkesempatan mengikuti undian berhadiah total dua unit Creta, 30 Samsung Galaxy Buds, serta 100 e-Money senilai masing-masing Rp 1 juta.
 
Lalu, ada lucky dip dengan total hadiah miliaran rupiah yang berlaku untuk pemesan Stargazer, Creta, dan Staria.
 
Ada juga Hyundai Finance Program terdiri atas Hyundai Smart Deal, yakni cicilan ringan mulai dari Rp 2,4 juta untuk Hyundai Stargazer tiga tahun, dengan jaminan bebas biaya perawatan berkala dan jaminan harga jual kembali senilai 70 persen ketika melakukan trade in ke kendaraan Hyundai apa pun.
 
Selain itu, ada DP ringan mulai Rp 20 jutaan dan bunga dengan pilihan tenor hingga tujuh tahun.
 
Hyundai Motors Indonesia juga telah mempersiapkan berbagai program penjualan dan purnajual yang menarik dan penting bagi pelanggan Stargazer, antara lain gratis biaya suku cadang untuk perawatan berkala selama 3+1 tahun atau 60 ribu kilometer (km) (mana yang tercapai lebih dulu), garansi dasar selama 3+1 tahun atau 100 ribu km (mana yang tercapai lebih dulu), dan gratis biaya jasa perawatan selama lima tahun atau 75 ribu km (mana yang tercapai lebih dulu).

Hyundai juga menawarkan program khusus Hyundai Owner Assurance Program bagi pelanggan yang melakukan pembelian Stargazer selama Juli hingga Desember 2022, meliputi payment protection program atau jaminan pelunasan pembiayaan selama masa tenor bagi pemilik Stargazer apabila mengalami kecelakaan. Ini berlaku khusus pembiayaan melalui Hyundai Finance.
 
Selain itu, New Stargazer Replacement Guarantee atau jaminan penggantian mobil baru dengan tipe, warna, dan spesifikasi yang sama jika mobil Stargazer rusak, minimal 75 persen. Ini berlaku sampai satu tahun setelah mobil dikirim.
 
Terakhir, ada resale value guarantee atau Hyundai menjamin harga jual kembali mobil Stargazer sebesar 70 persen dari harga pembelian apabila pelanggan hendak melakukan trade-in dengan mobil Hyundai apapun di tahun ketiga kepemilikan.
 
Branch Manager Hyundai Andalan Mampang Aril Marpaung mengatakan, Stargazer Weekend adalah acara yang digelar jaringan diler Hyundai, setelah peluncuran resmi Stargazer di ajang GIIAS 2022. Jadi, Stargazer Weekend merupakan acara diler yang digelar berbarengan dengan GIIAS 2022 dan juga setelah GIIAS.
 
“Bagi konsumen yang tak sempat ke GIIAS kami undang ke Stargazer Weekend di Hyundai Andalan untuk mendapatkan promo pembelian sama seperti di GIIAS,” kata dia dalam keterangan resmi, Minggu.

Menurut dia, promo Stargazer di GIIAS juga masih berlaku di jaringan diler Hyundai Andalan selama pameran itu berlangsung. Akan tetapi, Hyundai Andalan menyiapkan beberapa hadiah menarik bagi konsumen yang hadir di Stargazer Weekend.
 
Dia berharap Stargazer Weekend dapat membantu peningkatan penjualan mobil ini. Apalagi, Stargazer merupakan MPV segar dengan fitur canggih seperti Bluelink dan Smartsense serta dibekali mesin tangguh. Artinya, mobil ini bisa bersaing dengan sejumlah pemain lama di kelas LMPV.
 
“Sejauh ini, SPK Stargazer cukup baik di seluruh jaringan Hyundai Andalan. Kami harap ke depan terus meningkat,” kata Aril.
 
Saat ini, Hyundai Andalan kini memiliki delapan cabang, yakni Mampang, Cilegon, Sawah Besar, Pancoran, Bekasi Barat, Soleh Iskandar (Bogor), Bandung, dan PIM 3. Sementara itu, Hyundai Stargazer ditawarkan enam varian dengan banderol termurah Rp 243,3 juta untuk tipe Active manual dan termahal Rp 307,1 juta untuk tipe Prime transmisi otomatis.

(AP/ANT)

Selasa, 15 Juni 2021

Hyundai Percepat Pembuatan 'Mobil Terbang,' Diluncurkan 2025

Hyundai Percepat Pembuatan 'Mobil Terbang,' Diluncurkan 2025
Ruang pamer Hyundai Motor Co di Seoul, Korea Selatan, 26 Juli 2017.

BORNEOTRIBUN.COM - Hyundai Motor Co telah meningkatkan upaya untuk mengembangkan "mobil terbang" dan akan menawarkan layanan terkait kendaraan itu, selain menjualnya.

COO global Hyundai Jose Munoz mengatakan bahwa Hyundai akan meluncurkan kendaraan mobilitas udara urban yang dijuluki mobil terbang lebih cepat dari jadwal, ujarnya dalam wawancara yang disiarkan Senin (14/6) dalam konferensi Mobil Bagi Masa Depan yang diadakan Reuters.

Munoz, yang juga CEO Hyundai North America, sebelumnya mengatakan taksi udara urban mungkin akan beroperasi di bandara-bandara utama AS pada 2028, atau lebih awal. Eksekutif itu mengatakan kepada Reuters Senin (14/6) bahwa jadwalnya mungkin lebih maju, sebelum 2025.

"Kami melihat pasar ini sebagai peluang pertumbuhan yang signifikan," kata Munoz.

Perusahaan Korea Selatan itu mengembangkan taksi udara bertenaga baterai elektrik yang bisa mengangkut lima hingga enam orang dari pusat-pusat urban yang sangat padat ke bandara. Taksi udara memiliki beberapa bentuk dan ukuran, menggunakan motor elektrik, sayap yang bisa berputar dan rotor.

Para produsen otomotif lainnya, termasuk Toyota, General Motors, Daimler dan Geely, juga sedang mengembangkan mobil terbang secara mandiri atau bersama perusahaan rintisan. [vm/lt]

Kamis, 25 Maret 2021

Kekurangan Cip, Produksi Hyundai Terganggu Mulai April

Kekurangan Cip, Produksi Hyundai Terganggu Mulai April
Logo Hyundai Motor Co terlihat pada mobil yang dipajang di showroom-nya di Seoul, Korea Selatan, Rabu, 26 Juli 2017. (Foto: AP)

BorneoTribun -- Kekurangan cip yang meluas yang memengaruhi produsen mobil diperkirakan akan mengganggu produksi Hyundai Motor mulai April. Reuters, mengutip Financial Times, melaporkan pada hari Rabu (24/3).

Seorang juru bicara Hyundai itu mengatakan kepada Reuters bahwa produsen mobil asal Korea Selatan itu menyadari meningkatnya kekhawatiran industri otomotif atas pasokan cip. 

Mereka sedang memantau situasi untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan mengoptimalkan produksi sejalan dengan kondisi pasokan.

Saham Hyundai terkoreksi 2,2 persen pada hari Rabu (24/3), dan Indeks Saham Gabungan Korea (KOSPI) juga turun 0,4 persen.

Reuters melaporkan pada bulan lalu bahwa sejauh ini, Hyundai mampu menghindari masalah kekurangan cip karena perusahaan itu mempertahankan persediaan cipnya. 

Hal tersebut tidak dilakukan produsen mobil global lainnya.

Kekurangan pasokan cip telah memaksa produsen mobil di dunia untuk memotong produksinya, termasuk di Volkswagen dan General Motors. 

Hal ini mendorong negara-negara, termasuk Jerman dan Amerika Serikat, untuk mengerahkan segala upaya untuk menyelesaikan situasi tersebut.

Seorang pejabat serikat pekerja mengatakan kepada Reuters pada Februari bahwa Hyundai telah menyesuaikan produksi pada jenis mobil yang penjualannya rendah, seperti Sonata, untuk menghemat cip.

Pejabat tersebut mengatakan pada bulan ini bahwa produksi jenis model yang populer seperti Palisade, Tucson baru dan Genesis GV, tidak berkurang. 

Namun Hyundai telah menghentikan kegiatan produksi lembur dan akhir pekan untuk model yang kurang populer. [ah/ft/au]

Oleh: VOA Indonesia