Berita BorneoTribun: IVUS hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label IVUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IVUS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Februari 2026

Terobosan Tindakan Jantung Tanpa Merusak Ginjal, Harapan Baru Pasien Berisiko Tinggi

Terobosan Tindakan Jantung Tanpa Merusak Ginjal, Harapan Baru Pasien Berisiko Tinggi
Terobosan Tindakan Jantung Tanpa Merusak Ginjal, Harapan Baru Pasien Berisiko Tinggi.

JAKARTA -- Bayangkan harus menyelamatkan jantung, tapi di saat yang sama justru berisiko merusak ginjal. Inilah dilema nyata yang selama ini dihadapi banyak pasien penyakit jantung. Kabar baiknya, kini ada harapan baru lewat inovasi medis bernama Ultra Low Contrast Percutaneous Coronary Intervention (ULC PCI).

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi intervensi, dr. Arwin Saleh Mangkuanom, Sp.JP (K), FIHA, mengungkapkan bahwa ULC PCI menjadi solusi penting bagi pasien yang menderita penyakit jantung sekaligus gangguan ginjal—dua kondisi yang sering berjalan beriringan.

Masalah Lama dalam Tindakan Jantung

Pada kasus penyumbatan pembuluh darah jantung, prosedur PCI atau pemasangan ring jantung kerap menjadi tindakan penyelamat nyawa. Namun, prosedur ini umumnya membutuhkan zat kontras dalam jumlah cukup besar untuk memantau kondisi pembuluh darah melalui sinar-X.

Masalahnya, zat kontras ini bisa memperberat kerja ginjal, terutama pada pasien dengan fungsi ginjal rendah. Secara global, sekitar satu dari tiga pasien jantung juga mengalami gangguan ginjal. Risiko makin tinggi jika nilai eGFR pasien berada di bawah 30.

“Pada pasien dengan fungsi ginjal berat, penggunaan kontras idealnya sangat dibatasi. Jika tidak, justru bisa memicu gagal ginjal,” jelas dr. Arwin.

ULC PCI, Solusi Lebih Aman dan Presisi

Berbeda dengan metode konvensional yang bisa menggunakan kontras hingga 100 cc, ULC PCI dirancang dengan penggunaan kontras seminimal mungkin, bahkan jauh di bawah 30 cc. Kuncinya terletak pada pemanfaatan teknologi Intravascular Ultrasound (IVUS).

IVUS memungkinkan dokter melihat kondisi pembuluh darah dari dalam secara real-time menggunakan gelombang suara. Dengan teknologi ini, dokter dapat memandu kawat dan balon kateter ke titik sumbatan dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, nyaris tanpa bergantung pada zat kontras.

“Dengan IVUS, kami bisa bekerja sangat presisi. Kontras hanya dipakai di tahap akhir dan jumlahnya sangat kecil, sekadar memastikan hasil tindakan,” ujar dr. Arwin yang berpraktik di Siloam Hospitals TB Simatupang.

Tidak Untuk Semua, Tapi Krusial bagi Pasien Tertentu

ULC PCI memang tidak ditujukan untuk semua pasien. Teknik ini sangat direkomendasikan bagi pasien berisiko tinggi, seperti:

  • Pasien dengan penurunan fungsi ginjal berat (eGFR <30) atau penyakit ginjal kronis (CKD)

  • Pasien dengan riwayat gagal ginjal akibat kondisi kritis seperti sepsis, syok, atau komplikasi pasca-COVID-19

  • Pasien dengan robekan pembuluh darah koroner

  • Pasien dengan syok kardiogenik atau fungsi pompa jantung sangat lemah

  • Pasien dengan skor risiko tinggi berdasarkan Mehran Score

Meski menggunakan teknik khusus, semua pasien tetap menjalani pemeriksaan laboratorium dan penilaian risiko secara ketat sebelum tindakan dilakukan.

“Fokus kami sederhana tapi krusial, yaitu menyelamatkan jantung tanpa mengorbankan ginjal,” tegasnya.

Indonesia Mulai Melangkah

Saat ini, praktik ULC PCI masih tergolong terbatas di Indonesia. Namun, dr. Arwin menyebut Siloam Hospitals TB Simatupang sebagai salah satu rumah sakit pelopor pengembangan dan penerapan teknik ini.

Ke depan, kebutuhan akan ULC PCI diprediksi terus meningkat, mengingat tindakan intervensi jantung masih bergantung pada sinar-X, sementara penyakit ginjal kronis belum memiliki terapi penyembuhan yang pasti.

“Harapan kami, akan ada konsensus nasional agar ULC PCI bisa diterapkan lebih luas dan terstandar, demi keselamatan pasien,” tutup dr. Arwin.

Bagi pasien jantung dengan risiko gangguan ginjal, inovasi ini bukan sekadar teknologi baru—melainkan harapan untuk hidup lebih aman dan berkualitas.