Berita BorneoTribun: Ibu Menangis Jemput Anak hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Ibu Menangis Jemput Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu Menangis Jemput Anak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 September 2025

Tangisan Pecah di Polda Jateng Ibu Peluk Anak Usai Demo Rusuh

Tangisan seorang ibu pecah saat menjemput putranya di Markas Polda Jawa Tengah usai kericuhan demo pada Senin (1/9/2025). Dalam video yang beredar, sang ibu sempat memukul anaknya karena kesal ikut aksi rusuh, sebelum akhirnya memeluknya erat sambil bercucuran air mata. Momen haru ini langsung viral di media sosial dan menuai beragam komentar netizen.

Menurut keterangan kepolisian, sejumlah mahasiswa dan pemuda diamankan karena diduga terlibat dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di Semarang. "Kami amankan sementara untuk dimintai keterangan dan memastikan siapa yang memang terlibat, siapa yang tidak," ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Satake Bayu, kepada wartawan. Ia menegaskan, proses hukum akan disesuaikan dengan tingkat keterlibatan masing-masing.

Video pertemuan ibu dan anak di halaman Polda Jateng sontak menyita perhatian publik. Beberapa akun media sosial menuliskan tanggapan menohok soal aksi nekat para remaja itu. Seorang pengguna TikTok dengan nama lunalulabye menulis, "Orang tua banting tulang cari duit malah tawuran. Kalo nganggur itu orang tua bantuin." Sementara akun codenotes2 menilai tindakan polisi berlebihan, "Jangan dimarahi bu anaknya. Itu bapak-bapak yang baju coklat itu saja bu pantes dimarahi. Ngapain ditangkap segala, kan bukan maling/koruptor."

Seorang ibu menangis sambil memeluk anaknya di halaman Polda Jateng usai demo rusuh

Seorang ibu menangis sambil memeluk anaknya di halaman Polda Jateng usai demo rusuh.

Komentar serupa datang dari akun christalmurray5 yang mengkritik orang tua. "Saya suka heran segitu banyak anak-anak yang ikut demo kenapa orang tua nya gak larang... anak saya aja meski sudah kerja tetap saya pantau terus. Kalau perlu off kalau keadaan gak kondusif," tulisnya. Netizen lain bernama bagusrespati82 menambahkan, "Parah kamu bikin ibu menangis. Senakal-nakalnya kamu jangan sampai membuat ibu mu menangis. Kalau sampai nangis, neraka tempatmu."

Ada pula yang menilai fenomena ini wajar karena usia remaja memang rawan ikut-ikutan. Akun lambe_kw1 menuliskan, "Biasanya anak-anak yang ikut kaya gini diajak temannya. Usia segini memang jiwa mudanya masih bergejolak. Bahkan ada yang ikut demo buat lucu-lucuan tanpa mikirin resikonya." Sedangkan sovanaa_shirl mengingatkan, "Beruntung kalian lahir di Indonesia. Kalau di negara lain macam Jerman, anak usia 14 tahun sudah bisa diadili sebagai orang dewasa, bahkan orang tua wajib bayar kerusakan."

Polda Jateng memastikan akan mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani para pemuda yang terlibat. Beberapa yang masih di bawah umur akan dipulangkan setelah diberi pembinaan dan peringatan keras. Sementara mereka yang terbukti melakukan tindakan anarkis bakal menjalani proses hukum lebih lanjut.

Momen air mata seorang ibu di Polda Jateng itu menjadi pengingat betapa mahalnya rasa tenang bagi orang tua. Polisi mengimbau masyarakat, terutama kalangan muda, untuk menyampaikan aspirasi dengan cara damai dan tidak mudah terprovokasi. Perkembangan kasus demo rusuh di Semarang masih terus dipantau, dan pihak kepolisian menjanjikan keterbukaan informasi kepada publik.