Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Indonesia Emas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia Emas. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juni 2026

Selesai Jalani Pelatihan KKRI, Peserta di Sanggau Pulang dengan Semangat Baru untuk Masa Depan Indonesia

Kodim 1204/Sanggau resmi menutup Pelatihan KKRI Gelombang V Semester I TA 2026 bagi siswa SMA, SMK, dan MAN dengan fokus pembinaan karakter, disiplin, dan kepemimpinan.
Kodim 1204/Sanggau resmi menutup Pelatihan KKRI Gelombang V Semester I TA 2026 bagi siswa SMA, SMK, dan MAN dengan fokus pembinaan karakter, disiplin, dan kepemimpinan.

Kodim 1204/Sanggau Resmi Tutup Pelatihan KKRI Gelombang V Semester I TA 2026

SANGGAU – Kodim 1204/Sanggau menutup Pelatihan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang V Semester I Tahun Anggaran 2026 bagi siswa SMA, SMK, dan MAN di Sanggau. 

Penutupan dilakukan melalui upacara yang berlangsung khidmat sebagai penanda berakhirnya rangkaian pembinaan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan yang telah diikuti para peserta.

Pelatihan tersebut mengusung tema "KKRI sebagai Wadah Pembentukan Generasi Muda Tangguh, Disiplin, dan Berkarakter Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045". 

Program ini menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda yang terus dilakukan Kodim 1204/Sanggau.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang mencakup kedisiplinan, kepemimpinan, nasionalisme, wawasan kebangsaan, serta pembentukan karakter sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam amanat Inspektur Upacara yang dibacakan Kasdim 1204/Sanggau Mayor Arm Duloh, disampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

"Pelatihan ini bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang telah diperoleh selama mengikuti kegiatan KKRI. 

Jadilah generasi muda yang mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat," ujar Inspektur Upacara dalam amanatnya.

Selesai Jalani Pelatihan KKRI, Peserta di Sanggau Pulang dengan Semangat Baru untuk Masa Depan Indonesia
Kodim 1204/Sanggau resmi menutup Pelatihan KKRI Gelombang V Semester I TA 2026 bagi siswa SMA, SMK, dan MAN dengan fokus pembinaan karakter, disiplin, dan kepemimpinan.

Kodim 1204/Sanggau berharap para peserta mampu menjadi generasi yang tangguh menghadapi tantangan zaman, memiliki semangat bela negara dan rasa cinta tanah air, serta berkontribusi positif dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Penutupan pelatihan ditandai dengan penyematan penghargaan kepada peserta berprestasi, pelepasan tanda peserta secara simbolis, serta sesi foto bersama yang diikuti peserta, pembina, pelatih, dan para undangan.

Dengan berakhirnya Pelatihan KKRI Gelombang V Semester I Tahun Anggaran 2026, para peserta diharapkan terus mengembangkan potensi diri dan menerapkan nilai-nilai disiplin serta kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sabtu, 20 Juni 2026

Indonesia Emas atau Indonesia Bangkrut? Dolar AS Menguat, Harga BBM Naik, Utang Negara Membengkak, Mampukah Ekonomi Indonesia Bertahan?

Indonesia Emas atau Indonesia Bangkrut? Ulasan lengkap tentang dolar AS naik, harga BBM melonjak, dan utang Indonesia bertambah serta dampaknya bagi ekonomi nasional. (Foto Ilustrasi)
Indonesia Emas atau Indonesia Bangkrut? Ulasan lengkap tentang dolar AS naik, harga BBM melonjak, dan utang Indonesia bertambah serta dampaknya bagi ekonomi nasional. (Foto Ilustrasi)

Indonesia Emas 2045 menjadi cita-cita besar yang terus digaungkan pemerintah. Dengan bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, dan target masuk lima besar ekonomi dunia, Indonesia diyakini memiliki peluang besar menjadi negara maju dalam dua dekade mendatang.

Namun di tengah optimisme tersebut, berbagai tantangan ekonomi justru semakin nyata. Nilai tukar rupiah terus menghadapi tekanan akibat penguatan dolar Amerika Serikat, harga bahan bakar minyak (BBM) mengalami kenaikan, sementara utang pemerintah terus bertambah setiap tahun.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan yang ramai diperbincangkan masyarakat, apakah Indonesia benar-benar sedang menuju Indonesia Emas atau justru menghadapi ancaman krisis ekonomi yang lebih besar?

Indonesia Emas 2045, Mimpi Besar Menjadi Negara Maju

Indonesia Emas 2045 merupakan visi jangka panjang untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju bertepatan dengan peringatan 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Target tersebut bukan tanpa alasan. Indonesia memiliki sejumlah modal besar yang tidak dimiliki banyak negara, mulai dari jumlah penduduk yang besar, bonus demografi, kekayaan mineral seperti nikel, tembaga, emas, batu bara, hingga pasar domestik yang kuat.

Berdasarkan berbagai proyeksi internasional, Indonesia berpotensi masuk dalam jajaran lima besar ekonomi dunia pada tahun 2045 apabila mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi tinggi secara berkelanjutan.

Bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada periode 2030-2045 menjadi peluang emas bagi Indonesia. Pada masa itu, jumlah penduduk usia produktif akan jauh lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Jika kualitas sumber daya manusia meningkat dan lapangan pekerjaan tersedia, kondisi tersebut dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang sangat kuat.

Namun, peluang besar tersebut juga dapat berubah menjadi ancaman apabila tidak dikelola dengan baik.

Dolar AS Menguat, Rupiah Semakin Tertekan

Salah satu tantangan yang saat ini dihadapi Indonesia adalah menguatnya dolar Amerika Serikat terhadap berbagai mata uang dunia, termasuk rupiah.

Pelemahan rupiah menyebabkan biaya impor menjadi lebih mahal. Padahal Indonesia masih bergantung pada impor untuk sejumlah kebutuhan strategis, mulai dari bahan baku industri, energi, hingga produk teknologi.

Ketika dolar naik, maka biaya produksi berbagai sektor ikut meningkat. Dampaknya kemudian merambat ke harga barang di tingkat konsumen.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, penguatan dolar juga meningkatkan beban pembayaran utang luar negeri pemerintah maupun swasta yang menggunakan mata uang asing.

Tekanan terhadap rupiah biasanya diperparah oleh berbagai faktor global seperti:

  • Kenaikan suku bunga Amerika Serikat.

  • Konflik geopolitik dunia.

  • Ketidakpastian ekonomi global.

  • Arus keluar investasi asing.

  • Perlambatan ekonomi di sejumlah negara besar.

Bank Indonesia selama ini terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tidak mengalami pelemahan yang terlalu dalam.

Harga BBM Naik, Efek Domino ke Seluruh Sektor

Indonesia Emas atau Indonesia Bangkrut? Dolar AS Menguat, Harga BBM Naik, Utang Negara Membengkak, Mampukah Ekonomi Indonesia Bertahan?
Indonesia Emas atau Indonesia Bangkrut? Ulasan lengkap tentang dolar AS naik, harga BBM melonjak, dan utang Indonesia bertambah serta dampaknya bagi ekonomi nasional. (Foto Ilustrasi)

Kenaikan harga bahan bakar minyak menjadi salah satu isu yang paling dirasakan masyarakat. Sebab, BBM merupakan komponen penting dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Ketika harga BBM meningkat, biaya transportasi otomatis naik. Biaya distribusi barang juga bertambah. Pada akhirnya, harga berbagai kebutuhan pokok ikut mengalami kenaikan.

Efek domino dari kenaikan BBM biasanya menyentuh hampir seluruh sektor ekonomi, seperti:

1. Harga Sembako Berpotensi Naik

Biaya distribusi menjadi lebih mahal sehingga harga beras, sayuran, daging, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya ikut terdampak.

2. Ongkos Transportasi Meningkat

Tarif angkutan umum, jasa pengiriman, hingga biaya perjalanan menjadi lebih tinggi.

3. Dunia Usaha Menghadapi Beban Tambahan

Pelaku usaha harus menyesuaikan biaya produksi dan operasional yang meningkat.

4. Daya Beli Masyarakat Menurun

Ketika pengeluaran semakin besar sementara pendapatan tidak bertambah, daya beli masyarakat berpotensi melemah.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menjaga inflasi agar tetap terkendali.

Utang Indonesia Terus Bertambah, Haruskah Masyarakat Khawatir?

Topik mengenai utang negara sering menjadi perdebatan publik. Sebagian masyarakat menganggap peningkatan utang sebagai tanda bahaya, sementara pemerintah menilai utang merupakan instrumen untuk membiayai pembangunan.

Pada kenyataannya, hampir seluruh negara di dunia memiliki utang. Persoalan utamanya bukan ada atau tidak adanya utang, melainkan bagaimana utang tersebut dikelola.

Pemerintah menggunakan pembiayaan utang untuk berbagai kebutuhan, seperti:

  • Pembangunan infrastruktur.

  • Pembiayaan pendidikan.

  • Program kesehatan.

  • Subsidi energi.

  • Program perlindungan sosial.

  • Belanja negara lainnya.

Selama rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih berada dalam batas aman, maka kondisi tersebut masih dapat dikelola.

Namun demikian, pertumbuhan utang yang terus meningkat tetap harus diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang sehat.

Jika pendapatan negara tidak bertambah secara signifikan sementara kewajiban pembayaran bunga dan pokok utang semakin besar, ruang fiskal pemerintah akan semakin sempit.

Akibatnya, anggaran negara dapat lebih banyak terserap untuk membayar utang dibandingkan membiayai pembangunan.

Ancaman Perlambatan Ekonomi Global

Ekonomi Indonesia tidak bisa dipisahkan dari kondisi ekonomi dunia.

Ketika ekonomi global melambat, permintaan ekspor Indonesia ikut menurun. Harga komoditas dapat turun, investasi asing berkurang, dan pertumbuhan ekonomi nasional ikut terpengaruh.

Beberapa faktor global yang menjadi perhatian antara lain:

Konflik Geopolitik

Ketegangan di berbagai kawasan dunia memengaruhi harga energi dan stabilitas perdagangan internasional.

Kebijakan Suku Bunga Amerika Serikat

Kenaikan suku bunga The Fed membuat investor cenderung menarik dana dari negara berkembang dan kembali ke Amerika Serikat.

Perlambatan Ekonomi Tiongkok

Sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, perlambatan ekonomi Tiongkok dapat memengaruhi ekspor Indonesia.

Ketidakpastian Pasar Dunia

Harga minyak, emas, dan komoditas lainnya sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global.

Indonesia Belum Menuju Kebangkrutan

Meski berbagai tantangan ekonomi semakin kompleks, para ekonom menilai Indonesia belum berada dalam kondisi menuju kebangkrutan.

Ada beberapa alasan yang mendukung penilaian tersebut.

Cadangan Devisa Masih Kuat

Cadangan devisa Indonesia masih cukup besar untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memenuhi kebutuhan impor.

Sistem Perbankan Relatif Stabil

Perbankan nasional masih memiliki tingkat permodalan yang baik dan likuiditas yang memadai.

Rasio Utang Masih Terkendali

Dibandingkan sejumlah negara lain, rasio utang Indonesia terhadap PDB masih berada pada tingkat yang relatif aman.

Konsumsi Domestik Menjadi Penopang Ekonomi

Besarnya jumlah penduduk Indonesia membuat konsumsi masyarakat menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi.

Kekayaan Sumber Daya Alam

Indonesia memiliki cadangan mineral strategis yang menjadi incaran dunia, terutama nikel yang dibutuhkan untuk industri kendaraan listrik.

Tantangan Besar Menuju Indonesia Emas

Meskipun peluang masih terbuka lebar, ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Kualitas Pendidikan

Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang kompetitif agar mampu bersaing di tingkat global.

Lapangan Kerja

Bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan jika tersedia lapangan pekerjaan yang cukup.

Hilirisasi Industri

Indonesia harus mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah dan memperkuat industri bernilai tambah.

Korupsi dan Efisiensi Anggaran

Pengelolaan anggaran negara yang efisien menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Transformasi Digital

Persaingan ekonomi masa depan akan sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi dan inovasi.

Peluang Indonesia Masih Sangat Besar

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Indonesia masih memiliki sejumlah peluang besar.

Bonus Demografi

Jumlah penduduk usia produktif yang besar dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi.

Hilirisasi Mineral

Cadangan nikel terbesar di dunia menjadi modal penting dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik.

Investasi Asing

Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi menarik di Asia Tenggara.

Ekonomi Digital

Nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan terus meningkat dan menjadi yang terbesar di kawasan ASEAN.

Infrastruktur yang Terus Berkembang

Pembangunan jalan tol, pelabuhan, bandara, dan kawasan industri menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing nasional.

Indonesia Emas atau Indonesia Bangkrut?

Jawaban atas pertanyaan tersebut sebenarnya belum bisa ditentukan hari ini.

Kenaikan dolar AS, meningkatnya harga BBM, serta bertambahnya utang negara memang menjadi sinyal yang perlu diwaspadai. Namun kondisi tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Indonesia sedang menuju kebangkrutan.

Sebaliknya, Indonesia juga belum otomatis akan mencapai Indonesia Emas hanya karena memiliki sumber daya alam melimpah dan bonus demografi.

Masa depan ekonomi Indonesia akan sangat ditentukan oleh kualitas kebijakan pemerintah, stabilitas politik, kemampuan mengelola utang, kualitas pendidikan, serta daya saing sumber daya manusia.

Jika berbagai peluang mampu dimanfaatkan dengan baik, Indonesia berpotensi menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada tahun 2045.

Namun jika berbagai persoalan struktural seperti korupsi, ketimpangan ekonomi, rendahnya produktivitas, dan ketergantungan terhadap komoditas mentah tidak segera dibenahi, maka cita-cita Indonesia Emas dapat berubah menjadi tantangan besar yang menghambat kemajuan bangsa.

Pada akhirnya, pertanyaan "Indonesia Emas atau Indonesia Bangkrut?" bukan sekadar persoalan optimisme atau pesimisme. Jawabannya akan ditentukan oleh langkah yang diambil hari ini, karena masa depan ekonomi Indonesia dibentuk oleh kebijakan dan keputusan yang dilakukan sejak sekarang.

Rabu, 22 April 2026

62 Juta Anak Sudah Terima MBG, Target 82,9 Juta Terima Manfaat

Pemerintah menargetkan 82,9 juta anak menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Program ini dinilai penting untuk kesehatan anak dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah menargetkan 82,9 juta anak menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Program ini dinilai penting untuk kesehatan anak dan pertumbuhan ekonomi daerah.

PADANG — Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan target menjangkau 82,9 juta anak Indonesia pada 2026. Upaya ini menandai perluasan besar layanan gizi nasional yang dinilai strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyebutkan jumlah penerima manfaat MBG terus bertambah sejak program diluncurkan pada awal 2025. Hingga saat ini, sekitar 62 juta anak telah mendapatkan manfaat dari program tersebut.

Menurut Dadan, perluasan cakupan MBG bukan hanya soal penyediaan makanan, tetapi bagian dari investasi jangka panjang negara dalam meningkatkan kesehatan dan produktivitas generasi muda.

“Program ini menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat, sehingga di masa depan mereka mampu berkontribusi secara maksimal terhadap pembangunan,” ujarnya di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (22/4/2026).

Program MBG merupakan bagian dari agenda pembangunan nasional yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Pemerintah memandang pemenuhan gizi anak sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi produktif dan berdaya saing.

Dadan menilai keberhasilan program MBG berkaitan erat dengan berbagai aspek pembangunan, mulai dari pencegahan tengkes (stunting) hingga peningkatan kualitas tenaga kerja di masa mendatang.

Ia menambahkan bahwa dampak program ini tidak hanya terasa dalam jangka pendek, tetapi juga akan berpengaruh pada tingkat kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Seiring peningkatan jumlah penerima manfaat, BGN menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap standar teknis dalam penyelenggaraan layanan gizi. Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta memastikan kelengkapan fasilitas serta dokumen pendukung.

Beberapa syarat utama yang harus dipenuhi antara lain keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kedua komponen tersebut dinilai penting untuk menjamin keamanan pangan yang diberikan kepada anak-anak.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa peningkatan jumlah penerima tidak mengorbankan kualitas makanan dan keamanan kesehatan.

Di tingkat daerah, implementasi MBG juga mulai menunjukkan dampak ekonomi. Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menegaskan bahwa pelaksanaan program tidak hanya difokuskan di wilayah perkotaan, tetapi menyasar seluruh daerah di provinsi tersebut.

Ia berharap program MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga memperhatikan kualitas rasa agar anak-anak lebih antusias mengonsumsinya.

Berdasarkan data BGN, terdapat 402 unit SPPG di Sumatera Barat, dengan 70 unit berada di Kota Padang. Dengan jumlah tersebut, diperkirakan terjadi perputaran dana sekitar Rp400 miliar untuk memenuhi kebutuhan penyediaan makanan bergizi di wilayah tersebut.

Selain meningkatkan kualitas gizi anak, perputaran dana tersebut juga dinilai berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk sektor pangan dan jasa distribusi.

FAQ

Apa itu program Makan Bergizi Gratis (MBG)?
Program MBG adalah inisiatif pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi kepada anak-anak Indonesia guna meningkatkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia.

Berapa target penerima MBG pada 2026?
Pemerintah menargetkan sebanyak 82,9 juta anak menjadi penerima manfaat MBG.

Berapa jumlah penerima MBG saat ini?
Sekitar 62 juta anak telah menerima manfaat program hingga saat ini.

Apa manfaat utama program MBG?
Program ini bertujuan mencegah stunting, meningkatkan kesehatan anak, serta mendukung produktivitas generasi di masa depan.

Apa dampak ekonomi dari program MBG di daerah?
Di Sumatera Barat saja, program ini diperkirakan mendorong perputaran dana hingga Rp400 miliar, yang berpotensi menggerakkan ekonomi lokal.

Minggu, 29 Maret 2026

Yamin HR Targetkan Kopdes Merah Putih Hadir Di 52 Kelurahan Banjarmasin

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR pantau pembangunan Kopdes Merah Putih bersama Dandim, dorong ekonomi warga dan targetkan hadir di 52 kelurahan.
Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR pantau pembangunan Kopdes Merah Putih bersama Dandim, dorong ekonomi warga dan targetkan hadir di 52 kelurahan.

Banjarmasin -- Pemerintah Kota Banjarmasin terus mempercepat pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan. Salah satu langkah nyatanya terlihat saat Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, bersama Dandim 1007/Banjarmasin, Letkol Czi Slamet Riyadi, turun langsung memantau progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di sejumlah wilayah.

“Ada dua Kopdes yang kita pantau pembangunannya, yakni di Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan, dan Kelurahan Pemurus Luar, Banjarmasin Timur,” ujar Yamin, Jumat.

Dari hasil peninjauan di lapangan, pembangunan fisik Kopdes Merah Putih sudah menunjukkan perkembangan signifikan. Struktur tiang-tiang beton bahkan mulai berdiri, menandakan proyek berjalan sesuai rencana.

Yamin menegaskan, pembangunan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan TNI dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.

Kolaborasi Pemkot Dan TNI Untuk Ekonomi Kerakyatan

Menurut Yamin, kehadiran Kopdes Merah Putih bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan ekonomi.

“Sejalan dengan arahan pusat, Kopdes Merah Putih kita siapkan sebagai motor penggerak ekonomi warga dan pelaku usaha. Kita ingin manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar proses pembangunan tetap menjaga kualitas, meski dikejar target waktu. Tujuannya agar bangunan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Tidak Hanya Simpan Pinjam, Jadi Pusat Distribusi Murah

Ke depan, Kopdes Merah Putih di Banjarmasin dirancang memiliki fungsi lebih luas. Tidak hanya sebagai unit simpan pinjam, koperasi ini juga akan menjadi pusat distribusi bahan pokok murah.

Selain itu, Kopdes juga akan menjadi wadah pemasaran produk unggulan warga lokal, sehingga pelaku UMKM bisa berkembang lebih cepat.

Target 52 Kelurahan, Dukung Indonesia Emas 2045

Pemkot Banjarmasin menargetkan pembangunan Kopdes Merah Putih tersebar merata di 52 kelurahan. Program ini selaras dengan visi besar pemerintah pusat dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Koperasi adalah instrumen penting pemberdayaan masyarakat. Di sinilah warga menjadi pelaku utama ekonomi,” tegas Yamin.

Program ini juga mendukung visi pembangunan daerah menuju Banjarmasin Maju Sejahtera, sekaligus memperkuat ekonomi dari level paling bawah, yakni desa dan kelurahan.

FAQ

1. Apa itu Kopdes Merah Putih?
Kopdes Merah Putih adalah koperasi desa/kelurahan yang bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat melalui simpan pinjam, distribusi bahan pokok, dan pemasaran produk lokal.

2. Di mana saja pembangunan Kopdes yang dipantau?
Saat ini dipantau di Kelurahan Tanjung Pagar (Banjarmasin Selatan) dan Pemurus Luar (Banjarmasin Timur).

3. Apa tujuan utama program ini?
Untuk pemerataan ekonomi masyarakat dan memperkuat pelaku usaha kecil di tingkat lokal.

4. Berapa target Kopdes di Banjarmasin?
Pemkot menargetkan pembangunan Kopdes Merah Putih di 52 kelurahan.

5. Siapa saja yang terlibat dalam program ini?
Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan TNI.

Kamis, 05 Maret 2026

Program Makan Bergizi Gratis Disebut Bisa Ubah Budaya Makan Anak Indonesia Menuju Generasi Sehat dan Cerdas 2045

60 Juta Orang Sudah Terima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis Ini Target Besar Pemerintah
Program Makan Bergizi Gratis disebut mampu mengubah budaya makan masyarakat Indonesia. Pemerintah menargetkan generasi sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan gizi anak.

60 Juta Orang Sudah Terima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis Ini Target Besar Pemerintah

JAKARTA -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah disebut mampu mendorong perubahan budaya makan dan pola hidup sehat di masyarakat. Program ini menjadi salah satu fondasi penting untuk mempersiapkan generasi Indonesia yang kuat, sehat, dan kompetitif menuju visi Indonesia Emas 2045.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria mengatakan bahwa pembangunan kualitas sumber daya manusia tidak hanya bergantung pada pendidikan, tetapi juga pada pola makan sehat yang dimulai sejak usia dini.

Dalam sebuah siniar bersama ANTARA di Jakarta pada Kamis, Hariqo menjelaskan bahwa program MBG dirancang untuk membangun kebiasaan makan sehat sekaligus meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Menurutnya, target jangka panjang dari program tersebut adalah menciptakan generasi muda yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga cerdas dan memiliki daya saing global.

“Pada tahun 2045 kita ingin anak-anak Indonesia memiliki pendapatan tinggi, tubuh sehat, otak cerdas, akhlak baik, serta mampu bersaing dengan generasi dari negara lain. Melalui program MBG kita sedang membangun budaya peradaban baru,” ujarnya.

Meningkatkan Kesadaran Gizi di Masyarakat

Hariqo menilai bahwa program ini juga membawa dampak positif terhadap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang.

Ia mencontohkan bagaimana percakapan di media sosial saat ini tidak hanya dipenuhi isu geopolitik global seperti konflik Amerika Serikat dan Iran, tetapi juga mulai ramai membahas soal nutrisi, protein, dan pola makan sehat.

Meski demikian, ia mengakui bahwa kritik terhadap program tersebut tetap ada. Sebagian warganet mempertanyakan kualitas makanan hingga potensi penyimpangan anggaran.

Namun ia menilai kritik tersebut justru menjadi bagian dari proses edukasi publik.

“Sekarang jika ibu-ibu berbincang, bisa jadi mereka membahas protein atau kandungan gizi makanan. Itu hal yang patut disyukuri karena edukasi gizi mulai masuk ke kehidupan masyarakat,” katanya.

Fondasi Peradaban Baru Melalui Program Prioritas

Hariqo menambahkan bahwa MBG bukan satu-satunya program yang berfokus pada peningkatan kualitas manusia Indonesia.

Pemerintah juga menjalankan beberapa program prioritas lain seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Sekolah Rakyat yang dirancang untuk memperkuat kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, ketiga program tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban yang lebih berkualitas di masa depan.

“Program-program ini bukan sekadar kebijakan sosial biasa. Ini fondasi peradaban kita. Tujuannya jauh lebih besar daripada sekadar memberikan bantuan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa urgensi tersebut menjadi alasan pemerintah menjadikan MBG sebagai salah satu program utama dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Masalah Gizi Indonesia Masih Mengkhawatirkan

Meski Indonesia telah merdeka lebih dari delapan dekade, data menunjukkan bahwa masalah gizi masyarakat masih cukup serius.

Beberapa fakta yang diungkapkan antara lain:

  • Lebih dari 96 persen masyarakat Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah

  • Sekitar 66 persen anak memiliki pola makan yang buruk

  • Sekitar 65 persen anak tidak sarapan sebelum berangkat sekolah

  • 32 persen remaja putri mengalami anemia

  • 21 persen balita mengalami stunting

Selain itu, sebelum masa pemerintahan saat ini, lebih dari 2.000 orang meninggal setiap hari akibat penyakit tuberkulosis dan penyakit kardiovaskular.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perbaikan pola makan dan kesehatan masyarakat masih menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah.

Sudah Menjangkau Puluhan Juta Penerima Manfaat

Melalui implementasi Program MBG, pemerintah berupaya memperbaiki kualitas gizi anak-anak Indonesia secara bertahap.

Hingga saat ini, program tersebut disebut telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di 24.204 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Pemerintah berharap, melalui langkah ini generasi muda Indonesia dapat tumbuh lebih sehat, memiliki kecerdasan optimal, dan siap menghadapi persaingan global pada masa mendatang.

FAQ

Apa itu Program Makan Bergizi Gratis (MBG)?
Program pemerintah yang menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak, untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan.

Apa tujuan utama MBG?
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar lebih sehat, cerdas, dan siap menghadapi persaingan global menuju Indonesia Emas 2045.

Siapa penerima manfaat program ini?
Utamanya anak-anak dan kelompok masyarakat yang membutuhkan asupan gizi lebih baik.

Berapa jumlah penerima manfaat MBG saat ini?
Program ini telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.

Mengapa program ini dianggap penting?
Karena data menunjukkan masih tingginya angka stunting, anemia, dan pola makan tidak sehat di Indonesia.

Sumber: ANTARA

Selasa, 10 Februari 2026

Perkuat Kesadaran Kebangsaan, Divisi Humas Polri Gelar Dialog Publik Menuju Indonesia Emas 2045

Foto: Divisi Humas Polri Gelar Dialog Publik Menuju Indonesia Emas 2045

PONTIANAK - Divisi Humas Polri menggelar kegiatan Dialog Publik bertajuk "Membangun Kesadaran Kebangsaan Generasi Muda Kalimantan Barat Menuju Indonesia Emas" yang berlangsung di Hotel Mercure Pontianak pada Selasa, 10 Februari 2026.

Kegiatan strategis ini bertujuan untuk membentengi generasi muda dari ancaman global sekaligus memperkuat pemahaman ideologi Pancasila di tengah dinamika digitalisasi. Kapolda Kalbar Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menekankan bahwa Indonesia saat ini berada pada fase krusial di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dengan program Asta Cita.

Polda Kalbar menyoroti posisi geografis Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia, yang memiliki kerentanan terhadap ancaman lintas negara yang masuk melalui jalur digital maupun fisik. Kabid Humas memperingatkan adanya ancaman "tak kasat mata" berupa penyalahgunaan Narkoba, kejahatan siber (cyber crime), judi online, hingga penyebaran Hoaks dan Radikalisme.

Dialog ini menghadirkan tiga narasumber kompeten, yakni Prof. Ibrahim, M.A., Prof. Dr. Chairil Effendy, M.S., dan Dr. Syarifah Ema Rahmaniah, B.A., M.Ed. Sekda Provinsi Kalbar mengungkapkan harapannya agar Indonesia bisa menjadi Indonesia Emas 2045, dengan memanfaatkan bonus demografi dan menguasai ilmu pengetahuan dan berakhlak yang mulia.

Melalui dialog ini, diharapkan generasi muda Kalimantan Barat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama yang berintegritas dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan tetap memegang teguh nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan.

Minggu, 01 Februari 2026

Indonesia Menggila di Track Asia Cup I 2026 Tambah Dua Emas dan Tegaskan Dominasi Balap Sepeda Asia

Pesepeda balap Indonesia Bernard Benyamin van Aert memacu sepeda saat berlatih di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Selasa (18/6/2024). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/YU (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Pesepeda balap Indonesia Bernard Benyamin van Aert memacu sepeda saat berlatih di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Selasa (18/6/2024). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/YU (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

JAKARTA -- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan tim balap sepeda Indonesia di kancah internasional. Indonesia sukses menutup ajang Track Asia Cup I 2026 yang digelar di India dengan tambahan dua medali emas, sekaligus menegaskan posisi sebagai salah satu kekuatan utama balap sepeda Asia.

Dua emas tersebut datang dari nomor team pursuit elite putra dan omnium elite putra, hasil kerja keras para atlet yang tampil solid dan penuh determinasi sepanjang kompetisi.

Mengutip informasi dari laman resmi Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), skuad team pursuit putra Indonesia diperkuat oleh Bernard Benyamin Van Aert, Dika Alif Dhentaka, Julian Abi Manyu, dan Yosandy Utomo. Keempatnya tampil kompak dan berhasil mengungguli para pesaing dari negara lain untuk merebut podium tertinggi.

Tak berhenti di situ, dominasi Indonesia juga terlihat jelas pada nomor omnium elite putra. Pada nomor ini, Julian Abi Manyu tampil luar biasa dan keluar sebagai peraih medali emas. Rekan setimnya, Bernard Benyamin Van Aert, menyusul di posisi kedua dan membawa pulang medali perak.

Sementara itu, pembalap Indonesia lainnya, Awang Prana Pradipta, juga menunjukkan performa kompetitif dengan finis di peringkat ketujuh pada nomor yang sama.

Kontribusi medali tak hanya datang dari sektor putra. Dari nomor point race elite putri, Andini Putri Anatasya berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk Merah Putih. Sedangkan Hadenova Majid menuntaskan balapan di posisi keenam, hasil yang tetap patut diapresiasi di level Asia.

Dengan tambahan tersebut, Indonesia total mengoleksi empat medali emas di Track Asia Cup I 2026 yang berlangsung pada 29–31 Januari 2026. Sebelumnya, dua emas lebih dulu diraih oleh Bernard Benyamin Van Aert dari nomor point race elite putra serta Awang Prana Pradipta dari nomor scratch elite putra.

Pada ajang ini, Indonesia menurunkan tujuh atlet, terdiri dari lima pembalap putra dan dua pembalap putri. Selain Bernard, Awang, dan Julian, sektor putra juga diperkuat Dika Alif Dhentaka, yang sebelumnya meraih perak di nomor keirin elite putra pada ASEAN Track Series President Cup 1 di Malaysia awal Januari lalu, serta Yosandy Utomo.

Di sektor putri, Hadenova Majid dan Andini Putri Anatasya dipercaya membawa harapan Indonesia.

Raihan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan balap sepeda Indonesia terus menunjukkan arah positif. Konsistensi prestasi di level Asia diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri atlet menuju ajang yang lebih besar ke depannya. Dengan semangat juang dan dukungan penuh masyarakat, Indonesia punya peluang besar untuk terus berbicara banyak di lintasan balap sepeda internasional.

Kamis, 03 Juli 2025

Sekda Kalbar Dukung Penuh “Gema Emas 2045”, Dorong Pemuda Sehat Menuju Indonesia Emas

Sekda Kalbar Dukung Penuh “Gema Emas 2045”, Dorong Pemuda Sehat Menuju Indonesia Emas
Sekda Kalbar Dukung Penuh “Gema Emas 2045”, Dorong Pemuda Sehat Menuju Indonesia Emas.

Pontianak – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Sekda Kalbar), dr. H. Harisson, M.Kes., menyatakan dukungan penuhnya terhadap inisiatif Gerakan Pemuda Sehat Menuju Indonesia Emas 2045 atau yang dikenal dengan Gema Emas 2045. Program ini digagas oleh Windy Prihastari, S.STP., M.Si., dan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi program nasional.

Dukungan ini disampaikan Harisson saat menghadiri Seminar Rancangan Proyek Perubahan Peserta PKN Tingkat I Angkatan LXII Tahun 2025 secara virtual dari Ruang Audio Visual Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (2/7/2025).

Sebagai mentor dalam proyek ini, Harisson mengaku sangat mengapresiasi gagasan inovatif tersebut yang bertujuan meningkatkan kesadaran gizi dan gaya hidup sehat di kalangan pemuda Indonesia.

“Saya selaku Sekretaris Daerah sebagai mentor, sangat mendukung proyek perubahan yang digagas oleh Ibu Windy Prihastari ini. Saya berharap proyek ini dapat berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi pemuda di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Pemuda Sehat, Indonesia Kuat

Harisson menekankan bahwa pemuda adalah tulang punggung bangsa dan harus dipersiapkan sejak dini agar menjadi SDM unggul di masa depan. Menurutnya, persoalan gizi masih menjadi tantangan besar, baik di desa maupun di kota.

“Permasalahan utama ada di sektor gizi. Masih banyak anak-anak di desa yang kekurangan gizi dan kurus, sementara di kota justru mengalami obesitas akibat gaya hidup tidak sehat,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menyoroti rendahnya kesadaran generasi muda tentang pentingnya kesehatan. Harisson berharap Gema Emas 2045 bisa menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran itu.

“Kita ingin pemuda sadar akan nutrisi, karena gaya hidup sangat mempengaruhi kesehatan, kecerdasan, bahkan daya saing mereka di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Windy Prihastari selaku Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar yang juga peserta PKN Tingkat I tahun ini, menjelaskan bahwa proyek Gema Emas 2045 adalah bentuk komitmen untuk mendukung pemuda menjadi generasi sehat, aktif, dan cerdas.

“Inovasi ini akan membuat sebuah kebijakan yang mengajak pemuda untuk sadar dan peduli dalam menjalankan pola hidup sehat. Harapannya, mereka bisa menjadi pemuda yang aktif dan cerdas menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Windy.

Dukungan kuat dari pemerintah provinsi, khususnya Sekda Kalbar, diharapkan dapat memperkuat implementasi Gema Emas 2045 sebagai gerakan nasional. Dengan begitu, cita-cita membangun generasi emas Indonesia di tahun 2045 bisa semakin dekat.