Berita BorneoTribun: Industri Kreatif hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Industri Kreatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Industri Kreatif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Maret 2026

Menekraf Apresiasi Banten Creative Fest 2026, Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Motor Baru

Menekraf Teuku Riefky Harsya apresiasi Banten Creative Fest 2026 sebagai penggerak ekonomi kreatif dan ruang kolaborasi UMKM menuju pasar global.
Menekraf Teuku Riefky Harsya apresiasi Banten Creative Fest 2026 sebagai penggerak ekonomi kreatif dan ruang kolaborasi UMKM menuju pasar global.

SERANG – Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai konsistensi penyelenggaraan Banten Creative Fest (BCF) Ramadan 2026 menjadi bukti nyata kuatnya potensi ekonomi kreatif di daerah.

Menurutnya, event seperti ini bukan sekadar festival biasa, tapi sudah menjadi ruang kolaborasi penting bagi komunitas kreatif dan pelaku usaha lokal.

“Ini bukan hanya acara, tapi wadah tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang bisa jadi mesin baru pertumbuhan ekonomi,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Festival yang digelar di Alun-Alun Barat Kota Serang, Banten, dan resmi ditutup pada Selasa (17/3) itu menghadirkan lebih dari 80 jenama lokal dari subsektor fesyen dan lifestyle. Selain itu, ada juga lebih dari 50 tenant kuliner yang ikut meramaikan suasana.

Nggak cuma itu, BCF 2026 juga diisi dengan pertunjukan musik hingga berbagai aktivitas komunitas kreatif yang bikin suasana makin hidup, apalagi dengan nuansa Ramadan yang terasa kental.

Dorong Jadi Mesin Ekonomi Baru

Teuku Riefky juga mengungkapkan bahwa Presiden RI, Prabowo Subianto, telah menetapkan Provinsi Banten sebagai salah satu prioritas pengembangan ekonomi kreatif dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Bahkan, pemerintah menyiapkan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis kekayaan intelektual senilai Rp10 triliun pada 2026.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat fondasi pelaku usaha kreatif agar bisa naik kelas, bahkan menembus pasar global.

“Kita lihat banyak jenama lokal lahir dari kreativitas anak muda. Potensinya besar banget, bukan cuma nasional tapi juga global,” tambahnya.

UMKM Lokal Makin Percaya Diri

Sebelum acara penutupan, Menekraf juga sempat meninjau berbagai creative booth dan berdialog langsung dengan para pelaku usaha.

Ia mendorong semua pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas, untuk terus memperkuat kolaborasi agar ekosistem ekonomi kreatif semakin solid.

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menyebut kehadiran creative booth dalam BCF 2026 sebagai langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Festival ini menunjukkan semangat dan inovasi anak muda Banten. Ini kekuatan besar untuk masa depan daerah,” kata Andra.

Festival Kreatif Yang Terus Tumbuh

Sebagai informasi, Banten Creative Fest merupakan ajang ekonomi kreatif yang sudah berjalan selama sembilan tahun.

Event ini menghadirkan berbagai produk lokal, kuliner, hiburan, serta aktivitas komunitas dalam satu ruang interaktif, khususnya dikemas dengan tema Ramadan.

Selama ini, BCF jadi wadah penting bagi UMKM dan jenama lokal untuk memasarkan produk, memperluas jaringan, sekaligus mendekatkan karya kreatif ke masyarakat luas.

Dengan konsistensi yang terus dijaga, BCF kini makin menunjukkan perannya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kreatif di daerah, bahkan berpotensi naik ke level nasional hingga global.

Jumat, 27 Februari 2026

Fadli Zon Tegaskan Kebudayaan Jadi Pondasi Ekonomi Bengkulu

Fadli Zon Dorong Kebudayaan Jadi Pondasi Ekonomi Daerah di Bengkulu
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dorong Benteng Marlborough Bengkulu jadi pusat budaya dan ekonomi kreatif untuk perkuat pariwisata sejarah dan pembangunan daerah berkelanjutan.

Fadli Zon Dorong Kebudayaan Jadi Pondasi Ekonomi Daerah di Bengkulu

JAKARTA -- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah dalam kunjungan kerjanya ke Bengkulu, Rabu 26 Februari. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan kawasan Benteng Marlborough sebagai pusat budaya dan penggerak ekonomi kreatif.

Menurut Fadli, kebudayaan bukan sekadar warisan sejarah, tetapi aset strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui industri kreatif dan pariwisata budaya.

Benteng Marlborough Dinilai Punya Potensi Besar

Dalam kunjungannya, Fadli mengapresiasi kondisi Benteng Marlborough yang masih terawat dengan baik. Benteng peninggalan kolonial Inggris tersebut memiliki panorama laut yang indah serta nilai sejarah yang kuat.

Ia menilai kawasan ini sangat potensial dikembangkan sebagai:

  • Pusat edukasi sejarah

  • Ruang pertunjukan seni dan musik

  • Lokasi pameran seni rupa

  • Tempat festival budaya

  • Ruang kreatif bagi generasi muda

Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan ini dapat menjadi pusat aktivasi budaya sekaligus penggerak ekonomi daerah berbasis industri kreatif.

Bengkulu Punya Posisi Strategis dalam Sejarah

Fadli juga menyoroti posisi Bengkulu dalam sejarah kolonial. Wilayah ini pernah menjadi pusat pemerintahan Inggris sebelum kemudian berada di bawah kekuasaan Belanda hingga 1940.

Dinamika sejarah, termasuk pertukaran wilayah antara Inggris dan Belanda yang melibatkan Bengkulu, Singapura, dan Melaka, dinilai sebagai modal kuat untuk membangun narasi wisata sejarah yang menarik dan bernilai jual tinggi.

Potensi ini, jika dikemas secara profesional dan konsisten, dapat memperkuat citra Bengkulu sebagai destinasi unggulan wisata sejarah dan budaya nasional.

Festival Budaya dan Promosi Masif Jadi Kunci

Selain pengembangan kawasan bersejarah, Menteri Kebudayaan mendorong penyelenggaraan lebih banyak event dan festival budaya yang melibatkan generasi muda.

Menurutnya, dukungan konektivitas transportasi yang semakin baik harus diiringi dengan promosi yang masif dan terukur. Tanpa promosi yang konsisten, potensi besar tersebut tidak akan optimal.

Ia menekankan bahwa strategi branding daerah sangat penting agar lebih banyak wisatawan datang dan ekonomi lokal ikut bergerak.

Dukungan Pemerintah Daerah

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyambut baik gagasan tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti arahan Menteri Kebudayaan.

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu mempercepat penguatan sektor pariwisata budaya serta menciptakan lapangan kerja berbasis ekonomi kreatif.

Sejarah Singkat Benteng Marlborough

Benteng Marlborough dibangun pada tahun 1714–1719 oleh East India Company di bawah kepemimpinan Joseph Collett. Saat ini, pengelolaannya berada di bawah Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan.

Sebagai salah satu benteng Inggris terbesar di Asia Tenggara, keberadaan situs ini bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga peluang besar untuk pengembangan ekonomi daerah berbasis kebudayaan.

FAQ

1. Mengapa kebudayaan penting untuk ekonomi daerah?
Karena kebudayaan dapat mendorong pariwisata, industri kreatif, UMKM, serta membuka lapangan kerja baru yang berkelanjutan.

2. Apa potensi utama Benteng Marlborough?
Sebagai pusat edukasi sejarah, festival budaya, pertunjukan seni, dan destinasi wisata unggulan Bengkulu.

3. Apa strategi yang didorong pemerintah?
Penguatan promosi, penyelenggaraan event budaya, serta pengembangan kawasan berbasis ekonomi kreatif.

4. Siapa yang mengelola Benteng Marlborough saat ini?
Dikelola oleh Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan.