Berita BorneoTribun: Infrastruktur Daerah hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Infrastruktur Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infrastruktur Daerah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 April 2026

RTRW HSS 2026–2046 Disusun, Fokus Infrastruktur dan Penanganan Banjir

Raperda RTRW HSS 2026–2046 mulai dibahas DPRD, fokus pada tata ruang wilayah, infrastruktur, dan penanganan banjir untuk pembangunan berkelanjutan. (Sumber ANTARA)
Raperda RTRW HSS 2026–2046 mulai dibahas DPRD, fokus pada tata ruang wilayah, infrastruktur, dan penanganan banjir untuk pembangunan berkelanjutan. (Sumber ANTARA)

HASS, Kalsel - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk periode 2026–2046. Regulasi ini menjadi pedoman utama arah pembangunan daerah dalam jangka panjang.

Pembahasan Raperda RTRW HSS saat ini telah masuk tahap legislatif, tepatnya di Komisi III DPRD bersama pihak eksekutif. Wakil Ketua Komisi III DPRD HSS, Yusperi, menyampaikan bahwa proses ini dilakukan secara intensif guna memastikan substansi aturan benar-benar matang.

Menurut Yusperi, penyusunan RTRW HSS sangat penting untuk menyelaraskan perencanaan tata ruang dengan visi dan misi kepala daerah. Selain itu, kebijakan ini juga diarahkan untuk menjaga prinsip pembangunan berkelanjutan.

Ia menegaskan, tata ruang wilayah yang baik akan memperkuat arah pembangunan daerah agar lebih terstruktur dan terencana. Dengan demikian, seluruh potensi daerah dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengabaikan aspek lingkungan.

Selain itu, Raperda RTRW ini juga disusun dengan memperhatikan keselarasan dengan RTRW tingkat provinsi maupun nasional. Hal ini bertujuan agar kebijakan pembangunan daerah tidak berjalan sendiri, melainkan terintegrasi dengan kebijakan yang lebih luas.

Juru bicara Komisi III DPRD HSS, Muhammad Rizali, menjelaskan bahwa pembahasan RTRW 2026–2046 mengacu pada Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Pihaknya juga telah memberikan sejumlah masukan strategis kepada eksekutif.

Beberapa aspek krusial yang menjadi perhatian meliputi pembangunan infrastruktur jalan, pengelolaan sungai, penataan kawasan perkotaan, serta peningkatan konektivitas antara desa dan kota. Selain itu, sektor pariwisata juga masuk dalam fokus pengembangan.

Rizali menambahkan, penyempurnaan Raperda RTRW akan melibatkan kajian mendalam dari tim pakar. Salah satu prioritas utama yang dibahas adalah strategi penanganan banjir yang kerap terjadi di wilayah HSS.

Untuk memperkuat kualitas regulasi, DPRD HSS juga berencana melakukan studi tiru ke daerah lain. Langkah ini bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik dalam penyusunan kebijakan tata ruang wilayah.

Pembahasan Raperda RTRW HSS ditargetkan rampung dalam dua tahun ke depan. Proses ini dinilai membutuhkan waktu yang cukup panjang karena menyangkut perencanaan pembangunan jangka panjang yang harus disusun secara komprehensif.

Dengan adanya RTRW HSS 2026–2046, diharapkan pembangunan daerah dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan masa depan.

Sumber: Antara/Sukarli

Selasa, 31 Maret 2026

Investasi dan Infrastruktur Dorong Ekonomi Mahulu Tumbuh 5,11 Persen

Ekonomi Mahakam Ulu tumbuh 5,11 persen pada 2025, didorong sektor pertanian, infrastruktur, transportasi, dan investasi yang terus meningkat.
Ekonomi Mahakam Ulu tumbuh 5,11 persen pada 2025, didorong sektor pertanian, infrastruktur, transportasi, dan investasi yang terus meningkat.

Mahulu, Kaltim - Pertumbuhan ekonomi di Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Pemerintah daerah mencatat laju pertumbuhan mencapai 5,11 persen, melampaui target awal sebesar 3,5 persen.

Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, menyebut capaian ini sebagai indikator nyata membaiknya kondisi ekonomi daerah dibanding tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,11 persen, ini melampaui target yang telah ditetapkan,” ujarnya di Ujoh Bilang, Senin.

Empat Sektor Jadi Penopang Utama

Kinerja ekonomi Mahulu ditopang oleh empat sektor unggulan, yakni pertanian, infrastruktur dasar, transportasi, serta penanaman modal.

Sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan menjadi fondasi utama karena menyangkut kebutuhan pangan sekaligus sumber penghidupan masyarakat lokal. Pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor ini demi menciptakan kemandirian pangan.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur dasar juga memberikan dampak signifikan. Pada 2025, alokasi belanja untuk sektor ini mencapai lebih dari 40 persen dari total anggaran, sehingga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.

Di sisi lain, sektor transportasi dan pergudangan turut berperan sebagai pengungkit Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dalam mendukung distribusi barang dan mobilitas ekonomi.

Investasi Meningkat, Tembus Rp497 Miliar

Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal menunjukkan peningkatan signifikan. Baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai total Rp497 miliar sepanjang 2025.

Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Mahulu, termasuk sektor sumber daya alam dan pembangunan daerah.

Realisasi Anggaran Dan Kinerja Keuangan

Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Anggaran 2025, pemerintah daerah mencatat pendapatan sebesar Rp1,9 triliun atau 85,21 persen dari target Rp2,2 triliun.

Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp2,4 triliun dari total anggaran Rp2,9 triliun, atau sekitar 81,74 persen. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung program pembangunan strategis.

Indikator Sosial Ikut Membaik

Tak hanya ekonomi, indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan perbaikan. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 10,09 persen, lebih rendah dari target 10,5 persen.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Mahulu mencapai 71,53, melampaui target 70,48. Hal ini mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk di sektor pendidikan dan kesehatan.

Infrastruktur Dan Lingkungan Makin Berkualitas

Kemajuan juga terlihat pada sektor infrastruktur dan pelayanan dasar. Akses jalan, air minum, serta rumah layak huni mengalami peningkatan.

Selain itu, kualitas lingkungan hidup tetap terjaga dengan indeks mencapai 86,62. Angka ini menunjukkan kondisi udara, air, dan kelestarian alam masih dalam kategori baik.

“Ini menandakan pembangunan berjalan seimbang antara ekonomi dan lingkungan,” kata Angela.

FAQ

1. Berapa pertumbuhan ekonomi Mahakam Ulu tahun 2025?
Pertumbuhan ekonomi Mahakam Ulu mencapai 5,11 persen, melampaui target 3,5 persen.

2. Apa sektor utama penopang ekonomi Mahulu?
Empat sektor utama adalah pertanian, infrastruktur, transportasi, dan investasi.

3. Berapa nilai investasi yang masuk ke Mahulu?
Total investasi pada 2025 mencapai Rp497 miliar dari PMDN dan PMA.

4. Apakah tingkat kemiskinan di Mahulu menurun?
Ya, turun menjadi 10,09 persen dari target 10,5 persen.

5. Bagaimana kondisi lingkungan di Mahulu?
Indeks kualitas lingkungan mencapai 86,62, menunjukkan kondisi yang masih terjaga baik.

Minggu, 08 Maret 2026

Safari Ramadhan Wagub Kalbar Di Ketapang Bahas Infrastruktur dan Ekonomi Daerah

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melanjutkan Safari Ramadhan di Ketapang untuk memperkuat sinergi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi daerah bersama Pemkab Ketapang.
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melanjutkan Safari Ramadhan di Ketapang untuk memperkuat sinergi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi daerah bersama Pemkab Ketapang.

KETAPANG -- Safari Silaturahmi Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus berlanjut ke wilayah selatan. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ketapang yang disambut hangat oleh pemerintah daerah setempat.

Kunjungan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Ketapang pada Jumat malam (6/3). Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama Wakil Bupati Jamhuri Amir menyambut langsung kedatangan rombongan Wakil Gubernur beserta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kalbar.

Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadhan yang tidak hanya bernuansa keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melanjutkan Safari Ramadhan di Ketapang untuk memperkuat sinergi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi daerah bersama Pemkab Ketapang.
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melanjutkan Safari Ramadhan di Ketapang untuk memperkuat sinergi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi daerah bersama Pemkab Ketapang.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menegaskan bahwa Safari Ramadhan menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar pemerintah sekaligus menyelaraskan arah pembangunan daerah.

Ia menyampaikan bahwa sinergi antara Pemprov Kalbar dan pemerintah kabupaten/kota sangat penting untuk memastikan program pembangunan berjalan efektif.

Menurutnya, Kabupaten Ketapang memiliki peran strategis dalam perekonomian Kalimantan Barat. Wilayah ini dikenal memiliki potensi besar di sektor perkebunan, kehutanan, dan pertambangan.

Krisantus juga menekankan bahwa momentum Ramadhan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Komitmen Percepatan Infrastruktur Dan Layanan Kesehatan

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Ketapang.

Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain pembangunan dan peningkatan kualitas jalan serta fasilitas kesehatan.

Upaya ini dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah provinsi berharap pembangunan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah selatan Kalimantan Barat.

Ketapang Dinilai Berhasil Menjaga Kondusivitas

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melanjutkan Safari Ramadhan di Ketapang untuk memperkuat sinergi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi daerah bersama Pemkab Ketapang.
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melanjutkan Safari Ramadhan di Ketapang untuk memperkuat sinergi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi daerah bersama Pemkab Ketapang.

Wagub Krisantus turut memberikan apresiasi terhadap capaian pembangunan yang diraih Kabupaten Ketapang di bawah kepemimpinan Bupati Alexander Wilyo dan Wakil Bupati Jamhuri Amir.

Ia menilai kondisi daerah yang kondusif menjadi faktor penting dalam mendorong investasi serta pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Stabilitas daerah dinilai sebagai fondasi utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Dukungan Provinsi Diharapkan Terus Menguat

Bupati Ketapang Alexander Wilyo dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap daerahnya.

Ia menegaskan bahwa visi pembangunan Kabupaten Ketapang sejalan dengan program strategis yang dijalankan oleh pemerintah provinsi.

Alexander juga berharap dukungan dari Pemprov Kalbar terus ditingkatkan, terutama dalam pembangunan infrastruktur strategis dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten sangat penting untuk mempercepat pembangunan daerah.

Momentum Ramadhan Pererat Kebersamaan

Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan di Ketapang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Acara ditutup dengan tausiyah agama, buka puasa bersama, serta salat Tarawih berjamaah.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap hubungan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ketapang semakin kuat.

Kolaborasi yang solid diharapkan mampu mendorong terwujudnya Kalimantan Barat yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Penulis: Muzahidin