Berita BorneoTribun: Infrastruktur Energi hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Infrastruktur Energi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infrastruktur Energi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2026

72 Desa Masih Tanpa PLN, Pemprov Kaltim Kejar Rasio Listrik 100 Persen

Pemprov Kaltim menargetkan rasio desa berlistrik 100 persen pada 2027. Program Lisdes dan energi terbarukan menjadi kunci percepatan akses listrik hingga wilayah 3T.
Pemprov Kaltim menargetkan rasio desa berlistrik 100 persen pada 2027. Program Lisdes dan energi terbarukan menjadi kunci percepatan akses listrik hingga wilayah 3T.

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menetapkan target ambisius untuk menuntaskan rasio desa berlistrik hingga 100 persen pada tahun 2027. Langkah ini menjadi prioritas utama dalam memastikan keadilan energi bagi seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, menyampaikan bahwa pemerataan akses listrik di wilayah Bumi Etam menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam keterangannya di Samarinda pada Selasa, Bambang menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektor mulai memperlihatkan hasil nyata dalam mengurangi kesenjangan akses energi di daerah terpencil.

“Dari total 1.038 desa di Kaltim, awalnya terdapat 928 desa yang sudah teraliri listrik PLN. Sementara itu, 110 desa lainnya masih bergantung pada sumber listrik non-PLN atau swadaya. Namun, dalam satu tahun terakhir, kami berhasil menambah 38 desa baru yang kini telah terintegrasi dengan jaringan PLN,” ujar Bambang.

Dengan capaian tersebut, kini tersisa 72 desa yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Program Lisdes Jadi Andalan Percepatan Elektrifikasi

Pemerintah Provinsi Kaltim optimistis target tersebut dapat tercapai melalui pelaksanaan Program Listrik Desa (Lisdes) periode 2025–2026 yang terus digencarkan.

Program ini bukan sekadar pemasangan jaringan listrik biasa. Lebih dari itu, Lisdes mencakup pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurut Bambang, keberhasilan percepatan elektrifikasi desa tidak terlepas dari sinergi strategis antara Pemprov Kaltim dan PT PLN (Persero).

“Ini adalah komitmen bersama untuk memastikan seluruh warga Kaltim, tanpa terkecuali, mendapatkan akses listrik yang layak. Listrik bukan hanya soal penerangan, tapi mesin penggerak ekonomi desa, pendidikan, dan kesehatan,” jelasnya.

Pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah dan perusahaan penyedia listrik nasional dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat pemerataan energi.

Energi Terbarukan Jadi Solusi Desa Terpencil

Selain mengandalkan jaringan transmisi PLN, Pemprov Kaltim juga terus mengkaji pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai solusi alternatif.

Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal, terutama untuk desa yang secara geografis sulit dijangkau jaringan kabel konvensional.

Langkah ini dinilai strategis karena kondisi geografis di sejumlah wilayah Kaltim masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan jaringan listrik.

Dengan pemanfaatan energi surya, desa-desa terpencil diharapkan tetap mendapatkan pasokan listrik stabil tanpa harus menunggu pembangunan jaringan utama yang memakan waktu panjang.

Listrik Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Desa

Akses listrik yang merata diyakini memiliki dampak besar terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.

Tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, listrik juga menjadi fondasi penting dalam mendukung sektor ekonomi lokal, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

Desa yang telah mendapatkan listrik umumnya menunjukkan perkembangan lebih cepat, mulai dari tumbuhnya usaha kecil, meningkatnya aktivitas belajar, hingga layanan kesehatan yang lebih optimal.

Dengan peta jalan yang jelas dan dukungan berbagai pihak, Pemprov Kaltim yakin target “Kaltim Terang 2027” bukan sekadar slogan, melainkan target realistis yang dapat diwujudkan.

Experience (Pengalaman):
Artikel disusun berdasarkan data resmi dari Dinas ESDM Kalimantan Timur dan pernyataan langsung pejabat terkait.

Expertise (Keahlian):
Menggunakan data kelistrikan desa dan program pemerintah yang relevan dengan sektor energi dan infrastruktur.

Authoritativeness (Otoritas):
Mengutip pejabat resmi, yaitu Kepala Dinas ESDM Kaltim, sebagai sumber utama informasi.

Trustworthiness (Kepercayaan):
Informasi disajikan faktual, tidak berlebihan, dan mengikuti standar jurnalisme berita.

FAQ

1. Berapa target rasio desa berlistrik di Kalimantan Timur?

Pemprov Kaltim menargetkan rasio desa berlistrik mencapai 100 persen pada tahun 2027.

2. Berapa jumlah desa yang belum teraliri listrik di Kaltim?

Saat ini masih terdapat 72 desa yang belum terjangkau jaringan listrik PLN.

3. Apa itu Program Lisdes?

Program Lisdes adalah program pembangunan infrastruktur listrik desa untuk memperluas akses energi hingga wilayah terpencil.

4. Apakah energi terbarukan akan digunakan di desa terpencil?

Ya, pemerintah mengkaji penggunaan PLTS komunal sebagai solusi listrik di desa yang sulit dijangkau jaringan kabel.

5. Mengapa listrik penting bagi desa?

Listrik mendukung pertumbuhan ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Selasa, 14 April 2026

Proyek PLN GI Grogot Tingkatkan Pasokan Listrik Paser Dan Kotabaru

PLN membangun dua jalur baru di GI Grogot yang terhubung ke GI Sei Durian guna memperkuat pasokan listrik di Kabupaten Paser dan wilayah Kalimantan Selatan.
PLN membangun dua jalur baru di GI Grogot yang terhubung ke GI Sei Durian guna memperkuat pasokan listrik di Kabupaten Paser dan wilayah Kalimantan Selatan.

Samarinda - Upaya memperkuat pasokan listrik di wilayah Kalimantan terus dilakukan oleh PT PLN (Persero). Kali ini, PLN tengah membangun dua jalur baru atau extention two line bay di Gardu Induk (GI) Grogot, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, yang akan terhubung langsung dengan GI Sei Durian di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan stabilitas jaringan listrik di wilayah perbatasan dua provinsi tersebut, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan industri di kawasan selatan Kalimantan.

Proyek Berjalan Sesuai Rencana Dan Prioritaskan Keselamatan

Manajer Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur-1, I Made Gita Prawira, memastikan bahwa proses pengerjaan di lapangan berjalan sesuai jadwal dan tetap mengutamakan keselamatan kerja.

“Pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana, tim menjaga ketepatan proses dan keselamatan kerja,” ujar I Made Gita Prawira, Senin, saat memberikan keterangan terkait perkembangan proyek di Kota Balikpapan.

Ia menjelaskan bahwa tahap awal seperti pembangunan fondasi serta pemasangan gantry atau derek untuk mengangkat material telah selesai dilaksanakan.

Tahap berikutnya akan difokuskan pada pemasangan peralatan tegangan tinggi sebelum memasuki proses penarikan kabel dan pengujian sistem.

Jaringan Antar Gardu Tingkatkan Stabilitas Listrik

Dengan adanya dua jalur baru tersebut, aliran listrik ke Kabupaten Paser dipastikan akan lebih stabil. Hal ini karena GI Grogot dan GI Sei Durian akan saling terhubung, sehingga memungkinkan distribusi listrik yang lebih andal.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT), Basuki Widodo, menyebut pengembangan fasilitas di GI Grogot merupakan bagian dari strategi jangka panjang PLN untuk memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Kalimantan.

“Pengembangan fasilitas di GI Grogot merupakan langkah untuk memperkuat sistem kelistrikan Kalimantan,” jelas Basuki Widodo.

Ia menambahkan bahwa proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan listrik serta menekan potensi gangguan yang bisa berdampak pada masyarakat maupun sektor industri.

Dukung Lebih Dari 200 Ribu Pelanggan Listrik

Kabupaten Paser sendiri merupakan wilayah paling selatan di Kalimantan Timur dengan ibu kota Tanah Grogot. Wilayah ini berjarak sekitar 135 kilometer dari Kota Balikpapan dan berbatasan langsung dengan Kalimantan Selatan.

Saat ini, Kabupaten Paser memiliki sekitar 88.051 pelanggan PLN. Selain itu, jaringan listrik dari jalur selatan juga terhubung dengan wilayah pesisir Kalimantan Selatan, termasuk Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Secara keseluruhan, jaringan tersebut melayani lebih dari 200 ribu pelanggan, termasuk kawasan industri semen di Kecamatan Batu Licin yang membutuhkan pasokan listrik stabil untuk operasionalnya.

Dengan bertambahnya dua jalur baru di GI 150 kilovolt (kV) Grogot, PLN menargetkan peningkatan keandalan jaringan listrik di wilayah lintas provinsi ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

Langkah Strategis Untuk Mendukung Pertumbuhan Wilayah

Pembangunan infrastruktur kelistrikan seperti ini menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan wilayah, terutama di daerah yang memiliki potensi industri dan pertumbuhan ekonomi.

Stabilitas listrik yang lebih baik tidak hanya berdampak pada kenyamanan masyarakat, tetapi juga membuka peluang investasi baru, memperkuat sektor industri, dan meningkatkan daya saing daerah.

Dengan target penyelesaian sesuai jadwal, proyek penguatan jaringan GI Grogot diharapkan menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan sistem kelistrikan di Kalimantan.

FAQ

Apa tujuan pembangunan dua jalur baru di GI Grogot?

Tujuannya untuk meningkatkan stabilitas dan keandalan pasokan listrik di Kabupaten Paser dan wilayah Kalimantan Selatan yang terhubung.

Apa itu extention two line bay?

Extention two line bay adalah penambahan dua jalur baru pada gardu induk untuk memperbesar kapasitas distribusi listrik.

Gardu induk mana saja yang terhubung dalam proyek ini?

Gardu Induk Grogot di Kabupaten Paser akan terhubung dengan Gardu Induk Sei Durian di Kabupaten Kotabaru.

Berapa jumlah pelanggan yang terdampak proyek ini?

Lebih dari 200 ribu pelanggan listrik di Kabupaten Paser, Kotabaru, dan Tanah Bumbu akan merasakan manfaatnya.

Apa manfaat utama proyek ini bagi masyarakat?

Manfaat utamanya adalah pasokan listrik yang lebih stabil, gangguan listrik berkurang, dan peningkatan kualitas layanan listrik.

Kamis, 19 Maret 2026

Kremlin Kecam Serangan Ukraina Ke Fasilitas Energi Strategis Rusia

Kremlin mengecam serangan Ukraina ke stasiun kompresor gas Rusia, dinilai mengancam stabilitas energi dan memperparah konflik yang sedang berlangsung.
Kremlin mengecam serangan Ukraina ke stasiun kompresor gas Rusia, dinilai mengancam stabilitas energi dan memperparah konflik yang sedang berlangsung.

Moskow -- Ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah sejumlah fasilitas energi menjadi sasaran serangan. 

Pemerintah Rusia melalui Kremlin secara tegas mengecam upaya serangan yang ditujukan ke stasiun kompresor gas, yang dinilai sebagai bagian dari infrastruktur vital negara. Insiden ini disebut berpotensi mengganggu stabilitas energi kawasan jika terus berlanjut. Kamis, (19/3/2026)

Dalam pernyataan resminya, pihak Kremlin menilai serangan tersebut sebagai tindakan provokatif yang tidak hanya mengancam keamanan nasional, tetapi juga berdampak luas terhadap distribusi energi. Stasiun kompresor gas sendiri memiliki peran penting dalam menjaga aliran gas tetap stabil, terutama untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.

Pemerintah Rusia juga menegaskan bahwa upaya seperti ini berisiko memperburuk situasi konflik yang sudah berlangsung lama. Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk eskalasi yang tidak bertanggung jawab dan bisa memicu respons lebih lanjut dari pihak Rusia.

Di sisi lain, situasi ini memperlihatkan bagaimana konflik tidak hanya terjadi di medan tempur, tetapi juga menyasar infrastruktur strategis. Serangan terhadap fasilitas energi dinilai sebagai strategi untuk melemahkan kemampuan ekonomi dan logistik lawan.

Sejumlah pengamat menilai bahwa serangan terhadap fasilitas seperti stasiun kompresor gas dapat membawa dampak besar, terutama pada pasokan energi global. Jika gangguan terjadi secara berkelanjutan, bukan tidak mungkin harga energi akan kembali bergejolak.

Kremlin pun menyerukan agar tindakan seperti ini dihentikan dan menekankan pentingnya menjaga stabilitas infrastruktur vital. Mereka juga mengingatkan bahwa fasilitas energi seharusnya tidak dijadikan target dalam konflik karena dampaknya bisa meluas hingga ke masyarakat sipil.

Hingga saat ini, situasi di lapangan masih terus dipantau. Ketegangan antara kedua negara belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sementara dunia internasional terus mengamati perkembangan yang terjadi.

Minggu, 15 Maret 2026

AS Disebut Bisa Rebut Pengaruh Perdagangan Minyak Jika Pulau Kharg Iran Diserang

Pulau Kharg Iran disebut menjadi titik kunci perdagangan minyak dunia. Pakar menilai serangan ke fasilitas energi di wilayah ini bisa mengubah peta perdagangan minyak global.
Pulau Kharg Iran disebut menjadi titik kunci perdagangan minyak dunia. Pakar menilai serangan ke fasilitas energi di wilayah ini bisa mengubah peta perdagangan minyak global.

JAKARTA -- Ketegangan di kawasan Teluk kembali menjadi sorotan setelah muncul analisis bahwa Amerika Serikat berpotensi mencoba memperkuat pengaruhnya dalam perdagangan minyak global melalui tekanan terhadap infrastruktur energi Iran. 

Salah satu titik yang dinilai sangat strategis adalah Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran yang selama ini menjadi jalur penting distribusi minyak negara tersebut ke pasar internasional. 

Pengamat urusan Iran menilai bahwa setiap ancaman atau serangan terhadap fasilitas di pulau tersebut bisa membawa dampak besar terhadap peta energi dunia. Minggu, (15/3/2026).

Pulau Kharg selama puluhan tahun dikenal sebagai jantung ekspor minyak Iran. 

Sebagian besar pengiriman minyak mentah Iran ke berbagai negara berangkat dari terminal yang berada di pulau kecil di Teluk Persia itu. 

Karena posisinya yang sangat vital, wilayah ini sering disebut sebagai titik paling sensitif dalam rantai pasokan energi Iran.

Seorang pakar hubungan internasional yang fokus pada urusan Iran menyebut bahwa jika terjadi serangan terhadap fasilitas di Pulau Kharg, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh Iran. 

Gangguan terhadap terminal ekspor di sana berpotensi mengacaukan arus perdagangan minyak global dalam waktu singkat.

Menurutnya, situasi seperti itu bisa membuka peluang bagi pihak lain untuk memperkuat posisi mereka di pasar energi internasional. 

Amerika Serikat disebut memiliki kepentingan strategis untuk menjaga dominasi pengaruhnya dalam perdagangan minyak global, terutama di tengah persaingan geopolitik yang semakin intens.

Pulau Kharg sendiri menyimpan infrastruktur energi yang sangat besar. Terminal ekspor, fasilitas penyimpanan, hingga jalur distribusi minyak terkonsentrasi di wilayah tersebut. 

Jika fasilitas itu terganggu, kemampuan Iran mengekspor minyak bisa menurun drastis dalam waktu singkat.

Beberapa analis menilai bahwa tekanan terhadap infrastruktur energi sering kali menjadi bagian dari strategi geopolitik dalam konflik modern. 

Serangan terhadap fasilitas energi dapat memengaruhi ekonomi negara target sekaligus memicu reaksi di pasar global.

Di sisi lain, kondisi ini juga meningkatkan kekhawatiran mengenai stabilitas kawasan Teluk Persia. Wilayah tersebut merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia. 

Setiap ketegangan militer di kawasan itu berpotensi memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi global.

Para pengamat juga mengingatkan bahwa gangguan terhadap ekspor minyak Iran bisa mendorong negara lain meningkatkan produksi untuk mengisi kekosongan pasar. 

Situasi ini berpotensi mengubah keseimbangan perdagangan energi internasional dalam jangka pendek maupun panjang.

Meski begitu, banyak pihak berharap ketegangan di kawasan tersebut tidak berkembang menjadi konflik terbuka. Stabilitas Teluk Persia sangat penting bagi pasar energi global, karena jutaan barel minyak setiap hari melewati jalur perdagangan di wilayah itu.

Bagi pasar internasional, keamanan fasilitas energi seperti Pulau Kharg bukan hanya isu regional, tetapi juga faktor penting yang memengaruhi stabilitas ekonomi global. Karena itu, setiap perkembangan di kawasan tersebut terus dipantau dengan sangat serius oleh pelaku industri energi dan pemerintah di berbagai negara.

Serangan Besar Rusia Hantam Industri Militer Ukraina Dan Infrastruktur Energi

Rusia melancarkan serangan besar yang menargetkan industri militer Ukraina serta infrastruktur energi strategis, memicu eskalasi baru dalam konflik yang masih berlangsung.
Rusia melancarkan serangan besar yang menargetkan industri militer Ukraina serta infrastruktur energi strategis, memicu eskalasi baru dalam konflik yang masih berlangsung.

Serangan Besar Rusia Hantam Industri Militer Ukraina, Infrastruktur Energi Ikut Disasar

Rusia -- Konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas. Militer Rusia dilaporkan melancarkan serangan besar yang menargetkan sejumlah fasilitas penting Ukraina, mulai dari industri militer hingga infrastruktur energi yang dianggap mendukung operasi perang Kyiv.

Menurut laporan resmi Kementerian Pertahanan Rusia, operasi tersebut dilakukan menggunakan kombinasi pesawat tempur taktis, drone tempur, rudal presisi, serta artileri jarak jauh. Serangan ini menyasar berbagai fasilitas strategis yang dinilai berperan dalam mendukung kemampuan militer Ukraina.

Infrastruktur Energi dan Industri Militer Jadi Target

Dalam pernyataan resminya, pihak militer Rusia menyebut bahwa target utama serangan adalah fasilitas energi dan transportasi yang digunakan untuk menopang industri militer Ukraina.

Selain itu, beberapa lokasi lain yang ikut menjadi sasaran di antaranya:

  • Basis pusat senjata rudal dan artileri

  • Lokasi penyimpanan serta peluncuran drone jarak jauh

  • Titik penempatan sementara pasukan Ukraina

  • Area yang diduga digunakan oleh pasukan asing atau tentara bayaran

Serangan ini dilaporkan terjadi di lebih dari 150 lokasi berbeda, menunjukkan skala operasi yang cukup besar dalam satu gelombang serangan.

Rusia Klaim Kerugian Besar di Pihak Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia juga mengklaim bahwa pasukan Ukraina mengalami kerugian signifikan di berbagai garis pertempuran.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa satu kelompok tempur Rusia mengakibatkan lebih dari 415 personel Ukraina menjadi korban, selain kerusakan pada kendaraan lapis baja, kendaraan militer, hingga sistem perang elektronik.

Tidak hanya di satu sektor, laporan tersebut juga menyebutkan bahwa kelompok tempur Rusia lainnya menyerang berbagai titik front dan menyebabkan ratusan korban tambahan di pihak Ukraina.

Perang Infrastruktur Semakin Intens

Serangan terhadap fasilitas energi dan industri militer menjadi salah satu strategi yang semakin sering digunakan dalam konflik Rusia–Ukraina.

Target semacam ini dianggap krusial karena dapat melemahkan kemampuan produksi senjata, logistik militer, serta suplai energi yang dibutuhkan untuk mendukung operasi tempur.

Di sisi lain, Ukraina juga beberapa kali melancarkan serangan balik ke fasilitas militer dan energi di wilayah Rusia. Kondisi ini membuat perang infrastruktur semakin intens dan memperpanjang konflik yang telah berlangsung sejak 2022.

Konflik Masih Jauh dari Akhir

Hingga kini, belum ada tanda-tanda konflik akan segera mereda. Kedua pihak terus meningkatkan serangan baik di garis depan maupun terhadap infrastruktur strategis.

Para analis menilai bahwa serangan terhadap fasilitas industri militer dan energi akan tetap menjadi bagian penting dari strategi perang modern, karena dapat memengaruhi kemampuan tempur lawan dalam jangka panjang.

Situasi ini juga membuat stabilitas keamanan di kawasan Eropa Timur tetap menjadi perhatian dunia internasional.