Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Investigasi Polisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Investigasi Polisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 April 2026

Video Viral Pasangan Muda di Batang Diselidiki Polisi, Dugaan Penyebaran Masih Didalami

Polisi menyelidiki video viral pasangan warga Bandar Batang. Motif pembuatan dan jalur penyebaran masih didalami penyidik.
Polisi menyelidiki video viral pasangan warga Bandar Batang. Motif pembuatan dan jalur penyebaran masih didalami penyidik. (Ilustrasi)

Batang – Aparat kepolisian masih mendalami kasus beredarnya video asusila yang melibatkan pasangan muda asal Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Penyelidikan difokuskan pada motif pembuatan video serta jalur penyebaran hingga menjadi viral di media sosial.

Informasi yang beredar di berbagai platform digital menyebutkan pasangan tersebut merupakan warga Kecamatan Bandar dengan inisial SE (26) dan TA (19). Setelah video tersebut tersebar luas, muncul kabar bahwa keduanya telah melangsungkan pernikahan secara siri.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Batang, Iptu Albertus Sudaryono, membenarkan adanya informasi mengenai pernikahan siri tersebut. Namun, kepolisian masih memprioritaskan proses penyelidikan terkait dugaan pelanggaran hukum dalam kasus video yang beredar.

Menurut keterangan Iptu Albertus Sudaryono, penyidik saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua pihak di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batang.

“Informasi mengenai pernikahan siri memang ada, tetapi fokus penyelidikan tetap pada motif pembuatan video serta bagaimana video tersebut bisa tersebar,” ujar Iptu Albertus Sudaryono, Jumat (24/4/2026).

Video Diduga Awalnya Untuk Konsumsi Pribadi

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun penyidik, video tersebut diduga dibuat untuk kepentingan pribadi dan tidak direncanakan untuk dipublikasikan secara luas.

Namun dalam perkembangannya, video tersebut diketahui beredar di sejumlah platform digital, termasuk layanan berbasis konten berbayar. Kondisi tersebut memicu perhatian publik dan mendorong aparat kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan.

Video tersebut mulai ramai diperbincangkan sejak Sabtu (18/4/2026). Beberapa hari setelahnya, tepatnya Selasa (21/4/2026), pihak kepolisian memanggil SE dan TA guna dimintai klarifikasi di Unit PPA Satreskrim Polres Batang.

Barang Bukti Telah Diamankan Polisi

Dalam proses penyelidikan, kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut. Barang bukti meliputi rekaman video serta pakaian yang diduga digunakan dalam pembuatan konten tersebut.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu proses analisis forensik digital sekaligus memastikan rangkaian kejadian dapat disusun secara utuh.

Iptu Albertus Sudaryono menegaskan bahwa pemeriksaan masih terus berlangsung dan belum menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam penyebaran video tersebut.

Penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian atau tindakan pihak ketiga yang menyebabkan video tersebut tersebar ke publik tanpa persetujuan pihak terkait.

Polisi Telusuri Kronologi dan Dugaan Keterlibatan Pihak Lain

Selain memeriksa kedua individu yang terlibat, kepolisian juga menelusuri jalur distribusi video untuk memastikan apakah terdapat unsur kesengajaan dalam penyebaran.

Penelusuran digital menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan, terutama untuk mengetahui siapa saja yang pertama kali mengunggah serta memperluas penyebaran konten tersebut.

Hingga saat ini, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan guna menentukan langkah hukum berikutnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

FAQ

1. Kapan video tersebut mulai viral?
Video mulai ramai diperbincangkan publik sejak Sabtu, 18 April 2026.

2. Siapa yang sedang diperiksa dalam kasus ini?
Dua warga Kecamatan Bandar berinisial SE (26) dan TA (19) sedang menjalani pemeriksaan.

3. Apa saja barang bukti yang diamankan polisi?
Barang bukti yang diamankan meliputi rekaman video dan pakaian yang berkaitan dengan pembuatan konten.

4. Apakah benar pasangan tersebut menikah siri?
Informasi mengenai pernikahan siri dibenarkan sebagai kabar yang beredar, namun masih bukan fokus utama penyelidikan.

5. Apakah ada kemungkinan pihak lain terlibat?
Kepolisian masih menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam penyebaran video.

Selasa, 17 Maret 2026

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Polisi Amankan 86 Kamera CCTV

Polisi menyita 86 CCTV dan menganalisis 2.610 rekaman video untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
Polisi menyita 86 CCTV dan menganalisis 2.610 rekaman video untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.

JAKARTA – Polisi mengungkap perkembangan terbaru dalam penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) atau KontraS, Andrie Yunus.

Tim penyidik dari Polda Metro Jaya telah menyita puluhan kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk menelusuri identitas pelaku yang hingga kini masih dalam penyelidikan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, mengatakan korban diduga diserang oleh orang tak dikenal (OTK) dengan cara menyiramkan cairan yang diduga merupakan zat kimia asam kuat.

“Korban atas nama Andrie Yunus diduga diserang oleh pelaku orang tidak dikenal dengan cara menyiramkan cairan yang diduga zat kimia asam kuat,” ujar Iman, Senin (16/3/2026).

Puluhan Kamera Pengawas Dikumpulkan Polisi

Dalam proses penyelidikan, tim gabungan melakukan penelusuran intensif melalui rekaman kamera pengawas yang berada di sepanjang jalur yang diduga dilewati pelaku.

Setidaknya 86 titik CCTV telah berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber, mulai dari fasilitas pemerintah hingga kamera milik warga.

Rinciannya meliputi:

  • 7 kamera dari sistem tilang elektronik (ETLE)

  • 27 kamera dari Diskominfo

  • 8 kamera dari Dinas Perhubungan

  • 44 kamera dari rumah warga serta perkantoran di sekitar lokasi

Polisi berharap rekaman tersebut dapat memberikan petunjuk penting terkait pergerakan pelaku sebelum dan sesudah kejadian.

Ribuan Rekaman Video Dianalisis

Dari puluhan kamera yang telah diamankan, penyidik kini tengah melakukan analisis digital secara mendalam.

Menurut Kombes Pol Iman, rekaman CCTV yang diperoleh menghasilkan ribuan potongan video yang kini sedang diperiksa satu per satu oleh tim penyidik.

“Dari 86 titik kamera pengawas yang kami analisa, terdapat 2.610 gambar dalam bentuk video dengan total durasi mencapai 10.320 menit,” jelasnya.

Proses analisis tersebut melibatkan pemetaan jalur yang diduga dilalui pelaku serta pemeriksaan saluran komunikasi di sekitar lokasi kejadian.

Polisi Dalami Bukti Digital

Hingga saat ini, tim gabungan dari kepolisian masih melakukan analisis digital forensik terhadap seluruh rekaman CCTV yang telah dikumpulkan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku sekaligus merekonstruksi kronologi kejadian secara lebih jelas.

Polisi juga membuka kemungkinan adanya saksi tambahan atau bukti baru yang dapat membantu mempercepat pengungkapan kasus tersebut.

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM ini menjadi perhatian publik, sementara aparat penegak hukum memastikan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh hingga pelaku berhasil diungkap.