Berita BorneoTribun: Investigasi Polisi hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Investigasi Polisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Investigasi Polisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2026

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Polisi Amankan 86 Kamera CCTV

Polisi menyita 86 CCTV dan menganalisis 2.610 rekaman video untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
Polisi menyita 86 CCTV dan menganalisis 2.610 rekaman video untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.

JAKARTA – Polisi mengungkap perkembangan terbaru dalam penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) atau KontraS, Andrie Yunus.

Tim penyidik dari Polda Metro Jaya telah menyita puluhan kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk menelusuri identitas pelaku yang hingga kini masih dalam penyelidikan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, mengatakan korban diduga diserang oleh orang tak dikenal (OTK) dengan cara menyiramkan cairan yang diduga merupakan zat kimia asam kuat.

“Korban atas nama Andrie Yunus diduga diserang oleh pelaku orang tidak dikenal dengan cara menyiramkan cairan yang diduga zat kimia asam kuat,” ujar Iman, Senin (16/3/2026).

Puluhan Kamera Pengawas Dikumpulkan Polisi

Dalam proses penyelidikan, tim gabungan melakukan penelusuran intensif melalui rekaman kamera pengawas yang berada di sepanjang jalur yang diduga dilewati pelaku.

Setidaknya 86 titik CCTV telah berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber, mulai dari fasilitas pemerintah hingga kamera milik warga.

Rinciannya meliputi:

  • 7 kamera dari sistem tilang elektronik (ETLE)

  • 27 kamera dari Diskominfo

  • 8 kamera dari Dinas Perhubungan

  • 44 kamera dari rumah warga serta perkantoran di sekitar lokasi

Polisi berharap rekaman tersebut dapat memberikan petunjuk penting terkait pergerakan pelaku sebelum dan sesudah kejadian.

Ribuan Rekaman Video Dianalisis

Dari puluhan kamera yang telah diamankan, penyidik kini tengah melakukan analisis digital secara mendalam.

Menurut Kombes Pol Iman, rekaman CCTV yang diperoleh menghasilkan ribuan potongan video yang kini sedang diperiksa satu per satu oleh tim penyidik.

“Dari 86 titik kamera pengawas yang kami analisa, terdapat 2.610 gambar dalam bentuk video dengan total durasi mencapai 10.320 menit,” jelasnya.

Proses analisis tersebut melibatkan pemetaan jalur yang diduga dilalui pelaku serta pemeriksaan saluran komunikasi di sekitar lokasi kejadian.

Polisi Dalami Bukti Digital

Hingga saat ini, tim gabungan dari kepolisian masih melakukan analisis digital forensik terhadap seluruh rekaman CCTV yang telah dikumpulkan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku sekaligus merekonstruksi kronologi kejadian secara lebih jelas.

Polisi juga membuka kemungkinan adanya saksi tambahan atau bukti baru yang dapat membantu mempercepat pengungkapan kasus tersebut.

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM ini menjadi perhatian publik, sementara aparat penegak hukum memastikan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh hingga pelaku berhasil diungkap.