Berita BorneoTribun: Jack Miller MotoGP hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Jack Miller MotoGP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jack Miller MotoGP. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Januari 2026

Bidik Jadi Rider Yamaha Terbaik! Jack Miller Pede Hadapi Era Baru MotoGP V4 dan Pasang Target 2027

Bidik Jadi Rider Yamaha Terbaik! Jack Miller Pede Hadapi Era Baru MotoGP V4 dan Pasang Target 2027
Bidik Jadi Rider Yamaha Terbaik! Jack Miller Pede Hadapi Era Baru MotoGP V4 dan Pasang Target 2027.

Jack Miller tak mau setengah-setengah menghadapi babak baru MotoGP. Pebalap asal Australia itu secara terbuka memasang target ambisius: menjadi rider Yamaha terbaik di MotoGP 2026, sekaligus mengamankan masa depannya bersama pabrikan Jepang tersebut saat era mesin 850 cc resmi dimulai pada 2027.

Pernyataan itu disampaikan Miller saat peluncuran tim Pramac Yamaha, Selasa malam waktu setempat. Baru kembali dari liburan musim dingin di Australia, Miller mengaku datang dengan energi baru dan persiapan yang lebih matang.

“Musim dingin saya terasa menyenangkan, atau lebih tepatnya musim panas karena saya di Australia. Bisa pulang ke rumah, bekerja dengan pelatih baru, dan benar-benar fokus menyiapkan diri sebaik mungkin untuk musim baru,” ujar Miller kepada Sky Italia.

Masuk ke era mesin V4, Miller mengakui tantangannya berbeda. Namun justru di situlah letak motivasinya.

“Ini tantangan baru dengan V4 dan saya sangat penasaran melihat sejauh apa potensi motor ini. Kesan pertama cukup positif, meski jelas masih butuh pengembangan. Untungnya masih ada tes di Malaysia dan Thailand untuk memaksimalkannya,” lanjutnya.

Pada musim debutnya bersama Yamaha, Miller memang belum sepenuhnya bersinar. Ia tercatat sebagai pembalap Yamaha terbaik kedua dari empat rider M1, namun masih tertinggal delapan posisi dan 122 poin dari Fabio Quartararo di klasemen akhir.

Meski begitu, kondisi musim lalu dinilai belum sepenuhnya adil. Quartararo sudah sangat memahami karakter M1 bermesin inline, karena seluruh tujuh musim MotoGP-nya dijalani bersama Yamaha. Situasi itu kini berubah.

Masuknya mesin V4 diyakini membuat persaingan lebih seimbang. Miller pun melihat peluang besar untuk unjuk gigi.

“Target awal tentu memahami posisi kami dengan motor baru ini. Tapi target utama saya sekarang jelas, mencoba menjadi rider Yamaha terbaik. Kalau itu tercapai, artinya kami berada di jalur yang benar,” tegasnya.

Ambisi tersebut sejalan dengan rencana jangka panjang Miller. Ia ingin tetap berada di grid MotoGP saat regulasi baru mulai diterapkan.

“Saya ingin bertahan bersama Yamaha dan tetap berada di grid pada 2027 ketika regulasi baru berlaku,” katanya dengan yakin.

Sebagai catatan, Miller bukan nama asing dengan mesin V4. Ia pernah meraih kemenangan bersama Honda dan Ducati, serta naik podium dengan KTM. Semua prestasi itu diraih menggunakan motor bermesin V4, modal penting untuk proyek anyar Yamaha.

Selain faktor teknis, Miller juga menekankan pentingnya kesinambungan tim.

“Mengawali musim dengan kru yang sama rasanya menyenangkan. Kontinuitas itu penting di paddock ini. Masuk ke garasi dengan orang-orang yang sudah kita kenal, paham etos kerja dan arah pengembangan, itu sangat membantu,” jelasnya.

Ia menilai musim lalu sebagai fase pembelajaran penting bersama Yamaha.

“Tahun lalu benar-benar tahun belajar. Ada momen bagus, ada juga saat-saat sulit, tapi kami berhasil membangun fondasi yang solid. Saya menikmati proses adaptasi dan tantangannya,” ungkap Miller.

Kini, dengan V4 sebagai motor balap utama, Miller merasa membuka lembaran baru.

“Ini terasa seperti bab baru. Proyeknya menarik dan ada rasa percaya diri yang kuat di baliknya. Saya bangga bisa lanjut bersama Prima Pramac Yamaha dan tak sabar melihat sejauh apa kami bisa melangkah,” tutupnya.

Jack Miller dijadwalkan kembali turun lintasan bersama rider Yamaha lainnya pada tes Shakedown Sepang yang digelar 29–31 Januari, ajang awal untuk mengukur potensi motor V4 Yamaha sebelum musim resmi dimulai.

Minggu, 11 Januari 2026

Ban Michelin Ubah Peta Kekuatan MotoGP: Jack Miller Bongkar Alasan Mesin V4 Kini Lebih Unggul

Ban Michelin Ubah Peta Kekuatan MotoGP: Jack Miller Bongkar Alasan Mesin V4 Kini Lebih Unggul
Ban Michelin Ubah Peta Kekuatan MotoGP: Jack Miller Bongkar Alasan Mesin V4 Kini Lebih Unggul.

JAKARTA - Perubahan besar di MotoGP ternyata bukan cuma soal mesin, tapi juga soal ban belakang. Hal inilah yang diungkapkan langsung oleh pembalap Pramac, Jack Miller, saat membahas kenapa mesin V4 kini makin mendominasi MotoGP.

Menurut Miller, evolusi ban belakang Michelin dalam dua sampai tiga tahun terakhir menjadi faktor kunci yang membuat keseimbangan teknis MotoGP condong ke arah motor bermesin V4.

Ban Belakang Jadi Penentu Utama

Miller menjelaskan, ban belakang Michelin versi terbaru punya potensi luar biasa, tapi juga sangat sensitif.

“Ban belakang sekarang punya potensi besar. Tapi untuk memaksimalkannya, motor harus benar-benar ‘nempel’ ke aspal,” ungkap Miller dengan gaya santainya.

Ban ini bukan cuma dipakai untuk akselerasi, tapi juga untuk pengereman dan menjaga kecepatan di tengah tikungan. Masalahnya, jendela kerja ban ini sangat sempit. Sedikit saja salah setelan, performa langsung turun drastis.

Kalau sudah pas? Hasilnya luar biasa. Tapi kalau meleset sedikit, motor bisa terasa benar-benar “mati”.

Alasan Performa MotoGP Naik-Turun Drastis

Kondisi ini juga menjelaskan kenapa performa tim MotoGP bisa berubah ekstrem dari satu seri ke seri berikutnya.

“Di satu akhir pekan, motor bisa sangat kencang. Minggu depannya, tiba-tiba kesulitan,” kata Miller.

Ia mencontohkan Yamaha yang masih menggunakan mesin inline. Saat grip lintasan rendah atau saat tim lain tak bisa memaksimalkan ban belakang lunak, Yamaha justru bisa tampil lebih kompetitif.

Sebaliknya, tim bermesin V4 sangat bergantung pada ban belakang lunak. Tanpa ban itu, motor terasa sulit dikendalikan, terutama saat pengereman.

Yamaha Beralih ke Mesin V4 Mulai 2026

Yamaha, yang selama era MotoGP empat-tak sukses besar dengan mesin inline—termasuk meraih 8 gelar juara dunia, terakhir lewat Fabio Quartararo pada 2021—akhirnya mengambil keputusan besar.

Mulai MotoGP 2026, Yamaha resmi beralih ke mesin V4, mengikuti jejak para rivalnya.

Meski tertinggal pengalaman dibanding pabrikan lain yang sudah lebih dari satu dekade memakai V4, Miller yakin Yamaha mampu mengejar ketertinggalan.

“Mereka benar-benar all-in dengan proyek baru ini,” tegasnya.

Tantangan Ganda: V4 dan Regulasi Baru 2027

Tak hanya fokus ke mesin V4, Yamaha juga harus menyiapkan motor 850cc dengan ban Pirelli untuk regulasi MotoGP 2027.

Menurut Miller, keputusan Yamaha ini adalah langkah proaktif agar tetap kompetitif di masa depan.

“Kalau tidak bergerak sekarang, mereka akan tertinggal jauh,” ujarnya.

Para insinyur Yamaha disebut sudah bekerja ekstra keras selama 18 bulan terakhir, dan kerja berat itu masih akan berlanjut setidaknya dua tahun ke depan.

Inline Tinggal Kenangan?

Dengan perubahan ini, kemenangan terakhir motor bermesin inline di MotoGP untuk sementara masih milik Alex Rins bersama Suzuki di Valencia 2022. Setelah itu, dominasi V4 semakin sulit dibendung.

Proses belajar Yamaha akan mulai diuji saat tes MotoGP 2026 dibuka lewat Sepang Shakedown pada 29–31 Januari.

Satu hal yang pasti, MotoGP sedang memasuki era baru—dan ban belakang kini jadi senjata paling menentukan.