Berita BorneoTribun: Jaringan 4G hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Jaringan 4G. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan 4G. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2026

Layanan Singtel Down Di Singapura, Ribuan Pengguna Gomo Ikut Terdampak Gangguan Jaringan

Ribuan pengguna melaporkan gangguan Singtel dan Gomo pada 16 Maret di Singapura. Layanan 4G dan 5G sempat terhenti lebih dari 8 jam dan berdampak pada pembayaran serta layanan digital.
Ribuan pengguna melaporkan gangguan Singtel dan Gomo pada 16 Maret di Singapura. Layanan 4G dan 5G sempat terhenti lebih dari 8 jam dan berdampak pada pembayaran serta layanan digital.

SINGAPORE -- Ribuan pelanggan operator telekomunikasi Singtel melaporkan gangguan layanan jaringan pada Minggu pagi, 16 Maret 2026. Laporan tersebut muncul di situs pemantau gangguan layanan digital Downdetector, yang mencatat lonjakan keluhan dari pengguna sejak sekitar pukul 10.30 pagi.

Data Downdetector menunjukkan lebih dari 5.800 laporan gangguan masuk hingga pukul 10.59 pagi. Mayoritas pengguna mengeluhkan tidak dapat mengakses jaringan seluler, baik untuk panggilan, pesan, maupun internet mobile.

Gangguan ini tidak hanya dirasakan pelanggan Singtel, tetapi juga pengguna Gomo, layanan SIM-only yang menggunakan jaringan 5G Singtel.

Singtel Akui Gangguan Dan Lakukan Investigasi

Dalam unggahan di media sosial sekitar pukul 11.12 pagi, pihak Singtel menyatakan telah mengetahui adanya masalah pada jaringan mereka dan sedang melakukan investigasi.

Perusahaan juga menyarankan pelanggan untuk mencoba memulai ulang perangkat mereka sebagai langkah sementara untuk memulihkan layanan.

“Kami menyadari adanya gangguan layanan dan sedang menyelidiki penyebabnya. Untuk sementara, silakan matikan perangkat dan nyalakan kembali,” tulis Singtel dalam pernyataannya.

Gomo kemudian menyampaikan pengumuman serupa sekitar pukul 11.36 pagi, memberikan saran yang sama kepada para pengguna.

Namun sejumlah pelanggan menyatakan cara tersebut tidak berhasil mengembalikan koneksi jaringan mereka.

Gangguan Berlangsung Lebih Dari Delapan Jam

Gangguan jaringan ini berlangsung cukup lama dan berdampak luas di berbagai wilayah Singapura. Layanan baru benar-benar pulih setelah lebih dari delapan jam sejak pertama kali dilaporkan.

Sekitar pukul 7 malam, Singtel mengonfirmasi bahwa layanan jaringan 4G dan 5G telah berhasil dipulihkan.

“Kami ingin menginformasikan bahwa layanan mobile 4G dan 5G telah dipulihkan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar perusahaan dalam pembaruan terbaru.

Hingga kini, penyebab pasti gangguan tersebut masih belum diketahui. Namun Singtel menegaskan bahwa tidak ada indikasi gangguan ini terkait serangan siber.

Layanan Pembayaran Dan Aplikasi Ikut Terganggu

Gangguan jaringan ini juga berdampak pada sejumlah layanan penting di Singapura.

Perusahaan layanan pembayaran NETS menyatakan gangguan konektivitas Singtel berpotensi memengaruhi transaksi di terminal pembayaran serta pembayaran QR.

“Kami telah diberi tahu oleh Singtel mengenai masalah konektivitas jaringan mobile yang sedang terjadi. Hal ini dapat memengaruhi beberapa transaksi pembayaran,” kata NETS dalam pernyataan di media sosial.

Selain layanan pembayaran, gangguan jaringan juga menghambat aktivitas platform digital seperti transportasi online dan layanan pesan antar makanan.

Pendapatan Pengemudi Pengantaran Turun

Sejumlah pekerja gig economy mengaku mengalami kerugian akibat gangguan jaringan tersebut.

Seorang pengemudi pengantaran makanan, Suhada Abdullah (51), mengatakan ia tidak dapat terhubung ke aplikasi saat mulai bekerja pada pukul 11 pagi.

Koneksi baru kembali normal sekitar pukul 3 sore, membuatnya kehilangan beberapa jam potensi pendapatan.

“Penghasilan saya hari ini bisa turun sekitar 40 persen,” ujarnya. Dalam kondisi normal, ia biasanya memperoleh sekitar 100 dolar Singapura selama 10 jam bekerja.

Regulator Telekomunikasi Akan Lakukan Investigasi

Otoritas regulator sektor digital Singapura, Infocomm Media Development Authority (IMDA), menyatakan telah mengetahui gangguan layanan tersebut dan akan melakukan penyelidikan.

IMDA menegaskan pihaknya memandang serius setiap gangguan layanan jaringan telekomunikasi yang berdampak pada masyarakat.

Lonjakan laporan di Downdetector menunjukkan 827 laporan gangguan muncul sekitar pukul 10.30 pagi, sebelum akhirnya mencapai puncak lebih dari 5.300 laporan pada pukul 11.04 pagi.

Jumlah laporan kemudian menurun secara bertahap, dengan sekitar 1.276 laporan pada pukul 1 siang, dan sekitar 450 laporan pada pukul 3.20 sore.

Peristiwa ini menjadi salah satu gangguan jaringan seluler terbesar yang terjadi di Singapura dalam beberapa waktu terakhir.