Berita BorneoTribun: Juventus hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Juventus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juventus. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Maret 2026

Juventus Hancurkan Pisa 4-0 Di Allianz Stadium Pada Lanjutan Liga Italia

Juventus menang telak 4-0 atas Pisa pada lanjutan Liga Italia 2025/2026. Gol dicetak Cambiaso, Thuram, Yildiz, dan Boga untuk menjaga posisi Juventus di klasemen.
Juventus menang telak 4-0 atas Pisa pada lanjutan Liga Italia 2025/2026. Gol dicetak Cambiaso, Thuram, Yildiz, dan Boga untuk menjaga posisi Juventus di klasemen.

Juventus meraih kemenangan telak 4-0 atas tim juru kunci Pisa pada lanjutan Liga Italia musim 2025/2026 di Stadion Allianz, Turin, Minggu dini hari WIB. Empat gol kemenangan Bianconeri dicetak Andrea Cambiaso, Khephren Thuram, Kenan Yildiz, dan Jeremie Boga pada babak kedua pertandingan.

Tambahan tiga poin ini membuat Juventus tetap bertahan di peringkat keenam klasemen sementara Liga Italia dengan koleksi 50 poin dari 28 pertandingan. Sementara itu, Pisa masih terpuruk di dasar klasemen dengan 15 poin dari jumlah laga yang sama.

Kemenangan ini juga memperlihatkan dominasi Juventus sepanjang babak kedua setelah sempat mengalami kesulitan menembus pertahanan tim tamu pada paruh pertama pertandingan.

Babak Pertama Berlangsung Ketat

Juventus langsung mengambil inisiatif menyerang sejak awal laga. Meski begitu, Pisa justru mampu menciptakan peluang berbahaya lebih dulu pada menit kelima.

Rafiu Durosinmi hampir membawa tim tamu unggul lewat sundulan setelah menerima umpan silang Samuele Angori. Namun, kiper Juventus Mattia Perin melakukan penyelamatan refleks gemilang di garis gawang.

Setelah itu, Juventus mulai menemukan ritme permainan. Khephren Thuram sempat mengancam melalui tembakan melengkung dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melebar tipis dari sasaran.

Peluang emas lainnya datang pada menit ke-32 ketika Andrea Cambiaso mengirim umpan silang akurat ke kotak penalti. Jonathan David yang berdiri bebas gagal memaksimalkan peluang tersebut karena sundulannya melambung di atas mistar gawang.

Hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan, kedua tim belum mampu mencetak gol sehingga skor tetap 0-0.

Juventus Mengamuk Di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Juventus tampil jauh lebih agresif dan akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-54. Andrea Cambiaso mencetak gol pembuka setelah menyambut umpan Kenan Yildiz di tiang jauh dan menanduk bola ke gawang kosong.

Keunggulan Juventus bertambah pada menit ke-65. Tembakan Manuel Locatelli yang membentur tiang gawang memantul ke arah Thuram, yang langsung menyambar bola untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Dominasi Juventus semakin terlihat sepuluh menit kemudian. Kenan Yildiz menunjukkan aksi individu sebelum melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di sudut atas gawang Pisa.

Skor pun berubah menjadi 3-0 dan membuat Juventus semakin percaya diri mengontrol jalannya pertandingan.

Gol Penutup Di Injury Time

Pisa mencoba memberikan respons pada sisa waktu pertandingan, tetapi lini pertahanan Juventus tampil solid dan disiplin menjaga keunggulan.

Juventus bahkan hampir menambah gol melalui Cambiaso yang melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti. Namun, bola masih melenceng tipis dari gawang.

Gol keempat akhirnya tercipta pada masa injury time. Jeremie Boga memanfaatkan serangan balik cepat, melewati penjaga gawang Pisa sebelum menceploskan bola ke gawang kosong.

Kemenangan ini memastikan Juventus mengamankan tiga poin penting dalam upaya mereka menjaga posisi di papan atas klasemen Liga Italia musim 2025/2026.

Jumat, 06 Maret 2026

Galatasaray Pastikan Victor Osimhen Tak Dijual Meski Diminati Klub Serie A

Galatasaray memastikan kontrak Victor Osimhen tidak memiliki klausul rilis. Striker Nigeria itu masih terikat hingga 2029 setelah tampil impresif dengan 54 gol dalam 66 pertandingan.
Galatasaray memastikan kontrak Victor Osimhen tidak memiliki klausul rilis. Striker Nigeria itu masih terikat hingga 2029 setelah tampil impresif dengan 54 gol dalam 66 pertandingan.

Galatasaray Tegaskan Tak Ada Klausul Rilis Victor Osimhen Di Kontraknya

JAKARTA -- Klub raksasa Turki, Galatasaray, memastikan bahwa penyerang andalan mereka, Victor Osimhen, tidak memiliki klausul rilis dalam kontraknya. Pernyataan ini muncul di tengah rumor yang mengaitkan striker asal Nigeria tersebut dengan kemungkinan kembali bermain di Serie A Italia.

Konfirmasi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Galatasaray, Dursun Ozbek, yang menegaskan bahwa pemain berusia 27 tahun itu masih menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang klub.

Osimhen saat ini masih terikat kontrak dengan Galatasaray hingga Juni 2029 setelah bergabung secara permanen dari Napoli dengan nilai transfer sekitar €75 juta pada musim panas lalu.

Performa Impresif Osimhen Bersama Galatasaray

Sejak bergabung dengan klub asal Istanbul tersebut, Osimhen menunjukkan performa yang sangat produktif. Penyerang tim nasional Nigeria itu telah mencetak 54 gol dalam 66 pertandingan di semua kompetisi bersama Galatasaray.

Kontribusinya tidak hanya terlihat di liga domestik, tetapi juga di kompetisi Eropa. Di Liga Champions musim ini, Osimhen terlibat langsung dalam sembilan gol dari delapan pertandingan, dengan rincian tujuh gol dan dua assist.

Salah satu momen pentingnya terjadi saat ia mencetak gol penentu kemenangan dalam leg kedua play-off Liga Champions melawan Juventus. Gol tersebut membantu Galatasaray melangkah lebih jauh di kompetisi elit Eropa tersebut.

Galatasaray Tegaskan Komitmen Jangka Panjang

Menanggapi rumor transfer yang kembali mengaitkan Osimhen dengan sejumlah klub Serie A, Presiden Galatasaray Dursun Ozbek memberikan pernyataan tegas.

Ia menyebut bahwa kontrak Osimhen tidak mengandung klausul pelepasan, sehingga klub memiliki kendali penuh terhadap masa depan sang pemain.

Ozbek juga menilai nilai transfer yang dikeluarkan Galatasaray untuk merekrut Osimhen justru kini dianggap menguntungkan.

Menurutnya, ketika transfer tersebut pertama kali terjadi, sebagian pihak menilai nilainya cukup tinggi. Namun seiring performa impresif Osimhen, pandangan di kalangan sepak bola kini berubah.

Nilai pemain tersebut bahkan disebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga yang dibayarkan klub saat merekrutnya dari Napoli.

Masa Depan Osimhen Di Istanbul

Dengan kontrak yang masih panjang hingga 2029 dan performa yang terus meningkat, Osimhen diperkirakan akan tetap menjadi pusat proyek olahraga Galatasaray dalam beberapa musim ke depan.

Klub juga berharap striker tersebut dapat terus memberikan kontribusi besar, baik di kompetisi domestik Turki maupun di panggung Eropa.

Ketegasan manajemen Galatasaray soal tidak adanya klausul rilis sekaligus menegaskan bahwa klub tidak berniat melepas salah satu pemain terbaiknya dalam waktu dekat.

Senin, 02 Maret 2026

Link Live Streaming dan Prediksi AS Roma vs Juventus Dini Hari Ini di Serie A 2 Maret 2026

Link live streaming dan prediksi AS Roma vs Juventus 2 Maret 2026 di Serie A. Analisis susunan pemain, statistik performa, head to head, dan peluang skor di Stadio Olimpico. (Gambar ilustrasi AI)
Link live streaming dan prediksi AS Roma vs Juventus 2 Maret 2026 di Serie A. Analisis susunan pemain, statistik performa, head to head, dan peluang skor di Stadio Olimpico. (Gambar ilustrasi AI)

JAKARTA -- Laga panas antara AS Roma vs Juventus akan tersaji pada 2 Maret 2026 pukul 02.45 WIB di Stadio Olimpico dalam lanjutan Serie A musim 2025/2026. Pertandingan ini menjadi krusial bagi kedua tim yang tengah bersaing di papan atas klasemen sementara.

AS Roma vs Juventus, Live Streaming Serie A, Prediksi Skor menjadi topik hangat jelang duel dua raksasa Italia tersebut. Roma saat ini berada di posisi keempat dengan 50 poin, sementara Juventus menguntit di peringkat keenam dengan 46 poin. Selisih empat angka membuat laga ini berpotensi mengubah peta persaingan menuju zona Liga Champions.

Performa Terkini AS Roma

Link live streaming dan prediksi AS Roma vs Juventus 2 Maret 2026 di Serie A. Analisis susunan pemain, statistik performa, head to head, dan peluang skor di Stadio Olimpico. (Gambar ilustrasi AI)
Link live streaming dan prediksi AS Roma vs Juventus 2 Maret 2026 di Serie A. Analisis susunan pemain, statistik performa, head to head, dan peluang skor di Stadio Olimpico. (Gambar ilustrasi AI)

Tim asuhan Gian Piero Gasperini menunjukkan grafik yang cukup stabil. Dalam lima pertandingan terakhir, Roma meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan.

Kemenangan meyakinkan 3-0 atas Cremonese menjadi modal penting sebelum menghadapi Juventus. Secara statistik, Roma mencetak 8 gol dan kebobolan 4 gol dalam lima laga terakhir. Pertahanan yang solid menjadi kekuatan utama I Lupi musim ini.

Namun, Roma harus kehilangan sejumlah pemain penting akibat cedera seperti Paulo Dybala dan Stephan El Shaarawy, yang bisa memengaruhi kreativitas lini serang.

Perkiraan Susunan Pemain AS Roma

  • Kiper: M. Svilar

  • Bek: D. Ghilardi, G. Mancini, E. N'Dicka

  • Gelandang: L. Pellegrini, Wesley, M. Kone, M. Celik, B. Cristante

  • Penyerang: B. Zaragoza, D. Malen

Performa Terkini Juventus

Link live streaming dan prediksi AS Roma vs Juventus 2 Maret 2026 di Serie A. Analisis susunan pemain, statistik performa, head to head, dan peluang skor di Stadio Olimpico. (Gambar ilustrasi AI)
Link live streaming dan prediksi AS Roma vs Juventus 2 Maret 2026 di Serie A. Analisis susunan pemain, statistik performa, head to head, dan peluang skor di Stadio Olimpico. (Gambar ilustrasi AI)

Di sisi lain, Juventus besutan Luciano Spalletti sedang dalam tekanan. Dari lima laga terakhir, Si Nyonya Tua hanya meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Juventus memang produktif dengan 9 gol, tetapi lini pertahanan mereka rapuh setelah kebobolan 14 gol dalam periode tersebut. Kekalahan beruntun dari Inter dan Galatasaray menjadi alarm serius menjelang laga tandang ke Roma.

Absennya Dusan Vlahovic dan Manuel Locatelli juga membuat keseimbangan tim sedikit terganggu.

Perkiraan Susunan Pemain Juventus

  • Kiper: M. Perin

  • Bek: L. Kelly, P. Kalulu, A. Cambiaso, G. Bremer

  • Gelandang: K. Thuram-Ulien, T. Koopmeiners, W. McKennie

  • Penyerang: K. Yildiz, C. Conceicao, J. David

Rekor Pertemuan AS Roma vs Juventus

Dalam lima pertemuan terakhir, Juventus unggul dengan dua kemenangan, sementara tiga laga lainnya berakhir imbang. Roma belum mampu mengalahkan Juventus dalam periode tersebut.

Pertemuan terakhir pada 21 Desember 2025 dimenangkan Juventus dengan skor 2-1. Statistik menunjukkan laga kedua tim cenderung ketat dan minim gol besar.

Analisis dan Prediksi AS Roma vs Juventus

Melihat performa dan kondisi skuad terkini, Roma memiliki keunggulan dari sisi stabilitas permainan serta keuntungan bermain di kandang sendiri. Atmosfer Stadio Olimpico diyakini akan menjadi energi tambahan bagi tuan rumah.

Juventus tetap berbahaya lewat kecepatan Kenan Yildiz dan ketajaman Jonathan David, tetapi rapuhnya lini belakang bisa menjadi celah yang dimanfaatkan Roma.

Prediksi skor AS Roma vs Juventus: Roma 2-1 Juventus

Roma diprediksi mampu mengamankan tiga poin penting dalam duel sarat gengsi ini.

Link Live Streaming AS Roma vs Juventus

Link live streaming dan prediksi AS Roma vs Juventus 2 Maret 2026 di Serie A. Analisis susunan pemain, statistik performa, head to head, dan peluang skor di Stadio Olimpico. (Gambar ilustrasi AI)
Link live streaming dan prediksi AS Roma vs Juventus 2 Maret 2026 di Serie A. Analisis susunan pemain, statistik performa, head to head, dan peluang skor di Stadio Olimpico. (Gambar ilustrasi AI)

Pertandingan Serie A ini dapat disaksikan melalui layanan live streaming resmi pemegang hak siar Serie A di Indonesia pada Senin dini hari pukul 02.45 WIB. Pastikan Anda mengakses platform resmi untuk kualitas tayangan terbaik dan pengalaman menonton tanpa gangguan.

FAQ AS Roma vs Juventus

1. Kapan pertandingan AS Roma vs Juventus dimainkan?
Senin, 2 Maret 2026 pukul 02.45 WIB.

2. Di stadion mana laga digelar?
Di Stadio Olimpico, Roma.

3. Siapa yang lebih diunggulkan?
Roma sedikit lebih diunggulkan karena performa lebih stabil dan bermain di kandang.

4. Berapa posisi kedua tim di klasemen?
Roma peringkat 4 dengan 50 poin, Juventus peringkat 6 dengan 46 poin.

Senin, 26 Januari 2026

Jonathan David Bersinar Lawan Napoli, Tapi Spalletti Tegaskan Juventus Masih Butuh Striker Baru

Jonathan David Bersinar Lawan Napoli, Tapi Spalletti Tegaskan Juventus Masih Butuh Striker Baru
Jonathan David Bersinar Lawan Napoli, Tapi Spalletti Tegaskan Juventus Masih Butuh Striker Baru.

JAKARTA - Juventus tampil meyakinkan saat menundukkan Napoli dengan skor telak 3-0 di ajang Serie A. 

Salah satu sorotan utama laga ini adalah Jonathan David, yang kembali menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang murni. 

Namun, di balik kemenangan besar tersebut, pelatih Juventus Luciano Spalletti tetap menilai lini depan timnya masih perlu tambahan amunisi.

Jonathan David membuka keunggulan Juventus pada menit ke-22 lewat penyelesaian tajam di tiang dekat gawang Alex Meret. 

Gol itu menjadi pembuka jalan bagi kemenangan Bianconeri, sebelum Kenan Yildiz dan Filip Kostic menambah penderitaan Napoli di Allianz Stadium. 

Hasil ini juga membuat Juventus kini hanya terpaut satu poin dari Napoli di papan klasemen.

Kemenangan ini terasa spesial karena menjadi pertama kalinya sejak November 2013 Juventus mampu mengalahkan Napoli dengan selisih tiga gol atau lebih di Serie A. 

Performa David pun pantas mendapat banyak pujian, mengingat ia menjadi aktor penting dalam laga besar tersebut.

Bagi penyerang asal Kanada itu, gol ke gawang Napoli juga punya arti tersendiri. Ia sukses mencetak gol dalam dua laga kandang liga secara beruntun, sesuatu yang terakhir kali ia lakukan pada April 2024 saat masih membela Lille di Ligue 1. 

Secara keseluruhan, David kini sudah mengoleksi empat gol dari 21 penampilan liga sejak bergabung pada bursa transfer musim panas.

Spalletti tidak ragu memuji kontribusi anak asuhnya tersebut. Menurutnya, David menunjukkan karakter striker sejati yang mampu bertarung di kotak penalti meski ruang sangat sempit. 

Ia juga memberikan apresiasi kepada Weston McKennie, yang dinilainya punya kekuatan fisik dan determinasi tinggi dalam duel udara serta situasi sulit.

Meski begitu, Spalletti tetap realistis. Ia menilai Juventus masih membutuhkan tipe penyerang lain, khususnya yang bisa berduel fisik dengan bek tengah lawan dan membantu permainan saat tim ditekan. 

Menurutnya, David sangat baik dalam urusan mencetak gol, tetapi ada peran lain di lini depan yang belum sepenuhnya terisi.

Isu penambahan penyerang ini memang sudah mencuat sebelum laga. Direktur Juventus, Giorgio Chiellini, mengungkapkan bahwa Youssef En-Nesyri menolak pindah ke Turin karena menginginkan transfer permanen pada bursa transfer saat ini.

Musim ini, pencetak gol terbanyak Juventus di Serie A masih dipegang Kenan Yildiz dengan delapan gol. 

David menyusul dengan empat gol, sementara Dusan Vlahovic dan Filip Kostic masing-masing menyumbang tiga gol. 

Secara tim, Juventus telah mencetak 35 gol liga, hanya kalah produktif dari Como dan Inter.

Meski catatan tersebut tergolong baik, Spalletti merasa Juventus masih bisa melangkah lebih jauh. 

Ia menginginkan striker yang tidak hanya fokus mencetak gol, tetapi juga mampu menjadi target man, menahan bola, dan memenangkan duel fisik demi membuka ruang bagi pemain lain.

Bagi Juventus, kemenangan atas Napoli memang menjadi sinyal positif. Namun, pesan Spalletti jelas: jika ingin benar-benar bersaing di papan atas dan menjaga konsistensi, perbaikan di lini depan tetap menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.

Senin, 05 Mei 2025

Bologna 1-1 Juventus: Saling Imbang, Perebutan Tiket Liga Champions Makin Panas!

Bologna 1-1 Juventus: Saling Imbang, Perebutan Tiket Liga Champions Makin Panas!
Bologna 1-1 Juventus: Saling Imbang, Perebutan Tiket Liga Champions Makin Panas!

JAKARTA - Pertarungan sengit antara dua tim papan atas Serie A terjadi di Stadio Renato Dall'Ara saat Bologna menjamu Juventus, Senin dini hari (5/5/2025). Laga berakhir imbang 1-1 dan membuat persaingan menuju zona Liga Champions makin ketat!

Juventus sebenarnya punya peluang emas untuk menjauh dari kejaran para rivalnya di lima besar. Tapi sayangnya, pasukan Igor Tudor gagal menjaga keunggulan setelah Bologna bangkit di babak kedua dan menyamakan skor.

Thuram Buka Keunggulan Cepat

Juve membuka keunggulan lewat aksi keren Khephren Thuram di menit ke-9. Gelandang muda asal Prancis ini sukses menerobos lini pertahanan Bologna dan melepaskan tembakan keras yang tak bisa dihentikan kiper Lukasz Skorupski. Skor pun jadi 0-1 untuk Juventus.

Setelah gol itu, Juventus sempat menggandakan keunggulan lewat Nicolas Gonzalez dan Andrea Cambiaso, tapi sayangnya dua gol itu dianulir karena offside. Keputusan wasit yang cukup mengecewakan fans Juve, tapi memang sudah sesuai aturan.

Bologna Bangkit Lewat Freuler

Usai jeda, Bologna tak menyerah begitu saja. Tekanan mereka membuahkan hasil di menit ke-54. Juventus gagal mengamankan bola di kotak penalti, dan Remo Freuler langsung menyambar bola liar untuk menyamakan skor jadi 1-1. Gol ini sangat spesial buat Freuler, karena ini adalah gol pertamanya di Serie A setelah 44 pertandingan tanpa mencetak gol!

Setelah gol itu, pertandingan jadi makin seru. Juventus hampir unggul lagi lewat Nicolas Gonzalez, tapi bola sepakannya disapu dari garis gawang oleh bek Bologna. Di sisi lain, Lewis Ferguson juga nyaris bikin gol kemenangan untuk Bologna, tapi tembakannya sedikit melambung di masa injury time.

Klasemen Makin Ketat!

Dengan hasil imbang ini, Juventus naik ke posisi keempat klasemen sementara dengan 63 poin. Tapi mereka tetap harus waspada karena posisi mereka belum aman. Juve kini sejajar dengan Roma dan Lazio, sementara Bologna cuma terpaut satu poin di peringkat ketujuh.

Ini artinya, perebutan tiket ke Liga Champions musim depan masih sangat terbuka lebar. Siapa yang konsisten di pekan-pekan terakhir Serie A, dialah yang akan lolos!

Fakta Menarik: Bologna Tangguh di Kandang

Meski gagal menang, Bologna patut diacungi jempol. Mereka berhasil mencetak gol dalam 14 pertandingan kandang beruntun di Serie A! Selain itu, musim ini mereka jadi tim yang paling banyak mendapatkan poin setelah tertinggal lebih dulu, yaitu 18 poin. Tim asuhan Vincenzo Italiano ini memang punya semangat juang luar biasa.

Sementara itu, Juventus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka atas Bologna menjadi 26 laga beruntun di Serie A. Tapi sayangnya, ini juga jadi laga tandang keempat mereka tanpa kemenangan di liga. Tanda-tanda inkonsistensi yang perlu dibenahi oleh Igor Tudor.

Hasil imbang ini bukan hanya menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Serie A musim ini, tapi juga jadi bukti bahwa Bologna bukan lawan yang bisa diremehkan. Juventus harus cepat bangkit kalau ingin mengamankan tempat di Liga Champions, sementara Bologna menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan di Eropa musim depan.

Kita nantikan terus bagaimana drama Serie A berlanjut di pekan-pekan akhir. Persaingannya makin seru dan panas!

Kamis, 24 April 2025

Parma 1-0 Juventus: Pellegrino Bikin Juventus Gigit Jari, Harapan Empat Besar Terancam

Parma 1-0 Juventus Pellegrino Bikin Juventus Gigit Jari, Harapan Empat Besar Terancam
Parma 1-0 Juventus Pellegrino Bikin Juventus Gigit Jari, Harapan Empat Besar Terancam.

JAKARTA - Juventus harus menelan kekalahan pahit di tangan tim papan bawah Parma dalam lanjutan Serie A, Rabu malam waktu setempat. Bermain di Stadion Ennio Tardini, Bianconeri takluk 0-1 lewat gol semata wayang Mateo Pellegrino yang tercipta di penghujung babak pertama. Ini jadi kekalahan pertama Juventus di era pelatih baru, Igor Tudor, dan hasil ini membuat posisi mereka di zona Liga Champions makin terancam.

Juventus Tumpul, Parma Makin Percaya Diri

Pertandingan ini jadi bukti kalau nama besar saja nggak cukup untuk menjamin kemenangan. Juventus tampil datar dan minim kreativitas, bahkan saat menghadapi tim yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi. Peluang demi peluang coba dibangun, tapi lini depan Juve seperti kehilangan tajinya.

Di sisi lain, Parma justru tampil penuh semangat dan disiplin. Tim besutan Cristian Chivu ini tahu betul bagaimana cara menahan gempuran lawan dan memanfaatkan momen dengan cerdas. Terbukti, mereka mampu mencuri tiga poin penting yang bisa jadi krusial dalam perjuangan bertahan di Serie A musim ini.

Momen Krusial: Gol Pellegrino di Masa Tambahan

Pertandingan sejatinya berjalan cukup membosankan di babak pertama. Kedua tim lebih banyak bermain hati-hati dan mencari celah. Tapi semuanya berubah di masa injury time sebelum jeda. Emanuele Valeri mengirimkan umpan silang melambung ke kotak penalti, dan Pellegrino sukses menyambutnya dengan sundulan keras yang tak bisa dihalau kiper Juve, Michele Di Gregorio.

Gol ini jadi satu-satunya yang tercipta di laga tersebut, tapi cukup untuk membuat Stadion Ennio Tardini bergemuruh. Parma pun menutup babak pertama dengan keunggulan mengejutkan atas tim raksasa Italia.

Juventus Gagal Bangkit di Babak Kedua

Usai jeda, Juventus mencoba menekan dan mencari gol penyama. Tapi lagi-lagi, mereka kesulitan membongkar pertahanan Parma yang begitu solid. Tidak banyak peluang emas yang bisa diciptakan tim tamu.

Francisco Conceicao sempat memberikan ancaman serius di menit-menit akhir laga, namun tembakannya masih melenceng tipis di sisi gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah. Juventus pun harus puas pulang tanpa poin.

Statistik Menarik: Parma Naik Daun, Pellegrino Cetak Rekor

Kemenangan ini menandai bangkitnya Parma di bawah pelatih anyar mereka, Cristian Chivu. Sejak ditunjuk pada Februari lalu, Chivu sudah mengoleksi 11 poin dari 8 pertandingan Serie A—capaian terbaik kedua di antara tim papan bawah, hanya kalah dari Como (14 poin).

Lebih dari itu, ini adalah kemenangan pertama Parma atas Juventus di Serie A dalam satu dekade terakhir! Bahkan, mereka kini tak terkalahkan dalam enam pertandingan liga secara beruntun, sebuah rekor yang terakhir kali mereka capai pada 2014.

Mateo Pellegrino juga layak mendapatkan sorotan. Pemain berusia 23 tahun 183 hari ini menjadi pemain termuda Parma sejak Jonathan Biabiany pada 2011 yang mampu terlibat dalam setidaknya satu gol dalam tiga laga kandang berturut-turut di Serie A.

Jangan lupakan peran Emanuele Valeri dalam gol kemenangan ini. Dengan tambahan satu assist di laga ini, Valeri kini sudah mengoleksi lima assist musim ini. Ia masuk dalam jajaran bek Italia paling produktif di Serie A bersama Raoul Bellanova (8 assist), Federico Dimarco (7 assist), dan Tommaso Augello (6 assist). Performa Valeri musim ini jelas jadi aset penting bagi Parma.

Untuk Juventus, kekalahan ini jelas jadi tamparan keras. Di saat mereka butuh poin untuk kembali ke empat besar dan mengamankan tiket Liga Champions, mereka malah terpeleset. Igor Tudor, yang sebelumnya berhasil menjaga rekor tak terkalahkan sejak menggantikan Massimiliano Allegri, kini harus mencari solusi atas performa lini depan yang mandek.

Fans Juve tentu berharap ini hanya momen buruk sesaat, tapi persaingan di papan atas Serie A sangat ketat. Satu hasil buruk bisa membuat mereka tergelincir keluar dari zona Eropa. Dengan musim yang tinggal menyisakan beberapa pertandingan lagi, tak ada ruang untuk kesalahan.

Kemenangan Parma atas Juventus ini bukan sekadar kejutan, tapi juga sinyal bahwa tim-tim kecil bisa tampil besar saat dibutuhkan. Cristian Chivu membawa semangat baru bagi Gialloblu, dan dengan performa seperti ini, bukan tidak mungkin mereka bertahan di kasta tertinggi musim depan.

Sementara itu, Juventus harus cepat bangkit. Dengan banyak tim lain yang terus menempel ketat di klasemen, kekalahan seperti ini bisa jadi sangat mahal. Igor Tudor punya pekerjaan rumah besar, terutama dalam membenahi produktivitas lini depan dan menjaga konsistensi tim.

Satu hal yang pasti, Serie A musim ini makin seru dan penuh drama. Dari pertarungan papan atas hingga perjuangan lolos dari degradasi, semua tim punya cerita yang menarik untuk diikuti!

Selasa, 04 Maret 2025

Juventus Menang 2-0 atas Hellas Verona: Thuram dan Koopmeiners Jadi Penentu Kemenangan

Juventus Menang 2-0 atas Hellas Verona Thuram dan Koopmeiners Jadi Penentu Kemenangan
Juventus Menang 2-0 atas Hellas Verona: Thuram dan Koopmeiners Jadi Penentu Kemenangan.

JAKARTA - Juventus kembali ke posisi empat besar Serie A setelah meraih kemenangan 2-0 atas Hellas Verona pada laga yang digelar Senin (4/3) waktu setempat. Dua gol di babak kedua menjadi penentu kemenangan bagi tim asuhan Thiago Motta ini.

Jalannya Pertandingan

Verona sebenarnya sempat mengejutkan Juventus ketika Tomas Suslov mencetak gol di akhir babak pertama. 

Namun, gol tersebut dianulir wasit karena offside. Hal ini membuat Juventus yang mendominasi pertandingan dengan 12 tembakan di babak pertama harus tetap bersabar mencari celah di pertahanan tim tamu.

Barulah pada menit ke-72, Khephren Thuram akhirnya memecah kebuntuan. Ia mencetak gol dengan tendangan first-time setelah menerima umpan dari Andrea Cambiaso. 

Kiper Verona, Lorenzo Montipo, yang tampil impresif sepanjang laga, akhirnya tak mampu membendung serangan Juventus.

Di menit akhir waktu normal, Teun Koopmeiners memastikan kemenangan Juventus dengan gol dari sudut sempit. 

Tendangannya yang akurat membuat kiper Verona tak berkutik, mengunci skor 2-0 untuk tim tuan rumah.

Juventus Semakin Dekat ke Puncak Klasemen

Kemenangan ini membuat Juventus kini berada di posisi keempat klasemen sementara Serie A dengan 59 poin, hanya terpaut enam poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan. 

Selain itu, Juve unggul dua poin dari Lazio yang berada di peringkat kelima dalam persaingan merebut tiket Liga Champions musim depan.

Sementara itu, Verona masih harus berjuang menjauh dari zona degradasi. Dengan hanya berjarak empat poin dari zona merah, tim asuhan Marco Baroni harus segera bangkit untuk mengamankan posisi mereka di Serie A.

Data Statistik: Pertahanan Kokoh Juventus

Juventus kembali menunjukkan soliditas pertahanannya dengan mencatatkan clean sheet ke-14 mereka musim ini, terbanyak dibandingkan tim lain di lima liga top Eropa. 

Selain itu, mereka berhasil memenangkan tiga pertandingan Serie A secara beruntun tanpa kebobolan untuk pertama kalinya dalam satu musim sejak Oktober-November 2023.

Secara statistik, Verona hanya mampu menciptakan peluang dengan nilai expected goals (xG) sebesar 0,28, sedangkan Juventus mencatatkan 1,85 xG. 

Ini menunjukkan bagaimana Juve tampil dominan sepanjang pertandingan dan mampu memaksimalkan peluang yang mereka ciptakan.

Dengan kemenangan ini, Juventus semakin percaya diri dalam perburuan gelar dan tiket Liga Champions. 

Jika mereka mampu menjaga konsistensi performa seperti ini, bukan tidak mungkin Juve bisa terus menekan Inter di puncak klasemen. 

Sementara itu, Verona harus segera mencari solusi agar bisa keluar dari ancaman degradasi.

Kamis, 27 Februari 2025

Juventus Tersingkir! Empoli Menang Adu Penalti dan Melaju ke Semifinal Coppa Italia

Juventus Tersingkir! Empoli Menang Adu Penalti dan Melaju ke Semifinal Coppa Italia
Juventus Tersingkir! Empoli Menang Adu Penalti dan Melaju ke Semifinal Coppa Italia.

JAKARTA - Empoli berhasil membuat kejutan besar dengan menyingkirkan Juventus dari Coppa Italia setelah menang 4-2 lewat adu penalti pada laga perempat final yang digelar di Allianz Stadium, Rabu (27/2).

Jalannya Pertandingan

Juventus yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri sebenarnya tampil lebih dominan, tetapi Empoli mampu mencuri keunggulan lebih dulu pada menit ke-24. 

Youssef Maleh mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti setelah memanfaatkan kesalahan Juve dalam menguasai bola di area pertahanannya sendiri.

Setelah unggul, Empoli memiliki beberapa peluang emas untuk menggandakan keunggulan melalui Junior Sambia dan Maleh. 

Namun, penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat skor tetap 1-0.

Juventus akhirnya berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-66 lewat aksi brilian Khephren Thuram. 

Bermula dari umpan Randal Kolo Muani, Thuram yang membelakangi gawang melakukan flick indah untuk melewati lawan sebelum melepaskan tembakan akurat yang menggetarkan jala gawang Empoli.

Di menit-menit akhir, Juventus sebenarnya punya peluang emas untuk memenangkan pertandingan. 

Dusan Vlahovic mendapatkan kesempatan emas lima menit sebelum waktu normal berakhir, tetapi tendangan setengah volinya melenceng dari sasaran.

Adu Penalti: Empoli Lebih Tenang

Dengan skor tetap 1-1 hingga akhir waktu normal, pertandingan pun berlanjut ke babak adu penalti. 

Juventus mengalami nasib buruk setelah Dusan Vlahovic yang menjadi eksekutor pertama gagal menjalankan tugasnya dengan baik, bola tendangannya melambung di atas mistar gawang.

Kiper Empoli, Devis Vasquez, menjadi pahlawan dengan menggagalkan eksekusi Kenan Yildiz. 

Sementara itu, Luca Marianucci yang menjadi algojo terakhir sukses menuntaskan penalti untuk memastikan kemenangan Empoli dengan skor 4-2.

Empoli Ukir Sejarah, Juventus Tersingkir

Kemenangan ini sangat bersejarah bagi Empoli karena mereka berhasil mencapai semifinal Coppa Italia untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Sementara itu, bagi Juventus, hasil ini menjadi pukulan telak. Ini adalah kali kedua dalam 10 musim terakhir mereka gagal mencapai babak semifinal Coppa Italia.

Selain itu, gol Maleh yang membuka keunggulan untuk Empoli juga menjadi gol pertama yang bersarang ke gawang Juventus dari luar kotak penalti di semua kompetisi musim ini.

Jadwal Selanjutnya

Setelah kemenangan ini, Empoli akan menghadapi Bologna dalam laga semifinal yang akan berlangsung dalam format dua leg pada bulan April. 

Di sisi lain, semifinal lainnya akan mempertemukan dua tim besar, Inter Milan dan AC Milan, dalam Derby della Madonnina yang penuh gengsi.

Dengan tersingkirnya Juventus, peluang mereka untuk meraih trofi musim ini semakin mengecil. 

Kini, mereka harus fokus di Serie A untuk mengamankan posisi terbaik dan mencoba meraih gelar di kompetisi lain.

Senin, 24 Februari 2025

Juventus Kalahkan Cagliari 1-0, Thiago Motta Puji Dusan Vlahovic

Juventus Kalahkan Cagliari 1-0, Thiago Motta Puji Dusan Vlahovic
Juventus Kalahkan Cagliari 1-0, Thiago Motta Puji Dusan Vlahovic.
JAKARTA - Juventus sukses mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Cagliari dalam laga lanjutan Serie A pada Minggu (24/2) di Sardegna Arena. Gol semata wayang dalam pertandingan ini dicetak oleh Dusan Vlahovic pada menit ke-12, yang sekaligus menjadi penentu kemenangan bagi tim asuhan Thiago Motta.

Vlahovic Kembali Bersinar

Bagi Vlahovic, gol ini menjadi pencapaian istimewa karena menandai keterlibatannya dalam 50 gol dari 95 penampilannya bersama Juventus di Serie A. Ini juga merupakan laga starter pertamanya sejak 29 Januari lalu. Meski baru kembali ke starting XI, Motta tak ragu memberikan pujian kepada sang striker asal Serbia.

"Dia bermain karena memang pantas mendapatkannya. Kami memiliki hubungan yang luar biasa. Dia punya karakter dan mentalitas yang kuat," ujar Motta kepada DAZN.

"Hari ini, dia menunjukkan profesionalisme tinggi dan membantu rekan-rekannya. Sangat mudah mengelola pemain sehebat dia."

Juventus Buang Banyak Peluang

Meski meraih kemenangan, Motta merasa timnya kurang tajam dalam penyelesaian akhir. Juventus menciptakan banyak peluang, terutama di babak pertama, namun gagal mengonversikannya menjadi gol tambahan.

"Kami memiliki banyak peluang di babak pertama. Saat jeda, kami menyadari bahwa tidak memanfaatkannya bisa menjadi masalah, dan pada akhirnya kami sedikit menderita di babak kedua," tambah Motta.

"Kami kurang tajam di babak kedua, menderita tanpa banyak kebobolan, tetapi juga tidak mendominasi seperti sebelumnya. Cagliari mulai menguasai permainan, dan itu seharusnya tidak terjadi."

Fokus ke Laga Selanjutnya

Kemenangan ini menjadi pelipur lara bagi Juventus yang sebelumnya tersingkir dari Liga Champions setelah dikalahkan PSV di babak play-off. Kini, Juve berhasil naik ke posisi empat besar klasemen Serie A, meski masih tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan.

Motta pun menegaskan bahwa timnya akan fokus menghadapi setiap pertandingan tanpa terbebani dengan persaingan di papan atas.

"Kami harus menjalani setiap pertandingan satu per satu, terutama karena saat ini kami memasuki periode krusial musim ini," tegasnya.

"Serie A musim ini sangat kompetitif. Kita bisa lihat bahwa tim-tim besar juga mengalami kesulitan akhir pekan ini."

Dengan kemenangan ini, Juventus semakin percaya diri untuk terus bersaing di papan atas Serie A dan berusaha menekan Inter dalam perburuan gelar juara.