Berita BorneoTribun: KIPP IKN hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label KIPP IKN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KIPP IKN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 April 2026

Basuki Ungkap 50 Staf Wapres Mulai Ngantor Di IKN, Persiapan Pemerintahan Digeber

Basuki Hadimuljono menyebut 50 staf Wapres sudah mulai berkantor di IKN. Persiapan Istana Wapres dan pembangunan kawasan pemerintahan terus dipercepat.
Basuki Hadimuljono menyebut 50 staf Wapres sudah mulai berkantor di IKN. Persiapan Istana Wapres dan pembangunan kawasan pemerintahan terus dipercepat.

NUSANTARA - Persiapan operasional pemerintahan di Ibu Kota Nusantara (IKN) makin terasa nyata. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan sekitar 50 staf Wakil Presiden Republik Indonesia sudah mulai bertugas di IKN.

Langkah ini jadi sinyal kuat bahwa fasilitas pemerintahan tingkat tinggi di kawasan tersebut semakin siap digunakan.

"Sudah dipersiapkan, bahkan sekitar 50 staf beliau juga sudah ditugaskan ke sini untuk mempersiapkan perkantoran Istana Wapres," ujar Basuki saat bersilaturahmi di Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda, Senin.

Fasilitas Kantor Dipastikan Siap Digunakan

Basuki memastikan bahwa fasilitas perkantoran untuk pimpinan negara di IKN sudah dalam kondisi siap. Artinya, ketika dibutuhkan sewaktu-waktu, aktivitas pemerintahan bisa langsung berjalan tanpa kendala berarti.

Kesiapan ini menjadi bagian penting dari tahap awal pemindahan aktivitas pemerintahan ke ibu kota baru, yang dirancang untuk mendukung tata kelola pemerintahan modern dan terintegrasi.

Silaturahmi Sekaligus Bahas Progres Pembangunan

Kunjungan Basuki bersama istrinya ke Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, tidak hanya sekadar agenda resmi. Momen tersebut juga diisi dengan silaturahmi halal bihalal yang berlangsung dalam suasana santai.

Dalam kesempatan itu, Basuki sempat melontarkan candaan kepada awak media terkait penampilannya yang mengenakan batik.

"Halal bihalal. Makanya dengan istri saya. Anda pernah lihat saya pakai batik? Tidak pernah kan. Jadi saya menyempatkan silaturahim sebagai warganya Pak Gubernur Rudy Mas'ud," ujarnya sambil tersenyum.

Di balik suasana santai tersebut, pembahasan serius tetap berlangsung, terutama terkait perkembangan terbaru pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Pembangunan DPR Dan Lembaga Peradilan Terus Berjalan

OIKN menegaskan bahwa fokus pembangunan di IKN tidak hanya pada kawasan eksekutif saja. Saat ini, pembangunan juga sudah merambah ke kompleks legislatif dan yudikatif.

Basuki menjelaskan bahwa pekerjaan fisik untuk gedung DPR dan lembaga peradilan sudah berjalan sesuai peta jalan yang dimulai sejak 2022.

Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan keseimbangan fungsi pemerintahan di IKN, sehingga nantinya seluruh unsur pemerintahan dapat beroperasi dalam satu kawasan terpadu.

Hunian ASN Jadi Prioritas Berikutnya

Selain kantor pemerintahan, penyediaan hunian bagi aparatur sipil negara (ASN) juga menjadi perhatian utama.

OIKN saat ini tengah mengejar penyelesaian blok hunian bagi ASN yang akan dipindahkan ke IKN. Namun, proses tersebut masih menunggu rekomendasi teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Hunian ini dirancang agar mendukung kenyamanan ASN sekaligus memastikan kelancaran operasional pemerintahan di ibu kota baru.

Target Lengkapi Fungsi Kota Pemerintahan

Seluruh fasilitas di kawasan legislatif dan yudikatif ditargetkan rampung sesuai rencana, guna melengkapi fungsi tata kota pemerintahan di IKN.

Dengan semakin banyaknya staf pemerintah yang mulai bertugas di IKN, proses transisi menuju ibu kota baru terlihat semakin matang.

Langkah-langkah ini juga memperlihatkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya fokus pada fisik bangunan, tetapi juga kesiapan operasional pemerintahan secara menyeluruh.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Berapa jumlah staf Wapres yang sudah bertugas di IKN?
Sekitar 50 staf Wakil Presiden telah mulai berkantor di IKN untuk mempersiapkan operasional Istana Wapres.

2. Apa saja yang sedang dibangun di IKN saat ini?
Selain kawasan eksekutif, pembangunan juga mencakup kompleks legislatif seperti DPR dan lembaga yudikatif.

3. Apakah kantor pimpinan negara di IKN sudah siap?
Ya, OIKN memastikan fasilitas perkantoran pimpinan negara sudah siap digunakan saat diperlukan.

4. Apakah hunian ASN sudah tersedia di IKN?
Sebagian hunian sedang dalam proses penyelesaian dan masih menunggu rekomendasi teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum.

5. Apa tujuan utama percepatan pembangunan di IKN?
Untuk memastikan seluruh fungsi pemerintahan—eksekutif, legislatif, dan yudikatif—dapat berjalan terintegrasi di ibu kota baru.

Minggu, 29 Maret 2026

UMKM Di IKN Raup Omzet Belasan Juta Per Hari Saat Libur Lebaran 2026

UMKM di IKN meraih omzet hingga Rp20 juta per hari selama Lebaran 2026 akibat lonjakan wisatawan yang memadati kawasan Nusantara.
UMKM di IKN meraih omzet hingga Rp20 juta per hari selama Lebaran 2026 akibat lonjakan wisatawan yang memadati kawasan Nusantara.

Lonjakan kunjungan wisatawan ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) selama libur Idul Fitri 2026 membawa berkah besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ribuan pengunjung yang datang setiap hari berdampak langsung pada peningkatan omzet, bahkan mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah per hari.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara, Troy Pantouw, menyampaikan bahwa tingginya kunjungan masyarakat tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.

“Kunjungan masyarakat untuk melihat langsung hasil pembangunan IKN tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menguatkan ekonomi bagi pelaku UMKM,” ujarnya di Nusantara, Sabtu.

Dampak Langsung Ke Pelaku UMKM

Ramainya aktivitas wisata di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dan sekitarnya terbukti mendorong perputaran ekonomi. Pelaku usaha kuliner, minuman, hingga suvenir merasakan peningkatan signifikan dibanding hari biasa.

Nita, pemilik usaha di Café Sepaku Empat, mengaku omzetnya melonjak drastis selama Lebaran.

“Biasanya sekitar Rp1,8 juta per hari. Tapi saat Lebaran hari pertama sampai ketiga bisa tembus Rp10 juta sampai Rp15 juta per hari,” jelasnya.

Produk andalannya berupa mochi khas Jepang justru jadi primadona. Meski proses pembuatannya memakan waktu, permintaan tetap tinggi, terutama dari kalangan anak muda.

Kuliner Tradisional Dan Modern Sama-Sama Laris

Fenomena serupa juga dialami Wahyu, penjual dawet ayu “Bang Brewok” di Plaza Seremoni. Ia mencatat omzet harian mencapai Rp10 juta hingga Rp12 juta selama libur Lebaran.

Sementara itu, pelaku UMKM suvenir seperti Dina menyebutkan penjualan produknya meningkat hingga dua kali lipat, terutama untuk baju khas Nusantara yang banyak diburu wisatawan.

Di sektor kuliner modern, Ichi dari Goffee Latte dan BJ Resto juga merasakan dampaknya.

“Kalau lagi momen libur atau ada event, omzet bisa Rp10 juta sampai Rp15 juta per hari. Tapi kalau sepi, biasanya hanya Rp2 juta sampai Rp3 juta,” ujarnya.

Menu Favorit Jadi Magnet Pengunjung

Sri Mus Mulyawati dari D’sweet Nusantara menyebut bakwan malang sebagai menu unggulan yang paling dicari.

“Banyak pengunjung bilang rasa bakwan ini bikin kangen. Bahkan mereka datang lagi karena ingat rasanya,” ungkapnya.

Selama libur Lebaran, omzet usahanya bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp20 juta per hari—angka yang jauh di atas hari normal.

Akses Jalan Jadi Faktor Penentu

Selain daya tarik wisata, kemudahan akses menuju kawasan IKN menjadi faktor penting dalam lonjakan jumlah pengunjung. Pembukaan jalur selama periode libur terbukti meningkatkan arus wisatawan secara signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di IKN tidak hanya berdampak pada sektor pemerintahan, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

FAQ

1. Berapa rata-rata omzet UMKM di IKN saat Lebaran 2026?
Omzet berkisar antara Rp10 juta hingga Rp20 juta per hari, tergantung jenis usaha.

2. Apa yang menyebabkan lonjakan omzet tersebut?
Tingginya kunjungan wisatawan ke kawasan IKN selama libur Lebaran.

3. Produk apa yang paling laris di IKN?
Kuliner seperti mochi, dawet ayu, bakwan malang, serta suvenir khas Nusantara.

4. Apakah omzet UMKM stabil setelah Lebaran?
Tidak selalu, biasanya turun kembali ke kisaran Rp2 juta–Rp3 juta per hari saat kondisi normal.

5. Faktor apa yang mendukung peningkatan kunjungan ke IKN?
Akses jalan yang dibuka selama libur serta rasa penasaran masyarakat terhadap pembangunan IKN.