Masa Depan Pedro Acosta di MotoGP Terancam? Jorge Lorenzo Ungkap Syarat Kunci yang Menentukan Pilihannya
![]() |
| Jorge Lorenzo. |
JAKARTA - Masa depan Pedro Acosta di MotoGP kembali menjadi sorotan. Menurut legenda MotoGP, Jorge Lorenzo, keputusan Acosta untuk bertahan atau meninggalkan KTM pada 2026 akan sangat ditentukan oleh performa pabrikan tersebut di musim depan.
Sepanjang awal musim 2025, Acosta beberapa kali mengeluhkan performa motor KTM RC16 yang dinilainya jauh tertinggal dari Ducati Desmosedici. Ia bahkan bukan pembalap KTM terbaik, karena lebih sering kalah cepat dari rekan setimnya, Maverick Vinales.
![]() |
| Pedro Acosta. |
Namun memasuki pertengahan musim, performa Acosta mulai membaik meski KTM nyaris tidak memberikan pembaruan besar pada motornya. Sayangnya, peningkatan itu belum cukup membawa Acosta meraih kemenangan pertama di kelas utama. Ia menutup musim kedua di MotoGP tanpa satu pun kemenangan, membuat tekanan bagi KTM untuk menghadirkan motor kompetitif pada 2026 semakin besar.
Jorge Lorenzo menilai bahwa peluang Acosta bertahan di KTM sangat bergantung pada hasil yang ia dapatkan musim depan.
“Semua tergantung hasil,” ujar Lorenzo saat berbicara dalam siaran MotoGP saat tes Valencia. “Kalau Pedro mulai menang empat race berturut-turut, mungkin pikirannya berubah dan ia akan ingin tetap di KTM. Jadi semuanya kembali ke hasil.”
Bukan Acosta Saja yang Frustrasi – Quartararo Juga Alami Penurunan Drastis
![]() |
| Pedro Acosta. |
Selain Acosta, Fabio Quartararo juga mengalami masa sulit bersama Yamaha sepanjang 2025. Ia belum kembali menang sejak balapan di Jerman tahun 2022. Meski menjadi pembalap Yamaha terbaik hampir di setiap seri, Quartararo tetap kesulitan bersaing untuk podium.
Ia bahkan mengumpulkan lebih banyak poin seorang diri dibandingkan tiga pembalap Yamaha lainnya sepanjang musim. Dua kali ia meraih pole position, namun itu pun tidak berbuah kemenangan.
Di Silverstone, Quartararo kehilangan posisi terdepan akibat masalah keandalan mesin, membuat kebuntuan performanya terasa makin menyakitkan.
Kondisi ini membuat Quartararo disebut-sebut semakin dekat dengan keputusan untuk pindah pabrikan pada 2027.
![]() |
| Pedro Acosta |
Jorge Lorenzo memberikan pandangan menarik terkait situasi El Diablo.
“Dari ucapannya, terlihat ia memberi kesempatan pada Yamaha. Kontrak yang ia dapat juga sangat bagus secara finansial,” ujar Lorenzo.
“Tapi ketika kamu belum punya uang, kamu mencari uang. Setelah sudah punya uang, kamu ingin hasil. Sulit untuk mendapatkan semuanya sekaligus.”
Lorenzo menambahkan bahwa Ducati saat ini masih menjadi motor paling kompetitif, sehingga mereka tidak perlu menggelontorkan dana besar seperti pabrikan lain yang sedang tertinggal.
“Pada akhirnya pembalap harus memilih berdasarkan seberapa besar keinginan mereka untuk menang,” lanjutnya.
Yamaha Beralih ke Mesin V4 – Solusi atau Masalah Baru?
Mulai musim depan, Yamaha akan beralih dari mesin inline-four ke konfigurasi V4 setelah lebih dari dua dekade bertahan dengan konsep lama. Perubahan ini membuat Yamaha akhirnya berada satu jalur dengan sebagian besar pabrikan MotoGP lainnya.
Namun menurut Lorenzo, perubahan besar ini bukanlah solusi instan.
“Ini keputusan yang aneh karena mereka punya pengalaman panjang dengan inline-four. Tapi mungkin itulah alasan mereka tidak pernah punya mesin paling kuat,” jelasnya.
“Dengan V4, mereka bisa bersaing dari sisi top speed. Tapi mereka sangat kurang pengalaman dengan tipe mesin ini. Jadi pekerjaannya tidak akan mudah.”




