Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Kecelakaan Lalu Lintas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecelakaan Lalu Lintas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 April 2026

Pejalan Kaki Tewas Diduga Tabrak Lari Di Parindu Sanggau Pagi Hari

Pejalan Kaki Tewas Diduga Tabrak Lari Di Parindu Sanggau Pagi Hari
Pejalan kaki tewas diduga tabrak lari di Parindu, Sanggau. Polisi masih menyelidiki identitas kendaraan dan pelaku.
SANGGAU – Seorang pejalan kaki dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas yang diduga tabrak lari di Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Selasa (28/4/2026) pagi. Korban ditemukan tergeletak di badan jalan tanpa keberadaan kendaraan yang diduga menabraknya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.54 WIB di Jalan Raya Bodok–Sosok, tepatnya di depan pemakaman Katolik Dusun Baharu, Desa Suka Gerundi. Informasi awal diterima petugas piket Polsek Parindu dari laporan warga yang menemukan korban di lokasi kejadian.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas kepolisian segera menuju tempat kejadian perkara (TKP). Setibanya di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di tengah jalan, sementara kendaraan yang diduga terlibat tidak berada di tempat.

Identitas korban kemudian diketahui sebagai Aji Hasyim, warga Dusun Bentaian II, Desa Bentaian Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Identifikasi dilakukan berdasarkan dokumen yang ditemukan serta keterangan saksi di sekitar lokasi.

Sejumlah saksi menyebutkan bahwa saat kejadian, korban sudah dalam kondisi tergeletak di jalan. Tidak ada saksi yang melihat secara langsung proses terjadinya tabrakan, sehingga dugaan sementara mengarah pada kasus tabrak lari oleh kendaraan yang melintas.

Petugas kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Pusat Damai untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, hasil pemeriksaan tenaga kesehatan menyatakan korban telah meninggal dunia akibat luka yang diderita.

Selain proses evakuasi, aparat kepolisian juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi guna mencegah kemacetan dan menjaga keamanan. Olah TKP awal turut dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan.

Kapolsek Parindu, Iptu N. Ling, menyatakan pihaknya telah mengambil langkah cepat sejak menerima laporan masyarakat. Polisi juga telah mengamankan identitas korban serta mengumpulkan keterangan awal dari para saksi.

“Kami langsung merespons laporan dengan mendatangi lokasi, melakukan evakuasi, serta mengumpulkan data awal. Saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan,” ujarnya.

Polisi kini terus melakukan penelusuran untuk mengungkap identitas kendaraan dan pengemudi yang diduga terlibat. Koordinasi dengan berbagai pihak juga dilakukan guna mempercepat proses pengungkapan kasus.

Berdasarkan hasil pengamatan sementara, kondisi saat kejadian diketahui cuaca cerah dengan jalan lurus dan arus lalu lintas relatif sepi. Faktor tersebut turut menjadi bagian dari analisis penyelidikan.

Polsek Parindu mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor. Partisipasi publik diharapkan dapat membantu mengungkap kasus secara terang dan memberikan kepastian hukum. (Liber)

Senin, 06 April 2026

Tragedi Bus DAMRI Di Sanggau, 1 Meninggal Dunia Puluhan Luka, Polisi Ungkap Penyebab Awal

Kecelakaan bus DAMRI di Sanggau menewaskan 1 penumpang dan 20 luka. Polisi ungkap dugaan rem bermasalah saat melintas di jalan menurun.
Kecelakaan bus DAMRI di Sanggau menewaskan 1 penumpang dan 20 luka. Polisi ungkap dugaan rem bermasalah saat melintas di jalan menurun.

Sanggau, Kalbar — Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sanggau. Sebuah bus milik Perum DAMRI jurusan Sintang–Pontianak mengalami kecelakaan tunggal pada Minggu (5/4) siang, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sanggau, Iptu Andiet Tri Hatmojo, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.50 WIB di jalan menurun Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas.

“Benar, satu orang penumpang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal bus DAMRI di wilayah Sanggau siang tadi,” ujarnya.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan awal dari pihak kepolisian, kecelakaan diduga dipicu oleh kendaraan yang kehilangan kendali saat melintasi jalan menurun dan tikungan.

Sopir bus diketahui sudah menyadari adanya kendala pada sistem pengereman sejak awal perjalanan. Meski begitu, pengemudi tetap berusaha mengendalikan kendaraan dengan hati-hati.

Namun, saat tiba di lokasi kejadian yang memiliki turunan curam dan tikungan ke kanan, bus mulai oleng ke kiri. Upaya sopir untuk mengembalikan kendali dengan membanting setir ke kanan tidak berhasil, hingga akhirnya kendaraan mengalami kecelakaan tunggal.

“Dugaan sementara, rem tidak berfungsi optimal sehingga kendaraan kehilangan kendali,” jelas Andiet.

Korban Dan Penanganan

Data sementara mencatat satu orang meninggal dunia, 10 penumpang mengalami luka berat, dan 10 lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat.

Bus dengan nomor polisi KB 7710 S tersebut diketahui mengangkut total 31 orang, termasuk sopir dan kernet, dalam perjalanan dari Sintang menuju Terminal Ambawang, Kubu Raya.

Tanggapan DAMRI

Manajemen DAMRI Cabang Pontianak menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut. Mereka memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.

“Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan agar korban yang dirawat segera pulih,” tulis pihak manajemen dalam keterangan resmi.

DAMRI juga menegaskan telah melakukan langkah cepat, mulai dari evakuasi di lokasi, koordinasi dengan pihak rumah sakit dan kepolisian, hingga pendampingan kepada korban dan keluarga.

Selain itu, perusahaan berkomitmen untuk mendukung penuh proses investigasi serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan operasional.

Proses Investigasi Masih Berjalan

Saat ini, Satlantas Polres Sanggau masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh operator transportasi untuk lebih memperhatikan kondisi kendaraan, terutama sistem keselamatan seperti rem, guna mencegah kejadian serupa.

FAQ

1. Di mana lokasi kecelakaan bus DAMRI terjadi?
Kecelakaan terjadi di Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

2. Berapa jumlah korban dalam kecelakaan ini?
Satu orang meninggal dunia, 10 luka berat, dan 10 luka ringan.

3. Apa penyebab kecelakaan bus DAMRI?
Dugaan sementara akibat rem tidak berfungsi optimal saat melintas di jalan menurun dan tikungan.

4. Berapa jumlah penumpang dalam bus?
Total ada 31 orang, termasuk sopir dan kernet.

5. Apa langkah yang dilakukan DAMRI setelah kejadian?
Evakuasi korban, koordinasi dengan rumah sakit dan polisi, serta evaluasi keselamatan operasional.

Rabu, 04 Maret 2026

Video Viral Anak Tertabrak Ketika Menyeberang Bersama Ibu Picu Sorotan Soal Kewaspadaan Orang Tua

Detik-Detik Anak Tertabrak Saat Ibu Menyeberang, Warganet Soroti Pentingnya Keselamatan Jalan
Video menegangkan memperlihatkan anak tertabrak saat menyeberang bersama ibu. Lokasi dan kondisi korban belum diketahui. Peristiwa ini jadi pengingat pentingnya keselamatan jalan dan kewaspadaan orang tua.

Detik-Detik Anak Tertabrak Saat Ibu Menyeberang, Warganet Soroti Pentingnya Keselamatan Jalan

Konten Viral -- Sebuah video memperlihatkan momen menegangkan ketika seorang ibu hendak menyeberang jalan bersama dua anak kecil. 

Insiden itu terjadi dalam hitungan detik saat salah satu anak tiba-tiba berlari ke tengah jalan dan sebuah kendaraan yang melintas tidak sempat menghindar. 

Hingga kini, lokasi pasti kejadian serta kondisi terbaru anak tersebut belum diketahui secara resmi.

Kronologi Kejadian yang Terekam Kamera

Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, terlihat seorang ibu berdiri di tepi jalan sambil menggandeng dua anaknya. Situasi awal tampak aman. 

Arus lalu lintas terlihat normal dan sang ibu sempat berhenti sejenak, memastikan kondisi sebelum melangkah.

Namun situasi berubah drastis. Salah satu anak secara spontan berlari lebih dulu menuju badan jalan. 

Dalam waktu yang sangat singkat, sebuah kendaraan yang sedang melintas tidak dapat mengerem atau menghindar tepat waktu. Benturan pun tak terelakkan.

Peristiwa tersebut sontak memicu kekhawatiran publik. Banyak warganet menyoroti pentingnya kewaspadaan ekstra saat menyeberang jalan, khususnya ketika bersama anak-anak yang pergerakannya sulit diprediksi.

Lokasi dan Kondisi Korban Belum Terungkap

Sampai artikel ini ditulis, belum ada keterangan resmi terkait lokasi kejadian maupun kondisi terkini anak yang terlibat dalam insiden tersebut. Tidak diketahui pula apakah peristiwa ini telah ditangani oleh pihak berwenang atau tidak.

Ketiadaan informasi resmi membuat publik hanya dapat mengandalkan potongan video yang beredar. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu klarifikasi dari sumber terpercaya.

Pelajaran Penting bagi Orang Tua dan Pengguna Jalan

Kejadian ini menjadi pengingat serius bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. 

Anak-anak memiliki refleks cepat dan rasa ingin tahu tinggi, sehingga bisa bergerak tanpa peringatan.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan orang tua saat menyeberang jalan:

  • Selalu genggam tangan anak dengan erat.

  • Ajarkan anak untuk tidak berlari saat berada di dekat jalan raya.

  • Gunakan zebra cross atau jembatan penyeberangan jika tersedia.

  • Pastikan benar-benar aman sebelum melangkah ke badan jalan.

  • Hindari distraksi seperti ponsel saat bersama anak di area lalu lintas.

Bagi pengendara, kewaspadaan juga menjadi kunci utama. Kurangi kecepatan saat melintasi kawasan permukiman, sekolah, atau area yang berpotensi banyak pejalan kaki.

Jalan raya adalah ruang publik yang dinamis. Situasi bisa berubah dalam sepersekian detik. Dengan meningkatkan kesadaran dan disiplin berlalu lintas, risiko kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.

FAQ Seputar Insiden Anak Tertabrak Saat Menyeberang

Apakah lokasi kejadian sudah diketahui?
Belum. Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai lokasi pasti insiden tersebut.

Bagaimana kondisi anak yang terlibat?
Belum ada keterangan resmi mengenai kondisi korban.

Apa penyebab utama kejadian dalam video?
Berdasarkan rekaman, anak tiba-tiba berlari ke tengah jalan sehingga kendaraan tidak sempat menghindar.

Apa yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah kejadian serupa?
Selalu menggandeng anak, mengawasi secara penuh, dan memastikan kondisi lalu lintas aman sebelum menyeberang.

Sabtu, 13 Desember 2025

Sopir Mobil MBG Lalai Kurang Tidur Tabrak Siswa SD Kalibaru 01 Hingga Timbulkan Banyak Korban

Sopir Mobil MBG Lalai Kurang Tidur Tabrak Siswa SD Kalibaru 01 Hingga Timbulkan Banyak Korban
Sopir Mobil MBG Lalai Kurang Tidur Tabrak Siswa SD Kalibaru 01 Hingga Timbulkan Banyak Korban. (Gambar cover kompas.com)

JAKARTA - Kecelakaan mobil pembawa Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak siswa dan guru SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, akhirnya menemukan titik terang.

Polres Metro Jakarta Utara mengungkap bahwa kecelakaan pada Jumat 12 Desember 2025 itu terjadi akibat kelalaian sopir berinisial AI yang diduga mengemudi dalam kondisi kurang tidur. 

Peristiwa yang terjadi sekitar pagi hari tersebut menimbulkan korban luka hingga 21 siswa dan satu guru, membuat publik terkejut sekaligus mempertanyakan keamanan distribusi program MBG.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz menjelaskan bahwa hasil penyidikan mengarah pada dugaan kuat bahwa AI tidak dalam kondisi layak mengemudi ketika mengantar paket MBG dari SPPG menuju sejumlah sekolah. 

AI diketahui baru tidur sekitar pukul 04.00 WIB dan hanya beristirahat selama 1,5 jam sebelum kembali bertugas. 

Kendati demikian, ia tetap mengemudikan mobil MBG sekitar pukul 05.30 WIB menuju sekolah tujuan.

Sopir Mobil MBG Lalai Kurang Tidur Tabrak Siswa SD Kalibaru 01 Hingga Timbulkan Banyak Korban
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz.

Menurut Erick, kurangnya waktu istirahat menjadi alasan utama mengapa sopir bisa kehilangan konsentrasi hingga akhirnya menyebabkan kecelakaan fatal di depan SDN Kalibaru 01.

Ia menambahkan bahwa temuan tersebut menjadi perhatian serius karena mobil MBG membawa muatan untuk kepentingan publik dan aktivitasnya sangat erat dengan keselamatan anak-anak sekolah. 

Erick menegaskan bahwa kondisi fisik sopir merupakan faktor utama untuk memastikan keamanan dalam distribusi makanan bergizi di wilayah Jakarta Utara.

AI kini dijerat Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan luka berat, dengan ancaman pidana hingga lima tahun penjara. 

Polisi juga masih mendalami apakah ada kelalaian dari pihak penyelenggara distribusi MBG, terutama terkait aturan jam kerja sopir dan standar pemeriksaan kondisi fisik sebelum bertugas. 

Selain itu, proses pendampingan terhadap korban dan keluarga terus dilakukan oleh pemerintah daerah serta pihak sekolah untuk memastikan pemulihan fisik dan psikologis siswa yang terdampak.

Hingga kini, korban yang mengalami luka masih menjalani perawatan di beberapa fasilitas kesehatan terdekat. 

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara disebut tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme distribusi MBG agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. 

Masyarakat pun berharap adanya kebijakan baru yang lebih ketat terkait keselamatan pengemudi dan kendaraan, terutama karena program MBG memang ditujukan untuk mendukung kesehatan anak-anak di sekolah.