Berita BorneoTribun: Kecelakaan hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Kecelakaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecelakaan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 April 2026

Bus DAMRI Kecelakaan di Penyeladi Sanggau, Ada Korban Jiwa

Foto: Bus DAMRI mengalami kecelakaan di tanjakan Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Minggu (5/4/2026)

SANGGAU - Telah terjadi kecelakaan maut Bus DAMRI di tikungan turunan/tanjakan Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Sanggau pada Minggu (5/4/2026).

Bus DAMRI berangkat dari Sintang tujuan Pontianak tersebut mengangkut sebanyak 31 penumpang.

Berdasarkan informasi dilapangan, pasca kecelakaan tersebut 1 (satu) penumpang dinyatakan meninggal ditempat, 1 (satu) orang mengalami putus tangan, dan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Dilihat dari posisinya, Bus tersebut baru saja menuruni tanjakan Penyeladi dan sebagian badan bus mengarah ke sungai Kapuas.

Polisi sudah melakukan identifikasi terkait kronologi kejadian, dan sampai berita ini dipublikasikan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Selasa, 24 Maret 2026

Detik-detik Kecelakaan Maut di Kubu Raya: Minibus Hilang Kendali Sebelum Tabrak Truk

Foto: Polisi identifikasi TKP kecelakaan lalu lintas di jalan raya Trans Kalimantan KM 63 Teluk Bakung

KUBU RAYA - Kecelakaan lalu lintas maut kembali terjadi di Jalan Raya Trans Kalimantan, tepatnya di KM 63, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (24/3/2026) pagi. Insiden yang melibatkan truk boks dan minibus ini merenggut empat nyawa.

Kasat Lantas IPTU Judi Effendhy yang disampaikan oleh Kasubsi Penmas Aiptu Ade, membenarkan peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB tersebut.

Kronologi Kejadian: Hilang Kendali di Kecepatan Tinggi

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh kepolisian, kecelakaan bermula saat truk boks dengan nomor polisi KB 8652 SL yang dikemudikan oleh pria berinisial AR melaju dari arah Pontianak menuju Tayan.

Setibanya di lokasi kejadian, sebuah mobil minibus dengan nomor polisi KB 7012 F yang dikemudikan oleh YI datang dari arah berlawanan. Mobil minibus yang membawa total tujuh penumpang tersebut secara tiba-tiba kehilangan kendali.

"Mobil minibus tersebut tiba-tiba out of control dan bergerak ke arah kanan jalur. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan hebat dengan truk boks di depannya tidak dapat terhindarkan lagi," ujar Aiptu Ade dalam keterangan resminya.

Data Korban: 4 Meninggal Dunia, 5 Luka-luka

Dampak tabrakan hebat ini menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan kedua kendaraan. Dari total sembilan orang yang terlibat (termasuk kedua sopir), empat di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Berikut adalah rincian kondisi korban:

Meninggal Dunia: Empat penumpang minibus berinisial DA, YA, AR, serta satu orang penumpang yang hingga kini identitasnya masih dalam proses identifikasi.

Luka-luka: Pengemudi minibus (YI), dua penumpang minibus lainnya (HO dan KN), serta pengemudi truk boks (AR).

Seluruh korban luka maupun jenazah korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Anton Soedjarwo Pontianak untuk penanganan medis lebih lanjut dan proses pemulasaran.

Diduga Akibat Kurang Konsentrasi

Pihak kepolisian mengungkapkan dugaan sementara penyebab kecelakaan ini adalah faktor kelalaian manusia (human error).

"Diduga kuat penyebab kecelakaan karena pengemudi minibus kurang berkonsentrasi saat berkendara, sehingga kendaraan keluar dari jalur dan memicu tabrakan," tambah Ade.

Saat ini, kedua kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti. Pihak Satlantas Polres Kubu Raya pun mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya di jalur lintas provinsi, untuk selalu menjaga kondisi fisik dan konsentrasi penuh demi keselamatan bersama. (Tim)

Minggu, 22 Februari 2026

Tragis Istri Anggota DPRD Sulsel Tewas di Tol Reformasi Makassar

Polisi menyelidiki kecelakaan tunggal di Tol Reformasi Makassar yang menewaskan istri anggota DPRD Sulsel. Mobil diduga hilang kendali, satu korban lain masih dirawat intensif.
Polisi menyelidiki kecelakaan tunggal di Tol Reformasi Makassar yang menewaskan istri anggota DPRD Sulsel. Mobil diduga hilang kendali, satu korban lain masih dirawat intensif.

Kecelakaan tunggal menewaskan Wardana Mamung (47), istri anggota DPRD Sulawesi Selatan Kapten Hariadi, di Jalan Tol Reformasi Kilometer 7.200, Kota Makassar, Sabtu sekitar pukul 14.00 WITA. Peristiwa tragis tersebut kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Andi Husnaeni menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lokasi kejadian.

Diduga Hilang Kendali di Tol Reformasi

Berdasarkan laporan awal di lapangan, mobil Toyota Raize putih bernomor polisi DD 1305 WA yang dikemudikan korban melaju dari arah barat menuju timur di Tol Reformasi Makassar. Saat berada di Kilometer 7.200, kendaraan diduga mengalami hilang kendali atau out of control.

Mobil disebutkan oleng ke arah kiri sebelum akhirnya menghantam pembatas jalan. Benturan keras menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan parah di bagian depan.

Akibat kecelakaan tersebut, Wardana Mamung mengalami luka berat, di antaranya patah lengan kanan atas, luka robek di pipi kanan, patah tulang wajah, serta cedera parah di bagian kepala. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, namun dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.

Anak Korban Selamat Namun Alami Luka

Dalam mobil tersebut terdapat dua orang. Selain korban, anaknya Siti Fatimah Anggun (16) yang masih berstatus pelajar turut menjadi korban dalam insiden tersebut. Ia mengalami patah tulang di tangan kiri akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi.

Saat ini, Siti Fatimah Anggun masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Kondisinya dilaporkan stabil dan terus dipantau tim medis.

Proses Penyelidikan Masih Berlangsung

Polisi belum menyimpulkan faktor penyebab kecelakaan, apakah karena faktor teknis kendaraan, kondisi jalan, atau kelalaian pengemudi. Tim Unit Laka Lantas masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan kendaraan.

Pihak kepolisian mengimbau para pengendara agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum memasuki jalan tol, serta menjaga konsentrasi selama berkendara demi menghindari risiko kecelakaan lalu lintas.

Jenazah Disemayamkan di Makassar

Jenazah Wardana Mamung telah dibawa pihak keluarga ke rumah duka di kawasan BTN Kodam VII Wirabuana Blok 1 Makassar. Rencananya, almarhumah akan dimakamkan pada Minggu 22 Februari 2026.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat. Insiden tersebut juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati di jalan raya, terutama saat melintasi jalur bebas hambatan seperti jalan tol.

FAQ Seputar Kecelakaan di Tol Reformasi Makassar

1. Siapa korban kecelakaan di Tol Reformasi Makassar?
Korban meninggal adalah Wardana Mamung (47), istri anggota DPRD Sulawesi Selatan.

2. Di mana lokasi kecelakaan terjadi?
Kecelakaan terjadi di Jalan Tol Reformasi Kilometer 7.200, Kota Makassar.

3. Kapan kecelakaan tersebut terjadi?
Peristiwa terjadi pada Sabtu sekitar pukul 14.00 WITA.

4. Apa penyebab kecelakaan?
Masih dalam penyelidikan. Dugaan awal kendaraan mengalami hilang kendali sebelum menabrak pembatas jalan.

5. Apakah ada korban lain?
Ya, anak korban berusia 16 tahun mengalami patah tulang dan kini dirawat intensif.

Rabu, 21 Januari 2026

Dini Hari Mencekam di Tayan Hilir Dua Bus Damri dan Truk Pupuk Tabrakan Beruntun Satu Nyawa Melayang

Dini Hari Mencekam di Tayan Hilir Dua Bus Damri dan Truk Pupuk Tabrakan Beruntun Satu Nyawa Melayang
Dini Hari Mencekam di Tayan Hilir Dua Bus Damri dan Truk Pupuk Tabrakan Beruntun Satu Nyawa Melayang.

SANGGAU - Suasana dini hari di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mendadak berubah mencekam. Sebuah kecelakaan lalu lintas serius berupa tabrakan beruntun terjadi di Dusun Tenggayong, Desa Cempedak, Rabu 21 Januari 2026 sekitar pukul 00.30 WIB.

Insiden nahas ini melibatkan tiga kendaraan sekaligus, yakni dua unit bus Damri dan satu truk ekspedisi yang mengangkut pupuk. Lokasi kejadian berada di ruas jalan sebelum Simpang Ampar, jalur dari Sosok menuju Pontianak, yang memang dikenal cukup ramai dilalui kendaraan besar.

Akibat kecelakaan tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian. Korban merupakan sopir truk ekspedisi yang saat kejadian terjepit di dalam kabin. Proses evakuasi pun berlangsung cukup lama karena kondisi kabin truk rusak parah.

Tak hanya itu, sopir salah satu bus Damri juga dilaporkan dalam kondisi kritis. Ia sempat dilarikan ke Puskesmas Tayan Hilir untuk mendapatkan pertolongan pertama, sebelum akhirnya dirujuk ke Pontianak. Hingga saat ini, korban masih belum sadarkan diri. Sementara itu, dua penumpang bus mengalami luka berat, di antaranya patah kaki dan cedera di bagian kepala.

Sejumlah penumpang lain yang mengalami luka-luka langsung dievakuasi ke Puskesmas Tayan Hilir. Untuk penumpang dengan luka ringan, pihak Damri menyiapkan armada pengganti agar mereka bisa melanjutkan perjalanan dengan aman.

Dari informasi yang dihimpun, kedua bus Damri tersebut tengah melayani rute Sintang–Pontianak dan melaju dari arah Sosok. Sementara truk ekspedisi diketahui berangkat dari Pontianak dengan tujuan mengantarkan pupuk ke wilayah Bodok.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kecelakaan. Saat ini, kasus tabrakan beruntun tersebut masih dalam penanganan aparat berwenang, termasuk pengumpulan keterangan saksi dan olah tempat kejadian perkara.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan agar selalu waspada, terutama saat melintas di malam hingga dini hari, demi keselamatan bersama.

@borneotribun.com Kecelakaan Maut Tayan Hilir Dua Bus Damri dan Truk Pupuk Tabrakan Satu Orang Tewas Suasana dini hari di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mendadak berubah mencekam. Sebuah kecelakaan lalu lintas serius berupa tabrakan beruntun terjadi di Dusun Tenggayong, Desa Cempedak, Rabu 21 Januari 2026 sekitar pukul 00.30 WIB. Insiden nahas ini melibatkan tiga kendaraan sekaligus, yakni dua unit bus Damri dan satu truk ekspedisi yang mengangkut pupuk. Lokasi kejadian berada di ruas jalan sebelum Simpang Ampar, jalur dari Sosok menuju Pontianak, yang memang dikenal cukup ramai dilalui kendaraan besar. Akibat kecelakaan tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian. Korban merupakan sopir truk ekspedisi yang saat kejadian terjepit di dalam kabin. Proses evakuasi pun berlangsung cukup lama karena kondisi kabin truk rusak parah. Tak hanya itu, sopir salah satu bus Damri juga dilaporkan dalam kondisi kritis. Ia sempat dilarikan ke Puskesmas Tayan Hilir untuk mendapatkan pertolongan pertama, sebelum akhirnya dirujuk ke Pontianak. Hingga saat ini, korban masih belum sadarkan diri. Sementara itu, dua penumpang bus mengalami luka berat, di antaranya patah kaki dan cedera di bagian kepala. Sejumlah penumpang lain yang mengalami luka-luka langsung dievakuasi ke Puskesmas Tayan Hilir. Untuk penumpang dengan luka ringan, pihak Damri menyiapkan armada pengganti agar mereka bisa melanjutkan perjalanan dengan aman. Dari informasi yang dihimpun, kedua bus Damri tersebut tengah melayani rute Sintang–Pontianak dan melaju dari arah Sosok. Sementara truk ekspedisi diketahui berangkat dari Pontianak dengan tujuan mengantarkan pupuk ke wilayah Bodok. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kecelakaan. Saat ini, kasus tabrakan beruntun tersebut masih dalam penanganan aparat berwenang, termasuk pengumpulan keterangan saksi dan olah tempat kejadian perkara. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan agar selalu waspada, terutama saat melintas di malam hingga dini hari, demi keselamatan bersama. Editor: Heri Yakop Sumber Foto & Video: Netizen Facebook Kunjungi & Ikuti: https://www.borneotribun.com/ https://www.youtube.com/@borneotribun https://www.instagram.com/borneotribun https://www.tiktok.com/@borneotribun.com https://www.threads.com/@borneotribun https://x.com/borneotribun https://id.pinterest.com/borneotribun/ #kecelakaanmaut #busdamri #sanggau #kalimantanbarat #beritaterkini ♬ suara asli - Borneotribun

Rabu, 17 September 2025

Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia

Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia
Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia. 
Sekadau, Kalbar - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Merdeka Timur, tepatnya di depan Gardu Induk PLN Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Rabu (17/9/2025) pagi. Peristiwa ini melibatkan sepeda motor yang dikendarai A (49) dan sebuah mobil micro bus yang dikemudikan BHT (47).

Kapolres Sekadau AKBP Donny Molino Manoppo melalui Kasat Lantas IPTU Sudarsono menjelaskan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 07.40 WIB. Saat kejadian, A yang baru pulang kerja dari RSUD Sekadau sempat berbalik arah menuju rumah sakit.
Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia
Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia. 
“Setibanya di lokasi kejadian, A berusaha mendahului kendaraan di depannya. Namun dari arah berlawanan melintas kendaraan micro bus. Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan tidak terhindarkan,” kata IPTU Sudarsono.

Akibat benturan, pengendara motor mengalami luka serius di bagian wajah dan tubuh. Korban sempat dilarikan ke RSUD Sekadau, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara pengemudi micro bus tidak mengalami luka.
Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia
Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur Sekadau, Polisi: Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia. 
IPTU Sudarsono menambahkan, polisi telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan saksi. Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan.

“Kami dari Satlantas Polres Sekadau mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara. Perhatikan kondisi jalan, utamakan keselamatan diri maupun orang lain, serta lengkapi kendaraan dengan perlengkapan dan surat-surat yang sah,” pesannya.

Kamis, 04 September 2025

Mayat Pria Ditemukan di Jalan Sekadau-Sintang, Polisi Pastikan Kecelakaan Tunggal

SEKADAU - Warga Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang pria di pinggir Jalan Raya Sekadau-Sintang, tepatnya di depan Kristian Center, Desa Bokak Sebumbun, Kecamatan Sekadau Hilir, pada Rabu (3/9/2025) pagi. 

Korban diketahui bernama Rendy (27), warga Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir. Polisi menduga kuat korban meninggal akibat kecelakaan tunggal yang terjadi pada Selasa (2/9/2025) malam.

Kasat Lantas Polres Sekadau, IPTU Sudarsono, menjelaskan bahwa dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan bersama sepeda motor Honda Verza berwarna merah hitam tanpa pelat nomor. Saat ditemukan, korban juga tidak menggunakan helm. 

Mayat Pria Ditemukan di Jalan Sekadau-Sintang, Polisi Pastikan Kecelakaan Tunggal
Mayat Pria Ditemukan di Jalan Sekadau-Sintang, Polisi Pastikan Kecelakaan Tunggal.

"Korban diduga mengalami kecelakaan tunggal pada Selasa malam. Dari kondisi di lapangan, terlihat motor korban masuk ke dalam tebing di sisi jalan," terang Sudarsono.

Lebih lanjut, ia memaparkan kronologi sebelum kejadian. Pada malam itu, korban diduga baru saja menemui pacarnya sebelum kembali ke rumah seorang teman di Desa Bokak Sebumbun. 

Namun, di perjalanan, keduanya sempat terlibat pertengkaran. 

"Diduga setelah bertengkar, korban mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Karena kehilangan keseimbangan, korban akhirnya terjatuh dan mengalami kecelakaan di lokasi kejadian," tambahnya.

Polisi sudah mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP serta memastikan jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. IPTU Sudarsono juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan mematuhi aturan lalu lintas. 

Mayat Pria Ditemukan di Jalan Sekadau-Sintang, Polisi Pastikan Kecelakaan Tunggal
Mayat Pria Ditemukan di Jalan Sekadau-Sintang, Polisi Pastikan Kecelakaan Tunggal.

"Kami harap masyarakat tidak mengabaikan keselamatan. Gunakan helm, jangan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, dan selalu perhatikan kondisi jalan," tegasnya.

Polisi melakukan olah TKP penemuan mayat pria di Jalan Sekadau-Sintang akibat kecelakaan tunggal.
Polisi melakukan olah TKP penemuan mayat pria di Jalan Sekadau-Sintang akibat kecelakaan tunggal.

Kasus ini menambah daftar kecelakaan lalu lintas di wilayah Sekadau. Kepolisian menyatakan akan terus melakukan patroli dan sosialisasi keselamatan berkendara, terutama di jalur rawan kecelakaan. 

Hingga kini, pihak keluarga korban sudah diberitahu dan proses pemulangan jenazah sedang dilakukan.

Rabu, 16 Juli 2025

Keajaiban Juliane Koepcke: Gadis 17 Tahun yang Selamat Sendirian di Hutan Amazon Setelah Kecelakaan Pesawat

Keajaiban Juliane Koepcke: Gadis 17 Tahun yang Selamat Sendirian di Hutan Amazon Setelah Kecelakaan Pesawat
Keajaiban Juliane Koepcke: Gadis 17 Tahun yang Selamat Sendirian di Hutan Amazon Setelah Kecelakaan Pesawat.

JAKARTA – Pernah mendengar kisah luar biasa Juliane Koepcke? Ia adalah gadis berusia 17 tahun yang menjadi satu-satunya orang selamat dari kecelakaan pesawat LANSA Penerbangan 508 yang jatuh di tengah hutan hujan Amazon, Peru, pada tahun 1971. 

Pesawat itu tersambar petir dan membawa 92 penumpang serta kru. 

Tak ada yang menyangka bahwa Juliane akan keluar hidup-hidup dari tragedi mengerikan itu.

Meski tubuhnya penuh luka, Juliane tak menyerah. Sendirian di hutan belantara yang penuh bahaya, ia bertahan hidup selama 11 hari.

Ia berjalan menyusuri sungai, meminum air hujan, dan berjuang melawan rasa sakit serta ketakutan hingga akhirnya ditemukan oleh penduduk lokal.

Kisahnya yang luar biasa ini menginspirasi banyak orang di seluruh dunia. 

Ceritanya diangkat ke dalam film dokumenter dan buku, seperti Wings of Hope dan Miracles Still Happen

Juliane menjadi simbol harapan dan ketangguhan manusia dalam menghadapi maut.

Keajaiban Juliane Koepcke: Gadis 17 Tahun yang Selamat Sendirian di Hutan Amazon Setelah Kecelakaan Pesawat
Keajaiban Juliane Koepcke: Gadis 17 Tahun yang Selamat Sendirian di Hutan Amazon Setelah Kecelakaan Pesawat.

Setelah selamat dan pulih, Juliane melanjutkan hidupnya dengan penuh semangat. 

Ia menekuni bidang zoologi dan menjadi ahli dalam studi mamalia, khususnya kelelawar. 

Bahkan, ia kembali ke Amazon bukan sebagai korban, melainkan sebagai ilmuwan yang berdedikasi untuk penelitian dan pelestarian alam.

Kisah Juliane Koepcke bukan hanya tentang keberuntungan, tetapi juga tentang kekuatan tekad, keberanian, dan harapan yang tak pernah padam.

Jumat, 28 Maret 2025

Pemudik Alami Kecelakaan di Jalan: Pentingnya Berkendara dengan Hati-Hati

Pemudik Alami Kecelakaan di Jalan: Pentingnya Berkendara dengan Hati-Hati. (Gambar ilustrasi)
Pemudik Alami Kecelakaan di Jalan: Pentingnya Berkendara dengan Hati-Hati. (Gambar ilustrasi)

JAKARTA – Mudik adalah tradisi tahunan yang dinanti banyak orang, terutama saat menjelang hari raya. 

Namun, di balik kebahagiaan bertemu keluarga, ada risiko yang sering mengintai para pemudik, salah satunya adalah kecelakaan di jalan. 

Banyak kasus kecelakaan terjadi akibat kurangnya kehati-hatian saat berkendara, baik karena kelelahan, terburu-buru, atau kurangnya kesadaran akan keselamatan.

Kurang Hati-Hati, Nyawa Jadi Taruhan

Setiap tahun, berita kecelakaan pemudik selalu muncul, dengan berbagai penyebab seperti mengantuk saat mengemudi, berkendara dengan kecepatan tinggi, atau tidak mematuhi rambu lalu lintas. 

Banyak pemudik yang memaksakan diri untuk terus berkendara meski tubuh sudah lelah, dengan alasan ingin cepat sampai di kampung halaman. 

Padahal, mengemudi dalam kondisi lelah sangat berbahaya karena bisa mengurangi konsentrasi dan memperlambat respons saat menghadapi situasi darurat di jalan.

Selain itu, masih ada pemudik yang kurang memperhatikan kondisi kendaraan sebelum perjalanan jauh. 

Ban yang gundul, rem yang kurang pakem, atau mesin yang tidak prima bisa meningkatkan risiko kecelakaan.

Tips Berkendara Aman Saat Mudik

Agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Istirahat yang cukup sebelum berkendara
    Pastikan tubuh dalam kondisi fit sebelum melakukan perjalanan jauh. Jika merasa lelah di tengah perjalanan, jangan ragu untuk berhenti sejenak dan beristirahat.

  2. Patuhi rambu lalu lintas
    Rambu dan aturan lalu lintas dibuat untuk keselamatan bersama. Jangan memaksakan diri untuk melanggar hanya karena ingin lebih cepat sampai.

  3. Periksa kondisi kendaraan sebelum berangkat
    Pastikan rem berfungsi dengan baik, ban dalam kondisi prima, oli mesin cukup, dan lampu-lampu kendaraan menyala dengan baik.

  4. Jangan berkendara dalam keadaan mengantuk atau lelah
    Jika mengantuk, lebih baik berhenti di rest area dan tidur sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

  5. Hindari penggunaan ponsel saat mengemudi
    Menggunakan ponsel saat berkendara bisa mengalihkan perhatian dan meningkatkan risiko kecelakaan. Jika perlu menggunakan GPS, gunakan fitur suara atau berhenti sejenak untuk melihat rute.

  6. Jaga kecepatan dan jarak aman
    Jangan ngebut atau berkendara terlalu dekat dengan kendaraan lain. Pastikan ada jarak aman untuk menghindari kecelakaan jika terjadi pengereman mendadak.

Keselamatan adalah Prioritas

Mudik memang momen spesial, tetapi keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama. 

Jangan sampai perjalanan yang seharusnya membawa kebahagiaan justru berakhir dengan tragedi karena kurangnya kehati-hatian.

Ingat, lebih baik sedikit lebih lama di perjalanan tetapi sampai dengan selamat, daripada buru-buru namun berisiko mengalami kecelakaan. Selamat mudik dan tetap berhati-hati di jalan!

Jumat, 21 Maret 2025

Penyebab Kecelakaan Bus Umrah di Arab Saudi Terungkap, Ini Kronologinya!

Penyebab Kecelakaan Bus Umrah di Arab Saudi Terungkap, Ini Kronologinya!
Penyebab Kecelakaan Bus Umrah di Arab Saudi Terungkap, Ini Kronologinya. (Gambar ilustrasi)

JAKARTA - Kabar duka datang dari tanah suci! Sebuah kecelakaan maut menimpa rombongan jemaah umrah asal Indonesia di Wadi Qudeid, Arab Saudi, pada Kamis (20/3). 

Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 13.30 waktu setempat atau 17.30 WIB, dan mengakibatkan enam warga negara Indonesia (WNI) meninggal dunia serta beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Penyebab Kecelakaan: Jip Menyalip Secara Tiba-Tiba

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Yusron Ambari, mengungkapkan bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh sebuah jip yang tiba-tiba menyalip di jalur bus. 

Akibatnya, bus yang membawa rombongan jemaah umrah menabrak jip tersebut hingga terguling dan terbakar.

"Bahwasanya bus yang ditumpangi jemaah umrah Indonesia menabrak jip yang tiba-tiba menyalip," ujar Yusron dalam jumpa pers online pada Jumat (21/3).

Baik bus maupun jip yang terlibat kecelakaan sama-sama terbakar habis di lokasi kejadian. Beruntung, posisi kedua kendaraan tidak menghalangi jalan utama karena bergeser ke area pasir di pinggir jalan tol.

Kasus Masih Ditangani Otoritas Arab Saudi

Saat ini, otoritas Kerajaan Arab Saudi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. Pihak KJRI terus berkoordinasi untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait kejadian ini, termasuk proses identifikasi korban yang masih berlangsung.

Daftar Korban Meninggal Dunia

Dari total 20 orang yang berada di dalam bus, enam di antaranya meninggal dunia. Berikut daftar korban yang telah teridentifikasi:

  1. Eny Soedarwati (49) - Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
  2. Dian Novita - Wakil Direktur Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Sumberrejo, Bojonegoro
  3. Sumarsih (44)
  4. Audria Malika Adam (16)
  5. Arelin Nawalia Adam (22)
  6. Dawam Mahmud (48)

Proses identifikasi masih terus dilakukan oleh otoritas setempat untuk memastikan data korban secara akurat.

Korban Luka Masih Dirawat di Rumah Sakit

Selain korban meninggal dunia, ada tiga orang yang mengalami luka serius dan masih dalam perawatan di rumah sakit Arab Saudi, yaitu:

  1. Fabian R Respati (14) - Mengalami luka bakar serius
  2. Ahsantu Dhonni Ghazali (55) - Mengalami retak tulang
  3. M Nawawi (22) - Mengalami retak tulang

Sementara itu, 11 korban lainnya yang mengalami luka ringan telah kembali ke hotel mereka di Makkah untuk melanjutkan program umrah.

Kecelakaan ini menjadi pukulan berat bagi keluarga korban dan masyarakat Indonesia. Banyak pihak yang mengucapkan belasungkawa, termasuk dari rekan kerja dan sahabat para korban. 

Pemerintah Indonesia melalui KJRI Jeddah terus mendampingi para korban serta mengurus pemulangan jenazah bagi keluarga yang menginginkan kepulangan almarhum ke tanah air.

Senin, 17 Maret 2025

Tragis! Kecelakaan di Jalan Sekadau-Sintang Renggut 3 Nyawa

Tragis! Kecelakaan di Jalan Sekadau-Sintang Renggut 3 Nyawa
Tragis! Kecelakaan di Jalan Sekadau-Sintang Renggut 3 Nyawa

SEKADAU – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Sekadau-Sintang, tepatnya di Dusun Gonis Rabu, Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, pada Minggu malam, 16 Maret 2025. Insiden ini melibatkan dua sepeda motor dan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia di tempat.

Kapolres Sekadau AKBP I Nyoman Sudama, melalui Kasi Humas AKP Agus Junaidi, mengungkapkan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha Vega ZR dan Honda CBR hitam. Yamaha Vega ZR dikendarai D (17) yang berboncengan dengan AR (14), sedangkan Honda CBR dikendarai TDD (17). Insiden nahas ini terjadi sekitar pukul 00.40 WIB.

Menurut AKP Agus, kecelakaan bermula saat Honda CBR yang dikendarai TDD melaju dari arah Gonis Rabu menuju Tapang Semadak. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan, Yamaha Vega ZR yang dikendarai D dan berboncengan dengan AR, tiba-tiba masuk ke jalur kanan.

"Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. Benturan keras menyebabkan ketiga korban mengalami luka parah dan meninggal dunia di lokasi kejadian," jelas AKP Agus pada Senin (17/3/2025).

Fakta Mengerikan Kecelakaan di Jalan Sekadau-Sintang Renggut 3 Nyawa: Tak Pakai Helm

Yang bikin miris, ketiga korban diketahui tidak menggunakan helm saat berkendara. Hal ini menyebabkan mereka mengalami cedera fatal di bagian kepala akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi.

Usai kejadian, Satlantas Polres Sekadau langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi korban ke RSUD Sekadau.

Menanggapi kejadian ini, AKP Agus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara dan selalu menaati peraturan lalu lintas.

"Kami harap kejadian ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua. Pakai helm, patuhi rambu lalu lintas, dan jangan ugal-ugalan di jalan. Keselamatan itu nomor satu," tegasnya.

Jumat, 20 Desember 2024

Mobil Agya Warna Merah Tecabor ke Parit di Depan Masjid Imam Bonjol Ketapang

Mobil Agya Warna Merah Tecabor ke Parit di Depan Masjid Imam Bonjol Ketapang
Mobil Agya Warna Merah Tecabor ke Parit di Depan Masjid Imam Bonjol Ketapang.
KETAPANG – Kondisi lalu lintas di jalan DI Panjaitan kelurahan Sampit awalnya ramai lancar, namun tetiba macet sebentar karena sebuah mobil minibus merk Toyota Agya nyungsep masuk parit, tepat di depan masjid Imam Bonjol. Mobil warna merah dengan plat Polisi nomor KB 1780 WP yang dikemudikan seorang ibu ibu tersebut alami ban sebelah kanan masuk parit pada Jumat pagi (20/12/2024).

Peristiwa itupun jadi tontonan warga, terutama para pengguna jalan yang sedang melintas. Dari keterangan warga, mobil itu masuk parit karena menghindari sebuah sepeda motor. Karena tak terkendali lagi, mobil itupun masuk parit. 

"Infonya menghindari motor di depan, sopirnya ibu-ibu," ujar Karyadi, petugas TRC BPBD Ketapang kepada wartawan, Jumat (20/12/2024)

Dibantu warga, petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Ketapang, langsung ke TKP dan melakukan evakuasi dengan menarik mobil itu menggunakan sebuah mobil truck penganggkut minyak. 

Proses evakuasi tidak berlangsung lama, mobil itupun lantas dapat ditarik. Sementara arus lalu lintas tetap aman dan lancar. 

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Pengemudi maupun penumpang tidak alami cedera apapun, hanya shock ringan diderita si pengemudi Agya Merah. 

Reporter: Muzahidin

Jumat, 02 Agustus 2024

Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Raya Desa Tembawang Bale, Landak

Kecelakaan lalu lintas di jalan raya Darit-Bengkayang, Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak. (Polda Kalbar/Borneotribun)
Kecelakaan lalu lintas di jalan raya Darit-Bengkayang, Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak. (Polda Kalbar/Borneotribun)
LANDAK – Pada hari Jumat, tanggal 02 Agustus 2024 sekitar pukul 16:35 WIB, terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan raya Darit-Bengkayang, Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak. Kejadian ini dilaporkan oleh warga setempat.

Menurut laporan, kecelakaan terjadi saat kendaraan motor merk Supra beriringan dengan mobil dari arah Bengkayang menuju Desa Tembawang Bale dengan kecepatan tinggi. 

Kecelakaan lalu lintas di jalan raya Darit-Bengkayang, Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak. (Polda Kalbar/Borneotribun)
Kecelakaan lalu lintas di jalan raya Darit-Bengkayang, Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak. (Polda Kalbar/Borneotribun)
Motor tanpa nomor plat mencoba menyalip mobil di tikungan jalan Tembawang Bale, namun kehilangan kendali dan menabrak mobil merk Xenia dengan nomor polisi KB 1072 QB yang datang dari arah Darit Bengkayang.

Pengemudi mobil, Fransiskus Juniarto, laki-laki berusia sekitar 21 tahun, seorang pelajar atau mahasiswa yang beralamat di Jalan Satria, Bumi Emas, Kabupaten Bengkayang, tidak mengalami luka.

Sementara itu, pengemudi motor, Kiun, laki-laki berusia sekitar 40 tahun, seorang petani yang beralamat di Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak, mengalami luka robek di kepala bagian belakang, dagu, leher, siku tangan kanan, kaki kanan luka dan memar.

Kecelakaan lalu lintas di jalan raya Darit-Bengkayang, Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak. (Polda Kalbar/Borneotribun)
Kecelakaan lalu lintas di jalan raya Darit-Bengkayang, Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak. (Polda Kalbar/Borneotribun)
Pasca kejadian, Kepala Sentral Pelayanan Kepolisian regu I Sektor Menyuke, Aipda Yusliadi beserta anggota langsung mendatangi lokasi kejadian. 

Mereka membuat sketsa kasar TKP, mendata identitas para korban dan saksi, serta mengamankan barang bukti. 

Selain itu, mereka juga mencari saksi-saksi dan menaksir kerugian material sekitar Rp 3.000.000,00.

Kecelakaan lalu lintas di jalan raya Darit-Bengkayang, Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak. (Polda Kalbar/Borneotribun)
Kecelakaan lalu lintas di jalan raya Darit-Bengkayang, Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak. (Polda Kalbar/Borneotribun)
"Kerugian material dari kecelakaan ini diperkirakan sekitar Rp 3.000.000,00," jelas Kapolsek Menyuke, Ipda Aprianus.

Sabtu, 13 Juli 2024

Kecelakaan Maut di Tol Solo-Ngawi, Minibus Isuzu Elf Tabrak Truk, 6 Orang Meninggal

Kecelakaan Maut di Tol Solo-Ngawi, Minibus Isuzu Elf Tabrak Truk, 6 Orang Meninggal
Kecelakaan Maut di Tol Solo-Ngawi, Minibus Isuzu Elf Tabrak Truk, 6 Orang Meninggal.
Jawa Tengah – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Jalan Tol Solo-Ngawi, tepatnya di KM 497+800, jalur B arah Surabaya menuju Jakarta, wilayah Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (13/7) dini hari. Kecelakaan ini melibatkan minibus Isuzu Elf bernomor polisi AG 7710 V dan truk tronton H 8593 NG.

Minibus yang membawa rombongan guru SD Darul Falah Surabaya ini berangkat menuju Yogyakarta pada Jumat (12/7). Perjalanan yang seharusnya membawa kegembiraan berakhir duka saat kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Berdasarkan laporan polisi, minibus menabrak truk tronton yang melaju di depannya di lajur kiri.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruh, mengonfirmasi bahwa penumpang minibus adalah rombongan guru SD Darul Falah. "Iya, itu kan guru sama yayasan yang pergi itu. Tadi pagi kalau berangkatnya, kan tadi malam jam 22.00 WIB katanya gitu," ujar Yusuf.

Jumlah Korban dan Penanganan

Kecelakaan ini mengakibatkan enam orang meninggal dunia, termasuk dua balita, dan 14 orang lainnya mengalami luka-luka. Yusuf menyatakan bahwa pihaknya telah mengirim petugas ke lokasi kejadian dan menyediakan ambulans untuk membantu korban.

"Tadi teman-teman BPBD ke sana. Tadi sudah koordinasi nanti kan mudah-mudahan segera dipulangkan ke rumah duka. Yang lainnya menyesuaikan karena kondisi ada yang berat ada yang ringan," katanya.

Identitas Korban

Kapolres Boyolali AKBP Petrus Parningotan Silalahi mengungkapkan bahwa kecelakaan diduga disebabkan oleh sopir yang mengantuk dan kendaraan yang kelebihan kapasitas, mengakibatkan rem blong. "Kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini," ungkapnya.

Minibus yang membawa 22 penumpang plus sopir tersebut menabrak truk tronton dari arah belakang. Akibat kecelakaan ini, enam orang meninggal dunia, 14 orang luka ringan, dan dua orang selamat tanpa luka.

Kepala Kamar Jenazah RSUD Pandan Arang, Suratno, menyatakan bahwa semua jenazah korban telah diidentifikasi. "Ada enam korban meninggal, empat dewasa dan dua balita, semuanya sudah teridentifikasi," ujarnya.

Berikut adalah daftar nama korban yang meninggal dunia:
  1. Adiba Mulazima (4), warga Kalilom Lor, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kenjeran, Surabaya.
  2. Abdurrohim Alburo’i (9 bulan), warga Kalilom Lor, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kenjeran, Surabaya.
  3. Achmad Rofi’uzein (26), warga Kalilom Lor, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kenjeran, Surabaya.
  4. Abdul Manan (69), warga Kalilom Lor, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kenjeran, Surabaya.
  5. Rifatul Fatati (27), warga Pepe, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.
  6. Ahmad Fendi Ghozali (24), warga Teken, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Korban luka-luka:
  1. Fahmi Muhammad, Surabaya.
  2. Subicha, Surabaya.
  3. Ahmad Farros Al Hazmi, Surabaya.
  4. Ririn Nurul, Surabaya.
  5. Imro'atul Qoyimah, Surabaya.
  6. Titi Jarmiasih, Surabaya.
  7. Luluk Nuridah, Lamongan.
  8. Siti Muchaiyah, Surabaya.
  9. Moch Nurul, Surabaya.
  10. Moch Fajrul Falah, Surabaya.
  11. Mutoharoh, Surabaya.
  12. Nur Aminah, Surabaya.
  13. Sukir (60), sopir, Mojokerto.

Korban selamat tak terluka:
  1. Alfina Syafitri (32), Surabaya.
  2. Khuluqin Nazidah (39), Surabaya.

Penyelidikan Lanjut

Satlantas Polres Boyolali bersama Polda Jateng tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden ini. Kendaraan yang terlibat telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan juga masyarakat Surabaya.

Kamis, 06 Juni 2024

Dua Pengendara Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan di Jalan Merdeka Timur

Sepeda motor mengalami kecelakaan di Jalan Merdeka Timur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir.
Sepeda motor mengalami kecelakaan di Jalan Merdeka Timur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir. (Humas Polres Sekadau)
SEKADAU – Dua pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan di Jalan Merdeka Timur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, pada Rabu (5/6) malam sekitar pukul 21.20 WIB.

Kecelakaan tersebut melibatkan FB (16), yang mengendarai sepeda motor Honda Vario warna putih, dan ES (19), yang mengendarai sepeda motor Yamaha X Ride warna biru.

Kapolres Sekadau AKBP I Nyoman Sudama, melalui Plh Kasat Lantas IPDA Alexander Aldo, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan keterangan saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sepeda motor mengalami kecelakaan di Jalan Merdeka Timur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir. (Humas Polres Sekadau)
Sepeda motor mengalami kecelakaan di Jalan Merdeka Timur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir. (Humas Polres Sekadau)
"FB melaju dari arah Jalan Tamtama, Desa Sungai Ringin menuju Jalan Merdeka Timur. Saat melintasi di depan toko MR. DIY, Desa Mungguk, tiba-tiba muncul ES yang mengendarai sepeda motor Yamaha X Ride dari arah berlawanan dan berbelok ke kanan," ujar Aldo, pada Kamis (6/6/2024).

IPDA Alexander Aldo melanjutkan bahwa jarak yang terlalu dekat antara kedua pengendara membuat mereka tidak bisa menghindari tabrakan.

Pengendara Sepeda motor mengalami kecelakaan di Jalan Merdeka Timur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir dibawa ke RSUD Sekadau. (Humas Polres Sekadau)
Pengendara Sepeda motor mengalami kecelakaan di Jalan Merdeka Timur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir dibawa ke RSUD Sekadau. (Humas Polres Sekadau)
Akibat kecelakaan tersebut, FB mengalami luka lecet di lutut kanan dan luka robek di jari kaki kiri, sementara ES mengalami memar di pinggang.

"Kedua pengendara tersebut telah dibawa ke RSUD Sekadau untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan ringan," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Aldo juga mengimbau kepada seluruh pengendara untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas saat berkendara di jalan raya. 

Pengendara Sepeda motor mengalami kecelakaan di Jalan Merdeka Timur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir dibawa ke RSUD Sekadau. (Humas Polres Sekadau)
Pengendara Sepeda motor mengalami kecelakaan di Jalan Merdeka Timur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir dibawa ke RSUD Sekadau. (Humas Polres Sekadau)
"Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik dan lengkapi surat-surat kendaraan," pesannya.

Kecelakaan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang perlunya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya.

Senin, 20 Mei 2024

Tragis, Pengunjung Air Terjun di Mukomuko Tewas Terjatuh dari Tebing

Tragis, Pengunjung Air Terjun di Mukomuko Tewas Terjatuh dari Tebing (Gambar ilustrasi)
Tragis, Pengunjung Air Terjun di Mukomuko Tewas Terjatuh dari Tebing (Gambar ilustrasi)
BENGKULU - Seorang pengunjung objek wisata air terjun di wilayah Satuan Permukiman (SP) VII Desa Gajah Makmur, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari tebing air terjun pada Minggu (19/5). 

Korban yang bernama Farel Alpindo (18) merupakan warga Desa Sibak, Kecamatan Ipuh.

"Korban Farel ini berkunjung ke sana bersama tiga rekannya pada Minggu siang sekira pukul 11.00 WIB," ujar Ahmad Hidayat Syah, Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Mukomuko, saat dihubungi dari Mukomuko.

Kejadian naas ini bermula ketika Farel dan ketiga rekannya berusaha menyeberangi sungai di sekitar air terjun. 

Salah satu rekan korban, Dela, tiba-tiba terpeleset dan memegang tangan Farel, menyebabkan keduanya jatuh ke dalam air terjun. 

Meskipun Dela berhasil diselamatkan oleh salah satu teman lainnya, Farel terjepit di bebatuan dan tidak dapat diselamatkan.

Rekan-rekan korban segera melaporkan kejadian ini kepada Kepala Desa Gajah Makmur. Kepala desa kemudian meneruskan laporan tersebut kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat. 

Tim gabungan yang terdiri dari pemerintah desa, polisi, TNI, dan masyarakat segera melakukan upaya evakuasi. Setelah tiga jam, korban berhasil dievakuasi namun telah dalam kondisi meninggal dunia.

"Tim gabungan menyeberangi sungai untuk membawa jasad korban dari lokasi air terjun ke jalan raya. Air terjun tersebut memang belum bisa dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga warga harus berjalan kaki untuk mencapai lokasi," tambah Ahmad Hidayat Syah.

Peristiwa ini mengingatkan kembali pentingnya kewaspadaan dan keselamatan saat berwisata di daerah yang memiliki risiko tinggi, seperti area air terjun yang licin dan berbatu. 

Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan menyediakan fasilitas keselamatan yang memadai untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Helikopter dalam Iring-Iringan Presiden Iran Jatuh di Azerbaijan Timur

Helikopter dalam Iring-Iringan Presiden Iran Jatuh di Azerbaijan Timur
Helikopter dalam Iring-Iringan Presiden Iran Jatuh di Azerbaijan Timur.
JAKARTA - Salah satu dari tiga helikopter dalam iring-iringan kunjungan Presiden Iran Ebrahim Raisi jatuh di Provinsi Azerbaijan Timur, menurut sejumlah laporan media Iran. Kejadian ini terjadi saat Raisi sedang dalam perjalanan untuk menghadiri peresmian bendungan di perbatasan bersama Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev.

Menurut laporan dari kantor berita IRNA, tim penyelamat darurat telah tiba di lokasi jatuhnya helikopter, namun operasi penyelamatan diperkirakan akan memakan waktu lebih lama akibat cuaca buruk.

Kantor berita semi-resmi Tasnim mengklaim bahwa helikopter yang mengalami kecelakaan tersebut membawa Presiden Raisi. Kantor berita Fars juga melaporkan bahwa akibat kabut tebal, helikopter yang membawa Raisi terpaksa melakukan pendaratan darurat. Raisi kemudian melanjutkan perjalanannya ke Tabriz melalui jalur darat.

Televisi pemerintah Iran juga melaporkan bahwa helikopter yang membawa Raisi melakukan pendaratan darurat, dan sejumlah tim pertolongan pertama telah dikirim ke lokasi kecelakaan.

Gubernur Azerbaijan Timur menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan informasi mengenai kemungkinan adanya korban jiwa atau cedera terkait kecelakaan ini. Laporan media Iran menyebutkan ada tiga helikopter yang ikut dalam konvoi kunjungan Presiden Raisi.

Selain Presiden Raisi, Imam Sholat Jumat Tabriz, Seyyed Mohammad-Ali Al-Hashem, dan Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian, juga dilaporkan berada di helikopter yang sama.

KNKT Selidiki Insiden Jatuhnya Pesawat di BSD, Tangerang Selatan

KNKT Selidiki Insiden Jatuhnya Pesawat di BSD, Tangerang Selatan
KNKT Selidiki Insiden Jatuhnya Pesawat di BSD, Tangerang Selatan
BANTEN - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menginvestigasi insiden jatuhnya pesawat di Kawasan Lapangan Sunburst, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, pada Minggu (19/5). 

Pesawat tipe Tecnam P2006T dengan nomor registrasi PK-IFP, milik Indonesia Flying Club, mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa pilot, co-pilot, dan mekanik.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, menyatakan bahwa investigasi ini akan dilakukan oleh KNKT sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

“Mengenai penyebab jatuhnya pesawat akan diinvestigasi oleh pihak KNKT,” kata Adita melalui pesan singkat di Jakarta, Minggu malam.

Pesawat yang terbang dari Bandara Salakanagara di Tanjung Lesung menuju Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan ini jatuh sekitar pukul 13.50 WIB. 

Seluruh korban, yaitu pilot Pulu Darmawan, co-pilot Suanda, dan teknisi Farid Ahmad, telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri di Keramat Jati, Jakarta Timur.

Kementerian Perhubungan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas insiden nahas tersebut. 

Adita menegaskan bahwa kementerian akan mendukung sepenuhnya proses investigasi yang dilakukan oleh KNKT. 

“Kami akan terus melakukan berbagai upaya untuk dapat memberikan pemutakhiran informasi dan data kepada seluruh masyarakat," ujarnya.

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan udara yang terjadi di Indonesia. 

KNKT diharapkan dapat segera menemukan penyebab pasti dari kecelakaan ini guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. 

Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan penerbangan dengan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait.

Minggu, 19 Mei 2024

Polres Singkawang: Diduga Mengantuk, Mobil Tergelincir Ke Parit

Polres Singkawang: Diduga Mengantuk, Mobil Tergelincir Ke Parit
Polres Singkawang: Diduga Mengantuk, Mobil Tergelincir Ke Parit.
SINGKAWANG - Sebuah insiden kecelakaan tunggal terjadi pada Minggu dini hari, sekitar pukul 03.38 WIB, di Jalan Baru Kelurahan Roban. 

Tim Patroli Perintis Presisi Polres Singkawang yang sedang melakukan patroli rutin menemukan sebuah mobil tergelincir ke parit. 

Diduga, pengemudi mobil tersebut dalam kondisi mengantuk saat kecelakaan terjadi pada Minggu dini hari (19/5/2024).

Menemukan mobil tersebut, Tim Perintis Presisi segera mengambil tindakan cepat. Bersama warga setempat, tim berupaya mengevakuasi mobil dari parit. Proses evakuasi berlangsung cukup lancar berkat kerjasama yang baik antara tim patroli dan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Setelah berhasil mengeluarkan mobil dari parit, Tim Perintis Presisi tidak hanya berhenti di situ. Mereka juga memastikan kondisi pengemudi dan penumpang mobil dalam keadaan baik. Untuk memastikan keamanan lebih lanjut, tim membantu mengantar pengemudi beserta penumpang mobil tersebut kembali ke kediaman mereka.

Aksi cepat dan tanggap dari Tim Perintis Presisi mendapat apresiasi dari warga setempat. 

Tindakan sigap ini menunjukkan kepedulian serta kesiapan tim dalam menangani situasi darurat di wilayah mereka, terutama pada jam-jam rawan kecelakaan.

Kapolres Singkawang AKBP Fatchur Rochman, S.I.K., M.I.K. melalui Kasihumas Polres Singkawang AKP M. Mauluddin menuturkan, "Dengan kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengemudi untuk lebih berhati-hati dan memastikan kondisi fisik yang prima sebelum mengemudi, terutama pada jam-jam dini hari."

"Kejadian ini juga menegaskan pentingnya kehadiran patroli rutin untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat," pungkasnya.

Jumat, 10 Mei 2024

Bersama Masyarakat, Polisi Perbaiki Jalan Rusak Pasca Kecelakaan Tragis di Sekadau

Bersama Masyarakat, Polisi Perbaiki Jalan Rusak Pasca Kecelakaan Tragis di Sekadau. (Humas Polres Sekadau/Borneotribun)
Bersama Masyarakat, Polisi Perbaiki Jalan Rusak Pasca Kecelakaan Tragis di Sekadau. (Humas Polres Sekadau/Borneotribun)
SEKADAU – Satlantas Polres Sekadau bersama Pospol Simpang 4 Kayu Lapis dan masyarakat setempat bergotong-royong memperbaiki jalan rusak di Dusun Entada, Desa Bokak Sebumbun, Kecamatan Sekadau Hilir, pada Jumat (10/5/2024) pagi. Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut setelah kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua orang pada Kamis (9/5) kemarin.

Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Revo, mobil Toyota Avanza, dan truk Mitsubishi di jalan yang sempit dan berlubang. Diduga pengendara sepeda motor tidak menjaga jarak aman sehingga menabrak mobil Avanza yang memperlambat laju karena kondisi jalan yang sulit.

Bersama Masyarakat, Polisi Perbaiki Jalan Rusak Pasca Kecelakaan Tragis di Sekadau. (Humas Polres Sekadau/Borneotribun)
Bersama Masyarakat, Polisi Perbaiki Jalan Rusak Pasca Kecelakaan Tragis di Sekadau. (Humas Polres Sekadau/Borneotribun)
Menurut Kapolres Sekadau, AKBP I Nyoman Sudama, perbaikan dilakukan setelah olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan. 

Bersama Masyarakat, Polisi Perbaiki Jalan Rusak Pasca Kecelakaan Tragis di Sekadau. (Humas Polres Sekadau/Borneotribun)
Bersama Masyarakat, Polisi Perbaiki Jalan Rusak Pasca Kecelakaan Tragis di Sekadau. (Humas Polres Sekadau/Borneotribun)
Jalan diperbaiki dengan menimbun menggunakan sirtu, pasir, semen, dan tanah.

Kerja bakti ini melibatkan anggota Satlantas Polres Sekadau, Pospol Simpang 4 Kayu Lapis, kepala dusun setempat, kepala desa, dan warga sekitar. Tujuannya adalah untuk mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang.

Bersama Masyarakat, Polisi Perbaiki Jalan Rusak Pasca Kecelakaan Tragis di Sekadau. (Humas Polres Sekadau/Borneotribun)
Bersama Masyarakat, Polisi Perbaiki Jalan Rusak Pasca Kecelakaan Tragis di Sekadau. (Humas Polres Sekadau/Borneotribun)
"Perbaikan jalan ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan di lokasi tersebut. Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama," ujar AKP Agus Junaidi, Kasi Humas Polres Sekadau.

Kamis, 09 Mei 2024

Kecelakaan Maut di Sekadau Telan Dua Korban Jiwa, Polisi Jelaskan Kronologisnya

Kecelakaan Maut di Sekadau Telan Dua Korban Jiwa, Polisi Jelaskan Kronologisnya
Kecelakaan Maut di Sekadau Telan Dua Korban Jiwa, Polisi Jelaskan Kronologisnya.
SEKADAU – Sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawa dua orang pada Kamis (9/5/2024) sore di Jalan Sekadau - Sintang, tepatnya di Dusun Entada, Desa Bokak Sebumbun, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Kapolres Sekadau, AKBP I Nyoman Sudama, melalui Kasi Humas AKP Agus Junaidi membenarkan peristiwa ini. Kecelakaan melibatkan sebuah sepeda motor Honda Revo berwarna merah hitam, sebuah mobil Toyota Avanza berwarna biru, dan sebuah truk Mitsubishi berwarna kuning.


"Menurut keterangan dari saksi, kejadian bermula ketika sepeda motor Honda Revo yang dikendarai oleh IS (22) bersama penumpangnya LS (17), keduanya merupakan warga dari Kecamatan Sekadau Hulu, melaju dari arah Sekadau menuju Sintang,"ucap AKP Agus menjelaskan kronologis kejadian.

Saat melintas di Jalan Sekadau-Sintang tepatnya di Dusun Entada, di depan mereka terdapat mobil Toyota Avanza yang dikemudikan oleh TD (55) warga Pontianak. TD memperlambat kendaraannya karena kondisi jalan sempit dan terdapat lubang di sebelah kiri.

"Diduga pengendara sepeda motor Honda Revo tidak menjaga jarak aman sehingga menabrak bagian belakang mobil Avanza dan terjatuh ke kanan jalan. Pada saat yang sama, dari arah berlawanan, mobil truk Mitsubishi yang dikemudikan oleh RN (45) warga Mempawah melintas," terang AKP Agus.

"Karena jarak yang terlalu dekat dan tidak dapat menghindar, truk yang dikemudikan oleh RN menabrak sepeda motor Honda Revo dan mengakibatkan kedua korban IS dan LS meninggal dunia di tempat kejadian," sambungnya.


Jenazah kedua korban telah dievakuasi ke RSUD Sekadau. Petugas piket Satlantas Polres Sekadau telah melakukan olah TKP awal di tempat kejadian, mencatat identitas pengemudi dan korban. Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan telah diamankan oleh petugas.

"Unit Gakkum Satlantas Polres Sekadau menangani kasus ini untuk penyelidikan lebih lanjut. Semoga kecelakaan seperti ini tidak terulang di masa yang akan datang," kata AKP Agus Junaidi.