Berita BorneoTribun: Kemarau 2026 hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Kemarau 2026. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemarau 2026. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 April 2026

Hadapi Ancaman Kemarau 2026, DPKP Kalsel Bangun Irigasi 13 Kilometer

DPKP Kalsel memperkuat jaringan irigasi sepanjang 13 km untuk menghadapi potensi kemarau panjang 2026 dan menjaga produktivitas pertanian di berbagai wilayah.
DPKP Kalsel memperkuat jaringan irigasi sepanjang 13 km untuk menghadapi potensi kemarau panjang 2026 dan menjaga produktivitas pertanian di berbagai wilayah.

BANJARBARU — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) mulai memperkuat jaringan irigasi sepanjang 13 kilometer di sejumlah wilayah persawahan. Langkah ini jadi strategi penting untuk menghadapi potensi musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada 2026.

Kepala Seksi Lahan dan Irigasi Pertanian DPKP Kalsel, Muhammad Anton Ciptady, menjelaskan bahwa penguatan dilakukan melalui pemeliharaan jaringan irigasi tersier serta pengembangan sistem pendukung distribusi air ke lahan pertanian.

Menurut Anton, program tersebut mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian serta alokasi dari pemerintah daerah. Dukungan ini bertujuan memastikan sektor pertanian tetap berjalan stabil meski menghadapi tantangan perubahan iklim.

“Program ini fokus pada pemeliharaan jaringan irigasi tersier agar distribusi air tetap lancar, terutama saat musim kemarau,” ujar Anton di Banjarbaru, Senin.

Pengembangan Irigasi Jangkau Ribuan Hektare Sawah

Selain pemeliharaan jaringan yang sudah ada, DPKP Kalsel juga menyiapkan pengembangan baru melalui kegiatan Survey, Investigasi, dan Desain (SID) jaringan irigasi tersier.

Program tersebut dirancang untuk menjangkau lahan pertanian dengan cakupan sekitar 4.000 hektare.

Saat ini, proses penyusunan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) masih berlangsung. Tahapan ini penting untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan petani di lapangan.

Anton menegaskan bahwa validasi data CPCL menjadi dasar utama pelaksanaan program, sehingga pembangunan infrastruktur irigasi dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Ratusan Unit Irigasi Disiapkan Untuk Perkuat Pasokan Air

Tak hanya memperbaiki jaringan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga mengalokasikan bantuan sarana pendukung irigasi dalam jumlah besar.

Beberapa bantuan yang disiapkan antara lain:

  • 235 unit irigasi perpompaan

  • 58 unit irigasi perpipaan

Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan suplai air ke area persawahan, khususnya di wilayah yang rawan kekurangan air saat musim kemarau.

Namun demikian, Anton menyebutkan bahwa realisasi bantuan tersebut masih menunggu kesiapan pemerintah kabupaten dan kota dalam menyampaikan data CPCL sebagai dasar pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Sejumlah Daerah Jadi Prioritas Pemeliharaan

DPKP Kalsel telah menetapkan beberapa daerah sebagai prioritas pemeliharaan jaringan irigasi tersier.

Wilayah yang masuk dalam rencana tersebut meliputi:

  • Kabupaten Balangan

  • Kabupaten Tapin

  • Kabupaten Hulu Sungai Selatan

  • Kabupaten Barito Kuala

Daerah-daerah tersebut dinilai memiliki potensi pertanian yang besar, sehingga keberlanjutan sistem irigasi menjadi kunci menjaga stabilitas produksi pangan.

Anton menegaskan bahwa pemeliharaan jaringan irigasi merupakan prioritas utama untuk memastikan distribusi air tetap lancar dan petani tidak terdampak kekeringan.

Optimisme Produksi Pertanian Tetap Stabil

DPKP Kalsel optimistis langkah penguatan jaringan irigasi ini mampu menjaga produktivitas pertanian, terutama komoditas padi, meski dihadapkan pada ancaman kemarau panjang.

Anton juga berharap pemerintah kabupaten dan kota segera menyampaikan data CPCL agar seluruh program dapat direalisasikan tepat waktu.

Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang memadai, sektor pertanian di Kalimantan Selatan diharapkan tetap menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah.

“DPKP Kalsel optimistis produksi pertanian tetap terjaga meski dihadapkan pada potensi kemarau panjang pada 2026,” ujar Anton.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa tujuan penguatan irigasi oleh DPKP Kalsel?

Tujuannya untuk memastikan distribusi air ke lahan pertanian tetap lancar, terutama saat musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada 2026.

2. Berapa panjang jaringan irigasi yang diperkuat?

Total panjang jaringan irigasi yang diperkuat mencapai sekitar 13 kilometer.

3. Berapa luas lahan yang akan dijangkau program pengembangan irigasi?

Program pengembangan dirancang menjangkau sekitar 4.000 hektare lahan persawahan.

4. Apa saja bantuan irigasi yang disiapkan pemerintah?

Pemerintah menyiapkan 235 unit irigasi perpompaan dan 58 unit irigasi perpipaan untuk mendukung suplai air ke sawah.

5. Wilayah mana saja yang menjadi prioritas program?

Wilayah prioritas meliputi Kabupaten Balangan, Tapin, Hulu Sungai Selatan, dan Barito Kuala.

Jumat, 27 Maret 2026

Hadapi Kemarau 2026, BPBD Kalbar Intensifkan Pembasahan Lahan

BPBD Kalbar gencarkan pembasahan lahan untuk cegah karhutla jelang kemarau 2026, fokus pada gambut dan wilayah rawan terbakar. (Gambar ilustrasi)
BPBD Kalbar gencarkan pembasahan lahan untuk cegah karhutla jelang kemarau 2026, fokus pada gambut dan wilayah rawan terbakar. (Gambar ilustrasi)

Pontianak – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau 2026 dengan mengintensifkan program pembasahan lahan, khususnya di wilayah gambut yang rawan terbakar.

Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan langkah ini menjadi strategi utama dalam menjaga kondisi lahan tetap lembap agar potensi kebakaran bisa ditekan sejak dini.

“Pembasahan ini bertujuan untuk mempertahankan kondisi lahan gambut tetap lembap dalam skala luas, sehingga potensi kebakaran bisa ditekan sejak dini,” ujarnya di Pontianak, Jumat.

Fokus Wilayah Rawan Karhutla

Program pembasahan difokuskan pada daerah dengan tingkat kerawanan tinggi, terutama lahan gambut yang mudah mengering saat musim kemarau. Upaya ini dinilai krusial untuk mencegah munculnya titik api yang berpotensi meluas.

Menurut Daniel, pembasahan lahan merupakan bagian dari strategi terpadu BPBD Kalbar dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga pertengahan 2026.

Kolaborasi Lintas Sektor

Selain pembasahan, BPBD Kalbar juga meningkatkan patroli darat dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Tentara Nasional Indonesia serta instansi terkait lainnya.

Sinergi lintas sektor ini dilakukan untuk memastikan langkah pencegahan berjalan optimal di lapangan dan respons cepat bisa dilakukan jika ditemukan potensi kebakaran.

Tantangan Ketersediaan Air

Meski demikian, program pembasahan tidak lepas dari kendala, terutama keterbatasan sumber air di sejumlah wilayah rawan karhutla.

Untuk mengatasi hal tersebut, BPBD Kalbar membuka peluang mengajukan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana, termasuk opsi penggunaan teknologi modifikasi cuaca jika dibutuhkan.

Pantau Cuaca Secara Berkala

BPBD Kalbar juga terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.

Selain kesiapan teknis, edukasi kepada masyarakat juga digencarkan agar kesadaran terhadap bahaya karhutla semakin meningkat.

Upaya Minimalkan Dampak Karhutla

Dengan optimalisasi sumber daya yang ada, BPBD Kalbar berharap program pembasahan lahan mampu menjadi langkah efektif dalam menekan risiko karhutla serta meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

FAQ

1. Apa itu program pembasahan lahan?
Program pembasahan lahan adalah upaya menjaga kelembapan tanah, khususnya gambut, agar tidak mudah terbakar saat musim kemarau.

2. Kenapa lahan gambut rawan terbakar?
Karena mudah kering dan mengandung material organik yang sangat mudah terbakar saat suhu tinggi.

3. Apa kendala utama program ini?
Keterbatasan sumber air di beberapa wilayah rawan karhutla.

4. Apa solusi yang disiapkan BPBD Kalbar?
Mengajukan bantuan ke BNPB dan mempertimbangkan teknologi modifikasi cuaca.

5. Bagaimana peran masyarakat?
Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan ikut menjaga lingkungan.